LIFE, love, story, The Journey

Menjelang Panggilan Adzan Tiba

Hujan masih turun deras, terdengar seperti rintik-rintik besar. Hujan awet namanya. Disisipi suara adzan menggema. Dalam hati diam-diam aku berdoa. Katanya doa saat hujan itu bisa terkabul. Hujan jadi saat yang mustajab buat berdoa.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, mungkin saja sudah hampir enam bulan. Kebiasaan ku berdoa di tengah hujan, di waktu adzan sampai waktu iqomat, saat berbuka puasa, dan di hari Jum’at mendekati waktu magrib.. cuma berharap satu doa terkabulkan, tidak lebih tidak kurang.

Ku syukuri dan ku nikmati suara air langit perlahan berjatuhan. Kadang-kadang aku membayangkan bagaimana cara dia datang dari langit sampai ke bumi. Seperti semua keajaiban-Nya selama ini. Aku belum berubah pikiran. Aku masih yakin bahwa akan terwujud. Kita hanya tidak perlu memikirkannya karena itu di luar dari logika kita, kita cukup mempercayai-Nya karena tiada yang tidak mungkin bagi-Nya.

Beberapa hal yang ku pelajari dari hujan. Dia rela jatuh, dia bisa jadi bermanfaat, atau dia bisa menjadi musibah. Beberapa pemahaman lainnya yang menenangkan hati. . Bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu pun yang kebetulan bagi-Nya. Semua ada artinya. Yang kan jadi milik akan jadi milik, walau tidak mencarinya dia akan datang pada mu. Sementara yang bukan milik walau ku kejar dengan berlari tak akan jadi milik ku walau aku begitu menginginkannya. Berusaha atau tidak, semuanya sudah jadi ketetapan-Nya yang terbaik untuk terjadi. Syukurlah 🙏🏻

Semua hanyalah keinginan-Nya yang terilhami oleh kita.. hati kita yang digenggam oleh-Nya, kita yang bergantung hanya kepada-Nya, satu-satu-Nya.

Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)

Advertisements
LIFE, love, story

Sampai Juga Disini, Fase Baru Maturity

“Kita tidak memilih siapa yang kemudian kita cintai atau mencintai kita, tapi semua karena Allah-lah yang merencanakannya, Allah yang merencanakan kita bertemu maupun berpisah. Ketetapan hati, keputusan-keputusan di dalamnya pun ada karena Allah yang menggerakan hati manusia”

Ini kesimpulan saya? Apa kesimpulan kamu soal takdir, rentetan kejadian demi kejadian maupun keadaan yang membawa mu menjadi seperti sekarang. Jalan hidup seseorang, yang berbeda-beda.

Ada satu level kedewasaan baru yang rasanya saya lewati baru-baru ini. Satu langkah baru memahami semesta, menerima ketetapan-Nya, memaklumi dan lebih banyak memaafkan orang, sehingga rasanya sekarang damai-damai saja dihati setelah melewati sebuah fase sulit menjadi orang dewasa. Setahun terakhir 2017 ke awal 2018 yang menjadi gerbang fase maturity baru.

Tidak ada lagi cerita saya unfollow atau unfriend, bahkan sampai nge-block WhatsApp. Hehehe, walau sempat saya nge-block Whats’app seseorang ya karena itu sudah keterlaluan banget. Ketidakpantasan yang seorang harusnya tidak lakukan.

Kadang tak sampai hati, kadang harus ada yang kita korbankan hanya demi sepotong hati. Karena saya harus sayang diri saya. Tapi hikmah dan pelajaran setahun belakangan ini beda. Hati saya terasa damai-damai saja, sama sekali tidak membenci, saya tidak mendendam, bahkan saya tidak marah karena orang ini. Saya berteman, mengambil sesuatu yang positif dan berteman biasa-biasa saja hanya sedikit membatasi supaya nggak baper-an.

Saya belajar untuk tidak menyimpan benci, (benci ke mantan, benci masa lalu, benci pertemuan dengan orang yang salah) Kadang yang kita ingini pun belum tentu yang terbaik. Ada satu penglihatan yang hanya bisa terungkap dengan mata batin. Allah lebih tahu semuanya.

Saya pernah menulis sebelumnya tentang siapa saja orang yang datang dan bertahan di hidup kita. People come and go, but the best will stay Orang-orang terbaik yang akhirnya kita pertahankan untuk tetap melengkapi hidup. Sangat penting rasanya berteman dengan siapa, dan memilih siapa teman terdekat kita. Itu pemahaman saya sebagai si Cancer yang protektif.

Ada kalanya dulu saya pernah membenci seseorang, hingga berkata “mengapa Allah mendatangkan orang ini di hidup saya,”.. selang dua tahun saya sadar memang seperti itulah seharusnya saya belajar, Tuhan mendatangkan orang-orang yang mengesalkan dan patut dienyahkan dari muka bumi.. kesannya seperti itu, waktu itu, saat saya belum memahaminya, hingga justru karena itu saya belajar. Kini, dipembaharuan fase kedewasaan saya yang baru dalam hati saya bilang “Tuhan, aku sudah memaafkan orang-orang ini, saya tahu dia demikian juga karena Engkau yang memperintahkan (memperjalankan hatinya),”.

Biasanya setelah selesai jodoh pertemuan saya sama seseorang, Allah datengin lagi seseorang yang baru.. saya ngalamin ini berkali-kali. . Jika sudah lulus belajarnya, punya hati yang bersih tidak mendendam pada masa lalu, bisa saja orang yang datang selanjutnya bukan lagi pelajaran, tapi berkah buat saya 😊🙏🏻

LIFE, love, story

Talk Shit About Relationship

Apa ada orang yang masih suka menulis tangan di diary? Pagi ini saya menyempatkan diri menulis, uneg-uneg prbadi di sebuah diary. Kebiasaan sejak SD menulis diary itu sampai sekarang masih dan masih suka sekali.. that’s one of my favorit things.

Walau sudah agak jarang dan yang dituliskan sekarang lebih pada point-point kesimpulan. Soalnya saya nggak setiap hari menulis diary, . Tulisan blog kali ini ada hubungannya dengan apa yang saya tuliskan pagi ini di diary. Bukan curcol, tapi entah kenapa saya tertarik ngebahas pelajaran dari relationship yang sebelum-sebelumnya.. mau nulis soal cowok, belajar dari mereka,, saya jadi mikir, ah dituliskan saja.. uneg-uneg ini 😜

(1) menurutku para pria itu sudah domain nya jadi pemimpin, cowok mau gimana pun sebutlah jadi imam nya perempuan. Tapi sekarang zaman nya agak beda nih, cewe ternyata makin mandiri, punya pendidikan tinggi, karier bla bla bla.. ada mungkin bisa lebih, lebih pintar dll.. tapi ingat lagi sebagaimana pun hebat wanita menurutku para pria itu pemimpin, imam.

So, saya sebagai perempuan merasa harus menahan diri untuk tidak terlalu dominan, “kelihatan” mau melebihi. Walau lebih pun, nggak usah mau kelihatan powerfull. Ini bukan kompetisi.. buat apa juga? pasti pria mana pun nggak suka kalo dia justru ngerasa “dipimpin” wanita. Sudah jadi domain pria kok, mereka itu imam.. bahkan dalam kitab Al-Quran disebutkan. Ikutin aja.. hargai domain mereka

(2) zaman sekarang perempuan itu kebanyakan makin mandiri, bagus sih tapi.. tahu ga sih para pria itu akan merasa “berguna” kalau kamu repotin.. *catatan : kalo direpotin wanita yang dia sukai.

Kamu minta bantuan ini itu, pastilah dia seneng. Jadi walau wanita sekarang mandiri, jangan lupa buat pria juga jadi merasa “dibutuhkan” dan itu buat mereka seneng kok.

(3) Jangan takut dibilang wanita agresif. Bocorin sedikit, ternyata para pria itu nggak ngerasa perempuan terlihat agresif bila duluan ngehubungin. *catatan : kalau dia memang suka kamu.

Justru yang aneh itu kalo wanita jual mahal. Padahal suka tapi bales What’sApp lama, ngulur-ngulur atau bikin susah dia saat pendekatan dengan jual mahal. Dimudahin dong mestinya, jangan dibikin sulit.,,, jadi diri sendiri aja, kalau juga suka respon dengan baik.

(4) jangan terlalu mengumbar diri di social media, kamu begini, kamu begitu, kamu lagi disini disitu, kamu bete, kamu seneng, sesekali wajar, kalau tiap hari rasanya buat yang lihat ilfil juga dan jadi nggak penasaran.

(5) jangan kelamaan, walau katanya kalo jodoh itu nggak kemana. Pendekatan aja ada batas waktu maksimal sebulan. Kalo kelamaan rasanya bisa kehilangan moment! Kehilangan chemistry, walau katanya bakal balik lagi kalau jodoh.. bla bla…

(6) relationship yang sehat, menurut ku adalah usaha dari dua orang, bukan salah satunya saja. Kadang suka aneh ada orang yang mau mempertahankan hubungan walau itu dari satu pihak saja, mati-matian cinta atau gimana.. menurut ku itu tidak fair! Yang sehat itu usaha dari keduanya..

(7) kalau belum apa-apa dalam artian belum sampai dilamar atau yakin banget dia the one, ada kata serius, nggak usah lah ya nge-posting hubungan di social media. Menurutku sakit ketika akhirnya nggak jadi. Mending biasa-biasa aja, tapi tahu-tahu nikah.

LIFE, love, story, The Journey

People Come and Go, But The Best Will Stay :)

Kehidupan itu silih berganti. Pernah mendengar istilah “People Come and Go”? Kalau dicermati lagi, kehidupan dari TK, SD, SMP, SMA, Universitas sampai di dunia kerja yang penuh dengan segala upaya survive buat sukses di sekolah, pekerjaan dan di kehidupan pribadi, kamu akan mengerti istilah ini.
Saya belakangan kembali merasakan, akhir tahun 2015 ketika tahu mana teman yang sekedar kenal aja atau menetap jadi best friends. Ya, sebelum-sebelumnya juga sih, 2013, 2014 🙂

Hahaha bagi saya teman itu juga jodoh dan bisa menjadi teman itu karena memang ada sesuatu yang menarik dari pertemanan itu. Ada magnet yang membuat keduanya saling hampir tak bisa dipisahkan. Ciyeeee. Saya percaya banget hal itu berkat pengalaman.

Pada akhirnya temen-temenmu kamu labeli rangking dari 1-10 kenapa (disini saya sebutkan 5 saja) mengapa sebabnya? ya karena pertemanan itu juga ada chemistry. Biasanya kita pun memilih teman yang sejalan atau nyaman untuk berteman.

Peringkat 1 :

Teman sekaligus sahabat dan itu ternyata keluarga kamu. Iya, apa-apa kalau cerita pasti ke nyokap. Pasti tahu saya kenapa di kerjaan dan lagi punya masalah sama teman. Paling tidak dengan cerita ke nyokap dan tukar pikiran itu buat jadi lega. Nyokap bahkan dengan tepat bisa menebak dengan benar pria mana yang lebih baik lho…

Selain mama, adek sama papa itu selalu punya kata-kata yang ngademin hati. Habis dengar pendapat mereka pasti tenang bisa ketemu solusi. Orang yang akan masuk peringkat 1 nanti pastinya juga suami. Teman, sekaligus sahabat partner hidup.

 

IMG_4081
teman-teman se-profesi yang kalau liputan suka ngopi-ngopi bareng

Peringkat 2 :

Kehidupan silih berganti tapi teman yang menetap dan sampai sekarang jadi teman ya hanya sedikit. Dihitung jari, temen terbaik itu ada di saat susah maupun senang kita. Saat sedih kasih solusi.

Temen liputan saya dari sebuah lembaga kantor berita plat merah adalah satu diantara beberapa yang merupakan best friend. Temenan baru 5 tahun, tapi dari susah, dia patah hati, ganti pacar, nikah, saya yang setia dengerin dia. Begitu pun sebaliknya.

Sebenarnya kami berdua sangat bertolak belakang kepribadian. Dia meluap-luap, bawel, berani, tapi super baik. Saya kalem, serius, cocok banget sebagai pendengar. Tapi sebaliknya walau bawel dia juga pendengar yang baik. Berhubung dia 3 tahun di atas saya usianya.. Dia itu seperti kakak tapi tak pernah terkesan menggurui. Saran-sarannya banyak bisa dipertimbangkan lah.

Peringkat 3 :

Mungkin di peringkat ini adalah teman hang out maupun teman main. Tempat curhat saya yang ada banyak banget. Kalau dibilang mirip iklan Tanggo “ratusan”. Kebanyakan itu temen traveling, dulu pernah ngepantai dan ngegunung bareng. Saya sih tetep, sukanya curhat sama cowo sampai sekarang pun. Bukan cuma temen traveling, nara sumber kadang jadi akrab hahaha. Tak terlalu jauh atau bisa jadi dekat umurnya. Pernah hang out bareng, ikut acara musik ini itu.

Dipikir-pikir memang aneh. Teman satu gank saya waktu di SMA justru saat ini hilang kontak dan hampir tak pernah menyapa. Sementara teman traveling dan teman hangout saya justru yang dulu di SMP dan SMA nggak pernah akrab 😀

foto (2)
Baru temenan 5 tahunan, beda karakter dan gaya hidup hahaha. Jangan harap temen yang satu ini duajak susah-susah backpackeran. Tapi klik aja gitu jadi pendengar jadi yang didengar 🙂

Peringkat 4 :

Entah kenapa teman kantor malah jauh. Mungkin karena saya kerjanya di luaran terus anak lapangan jarang ke kantor. Tapi justru banyak temen cukup kenal dekat dari sesama profesi karena sering liputan bareng, ada di satu bidang peliputan yang sama. Karena hampir tiap tahun pindah bidang liputan dari A-Z akhirnya juga temannya beragam. Hanya beberapa yang akrab. Karena berteman di social media saling teguran. Ini lebih ke teman yang untuk have fun.

Peringkat 5 :

Ini teman yang sekedar hubungan karena pekerjaan. Biasanya ya karena dia undang saya liputan, biasanya humas hotel, PR (Public Relation) agency, yang sejenisnya. Cuma beberapa yang klik dan punya kesamaan bahkan jadi teman.

Ada satu teman PR dari agency yang baik banget minta ampun, tulus banget sih menurut saya. Dia juga jadi sumber inspirasi, berhubung usianya di atas saya banget, temenan di social media lama-lama nanya soal kegiatan dia lari. Bikin saya jadi suka jogging terus sharing gimana supaya nggak cedera, pilih sepatu lari yang bagus gimana, bra untuk lari juga khusus penting banget, sampai bajunya. Sayang sekarang sudah almarhum.

IMG_2085
ini gank cumi, dulu juga sering liputan bareng

Walau awalnya karena pekerjaan, kehilangan teman yang menginspirasi seperti dia saya sedih.Terakhir kali ketemu, suatu waktu di mall bilangan Senayan dekat GBK (Gelora Bung Karno). Pas banget saya mau jogging sore dan dia mau fitnes. Tak pernah menyangka kalau itu ternyata pertemuan kami terakhir. Karena sebulan kemudian, dia dikabarkan masuk rumah sakit karena kanker otak dan sudah tidak ada ketika berapa waktu dirawat. 😦

By the way biasanya temen kalau sudah deket banget itu nggak jaim-jaim an. Kalau Whatsap atau Line lama dibales, socmed nggak bales komentar ya santai aja. Nggak ada ngambek-ngambekan, nggak ada pencitraan. Justru kami malah becanda, kata-kataan, saling ejek-mengejek 😀

 

love, story, The Journey

Bedanya Curhat Sama Cowo’ atau Cewe’

foto (6)

Suatu hari gw pernah kejebak curhat! Nggak tanggung-tanggung juga sih, curhatnya….

Curhat ke Nara Sumber (narsum) gw.., hahahaha! Simpel penyebabnya, gara-gara update-an status BBM (FYI mulai awal tahun 2016 aplikasi BBM gw hapus). Narsum gw yang satu ini agak ajaib memang, pertama dia cowo, usianya seusia bokap gw, terus sekarang masih aktif bekerja di pemerintahan. Dulunya dia sih pernah jadi nara sumber buat hobi tembak-tembakan airsoft gun.

Ajaib lainnya, yang bagi gw seharusnya tidak umum dilakukan orang seusia bokap gw adalah tiap kali gw aktif di Line, BBM, dia komen, ini akhirnya jadi bukaan topik pembicaraan. Hahaha, sebagai seorang yang tau sopan santun gw jawab sekenanya. Tapi jawaban gw selalu tek tok tek tok lagi, hahaha, nggak udah-udah. Yaudahlah ya, akhirnya jadi temen, selayaknya bokap gw juga. Bagusnya itu, punya temen dari rentang usia berbeda itu nambah pengetahuan juga.

Biasanya kalo curhat ke cowo’ gw curhat soal cinta, karena kan gw hadapin juga kaum mereka. Kan mau solusi, mau pendapat, mau tahu pendapat cowo kalau cewe begini begitu? second opinion aja sih, bukan patokan pendapat mereka, tapi hampir selalu bener lhooo pendapatnya.

Sebelum-sebelumnya gw emang lebih suka deket atau ngobrol dan nyaman nyimpen rahasia ke kaum adam. Itu gw perhatiin, dari kuliah sih menurut gw kalo dideket kaum adam rasanya lebih terlindungi. Seperti mereka mau berkorban buat kita gitu. Tapi sejauh ini temen cowo yang deket biasanya mereka yang udah punya pasangan. Jadi aman lah buat gw, nggak akan ada drama salah satu di antara kita berubah dari pertemanan jadi cinta.

Dari dulu, gw juga belajar dimana perbedaan gender laki-laki dan perempuan yang selalu diperdebatkan itu memang benar adanya. Nggak usah ngomongin soal tugas, kewajiban dan kodrat ya, soalnya ranah ini udah nggak bisa di ganggu gugat. Cewe’ kodratnya ya melahirkan, lalu cowo’ kodratnya mencari nafkah. Tapi bukan berarti cewe’ nggak bisa berkarir dan melakukan hal-hal yang seperti para cowo’ lakukan. Begitu pun para cowo’ tetep bisa melakukan hal-hal feminin seperti memasak dan beres-beres rumah kalau memang dia mau.

So, apa hubungannya dengan curhat?

Karakteristik antara cowo’ dan cewe’ dalam hal menilai atau merespon masalah dan situasi itu berbeda. Intisari gw setelah baca buku “Why Men Don’t Listen and Women Can’t Read Maps”. Jelas pria dan wanita itu berbeda. Simpelnya wanita terlalu terbawa perasaan tapi kalau pria itu lebih logis.

Nggak cuma itu, cewe’ lebih ember. Jangan harap rahasia lo aman, hahaha. Ya kalo nggak dicurhatin ke temen lain, bisa jadi dia curhat-curhat ke social media, drama banget kan?

Gw juga cewe sih, tapi agaknya setengahnya lebih berjiwa cowo yang menganalisa pasti logis. Walau ada banyak keterlibatan perasaan, tetep aja dominan hati, insting… hahaha jangan curhat ke gw mending, walau nggak kan juga dibocorin secara anaknya pendiem gini.

Kalo cowo, ya… buat gw sih ini pilihan. Secara cowo itu memang bukan super duper pendengar yang baik. Cuma kalo udah temen baik banget pasti didengerin deh, mau dia capek juga. Nasehat-nasehatnya juga cenderung logis dan mengarah pada solusi. Dia bisa seimbang, nggak nyuudutin lo, juga nggak menyudutkan orang lain. Kadang gw berkesimpulan juga kalau kaum adam ini juga nggak terlalu suka ikut campur urusan orang dibanding urusannya sendiri. InsyaAllah rahasia lo aman.

Pada akhirnya, curhat atau nggak curhat ke siapa pun.. itu resiko ya. Hati bisa lega sih kalo curhat, tapi pilih-pilih juga lo curhat sama orang terpercaya nggak?. Darimana tahu teman kita bukan penghianat? ya, tahu dari gimana dia pas nggak ada kita, apa dia sempet ngejelek-jelekin? (kalo kamunya memang jelek toh! haha) ngebelain kamu? Ini bakal ketahuan ada orang lain lagi yang cerita ke lo tentang teman kita itu. Ya namanya juga manusia tanpa cela, tapi mengumbar aib orang lain? ini uhuhuh makan daging saudara sendiri dan bisa habislah semua pahala buat orang yang kita gunjingkan.

Kalo nggak curhat? ..jangan asal update-update di social media (kadang kalau kesel yah suka asal ketik).  Gw membatasi banget ini. Kecuali memang ada tujuannya. Salah-salah banyak yang salah paham. Gw pernah salah beberapa kali lalu tobat! Itu bahaya banget. Bagi yang di kost-an sendirian, kan masih bisa nelpon nyokap atau bokap. Atau yang paling aman, curhat ke Allah 🙂

 

love

Love and Destiny, . . A Subjectif Opinions from Me

 

iloveyou

When we talk about love, everyone is always have their respective views. So I did, from personal experience and the books I read, Let’s begin to argue. . let me write in bahasa 🙂

Lama juga saya nggak menulis soal cinta-cintaan. Isi blog lebih banyak seputar kegiatan traveling atau kerjaan, hihihihi. Ini ranah yang personal sih kalau membahas cinta, karena tiap orang memang punya pengalaman yang berbeda, definisi berbeda, dan pandangan berbeda berdasarkan kenyataan realita.

Ibaratnya ini tidak ada sekolahnya, bisa dipelajari tapi agaknya pengalaman orang-orang dari kebanyakan yang saya baca membicarakan ini dengan versi sendiri. So, saya pun punya versi pandangan tentang cinta yang secara personal juga. By the way cinta sebenarnya luas, kepada Sang Pencipta, kepada orang tua, tapi ini versi “cinta” yang merupakan relationship antara dua insan manusia..

“Jangan kau kira cinta datang dari keakraban dan pendekatan yang tekun. Cinta adalah putera dari kecocokan jiwa dan jikalau itu tidak ada, cinta takan pernah tercipta dalam hitungan tahun maupun milenia,” kutipan dari Kahlil Gibran.

Percaya nggak? kalau satu orang itu akan menarik bagi seseorang yang lain karena Allah. Allah lah yang menanamkan saya menyukai atau akhirnya jatuh cinta dan mencintai siapa, begitupun sebaliknya. Inilah yang berpotensi menjadi sebuah relationship, terjadilah sebuah ikatan.

pictures-love-quotes

Apa jadinya kalau hadirnya cinta itu bisa memilih..? mungkin akan membingungkan kita. Beruntungnya sebab hati inilah yang memilih. Hati yang digerakan oleh-Nya. Bukan sebuah perasaan yang dibuat-buat, bukan juga sesuatu yang direncana. Cinta layaknya takdir yang menginkuti alur kehidupan. Bagian hati yang separuhnya hanya akan terpanggil oleh pasangan jiwa yang tepat, yang memang bagian dari diri satunnya.

Bagian yang indah dari kecocokan jiwa adalah keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, ingin hidup lebih baik lagi demi cinta itu. Nah, kalau ternyata cinta kamu nggak seperti ini, maka bisa jadi pertanyaan karena selayaknya cinta yang merupakan suatu hal positif, output pun meliputi suatu yang memberi kebaikan. Entah itu membuat kamu jadi lebih rajin, bersemangat, atau ingin menjadi pribadi yang lebih baik. Intinya kamu akan semakin memiliki kehidupan yang baik ketika bertemu dengan orang yang tepat. ❤

Cinta akan membawa kamu semakin baik iya, tapi bukan berarti tak ada rintangan. Dalam perjalanan menemukan dan meyakinkan diri tentang tempat berlabuhnya cinta itu pastinya kadang ada titian jalan berkelok. Namun sebagai pelajaran saya suka membaca berbagai cerita dari buku atau novel. Sebagai rekomendasi, saya membaca juga buku terkenal dan best seller dari John Gray, PH. D yang berjudul “Men Are From Mars, Women Are From Venus”. Sebuah buku pedoman penting sih, buat mempelajari perbedaan antara pria dan wanita dan kesalahpahaman komunikasi yang sering terjadi pada keduanya.

So, ada banyak buku dan kutipan cinta yang aku pelajari untuk menemukan apa arti sebenarnya cinta itu dan bagaimana menyikapinya. Semua bermanfaat, terutama nasehat dari Tere Liye yang banyak benarnya bagi saya. Dibalik itu semua, terus belajar terus membuka mata dan ikuti kata hati. Ya,… karena semua bahan bacaan itu tak berguna kalau nggak dipraktekin atau dialami sendiri. Hidup terus belajar, hidup wajar ketika kita berbuat kesalahan. Namun menjadi sebuah arti ketika diri terus menjadi lebih baik dan banyak menyerap pengalaman sebagai guru meniti kehidupan selanjutnya. Lagi-lagi, kata hatilah yang perlu kamu dengarkan karena ini tentang “Hati”.

love, story

Cerita Si Oby, An Amazing Cutie Cat

Oby adalah kucing paling aneh yang ada di rumahku. Dari empat sekawan miau yang ada, Oby juga termasuk yang paling ngegemesin, meski dia bukan keturunan asli Nene (ibu kucing persia yang udah lama banget hilang diculik entah kemana).

Tingkah Oby macam-macam. Dia suka banget nungguin aku di depan pintu kamar mandi saat aku di dalam. Dia suka nungguin aku pulang kerja, bahkan dulu waktu masih mengendarai sepedah motor dia hapal betul lengkingan suara bisingnya.

Oby juga paling semangat kalau nungguin aku makan. Tanggannya pasti nyolek-nyolek minta tulang atau kepala ikan. Kelakuan aneh lainnya, Oby juga suka bangunin orang-orang yang ada di rumah. Dengan cakar kukunya dia mengais-ngais rambut ibuku, ayahku tanda dia minta sarapan. Kesana-kemari tingkah Oby tiada duanya, furniturku di rumah juga habis dicakar-cakar olehnya.

Oby

Wajah Oby bulat, bulunya hitam legam, benar-benar hitam dan beda dengan Donna yang berbulu hitam tapi mirip rambut anak laki-laki yang bandel kebanyakan main layangan. Kalau manusia, Oby diibaratkan memiliki tubuh gempal.

Oby si kucing ajaib selalu lapar, berisik, mengaung-ngaung miau, apalagi kalau dipanggil mpus pus, makin menjadi-jadi manjanya. Kelakuan Oby memang tiada bandingannya. Dia tidur di lantai, dimana-mana. Oby si pengacau meski dengan kelakuannya itu tapi orang-orang akan selalu rindu padanya bila dia tidak pulang ke rumah. Pernah suatu kali dia menghilang dari rumah. Saat pulang tahu-tahu dia sakit, mulutnya berair terus-menerus. Kalau sudah begitu Oby tidak mau makan. Dia hanya perlu obat, obat mujarab rahasia ayahku, akar kucing.