KOREA SELATAN, Liputan, story, The Journey, Traveling

Lima Hal Unik di Museum Kosmetik Korea Selatan

Foto di dekat lokasi Museum, bersama PR Global Team Amorepacific dan 6 rekan media lainnya dari Indonesia

Kalau kamu orang yang senang mengunjungi museum, mungkin datang ke museum yang satu ini akan terlihat berbeda. Hehe, iya saya aja heran.. kok kepikiran ya buat museum kosmetik? Apalagi jika itu museum kosmetik pertama di Korea yang dibuat oleh Amorepacific sebagai pihak swasta.

Keunikan ini saya rasakan waktu global media trip ke Korea Selatan bareng teman-teman jurnalis (semuanya dari Indonesia) pertengahan Oktober 2017 lalu. Global media trip merupakan rangkaian acara bertajuk “2017 Amorepacific Asian Beauty Tour for Indonesia”.

Produsen kosmetik terbesar di Korea, Amorepacific membawa 7 media yang diajak untuk melihat bagaimana sejarah perkembangan kosmetik di Korea, negara yang kini sangat terkenal dengan produk kosmetiknya lewat kunjungan museum, kunjungan ke distrik toko kosmetik terkenal di Korea, serta ikut mencoba berbagai perawatan dan pengalaman membeli kosmetik di Myeongdong.

Bagian depan dari pintu masuk Amorepacific Archive, lokasinya dekat dari Secret Garden

Museum yang terbuka untuk umum ini biasa dikunjungi para mahasiswa dan pelajar Korea sebagai sarana edukasi, namun pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil foto dan merekam video dokumentasi yang diputar sebagai promosi Amorepacific di dalam museum. Pengecualian media, tapi kami juga tidak boleh memotret bagian produksi kosmetiknya.

Ketika masuk, ada lambang bunga camelia yang memperlihatkan ide dari amorepacific dengan filosofi camelia berkembang di musim dingin. Karena itu dindingnya pun didominasi berwarna putih, ada juga simbol biji camelia. Kemudian pengunjung diajak masuk ke dalam sebuah ruangan yang memutar video menarik menayangkan bagaimana sejarah awal mula Amorepacific bermula, dari dapur ibu sang pendirinya.

Serta ada produk pertama cream melody dan cream ABC untuk rambut. Pertama kali juga Suh Sung-hwan, founder Amorepacific melakukan perjalanan keluar negeri untuk mengembangkan kosmetik hingga membangun pabrik di tahun 1962. Ternyata sang pendiri, dulunya juga sempat menerapkan jenis penjualan door to door.

Dompet atau marchandise yang sempat jadi hadiah kalau beli kosmetik ikut diarsipkan juga

So, kalau ke Korea, memang jangan hanya belanja ke kawasan terkenal untuk membeli berbagai macam kosmetik dan skin care di Myeongdong saja. Selipi juga agenda berlibur mengunjungi Amorepacific Archive atau lebih tepatnya bisa disebut sebagai museum kosmetik.

Karena berbagai hal unik tentang sejarah hingga produk dan perkembangannya ada disini, diantaranya :

Nah ada satu sudut juga yang membahas tentang pendiri Amorepacific, sejarah bagaimana dia dulu ke luar negeri pertama kali untuk belajar dan mengembangkan kosmetik, keren menurutku

(1) Arsip produk kosmetik sejak adanya produk kosmetik pertama

Disini bisa dilihat kemasan-kemasan produk berbagai merek yang pernah dikeluarkan oleh Amorepacific sebagai produsen kosmetik sejak tahun 1930-an. Tiap kemasan dipajang dalam lemari kaca dan disusun serta ada informasi tahun dikeluarkan.

“Ada sekitar seratusan-an merek yang dipajang disini, brand kita sendiri ada sekitar 250, dan masih ada 35 merek yang akan diproduksi,” sebut Yu Jin Huang, Pemandu di Museum Amorepacific.

Ada arsip kosmetik dari zaman dulu dengan kemasannya dan rapih di dalam kaca

(2) Poster Wanita Korea dari Masa ke Masa

Di salah satu ruangnya, bahkan bisa ditemukan berbagai poster wanita korea yang sempat dijadikan model produk. Dari sini pengunjung pun bisa membedakan bagaimana perubahan kecantikan wanita korea dari masa ke masa.

(3) Ruang Khusus untuk Baju Seragam Pekerja Pembuat Kosmetik

Seragam pekerja di Amorepacific ternyata berganti-ganti dari masa ke masa. Kamu pun bisa melihatnya sebagai sesuatu yang unik bagaimana fashion di era tertentu ikut mempengaruhi seragam yang dibuat perusahaan kosmetik Korea di masanya.

Berbagai merek kosmetik dalam kaca, keren sih buat foto-foto disini, tapi lagi kerja ga kepikiran

(4) Mesin Pembuat Bubuk Kosmetik Pertama

Di Amore Archive juga dipajang dua mesin pertama yang dibeli dari Jerman untuk membuat kosmetik. Mesin pembuat bubuk kosmetik ini dibeli tahun 1959.

(5) Merchandise dari Masa ke Masa

Merchandise seperti dompet kosmetik untuk hadiah saat membeli produk juga sering dikeluarkan perusahaan dan itu berbeda-beda dari masa ke masa. Disini Kamu dapat melihatnya.

Baju seragam pekerja pembuat kosmetik, jadi ketahuan kan fashion saat era itu gimana

Nah, tertarik untuk datang ke musim ini bukan? Dibuka umum, untuk berkunjung sebelumnya kamu harus membuat appointment. Terletak di daerah Osan, jaraknya sekitar 1 jam perjalanan dari kota Seoul. Tidak ada tiket tarif masuk alias gratis untuk bisa melihat-lihat keunikan museum. Mungkin bisa lihat di web perusahaan contact person-nya.

Advertisements
KOREA SELATAN, Liputan, story, The Journey, Traveling

Di Pulau Jeju, Bermula Kosmetik Natural dari Korea

Osulloc, produsen teh di Jeju milik Amorepacific. Ternyata teh di Korea Selatan juga difermentasi lho..

Suatu sore, saya teringat dulu ketika zamannya masih kuliah dan buru-buru untuk bisa cepat sampai rumah supaya bisa nonton drama Korea Jewel in The Palace. Tahun 2005 kalau tidak salah 😂.. masa-masa tokoh utamanya, Jang Geum dihukum paksa, dibuang menjadi budak ke Pulau Jeju.

Pulau Jeju, didominasi pemandangan dengan banyak ilalang, padang luas diterpa syahdu alam lewat semilir anginnya, kanan kiri jalan adalah tanah luas ditumbuhi kebun teh. Tidak terik cuacanya, cenderung sejuk dan seperti yang saya rasakan atmosfernya 16 derajat celcius. Berbaju sweater tebal abu-abu, baru banget beli di Myeongdong semalam, hasil berburu fashion a la jalanan, meski itu harganya cuma 10.000 Won dan dapat 2 sweater yang kalau dirupiahkan cuma Rp. 100.000, hangatnya kerasa banget 😜.

Penerbangan saya ke Pulau Jeju memang siang, tapi dari hotel di Seoul kami serombongan berangkat pukul 09.00 dan menggunakan pesawat Asiana Airlines dari Bandara Gimpo, menempuh sekitar 45 menit. Pesawat take off pukul 11.15 waktu Korea. Hanya butuh 1 jam saja untuk sampai Pulau Jeju, dengan bandara yang cukup modern. Selebihnya untuk menuju Osulloc dan berbagai site wisata museum teh dan gerai kosmetik dan skin care brand Innisfree yang memakai bahan alami dari Pulau Jeju, memerlukan perjalanan dengan bus sekitar 45 menit.

Kebun teh hijau di Jeju jadi tempat berfoto Kosmetik Korea terkenal dengan bahan-bahan alami dari alamnya. Pulau Jeju yang terletak di Semenanjung Selatan Korea ini pun menjadi awal mula bahan alami kosmetik dari Korea. Bahkan, Pulau Jeju memiliki kebun teh terbesar ke-3 di dunia.

Namanya Seokwang Tea Garden, kebun teh ini milik Amorepacific, perusahaan kosmetik terbesar di Korea Selatan. Kebun teh sebagai bahan alami untuk membuat teh dan juga kosmetik baru salah satu saja dari sekian banyak bahan natural yang ada. Masih ada lagi beragam jenis bunga dan tanaman dari pulau Jeju yang berkhasiat baik kemudian dipakai untuk bahan membuat kosmetik dengan penelitian terlebih dahulu.

Diantaranya sekitar 17 bahan alami yang bisa dibuat untuk kosmetik dan skin care seperti green tea, bunga camellia, bija, rumput laut, green barley, canola, volcano cluster, bamboo, cauliflower mushroom, ginger, lava seawater, soybean, forage barley, orchid, dan tangerine.

Saking sejuknya udara dan iklim di Pulau Jeju, tanaman pun tumbuh meski itu di jalan trotoar yang ada semen 😱

“Sejak tahun 1970-an perusahaan kami berusaha mencari tempat yang cocok untuk menanam bahan alami. Pulau Jeju sangat cocok karena suhu dan jumlah curah hujannya,” ungkap Chung Saemi, Global PR Team dari Amorepacific saat global beauty tour di Pulau Jeju.

Karena iklimnya yang baik, pulau ini ditumbuhi lebih dari 1.700 jenis tanaman, sehingga Jeju dijuluki sebagai “Pulau Botani” sebab kekayaan floranya. Yang menjadi kelebihan lain, topografi Pulau Jeju terbentuk dari aktivitas vulkanis sekitar 2 juta tahun lalu.

Di tengah-tengah pulau muncul Hallasan atau dikenal Gunung Halla, gunung tertinggi di seluruh Korea dengan ketinggian 1.950 m. Pulau ini bercuaca hangat sepanjang tahun dan pada musim dingin jarang turun salju, sehingga tanaman-tanaman yang tumbuh di daerah subtropis bisa bertahan hidup.

Jangan salah, di taman dekat ilalang dan tanaman maupun kebun teh harus hati-hati dengan ular walau katanya kebanyakan tidak berbisa

Liputan, story, Traveling

Pertama Kali – Pengajuan Visa Korea Selatan dengan Sponsor

Sumber foto : nationalgeographic.co.id

Hai sahabat pembaca dan blogger, cukup lama ya belum update terbaru cerita traveling. Karena memang skip agenda traveling berbiaya sendiri, hehe lagi perlu nabung pundi-pundi untuk persiapan yang lebih penting.

Nah, kali ini saya mau sharing soal dokumen pendukung pengajuan visa Korea dengan sponsor. Mungkin saja ada yang bingung atau punya pengalaman beda, ini bisa jadi referensi terbaru, soalnya semakin canggih zaman, semakin terbuka informasi juga bisa saja ada banyak pembaharuan. Yuk disimak…

Dua kali saya batal pergi trip dalam rangkaian tugas peliputan salah satunya ke negara Jepang yang juga mesti memakai visa. Mungkin belum rejeki namanya, tapi Alhamdulilah yang ketiga ini jadi visa sudah ditangan dan kepergian kali ini seriusss InsyaAllah menyenangkan. Tidak cuma Seoul saya juga bakal menyambangi Pulau Jeju.

Kaget juga, datangnya surat email undangan terbilang singkat dengan jarak untuk konfirmasi.

Cuma sehari lalu diminta untuk melengkapi segala macam dokumen. Tadinya saya tenang-tenang saya, kalau kepergian dengan sponsor pasti keterima visa kita. Tapi ternyata deg deg an juga, pas nunggu, karena pengajuan visa mepet waktu, seminggu Kedubes Korea Selatan libur. Untuk kirim lagi dokumen tambahan khawatir soalnya ada satu dokumen saya yang kelupaan yaitu bukti potong pajak (SPT 21) terakhir.

Lah, saya mana nyimpen dokumen macam ini. Biasanya kalau habis laporan pajak ya disimpan bukti lapornya saja. Mendekati keberangkatan H-3 ternyata visa keluar juga. Btw ini dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan visa dengan sponsor.

(1) Pasport asli dengan masa berlaku minimal 6 bulan sebelum tanggal kadarluasa

(2) Mengisi form pengajuan visa, bisa didownload di situs Kedutaan Besar Korea Selatan

(3) Fotokopi Kartu Keluarga

(4) Fotokopi Akta Lahir

(5) Fotokopi KTP

(6) Fotokopi NPWP

(7) Surat Keterangan Kerja di perusahaan sekarang dengan cap perusahaan

(8) Rekening Koran pribadi 3 bulan terakhir

(9) Fotokopi bukti potong pajak (SPT 21) terakhir

(10) Foto terbaru (maksimal 6 bulan) dengan latar belakang putih berukuran 3.5 cm x 4.5 cm, sebanyak 3 lembar.

Kawasan Myengdong yang jadi salah satu site saya kunjungi nanti. sumber foto : google

Nah, karena kepergian segala macam akomodasi seperti tiket pesawat dan hotel telah diurus sponsor pengundang, maka bagian di atas saja yang perlu saya lengkapi.

Dokumen kelengkapan diatas saya buat hanya dalam waktu satu hari saja. Cetak rekening koran perlu 10 menit saja dengan syarat KTP atau tanda pengenal lain dan kartu ATM (kalau BCA). Sementara foto, memang khusus sebaiknya datang ke studio foto yang sudah spesialis untuk keperluan pengajuan Visa. Agak kaget juga ya, harga foto dan cetaknya lebih mahal dari biasanya, sekitar Rp. 160.000 dan memang langsung jadi tunggu sekitar 30 menit saja, ukurannya pun sesuai dengan yang diminta detail dengan inci.