LIFE, story

Buku Bacaan Motivasi 10 Tahun Terakhir

Akhir-akhir ini saya merasa kalau perspektif dan konsep pribadi dalam memandang kehidupan banyak sekali berubah. Semua kerasa sekali sejak banyak traveling kesana kemari, masuk dunia kerja dan bertemu banyak orang di keseharian.

Selain, sebenarnya semua itu bermula dari lingkungan dan bahan bacaan motivasi. Lama kelamaan buku bacaan motivasi tentang pandangan hidup pun banyak yang tidak relevan lagi. So, di blog sedikit kepingin ngulas buku bacaan dulu, bagaimana perspektif dan bahan bacaan saya berubah, terus sekarang lagi baca apa?

(1) La Tahzan karangan DR. ‘Aidh al-Qarni

Ini merupakan salah satu buku terlaris di timur tengah. Beli buku ini saat masih kuliah semester awal tahun 2006. Cukup tebal dengan 570 halaman, La Tahzan menuangkan pemikiran-pemikiran dari sang penulis DR. ‘Aidh al-Qarni dengan mengacu pada ayat-ayat Al-qur’an dan Hadist nabi.

Satu alasan yang buat tertarik untuk membacanya karena motivasi disisi religius, mungkin karena memang sejak kecil orang tua mencekoki dengan buku maupun novel Islami cerita Nabi, Rasul, dan Wali Songo pemahaman yang islami seperti ini selalu buat saya tertarik.

Kenapa Tidak relevan lagi? 

Isi buku lebih fokus ke kata sedih (sesuai arti La Tahzan itu sendiri), kesannya kalau baca itu ya saya ini orang yang terlahir dengan harus dihibur agar tidak sedih kemudian membaca buku ini. Isinya memang seputar nasehat agar tidak sedih, dengan kutipan ayat AQ dan Hadist. Menjadi tidak menjadi relevan lagi buat saya karena saat membaca tidak berefek apa-apa lagi. Soalnya ujian hidup makin tinggi, nggak cukup buat diberi pemahaman jangan sedih.

motivasi-blog

(2) The Secret karangan Rhonda Byrne 

Dulu ini juga buku yang laris, booming sekitar tahun 2008 bermula dari video lalu jadi buku. Isinya kalau dikaitkan dengan kepercayaan terhadap Tuhan sebagai pencipta semesta dih bakal ngawur. Tapi jika menganggap kata semesta di buku itu sebagai zat Yang Maha Mengabulkan doa, yaitu Allah ya tidak salah.

Namanya juga karangan buku dari Barat. Jadi menerimanya tidak bisa 100 persen sama yang dimaksudkan, soalnya kalau betul-betul mengikuti berati kamu seperti atheis dong. Segala sesuatu datang dari Allah, bukan alam semesta. Apapun keinginan kita tidak mungkin bisa kalau bukan karena kehendak-Nya. Ini agak merusak ketauhidan seseorang jika disalah artikan lebih jauh.

Kalau saya menerjemahkan buku ini lebih ke arah positif, mendatangkan sesuatu yang kamu inginkan harus dengan pikiran dan sikap positif. Optimisme!

Kenapa Tidak Relevan lagi??

Sejauh perjalanan saya ke gunung, sebagai contoh kecilnya ya .. Pemahaman the secret tentang law of attraction itu tidak bisa selalu benar. Karena lagi-lagi kita tidak bisa memaksakan kehendak diri, namun justru harus berserah ke Tuhan dengan apa yang terjadi setelah ikhtiar. Karena cuma Allah yang tahu dibalik tiap kejadian, ada hikmah dan pesan tersembunyi. Seperti ayat ini :

Qs. Al-Baqarah : 216

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

So, hidup tinggal dijalani, terus kamu berusaha sebaik mungkin. Tugas kita cuma menjalankan apa perintah lalu jauhi larangan. Soal rezeki dan embel-embelnya sudah dijamin dan tertulis bahkan sebelum kamu lahir. Adem, kalau ingat ini.

Saya jadi merasa lucu ketika pernah menuliskan tentang law of attraction di blog ini coba aja klik link ini Aku dan Law of Attraction

motivasi

 

(3) Quantum Ikhlas karangan Erbe Sentanu

Beruntungnya, setelah baca habis the secret nggak lama selang seminggu beli juga buku Quantum Ikhlas yang konsepnya seperti the secret namun lebih dijelaskan secara ilmiah dan diubah paradigmanya ke dalam sisi Islam.

Saya akui ini buku bagus. Ada penjelasan mengapa ada daya law of attraction itu.. tentang ilmu fisika quantum penjabaran kekuatan tak terlihat dari pikiran dan perasaan. Lalu itu semua nyambung dengan pemahaman Islam. So, saya termasuk tertolong dengan ikut membaca Quantum Ikhlas sebagai penyeimbang bacaan The Secret.

Sehingga konsepnya berubah dari berusaha memikirkan apa yang kita ingin dengan fokus pada kekuatan pikiran, dengan mengungkap kalau kekuatan perasaan atau disebut kekuatan hati (qolbu) itu lebih dominan memiliki efek. Kekuatan hati (perasaan) 88% sementara kekuatan pikiran 12 % saja efeknya.

Kenapa tidak relevan lagi?

Ada panduan untuk mendengarkan CD yang berisi pemusatan perasaan ke arah yang lebih baik. Konsepnya masih sama : 1. meminta 2. imajinasi 3. percaya (merasa sudah menerima) baru kemudian semua hal itu bisa betul terjadi pada kita, InsyaAllah karena izin-Nya dan dengan kekuatan perasaan tadi.

Nah kalau kamu cuma baca bukunya itu kurang berefek, meski untuk pengetahuan saja ini bagus, tapi hasi dari terapi quantum menggunakan CD akan lebih berpengaruh. Susah kan jadinya bagi mereka yang kurang punya banyak waktu untuk melakukannya. Walau itu hanya 15 menit.

(4) 7 Keajaiban Rezeki karangan Ippho Santosa

Percaya atau tidak dengan diri sendiri, ternyata saya pernah membeli dan membaca buku ini. Mirip-mirip konsep the secret dan quantum ikhlas, tapi lebih fokus ke rezeki. Buku bagus, tentang gimana menjemput rezeki.

Disebutkan untuk memenuhi lingkaran hidup dengan sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim dari Sang Pencipta mulai dari keluarga, lanjut ke diri sendiri, lalu Allah. Soal memantaskan diri dan menjemput rezeki.

Kenapa sekarang kurang relevan buat saya?

Cuma soal pemahaman sekarang yang lebih dalam lagi dirasa ada hati yang tidak menyetujui. Soal sedekah yang katanya ikhlas dan tidak ikhlas akan dibalas. Percaya kok, kan Allah Maha Kaya. Namun kembali lagi ke pribadi apakah kita berbuat sesuatu itu amat pamrih? Apa kita tidak sedekah kalau bukan karena ingin sesuatu sebagai ganti lain? Hati saya bertanya-tanya lagi.. karena mulai harus berfikir untuk tidak pamrih. Ini sekedar pendapat saja ya..

Lalu Apa Sekarang?????

Mungkin kalian ada yang mau kasih referensi baca buku motivasi apa? Sekarang saya lagi tertarik dengan ilmu tasawuf,  ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin serta untuk memporoleh kebahagian yang abadi.

Kelihatan berat ya? entah tapi tertarik aja, baru baca-baca di web soal tasawuf ini. Tujuannya apa? untuk lebih memiliki hati yang bersih, agar memiliki ketenangan dan semua itu bisa diaplikasikan dalam ahlak.

 

 

Advertisements
Indonesia, story, Traveling

Kemana Lagi Jalan-Jalan di Jogja?

Rasanya tak pernah bosan buat datang lagi ke Jogja. Kota yang bagi saya punya daya tarik di segala sisi. Ngayogyakarta, keliling naik becak terus mengitari wilayah kesultanan yang ada dinding keraton itu. Berhenti sekedar ke toko batik atau toko kaus Dagadu yang di era 90-an sempat trend. Beli oleh-oleh bakpia… makan gudeg atau sate ayam di pinggir jalan.

Lalu bukan kulinernya, tapi juga seninya, kota kreatif… Mau cari kerajinan unik bisa cari di Jogja. FYI saya sampai punya koleksi barang-barang seni yang masih disimpan rapih di lemari buat kalau nanti dekorasi saat sudah punya rumah sendiri.

Masih ada banyak tempat di Jogja, bolak balik minimal setahun sekali pun nggak pernah bosan. Wisatanya candi-candi, jalan di Malioboro, mampir ke Pasar Beringharo, bahkan saya belum pernah ke Candi Prambanan!.. Goa Pindul yang sempat nge-hits juga. Padahal kelihatan seru, ada sesi menuruni goa dengan cahaya yang masuk…

Ini nih beberapa tempat lain yang kemarin saat family trip saya kunjungi… yuk siapa tahu bisa jadi ide perjalanan..

Sarapan pagi di Pasar Ngasem

Sarapan di Pasar Ngasem

Begitu sampai Jogja, kami niat cari sarapan. Tentunya sudah mandi, ganti baju dan siap petualangan kuliner dengan cari sarapan. Sudah biasa ke Pasar Beringharjo yang letaknya ada di seputar Jl. Malioboro?

Nah kamu cobain deh mampir ke Pasar Ngasem. Letaknya di Jalan Polowijo No 11, Kota Yogyakarta. Lokasi ini berdampingan dekat dengan Taman Sari, pemandian para ratu Kesultanan Yogyakarta. Habis sarapan bisa langsung main ke sebelah, cussss… tanpa cari parkir lagi.

Cuma sayangnya, karena buru-buru buat ke Pantai, kami nggak mampir ke Taman Sari, next time aja mungkin, disisahin dulu buat trip selanjutnya. Masih ada tempat yang happening banget berkat Instagram, Kalibiru, Umbul-Umbul Ponggok, dan Hutan Pinus Wonogiri.

Tapi entah kenapa justru yang sedang favorit buat orang-orang saya hindari, weekend pasti rame banget, terus terlalu pasaran di posting di IG. Sementara yang saya posting justru yang menggambarkan kesederhanaan Jogja aja, ke pasar sekedar cari sarapan.

Istana Ratu Boko yang terkenal sunset bagusnya

Mampir ke Candi Ratu Boko

Siapa yang nggak pernah ke Candi Borobudur atau Prambanan? Selain itu masih ada Candi Ratu Boko, letaknya 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta kamu bisa pakai GPS lagi, diperjalanan saya tidur tapi tahu-tahu sudah sampai depan pintu masuk candi. Tiket masuk ke Candi Ratu Boko Rp. 25.000 per orang, ditambah biaya parkir mobil Rp. 10.000.

Lumayan lama mengitari kompleks candi ini, meski sebetulnya hanya bagian pagar saja yang utuh. Sisah bangunan sepertinya banyak yang dipindah maupun hancur karena terkikis zaman. Tapi saya lihat juga masih ada perbaikan untuk mempertahankan kompleks candi ini tetap lestari. Tumpukan-tumpukan bongkah batu candi seperti sisahan saja, lalu di belakang ada bekas tempat pemandian.

Sumber dari wikipedia, situs Candi Ratu Boko menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman. Diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu).

Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.

benteng-ratu-boko

Nama “Ratu Baka” berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (bahasa Jawa, arti harafiah: “raja bangau”) adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang.

Situs Ratu Boko pertama kali ditemukan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung.

Wisata Pantai dan Goa Ke Gunung Kidul

Kamu bisa pilih mau ke pantai mana, di kawasan Gunung Kidul daerah Wonosari sana ada banyak pantai bagus. Pantai Indrayanti, Pantai Baron, termasuk Pok Tunggal, terus banyak lagi yang nyelip-nyelip pantainya… Supaya seru random aja… mampir dari satu pantai ke pantai lain, karena letaknya deket-deketan.

Mungkin bisa dari pagi ketemu sore saat matahari terbenam, sehari di pantai Jogja. Asal jangan takut jadi hitam, panas banget cuaca pantai soalnya. Kalau mau agak lain, pilih wisata ke goa aja, cuma tahu sendiri ke goa itu pasti ada bau pesing kekelawar. Terus kalau liburan keluarga rasanya kurang cocok masuk goa apalagi ke Goa Pindul turun pakai tali 😀

Jalan-jalan seputar Gunung Kidul, cobain juga kuliner yang agak ekstrim seperti walang goreng alias belalang goreng. Saya pernah makan dan beli karena penasaran, walang goreng jadi makanan pengganti di Gunung Kidul soalnya dulu tempat ini kesulitan pangan. Belalang yang mudah ditemukan di daun jati kemudian jadi pengganti protein.

Selain itu yang terkenal juga tiwul, makanan yang terbuat dari ampas singkong. Dicocol sama parutan kelapa, bagi saya rasanya unik banget, harus coba dan bawa pulang sebagai oleh-oleh, cuma ada masa tahannya sekitar 2 hari.

penjual-di-sekitar-pantai-pok-tunggal
Ibu-Ibu penjual di dekat Pantai Pok Tunggal, Yogyakarta
Indonesia, JAVA - Indonesia, The Journey, Traveling

Senandung Laut di Pantai Yogyakarta

Hamparan air biru pantulan dari langit menyambut, meski belum benar benar sampai di ujung pantainya. Menuruni bukit dengan jalan kecil meliuk hanya muat satu mobil, pemandangan kanan kiri adalah bebatuan karts khas Gunung Kidul.

Ombak meliuk-liuk, cukup besar gumpalan-gumpalannya. Siapa yang akan berani berenang di pinggir pantai dengan ombak seperti marah ini? Palang peringatan pun tak memperbolehkan pengunjung pantai untuk berenang, karena siapa yang berani mendekat bisa saja tertelan senandung riuh ombak di Pantai Pok Tunggal ini.

Kalian pasti sudah tahu, kalau wisata di Jogja bukan cuma candi. Pelancong yang sengaja datang ke Jogja juga kini tak hanya mengenal Jl. Malioboro saja. Wilayah di selatan pulau Jawa ini terkenal akan pantai-pantai cantik berpasir putih dan tersembunyi juga.

Di tahun 2012 silam saya pernah menulis soal Senja Eksotis di Pantai Indrayanti . Waktu itu tak sengaja kesana karena liputan jelajah gizi dan tak lama membujuk ayah saya buat liburan kesana.

Nah, tak jauh dari Pantai Indrayanti, ada juga pantai bagus yang untuk menuju kesana hanya ada jalanan kecil sehingga bus rombongan besar tidak bisa masuk (jelas ini keuntungan pantainya ga begitu rame). Karena memang liburan kilat (saya cuti hanya sehari), hanya satu pantai ini saja yang kami singgahi, selebihnya explore Kota Jogja dari kuliner hingga candi yang belum sempat dilihat.

Pantai Pok Tunggal punya satu tebing yang bisa dinaiki, ketinggian sekitar 300 meter mungkin ya soalnya naiknya sebentar. Dari atas tebing kamu bisa melihat pemandangan laut yang lebih luas. Bunyi ombak yang berdesir-desir pun kedengaran sempurna 🙂

Cuacanya panas terik meski ini bulan Oktober! Jangan lupa pakai sunscreen dan bawa sunglasses dan lebih baik jika berjalan tanpa alas kaki. Rasakan,… bulir-bulir dari pasir pantai, lalu abadikan birunya laut itu dalam frame kamera kamu.

Pantai yang relatif sepi, padahal itu hari Minggu.. ya mungkin karena jalan masuknya kecil rombongan bus tak bisa sampai sini, kecuali bus kecil kapasitas 50 orang. So, mau foto-fato cantik nggak akan ada yang ganggu juga.

How To Get There ???

Berkendara mobil dari Jakarta ke Jogja mungkin bagi sebagian besar orang berat ya? tapi kalau acara liburan keluarga selalu begitu. Kami overland ke Jawa Tengah, menempuh perjalanan sekitar 8-10 jam.

Bila sudah sampai pusat kota Jogja kamu bisa pakai GPS, Gmaps.. lalu jalan ke arah Wonosari. Perjalanan menempuh sekitar 1-1,5 jam. Ada banyak plang tanda petunjuk jalan menuju lokasi. Sebelumnya akan melewati kawasan Gunung Kidul, berbagai kawasan wisata seperti Goa Pindul.

Berdampingan dari lokasi juga masih ada banyak pantai kalau memang punya banyak waktu lama. Biaya masuk ke kawasan ini Rp. 10.000 per orang dan ketika masuk kawasan tiap pantai pasti diminta retribusi seikhlasnya.

pantai-pok-tunggal

Berikut peta nya :

LIFE, story

Berbagai Cara Mengalihkan Kecanduan Social Media

Salah satu resolusi penting di tahun 2016 ini yang sedang gw jalankan adalah menghilangkan waktu kurang produktif dari kecanduan social media. Hal ini tidak mudah, butuh proses sedikit demi sedikit.

Kenapa kenapa kenapa? pertanyaan penting, soalnya makin sadar ternyata waktu banyak terbuang dan harus diakui deadline kerjaan harian keganggu akibat kecanduan ini (nggak gitu parah sih). Ah entah alasan kamu misalnya lagi cari perhatian gebetan atau kepo sama kehidupan di luar sana. Yang jelas HARUS tegas sama diri sendiri buat menggunakan waktu jadi lebih berguna dan menghasilkan “sesuatu”.

Step by step… mengatasi kecanduan social media versi blog gw….

(1) Deactive Facebook

Akhirnya di akhir tahun 2015 gw deactive akun Facebook. Tapi sempet diaktifin lagi 2 bulan ketika kepilih jadi peserta free trip ke Derawan, hehehe ya alasannya perlu banget buat promosi blog saat kegiatan trip itu berjalan.

Itu langkah pertama sih deactive FB, sebenarnya Facebook banyak manfaatnya juga, buat nambah statistik pembaca pembaharuan blog tentang traveling dan memang Facebook paling efektif meraup pembaca, ya temennya aja 800-an orang. Jangan ditanya berapa klik setiap hari, bisa di atas 100 pembaca dibanding kalau share di Twitter, Line, atau Path.

social-media-addiction
sumber : storyboarthat.com

(2) Delete Aplikasi Path dari Ponsel Pintar

Langkah kedua, makin jarang gw update di Path. Padahal temen-temen justru sangat aktif di Path. Tapi lama-lama sadar juga, buat apa nyari love dan likes, ahhh… Temen kita juga bakal kasih emotion karena balas emotion yang kita kasih.

Kadang apa yang di-share teman-teman kita juga hal kurang penting. Seperti cek in di sebuah tempat, lagi sama siapa, lagi ngapain. Hehehe buang waktu ya, kebayang di dunia nyata seberapa sibuknya merhatiin layar handphone. Terus lebih sering cuek sama sekitar.

Addictive gw sama Path akhirnya luntur soalnya lama-lama berasa capek dan ngabisin batere ponsel, FYI dalam sehari liputan bisa 2-3 tempat kebayang gimana update-an Path gw? Selain itu menimbulkan kesan “PAMER” cek in di hotel mana, makan di tempat keren mana, di mall mana… ya itu sih memang kerjaannya reporter lifestyle kerjanya bolak balik tempat seperti itu. Lalu, akhirnya Path tumbang juga gw delete.

(3) Delete Juga Twitter

Sekarang gw masih aktif buka twitter, tapi itu buat tahu update berita terbaru dari situs berita. Ya nggak lucu juga kalau jurnalis nggak tahu perkembangan dunia luar, apa jadinya kalau ketemu nara sumber nggak nyambung saat ngobrol karena nggak tahu update Pilkada DKI misalnya.

Senengnya sama Twitter itu, gw seolah bisa ngoceh apa aja disana seperti merasa nggak ada yang baca… padahal aib banget soalnya beberapa bos gw nge-follow gw dan ketika lagi kesel-keselnya twit gw bisa aja kebaca. Bagusnya karena di follow beberapa bos di kantor jadi ajang latihan menahan emosi dan menahan buat nge-twit yang aneh-aneh sih.Meski kadang suka lupa.

Suatu hari gw deactive akun Twitter gw, kirain Twitter tuh sama seperti FB yang bisa diaktifin lagi kalau pernah deactive. Tapi ternyata ada jangka waktu sebulan setelah deactive, akun gw secara otomatis memberi tahu ke followers kalau akun gw akan deactive. Gw tahu ini karena setelah itu banyak banget followers yang akhirnya ngirim direct massage (DM). Yaudah lalu gw aktifin lagi aja, sayang dong hampir 500 followers itu nggak mudah nyarinya.

Lalu aplikasi twitter juga dihapus dari ponsel gw, demi lepas dari kecanduan. Kalau mau nge-twitt gw harus buka di ponsel secara manual, memasukan password lagi dan loading-nya lama, so  ini buat gw males lagi buka Twitter.

(4) Hidup Hambar Tanpa Instagram

OKE, selanjutnya Instagram, satu aplikasi yang belum bisa gw lepasin sampai detik ini. Hobi dan suka fotografi, traveling tanpa fotografi hambar… ah hidup gw hambar tanpa fotografi. Ngumpulin followers secara bertahap sampai hampir 800-an orang tanpa curang juga bukan hal mudah.

Instagram itu favorit gw banget. Bahasa gambar juga lebih mengena di hati, dibanding audio atau sekedar kata-kata buat gw pribadi. So…. Jangan suruh gw lepas dari Instagram. Nggak sempat ke mall? gw udah punya online shopping langganan di Instagram dan karena Instagram punya banyak informasi destinasi wisata, apa-apa yang lagi hits, trend terbaru sampai inspirasi fashion harian.

Kebayang kan kalau hidup gw tanpa Instagram? Satu hal saja, gw tetap mem-filter apa yang tidak pantas dilihat di timeline. Pada akhirnya, Instagram dibatasi posting 1 foto per hari dan sekarang lebih jarang buka timeline. Kan sekarang juga ada tombol turn on notification buat akun tertentu, jadi kalau ada pembaharuan dari online shop langganan gw bakal tahu.

socmed
Sumber : socialmediatoday.com

(5) Delete BBM

Dari 2012 gw nggak pakai Blackberry, sekitar 2010 ponsel keluaran Blackberry sempat nge-tren banget. Ini mulainya buat orang kecanduan social media. Bayangin aja, email dan semuanya connect langsung ada notifikasi-nya. Berbeda dulu yang masih harus buka PC alias personal computer atau laptop buat online.

Yang namanya warung internet pasti penuh, zaman masih kuliah 2008-2009 saat bermula Facebook digandrungi buat sharing status. Nah, BBM juga cukup meresahkan bikin nggak bisa tidur. Recent update penuh sama status, personal chat bisa ganti profil picture yang semuanya mengandung “pesan”. Belum lagi rame group… hidup nggak jauh-jauh dari layar ponsel. Tapi sekarang alhamdulilah BB bisa dibilang tamat rihwayatnya. Ketinggalan zaman.

(6) Line Hanya untuk Hal Positif

Aplikasi line juga punya timeline yang isinya pembaharuan status, sharing emotion, gambar, blog, lagu, link video seperti social media lainnya. Kalau Line memang tidak bisa lepas begitu aja, soalnya salah satu yang favorit chat dengan Line itu. Ada banyak emotion lucu, grup yang dibuat temen-temen.

Dan,… senengnya sekarang Line juga ada update-an berita. Ini nilai lebihnya…. Akhirnya gw membatasi membuka Line hanya untuk update berita Line yang diambil dari banyak situs berita online. Beberapa akun positive SEPERTI @berdakwah dan @teladanrasul tetap dipertahankan, yah anggaplah itu buat pencerahan rohani.

So isi timeline yang positif aja, line bisa buat sharing blog walau tidak begitu terdeteksi di statistik. Cuma temen-temen yang nggak begitu kenal gw block, group yang tidak begitu produktif akhirnya gw hapus (keluar group) dan pengaturan Line gw batasi untuk mereka yang ingin mencari akun gw.

(7) Waktu Produktif dengan Nge-Blog di WordPress

Nge-blog jadi salah satu cara meluangkan waktu lebih produktif disamping bekerja tapi bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain. Dengan nge-blog segala inspirasi, hal-hal yang menurut diri sendiri patut dibahas dan paling utamanya sebagai dokumentasi moment traveling biar someday dibaca anak cucu gw hehe.

Dengan nge-blog itu juga melatih kemampuan berfikir, bercerita, menulis, mengemukakan pendapat dengan lebih terbuka. Paling kerasa nge-blog bisa piknik gratis ke Derawan.. hehe dan suatu saat kalau mau balik lagi buat diving bisa aja masih gratis kecuali tiket pesawat. Yah intinya apapun yang ada dibenak jangan disimpan sendiri, lebih baik dibagi. Gimana pun menulis itu menurut gw abadi 🙂

(8) Lebih Baik Luangkan Waktu dengan Baca Buku atau Olahraga

Minimal beli buku bacaan itu sebulan sekali, buku apa aja. Mau genre horor, novel sastra, atau sekedar buku bergambar humor lucu, buku motivasi dan lainnya. Selain bisa nambah kosakata, pengetahuan, cara pandang, ini juga bikin kamu berbeda sama lingkungan sekitar.

Sekarang perhatiin aja, lagi di kereta kanan kiri kalau nggak lagi sibuk lihat layar HP, ya paling dengerin musik. Mainstream kan? baca buku deh … coba, ya kalau nggak suka buku pilih alternatif lain selain harus buka gadget.

Ohya, olahraga! Semenjak 3 tahun belakangan rutin jogging waktu kosong jadi lebih bermanfaat. Dengan olahraga kamu bisa jauh dari stress, karena olahraga membuat tubuh menghasilkan zat endorfin yang bikin kamu bahagia. Tantang lah dirimu, kalau berani yuk gunakan waktu berkualitas dibanding dengan sibuk sama layar ponsel kamu.

LIFE, MOUNTAIN, story, The Journey

7 Hal POSITIVE dari Mendaki Gunung yang Bisa Mengubahmu . .

Pernah nonton film berjudul wild? Kisah tentang seseorang yang depresi, kecanduan narkoba, seks bebas, berperilaku menyimpang dan kemudian memutuskan untuk mendaki gunung.

Dibintangi aktris Reese Witherspoon, film ini menuai komentar positif termasuk membawa sang aktris untuk nominasi aktris terbaik di Academy Awards. Wild yang masuk dalam genre sebuah film drama biografi, dirilis tahun 2014 silam, sutradara oleh Jean-Marc Vallée. Skenario film diangkat berdasarkan pada cerita Cheryl Strayed berjudul Wild: From Lost to Found on the Pacific Crest Trail.

Dalam satu ulasan seperti dikutip dari Telegraph, film ini memiliki pesan tentang kesepian, kelelahan, dan keinginan kabur, menyipitkan mata dari keterasingan dengan sebuah perjalanan.

By the way karena film-nya masih hangat saat itu, 2014 di saat-saat saya juga mulai suka naik gunung ketika dulu nonton saya nggak begitu mengerti. Apa asosiasinya dari seseorang yang depresi, memutuskan naik gunung lalu itu bisa mengubah pribadinya?

Pendaki dengan sarung, katanya sarung itu lebih bikin anget

Dan,… setelah 2 tahunan naik gunung, jalan dengan rombongan rame sampai solo traveling saya makin tahu kenapa sebabnya, hingga memang mendaki gunung itu sudah buat pribadi saya juga sedikit banyak berubah ke arah yang lebih positif.

Makanya saya bakal menyarankan, kalau seseorang dari segi fisik, tenaga mampu buat trekking jauh dan suka melakukannya, harus banget naik gunung. (Akan kerasa positif-nya mendaki kalau frekuensi-nya sudah sering, 2-3 bulan sekali, bukan cuma setahun sekali aja). Karena proses perjalanannya bisa jadi terapi dan saat-saat perenungan hidup. Yang paling terasa setelah 2 tahun mendaki gunung adalah ….

(1) Mendaki Gunung Akan Meluluhkan Ego Kamu

Kamu yang sebelumnya punya kepribadian sangat egois, lama-kelamaan bakal luluh dengan menempuh perjalanan jauh berhari-hari di gunung. Bertemu teman baru atau punya teman kelompok akan menekan keinginan untuk mementingkan diri sendiri.

Terlebih ketika mendaki memang tak bisa sepenuhnya sendirian. Butuh teman kelompok yang akan membawa tenda, perlengkapan masak, dan kebutuhan bersama. Biasanya dibagi-bagi untuk membawanya. Disaat seperti itu, akan timbul pribadi yang peka dengan orang lain. Nggak tega kalau temannya yang kelelahan tidak dibantu bawa perlengkapan kelompok.

(2) Lebih Menyerahkan Semuanya Kepada Tuhan

Perjalan ke gunung itu beda dengan ke pantai atau pulau. Bisa jadi mau pergi bulan depan, eh besoknya status gunung yang ingin didaki tiba-tiba berubah. Siapa yang akan mengira kalau Gunung Semeru ditutup sementara waktu karena ada pendaki hilang? itu kejadian waktu saya akan kesana, tepat sehari sebelum keberangkatan.

Tentu kamu akan belajar untuk tidak memaksakan kehendak, yang ada pendaki itu akan membiarkan alam semesta berbicara. Kehendak Tuhan seperti apa, lama-kelamaan seperti Dia berbicara ke kamu sendiri. Berkata di dalam hati kamu, memang seharusnya seperti ini, memang baiknya begini. So, kebanyakan anak gunung lebih slow, santai menghadapi apapun lebih tenang dan berserah kepada Tuhan. Nggak ngotot-ngototan dengan kemauan diri.

SONY DSC
Hayoo,… berani nggak kamu minta tolong logistik kalo kehabisan ke tetangga kemping?

(3) Jadi Lebih Pandai Bergaul dan Berbaur

Namanya di gunung, segala sesuatunya serba terbatas. Nah keterbatasan itu membuat seseorang jadi merasa aku ini apa kalau sendiri? Ternyata saya ini makhluk yang membutuhkan orang lain.

Di tengah keegoisan dan saling cuek ketika berada di kota besar, maka gunung adalah tempat dimana kamu akan menemukan orang yang tak mengenal kamu pun menyapa serta menyemangati. Saling berpapasan pun akan ada keakraban dengan seutas senyum di pipi, saling tegur dan berbagi makanan dengan tetangga tenda sebelah.

“Ayo kak tempat kemah udah dekat tuh, semangatttt!” keramahan yang akrab ditemukan di gunung.

Semakin banyak mendaki gunung, skill komunikasi kamu juga terasah. Kalau-kalau lagi kekurangan makan dan butuh gula misalnya, dengan senang hati pendaki tenda sebelah bisa sharing gula. Jangan khawatir kalau ke gunung nggak akan kehabisan makanan atau minum soalnya sudah terasah gimana ngobrol dan minta tolong.

(4) Lebih Filosofis Memaknai Hidup

Entah bagaimana, selama perjalanan yang melawan kantuk, capek lelah, juga disertai keceriaan itu ada filosofinya… di antara sejengkal dua jengkal kaki yang melangkah saya betul-betul merasakan secara mendalam filosofi dari proses mendaki gunung ini di kehidupan nyata.

Saat-saat beristirahat punya makna, kalau hidup itu juga perlu memiliki jeda. Ketika kamu harus melewati jalan di malam hari dengan penerangan headlamp saja itu ada filofosinya, lampu penerang di kepala diibaratkan seperti hati. Lalu jalan di kanan kiri mu yang adalah jurang ibaratnya kehidupan dengan segala resikonya. Hidup selalu dihadapkan pada pilihan, tapi kembali lagi hati kamu adalah penerangnya, kata hatimu sebagai petunjuk penerang titisan dari Tuhan.

(5) Memahami Bahwa Segala Sesuatu Ada Waktunya

Perjalanan mulai dari basecamp ke pos 1, pos selanjutnya, hingga ke tempat kemah itu ibarat perjalanan awal kehidupan manusia. Jadi ada masa berpayah-payahan dalam taraf yang masih sangat awal. Masih segar fisik dan kondisi mental kita disini.

Lalu saat harus summit ke puncak ibarat perjuangan terberat dengan medan pendakian terjal dan lebih bahaya. Menejemen diri menjadi sesuatu yang lebih karena sudah memahami kalau segala sesuatu ada waktunya. Ada waktu istirahat, ada waktu berjalan lagi, ada waktu summit yang berat, lalu klimaks turun pendakian. Semua menejemen fisik, menejemen logistik makanan, dan menejemen waktu, kedewasaan seseorang akan berkembang lewat perjalanan yang tak bisa dibilang singkat ini.

plawangan-sembalun
Pemandangan mewah, dekat awan di Plawangan Sembalun Gunung Rinjani

(6) Mendaki Gunung Meluluhkan Rasa Sombong

Ini proses panjang juga. Karena lama- kelamaan kamu makin sadar dari sekian banyak perjalanan itu kalau kamu bukan apa-apa. Ada beberapa teman yang bilang kalau nggak hanya karena mendaki gunung aja kok, tapi traveling juga membuat kamu berpikir kalau kamu bukan siapa-siapa.

Tapi beda,… bukan karena semua kemegahan dari indahnya alam ciptaan Allah yang buat kamu nggak sombong lagi. Tapi perjalanan di gunung yang tidak mudah, sampai kamu berfikir memang tiada daya upaya kalau bukan karena pertolongan Allah kamu bisa sampai puncak dan kembali ke rumah dalam keadaan selamat.

Karena bisa saja, dijalan ketemu hantu jahil lalu kamu diisengin dan disasarin entah kemana. Atau karena diperjalanan sering berkata kasar dan memaki-maki tiba-tiba kamu sakit menggigil dan harus tidur di tenda sementara teman mu ke puncak. Makanya juga banyak yang bilang kalau ke gunung niatnya harus bagus, jangan sembarangan ngomong, bertindak juga jangan seenaknya.

(7) Akan Merasa Materi Bukan Segalanya

Karena sudah pergi jauh dari kota, segala hal materialistis bisa jadi meluntur. Di gunung dengan semua keindahan disana kamu menganggap bahwa itulah kemewahan. Bahkan saat hanya makan dengan nasi dan telur goreng pun semua itu tetap terasa lezat. Kamu akan jauh dari sifat matre alias materialistis.

Rasanya nikmat aja tidur di tenda, tapi ketika lihat diluar langit di atas kamu penuh sama taburan bintang-bintang. Ini lebih mewah kan dari hotel bintang 5, ini hotel seribu bintang, hehehe…