Cerita Mitologi di Monkey Forest, Ubud Bali

Monyet pun katanya “no smoking”

Dahulu kala, ada sebuah legenda dari Ramayana. Menceritakan konstruksi besar jembatan panjang bernama Situbanda yang dibuat oleh pasukan monyet di bawah pengawasan langsung Sri Rama yang menurut cerita itu merupakan inkarnasi dari Dewa. Sejak saat itu, monyet bukanlah hewan biasa dan jadi elemen penting berkesenian di Bali.

Tak salah kalau ada sebuah tempat, namanya Monkey Forest yang begitu dijaga dan jadi habitat monyet sekaligus tempat wisata yang bisa kamu kunjungi saat ke Ubud, Bali. Tanpa itinerary, karena hotel ku Plataran Ubud ternyata dekat banget lokasinya dengan Monkey Forest makanya tanpa pikir panjang aku niatkan habis spa buat jalan ke hutan monyet ini.

Menghirup segarnya udara hutan di The Sacred Monkey Forest Sanctuary mengingatkan aku akan saat-saat yang menyenangkan waktu trekking ke gunung. Rasanya paru-paru penuh dengan oksigen yang segar dari hutan ini. Rasanya paru-paru berterima kasih, karena rasanya enak menenangkan hati. Entahlah mungkin berlebihan tapi itu yang aku rasakan.

Berdua aja, lagi makan umbi-umbian

Sejauh mata memandang adalah pepohonan dan lumut hijau yang tampak segar memanjakan indra penglihatan. Si monyet, makhluk lucu yang lompat kesana kemari dan kadang iseng jail mendekat ke wisatawan juga jadi hiburan tersendiri. Kita secara langsung bisa melihat tingkah polah si monyet di habitatnya. Lagi cari kutu, minum, berenang di kolam, dan makan.

Rasanya aku lagi ada di dunia monyet! Makanya nggak salah tempat ini dinamakan Monkey Forest. Jenis monyet yang hidup di dalam kawasan Monkey Forest Ubud dikenal sebagai monyet Bali ekor panjang yang dalam istilah ilmiahnya Macaca fascicularis, tahu nama ini dari fact sheet yang diambil waktu beli tiket masuk.

Ada sekitar 900 ekor monyet yang menghuni kawasan ini, terbagi dalam 6 kelompok ada di Pura Dalem, Michelin, Timur, Tengah, Kuburan dan Selatan. Jangan khawatir kesasar, ada papan petunjuk kok buat balik lagi ke pintu utama. Jalanannya naik turun, makanya aku bilang seperti lagi trekking di hutan. Cuma, bukan di pijakan tanah soalnya sudah disemen semua jalannya.

Pengunung lebih banyak turis asing

Kalau berjalan mengikuti jalur turun ada sungai tempat habitat monyet mandi

Karena jumlahnya cukup banyak, konflik antar monyet tidak dapat dihindari, ehm.. bukan manusia aja yang berkonflik, monyet juga. Seperti misalnya nih, mandi ke sungai di musim kemarau, kelompok tertentu mesti melewati wilayah kekuasaan kelompok lain. Ternyata ada politik juga di dunia monyet.

Monyet di hutan ini terbilang monyet yang aktif di siang hari. Monyet betina mengandung selama 6 bulan dan umumnya melahirkan 1 ekor bayi. Bayi kera biasa bersama induknya kurang lebih 10 bulan dan sesudahnya akan disapih untuk hidup mandiri.

Monyet termasuk binatang omnivora alias makan buah-buahan, di Wenara Suci Wenara Wana sebutan lain Monkey Forest Ubud makanan utamanya adalah ketela rambat, diberikan minimal 3 kali sehari dan setiap hari dikombinasikan dengan pisang, daun, papaya, jagung, mentimun, kelapa, dan buah-buahan lokal lain.

ada monyet yang lagi nyari kutu

Monkey Forest buatku bukan tempat yang biasa-biasa saja. Aku malah lihat kebanyakan turis asing yang jadi pengunjung disini. Buat kamu yang belum kesini, harus banget menjadikan Monkey Forest Ubud salah satu tujuan wisata kalau ke Ubud. Bukan cuma jadi daya tarik wisata di Ubud aja, tapi jadi lokasi penting untuk riset dan penelitian. Khususnya terkait perilaku dan interaksi sosial kera dengan lingkungan sekitarnya.

Hmmmm, satu aja hal yang kurang aku suka bau agak kurang sedap dari kotoran monyet. Wajar sih namanya kan hutan monyet rumah mereka, seperti kalau lagi ke kebun binatang pasti ada bau itu.

Catatan untuk wisatawan:

Monyet tidak akan mendatangi kalau tidak memberi makan atau memegang sesuatu ditangan seperti kacamata

tidak melakukan kontak fisik dengan kera atau memberi makanan tambahan di luar kawasan.

Ada bagian yang tidak boleh dimasuki wisatawan, kecuali oleh mereka yang akan sembahyang dan harus dengan menggunakan pakaian adat Bali yang lengkap.

img_0665
Hutan hijau, pemandangan yang sejuk selama trekking di Monkey Forest

The Sacred Monkey Forest Sanctuary

Telp : +62 361 971304, +62 361 972774

Alamat: Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud, 80671, BALI

Harga Tiket Masuk:

Wisatawan lokal dan asing Rp 50.000/orang

Kera yang minum langsung dari keran yang menetes
Advertisements

11 thoughts on “Cerita Mitologi di Monkey Forest, Ubud Bali

  1. Wahh ternyata keranya berpolitik juga… jangan2 ada yang jadi prabowo ama jokowi juga di kelompoknya.. 😂

    Berarti asal di tangan kita ga megang sesuatu mereka ga bakal nyerang ya kak ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s