story

Belajar dari Santiago, Paulo Coelho

Sangat sederhana, ini hanyalah kisah soal si gembala (Santiago), tapi bukan seperti yang dinyanyikan Tasya. “Aku adalah anak gembala selalu riang serta gembira, bla bla,… *eerrrrr tapi ini soal gembala yang mendapati mimpi berulang, harta karun yang harus ditemukannya di Piramida.

Mengikuti naluri dan kerisauan dia akan mimpi itu, si gembala pergi ke orang gipsi untuk menerjemahkan mimpinya, hingga dia bertemu lelaki yang mengaku sebagai raja, pedagang kristal, sampai seorang alkemis untuk menuju harta karunnya. Mirip cerita dongeng atau hikayat layaknya, tapi dibalik kisah pencarian harta karun itu, si anak gembala justru mengambil amat banyak pelajaran kehidupan selama perjalanan.

Ada banyak percakapan antara orang-orang yang ditemuinya ini yang membuat tersadar, menggugah saya, dan menurut saya sangat manusiawi. Soal apa itu, bagaimana itu soal hidup, soal harta karun yang bukan hanya tumpukan emas dan berlian.

image

Sebetulnya udah lama banget tahu tentang novel-novelnya Paulo Coelho, lewat cerita A.Fuadi di seri ketiga Negeri 5 Menara (Rantau 1 Muara) Novelnya sendiri versi bahasa Inggris, ketika tahun diceritakan novel itu dibaca (tahun 1998 an, btw aku masih SD waktu itu) lalu baru beberapa lama ini The Alchemist terbit dalam versi bahasa Indonesia. Dicari-cari di gramedia ternyata abis bukunya. Dan….. setelah lama nggak mencarinya, belum lama ini seorang teman meminjamkannya.

“Bila kita bergaul dengan orang-orang yang sama setiap hari, kita akan menjadi bagian dari hidup orang itu. Lalu kt ingin orang itu berubah. Kalau orang-orang itu tidak sesuai dengan yang dikehendaki orang-orang lain, maka orang-orang lain ini akan menjadi marah.”

(Soal kebiasaan dan yang ingin memaksakan kehendak)

“Orang tampaknya selalu merasa lebih tahu bagaimana orang lain seharusnya menjalani hidup. Tapi mereka tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup sendiri,”

(Soal yang selalu ingin ikut campur)

“Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan,”

(Soal tujuan dan makna hidup)

Tentang ketidakmampuan orang memilih takdir mereka sendiri dan akhirnya dikatakan bahwa setiap orang percaya akan dusta terbesar di dunia.

“Bahwa pada satu titik dalam hidup, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada diri kita, dan hidup kita jadi dikendalikan oleh nasib, Demikianlah dusta itu,”

(Tentang nasib, tapi nasib berbeda dengan takdir)

“Saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagad raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya,”

(Kalau ini mirip dengan prinsip the law of attraction)

“Rahasia kebahagiaan adalah, menikmati segala hal yang menakjubkan di dunia ini, tanpa melupakan kepercayaan yang diembankan (kewajiban) kepadamu,”

Dan yang paling gombal sedunia dan saya percaya banget adalah quote ini, ….

“Aku mencintaimu, karena alam semesta telah berkonspirasi untuk mempertemukanku denganmu,”

Juga masih banyak kutipan-kutipan menggugah lain, tentang mengikuti kata hati, tentang melihat pertanda, tentang memiliki tujuan dan impian, tentang apapun yang sebenarnya sangat sederhana dalam hidup ini.

Pada akhirnya Santiago tak hanya menemukan harta karunnya yang berupa harta benda, tapi juga harta karun terbesar lainnya. Dengan cara yang luar biasa, pergulatan hati untuk menemukannya.

(Dyah Ayu Pamela 2013)

Advertisements
LIFE, story, The Journey

Au Revoir 2013, Bonjour 2014 !!!

The last day, when we left 2013. And resolution, why we should make a resolution? How funny and the fact, i’m always make it so detailed. When, how, in order to achieve it, *laughing*

What about your resolutions this year? Alhamdulillah … i had to travel 7 destinations that i’d love to explore in 2013. And as usual, each December i make plans for next year. No matter where to spend New Year’s Eve or celebrate it, because is more important the meaning changes from year to year.

image

Then i promised to forget all the bad memories of the past and will make more and more good memory for next year.

But tomorrow is already written, as we know how every story in the world created by the same God. But lately i realized, when i’m reading a simple evocative novel, The Alchemist by Paulo Coelho.

“Why do we have to think too much about tomorrow or regret the past. But today i just want to enjoy, pay attention, and live well. Then there would be no worries for tomorrow, also no regrets in the past.”

Tomorrow is still mystery

Me

(Dyah Ayu Pamela)

BALI - Indonesia, LIFE, story, Traveling

Mengenal Bali Lewat Miguel Covarrubias

Image
Miguel Covarrubias (kiri) peneliti asal Meksiko bersama salah satu penduduk Bali

Tanpa rencana, siang itu bus Trans Sarbagita yang saya naiki ternyata menuju wilayah Nusa Dua.

Saya pikir tidak apalah, planning ke wilayah utara Bali harus batal, toh ke daerah Ubud sana pun sudah tidak cukup waktu.

Bali itu selalu ngangenin, saya pun meski berkali-kali ke pulau dewata ini nggak pernah merasa bosan. Tapi sesering apa mengunjungi Bali, apa iya kita sudah benar-benar mengenal kultur, kebiasaan, budaya, dan latar belakang masa lalunya?

Salah satunya lewat Miguel Covarrubias Bali bisa dikenal hingga ke benua lain, ketika buku karyanya berjudul Island of Bali terbit pada 1937. Karya-karyanya berupa lukisan, foto, dan gambar-gambar hasil guratannya dipamerkan di Museum Pasifika, Nusa Dua, Bali.

Sementara mengunjungi museum itu, tampaknya terdengar membosankan. Tapi kadang, jadi satu cara mengenal yang unik. Apalagi saat saya memasuki ruang pamer bagian benda magis, sesembahan purbakala. Seketika ada perasaan mistis, seperti sedang tidak seorang diri disana. Berbeda atmosfernya saat di ruang pamer paling pertama yang memajang karya pelukis terkenal asal Indonesia.

Siapa sebenarnya Covarrubias itu? José Miguel Covarrubias Duclaud (22 November 1904 – 4 Februari 1957) sebenarnya seorang pelukis dan karikatunis asal  Meksiko. Tapi dia  juga etnolog dan sejarawan yang pada tahun 1930 silam datang ke Bali, melakukan penelitian tentang masyarakatnya.

Covarrubias menyusuri seluruh wilayah pulau Bali dan berkat penelitian yang dilakukannya dia berhasil mengenal penduduk dan kebiasaan mereka. Seperti agama dan keluarga sebagai elemen yang penting dalam kehidupan masyarakat Bali, sesuatu yang mirip dengan kebudayaan Meksiko. Ini yang menarik hingga Covarrubias cukup lama berdiam di Bali dan melakukan penelitian.

Melalui berbagai foto, sketsa, lukisan, dia menggambarkan esensi pulau, warna, tekstur, serta kehangatan pemandangan alam dan penduduknya. Dari gambar-gambar tentang kesederhanaan masyarakat Bali hasil sketsa Covarrubias terungkap pula bagaimana budaya pulau dewata asal mulanya tumbuh.

Seni tari Bali yang dimiliki sejak generasinya masih sangat muda jadi salah satu yang paling menarik perhatian Covarrubias. Dalam setiap acara di kalangan penduduk Bali pasti akan selalu ada tarian dan musik yang berbeda, dengan kostum mewah dan hiasan kepala yang sama sekali tidak sederhana.

Image
sudut ruang pamer lainnya kebanyakan berisi lukisan

Garis-garis spontan dari banyak gambar yang dibuat Covarrubias juga memperlihatkan gerakan penari dalam fase berbeda. Musik dan tari yang dimiliki masyarakat Bali katanya berasal dari para dewa. Salah satu kutipan yang diambil dari artikel yang dipajang di ruang pamer menyebutkan berbagai hasil penelitian Covarrubias tentang masyarakat Bali.

“Di Bali sebuah perayaan tidaklah lengkap tanpa adanya pertunjukan musik, tari, dan teater. Seni tari Bali benar-benar meupakan sebuah pertunjukan, ditarikan untuk menghibur penonton dan sebagai unjuk kebolehan. Bentuk-bentuk ekspresi bahasa tubuh juga berhubungan dengan ritual yang magis.” Ulasan Miguel Covarrubias, yang tertera di ruang pamer.

Keseluruhannya Museum Pasifika menampilkan 115 gambar, lukisan dan foto-foto yang menunjukkan nilai seni, dokumenter karya seniman Meksiko dan kekayaan Bali. Tiket masuknya Rp. 70.000 / $ 5 dollar untuk warga lokal dan sekitar $10 Dollar untuk warga asing (jujur ini sebenarnya terlalu murah bagi warga asing).

Sesuai namanya, Museum Pasifika juga memuat koleksi dari banyak negara dari Asia Pasifik. Ruangan lainnya berisi karya-karya lukisan warga Italia yang pernah mengeksplorasi seni di Bali, seperti Renato Chsritiano, Gilda Ambron, dan Piero Antonio Garriazo. Lalu, ruang yang penuh diorama pelukis Belanda yang sempat tinggal di Bali yakni Wilem Gerard Hofker, Isac Israel, dan Hendrik Paulides.

Oh ya bagi yang ingin backpackeran ke Bali, naik bus Transarbagita itu sangat terjangkau. Cukup dengan Rp. 3500 saja bisa sampai ke wilayah yang jauh seperti Batu Bulan. Tak perlu lama menunggu di shuttle bus, Trans Sarbagita yang menghubungkan wilayah Denpasar-Badung-Giannyar-Tabanan (karena itu disingkat Sarbagita), punya banyak destinasi menarik lain. Cek juga websitenya  http://www.baliprov.go.id/Jalur-Bus-Sarbagita-dan-beberapaTrayek-Pengumpan–TP–

Image
Bagian mistisnya, di ruang pamer ini patung-patung purbakala

Sebuah perjalanan sederhana
(Dyah Ayu Pamela)

LIFE, story

Desember, Hujan, dan Tanda-tanda

image

Hujan bulan Desember terasa sangat romantis, air yang jatuh dari langit itu, seperti perkiraanku kali ini selalu awet. Rintik-rintiknya tidak terlalu deras, tapi cukup membuatmu basah. Cuaca ini, yang kemudian sebagian besar mengakhiri perjalanan tahun 2013.

Lupakan soal hujan, hiraukan tentang aroma bumi dan tanah ketika menjadi basah karena hujan. Karena matahari masih muncul sekali-sekali Desember ini, kadang justru sangat terik. Lagi-lagi indikasi anomali iklim, perubahan alam sedikit demi sedikit bergeser, ini unik, sama seperti perjalanan hidup.

Lalu ada hal aneh di belahan bumi lain, ketika pertengahan Desember ini Vietnam dan Mesir dilanda hujan salju. Wow, what’s happen? Mesir yang terkenal dengan padang pasir luar biasa panas seketika bisa merasakan suhu dibawah nol derajat, agaknya aneh bukan? Ya apa, sebenarnya yang tidak mungkin jika Tuhan berkehendak. Buatku ini adalah pertanda. Untuk pertama kalinya, Mesir punya foto saat Piramida diselimuti oleh salju. Lalu pertanyaannya, kemana pasir-pasir itu?

Sejak dulu aku percaya, alam maupun Tuhan pemilik-nya punya cara untuk berbahasa, memberi tanda. Ini hanya kepercayaanku saya, seringkali aku diberi mimpi, sejak aku kecil sebagian besar isyarat itu selalu datang melalui mimpi. Dan akhir-akhir ini aku bermimpi, mimpi yang aneh sekali, namun artinya bagus.

Ayahku suka berucap, dan akhir-akhir ini sering berucap hal yang sama. Diatas segalanya hanya karena Allah lah semua itu mudah dan mungkin untuk terjadi. Bagian takdir, bagian dari kehendak-Nya. Kita hanyalah kecil, tidak ada yang perlu dikhawatiri, Dia telah menyiapkannya. Kata sejuk yang akhirnya menolong, meski aku tetap dengan insomnia.