Liputan, MALUKU - Indonesia, MOUNTAIN, story, The Journey, Traveling

Pemandangan Gunung Api Banda dari Banyak Sisi

Pemandangan saat kapal hampir mendekat ke Pulau Banda Naira

Pendaki gunung atau sebut saja orang yang suka naik gunung pasti penasaran dengan Gunung Api yang ada di Banda Naira.

Bromo, Semeru, Tambora, atau Rinjani. Ini nama-nama yang familiar, deretan gunung yang ada di sekitar Jawa, Sumbawa, dan Lombok. Tapi Gunung Api yang ada di Banda Naira, siapa sih yang punya cita-cita naik gunung ini?? Tahu saja mungkin tidak. Saya kalau bukan karena undangan liputan juga tidak mungkin bisa sampai sana.

Dari kejauhan Gunung Api jadi pemandangan utama, bahkan sebelum sampai Banda Naira yang pertama-tama terlihat adalah Gunung Api yang disebut Pulau Gunung Api. Megah seperti gunung-gunung lain, menjulang tinggi puncaknya. 

Kawah Gunung Api Banda

Awan-awan bergumul disekitar kawah Gunung Api… Seperti pemandangan di gunung lain di Indonesia. Secara ajaib putih awan bagai kapas-kapas menempel. Mirip cotton candy ya?
Asapnya hanya sesekali terlihat, kalau naik speedboat dan menuju ke lautan di belakang Gunung Api akan lebih terlihat kawahnya seperti apa. Ada gradasi warna bekas letusan terdahulu, seperti warna bata merah maroon dan sisahan pasir yang meluncur ke laut.

Selain itu, dari Benteng Belgica, Gunung Api masih tampak gagah. Begitu pun di dermaga samping tak jauh jika berjalan-jalan mengitari pulau utama Neira.

Pemandangan Gunung Api Banda dari dekat dermaga di hotel Maulana

Paling suka bagian mana? Kalau saya sudah jatuh cinta sejak melihat Gunung Api Banda ini dari kapal. Sebelum mendarat. Dengan awannya di atas.. pemandangan dari jauh ini juga lebih menyeluruh tanpa terganggu background lainnya.

Selain wisata sejarah, lalu explore laut, mendaki Gunung Api Banda sangat direkomendasikan. Hanya perlu 2 jam mendaki saja. Waktu saya kesana sebetulnya bisa saja mendaki, tapi karena teman serombongan urung pergi sebab tanpa persiapan fisik, batal. 

Nekat?? Hehe kan sudah pengalaman. Mendaki gunung itu ibarat rejeki juga. Santai saja, keselamatan lebih penting dan tidak perlu memaksakan ego kita. 


Info dari wikipedia, Gunung Api Banda ini merupakan pulau juga yang ada di Laut Banda. Tinggi nya mencapai 646 meter dari permukaan laut. 

Terdapat 23 jenis burung di Pulau Gunung Api Banda yang merupakan jenis endemik di Kepulauan Banda. Kepulauan ini memang salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat endemik satwa yang tinggi, terutama dari segi jenis burung.

Saya cukup beruntung bisa berkeliling dengan speedboat menuju bagian belakang Gunung Api. Soalnya bensin di kepulauan itu kan mahal dan tak selalu ada ketika dibutuhkan.

Advertisements
Liputan, MALUKU - Indonesia, story, The Journey, Traveling

Nailaka dan Sunset di Balik Gunung Api

Air dekat pohon ini bakal pasang atau surut

Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta),
Itu semua hanyalah kulit.

Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah rahasia yang tak terungkapkan.

(Jalaluddin Rumi, Matsnawi)

Semua akan berakhir dengan kekaguman. Ketika memandang cinta ilahi lebih dekat dari apa-apa yang diciptakan-Nya.

Apa yang saya lihat dari kesetiaan seekor kucing kepada tuannya? Ada kasih sayang Ilahi di dalamnya. Tak bosan-bosannya merayu, sang kucing mengelus kepala pada kaki tuannya, seperti seorang hamba yang menginginkan sesuatu pada Tuhan penciptanya, bangun di sepertiga malam lalu berdoa meminta tak henti-hentinya sebagai bentuk Istiqomah.

Nailaka

Begitu juga satu daratan ini, Nailaka di antara 10 pulau lain di Banda Naira. Laut berhempas membentuk pasir halus. Pantainya pun tak bosan pasang surut karena waktu dengan izin Tuhan menuntunnya pada pola sama, menanti siapa saja yang datang, untuk mengagumi ciptaan indah garis pantai baru.

Nailaka, pulau tak berpenghuni. Bahkan untuk snorkling saja ikannya tak tertarik bersandar pada terumbu karang yang hanya sedikit. Berbeda sekali dengan pulau Hatta yang bisa lebih leluasa memandangi dalam lautnya.

Berenang berenang kecil, menikmati pasir, hingga menyusuri bagian pulau yang sedang pasang, hanya itu yang bisa dilakukan di pulau ini. Panasnya janganlah lagi bertanya, untuk ukuran Timur Indonesia sebentar pun akan membuat kulit belang. Tapi sunyi jadi teman yang setia disini, dengarkan saja nyanyian angin pantai riuh riuh .. mereka bertasbih, dengan caranya.

Sunset di balik gunung api

Semakin sore, air laut semakin pasang. Speedboat pun lalu membawa kami kembali ke Pulau Naira sambil melewati bagian belakang Gunung Api Banda. Ditengah harmoni buih air laut yang menghempas itu, kilat langit berubah senja menjadi penutup sore yang megah.

Dari balik Gunung Api Banda, matahari gagah menampilkan pesonanya. Kuning emas berpadu awan sebagai background permulaan malam.

Tak hanya matahari terbenam saja, kart karts yang cukup unik bisa kita temui di balik Gunung Api Banda ini. Dengan pola indah serpihan bahasa Sang Pencipta. Dia yang menggoreskan pena keindahan taman surgawi di dunia, laut biru dalam yang terlihat karang di dalamnya.

Garis-garis halus karts dan bekas limpahan meletus gunung api di tahun 1988. Sayangnya tak ada waktu untuk menaikinya. Tanda-tanda kebesaran-Mu makin membuat diri ini bersyukur telah dilahirkan dengan Rahmat bisa mencicipi surga kecil ini. Terima kasih, pergantian demi pergantian waktu akan terus ku ingat betapa banyak nikmat yang Kau beri :D.

Karts unik di balik Gunung Api