BANGKA BELITUNG - Indonesia, Indonesia, Liputan, Traveling

Berkenalan dengan Tarcius, Primata Purba Pulau Belitung di Bukit Peramun

Setelah delapan tahun, akhirnya kembali menginjakan kaki ke Tanah Belitong. Sungguh penasaran satu windu lamanya, ada perubahan apa di pulau penghasil timah ini?

Penerbangan pagi, setelah subuh pesawatku berangkat dari Jakarta. Perjalanan berkesan atas undangan peliputan dari Kementerian Pariwisata untuk mengikuti rapat koordinasi lintas sektor menuju Belitung menjadi Geopark Dunia oleh UNESCO ini termasuk kunjungan lapangan mendatangi berbagai objek wisata baru di Pulau Belitung.

Nah, aku bakal buat beberapa seri tulisan untuk objek wisata terbaru di Pulau Belitung. Pertama banget yang menurutku paling menarik adalah saat bertemu tarcius, si mahluk purba yang diklaim menjadi primata yang selamat melewati zaman es. Hmmm penasaran kan?

Matanya bulat lebar, dengan hidung yang lucu serta menarik untuk dilihat. Imut-imut, mungkin kalau dipegang hanya segenggaman tangan kita. sekilas kepalanya mirip burung hantu, tapi bukan. Anehnya lagi, kaki dan tangannya ada mirip kekelawar. Si tarcius juga bisa memutar kepalanya hingga 180 derajat, jadi makin gemes rasanya melihat hewan purba ini.

lihat matanya yang bulat, ini cahayanya over ya, karena mode malam

Buat kamu yang belum kenal sama tarcius, yuk kita kenalan dulu. Tarcius Bancanus Saltator atau dalam bahasa lokal Belitung disebut dengan “Pelilean” jenis tarcius yang baru ditemukan dan masuk dalam daftar appendix dunia melengkapi beberapa jenis tarcius yang sudah teridentifikasi sebelumnya. Variasi spesies ini juga ditemukan di Sumatera, Borneo, Sulawesi, serta ada di Pulau Bohor, Samar, Mindanau, dan Lyte (di Filifina).

Tarcius di Belitung ini menurut cerita berbeda dengan jenis tarcius di daerah lain. Gigi-giginya tajam karena hewan purba ini katanya sempat terjebak saat zaman es. Kalo dipikir-pikir kok bisa? iya bisa dong, bila membaca lebih jauh sejarah pulau belitung yang bisa punya batu-batu sebesar raksasa itu juga ada versi cerita kalau batu-batu itu merupakan batu meteor yang jatuh jutaan atau mungkin ratusan tahun yang lalu.

Sebaran tarcius dari zaman purba berkaitan erat dengan masa es akhir Pleistosene di Sundaland kita-kira 22 ribu tahun yang lalu. Pulau Jawa terhubung dengan daratan Kalimantan, Sumatera, dan Asia Tenggara oleh es. Tarcius kemudian berpindah ke tempat lain melalui es beku tersebut. Ketika es mencair hewan ini terjebak di wilayah daratan yang tersisa. Makanya tau-tau ada di Belitung.

Lanjut ke tarcius lagi. Si tarcius yang ada di Belitung juga dibedakan berdasarkan morfologi dengan tipe rambut padat tidak masif, punggung berwarna abu-abu dan tidak adanya duet vokal di pagi hari (Shehell, 2008; Groves and Shekelle, 2010; Fodgen, 1974; Yustian, 2007).

Batu-batu besar nan unik di Kepulauan Belitung jadi latar foto yang menakjubkan kalau berwisata ke Belitung

Makanya aku nggak kaget juga saat berkunjung ke beberapa situs geopark yang sedang dikembangkan pemerintah untuk dijadikan objek wisata Belitung ada beberapa tempat seperti rawa kenozoikum Tebat Rasau yang kondisi ekosistemnya setelah diteliti juga menarik, serta ada spesies ikan purba yang hidup disekitarnya.

Nah si tarcius ini bisa kamu lihat dengan mengunjungi Bukit Peramun, salah satu objek wisata baru yang ada di Belitung. Menurut penduduk sekitar, nama peramun didapat dari kata peramuan yang memang tempat ini merupakan hutan tempat warga mencari tanaman-tanaman obat atau disebut ramuan.

Buat kamu yang ingin ke Belitung bisa mulai mencoba atraksi ini yang sudah mulai ditawarkan agen pariwisata lokal dengan harga Rp 100.000 per orang. Waktu kunjungan untuk tarcius watching ini malam hari pukul 18.30-21.00, tapi sejak siang kita bisa mengunjungi Bukit Peramun dulu yang ada lokasi melihat pemandangan hutan dari atas bukit.

Ada aturan untuk tidak berisik, jumlah orang yang melihat juga dibatasi sekitar 5 orang saja. Karena makhluk malam ini juga perlu dipancing untuk keluar dan kita akan selalu ditemani pemandu. Disarankan tidak memakai lighting saat memotret dan nggak bisa terlalu lama juga kalau kita mau foto-foto. Menurutkku akan kasian si tarcius, matanya pun hampir berair karena melotot terus nggak berkedip.

Ohya beda lagi ya kalau kamu juga ingin mengunjungi Bukit Peramun, bayar lagi Rp 160.000 per orang dengan waktu kunjungan pukul 09.00 – 17.00. Biaya ini sudah termasuk asuransi, 1 botol minuman, makan siang, pemandu. Nggak rugi lho wisata ke Bukit Peramun yang jadi lokasi geosite ini. Kamu bakal dapet pengalaman menjelajah wisata geologi tingkat dunia berupa batu granit TOT dan keanekaragaman hayati, dengan khasiatnya untuk pengobatan.

lihat deh muka lucunya, ekspresi awkward mirip kita kalo lagi tiba-tiba disuruh pidato di depan kelas waktu jaman sekolah. Hahaha

Sekalian ya di artikel ini aku kasih tips kalau mau jalan-jalan ke Belitung:

(1) Menggunakan travel agent. Kamu akan lebih menikmati waktu liburan dan punya koleksi foto yang bagus untuk postingan social media. Penting banget kan zaman sekarang, hehe 🙂

(2) Selain itu sebaiknya pergi dengan rombongan, sekitar minimal 6 orang ya supaya harganya tidak terlalu over budget di kantong kamu. Jadi memang ajaklah keluarga kamu atau bisa juga temen se-gank yang deket banget buat liburan kesini.

(3) Say No to Solo Traveling. Jangan sendiri aja perginya, solo traveling kurang asik sih kalo tujuannya ke Belitung, kamu pun kalau traveling ke Belitung mesti sewa kapal dan mengunjungi banyak pulau. Walaupun bisa sewa motor atau bisa berbaur dengan orang lokal tapi, percaya deh kata aku. Jangan pergi soloing.

Advertisements
BANGKA BELITUNG - Indonesia, Indonesia, Liputan, story, The Journey, Traveling

Menumbing Heritage, Ini Lho …Hotel Bersejarah di Bangka!

Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah, disingkat “Jasmerah”. Ini semboyan terkenal yang diucapkan oleh Soekarno, dalam pidatonya yang terakhir pada Hari Ulang Tahun (HUT) Indonesia tanggal 17 Agustus 1966.

Dikutip dari Wikipedia, Jasmerah adalah judul yang diberikan oleh Kesatuan Aksi terhadap pidato Presiden, bukan judul yang diberikan Bung Karno. Presiden memberi judul pidato itu dengan Karno mempertahankan garis politiknya yang berlaku “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”.

Ngomongin soal sejarah, saya suka banget kalau diiming-imingi buat pergi traveling ke tempat yang menyimpan cerita masa lampau atau bersejarah. Museum salah satunya, tapi selain museum ada satu hotel bersejarah yang akan sayang kalau saya nggak ulas di blog!

Perpustakaan di dalamnya ada buku-buku dan ruang ini bisa serbaguna juga, arisan cantik kali ya 😁

Kalau kamu berkesempatan ke Pulau Bangka, entah itu dalam kesempatan traveling atau bisnis dan dinas luar kota, coba deh untuk booking menginap di Menumbing Heritage Hotel. Terletak di Jl. Gereja No. 5, Bangka Belitung, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung ini merupakan hotel dengan cerita sejarah di Pulau Bangka.

Berjarak hanya 9 km dari Depati Amir airport dan sangat dekat dengan pasar tradisional untuk melihat dan berbelanja langsung seperti warga lokal menjadi nilai plus untuk menginap di sini.

Saat memasuki lobby Menumbing Heritage Hotel di Bangka, kamu bisa langsung merasakan atmosphere bersejarah dengan konsep bangunan yang modern. Seperti dibawa ke sebuah perjalanan kembali ke era kolonial melalui arsitektur yang beberapa bagiannya masih mempertahankan bentuk aslinya.

napoleon-at-menumbing-heritage
ketemu Napoleon!

Semuanya didominasi warna putih, warna kesukaan saya 🙂 ..

“Awalnya di tahun 1903, bangunan ini merupakan sebuah rumah kapiten yang kemudian direkonstruksi ulang menjadi sebuah hotel oleh kakek saya, Ishak Buntaran di tahun 1980,” ujar Derrick Buntaran Managing Director Menumbing Heritage.

Dan ini merupakan hotel yang pertama kali dibangun di pulau tersebut, Menumbing Heritage Hotel lantas menjadi icon Pulau Bangka yang diakui oleh Badan Pariwisata Daerah. Selain itu, dengan kehadiran hotel ini juga menjadikan kota Pangkal Pinang sebagai pusat bisnis di Pulau Bangka.

Berkeliling ke kompleks hotel yang bekas barak militer ini, buat orang modern mungkin adalah saat foto-foto.. Hahaha jujur aja saya nggak tahan buat nggak jepret sana sini, karena suka dengan sudut-sudut interiornya.

Sejak di pintu masuk, berada di sebelah kiri kamu akan menemukan wall of history yang bertuliskan sejarah tentang hotel ini. Tapi begitu baru sampai tentu aja kamu akan melihat lobby mungilnya dengan design yang berselera entah di abad mana.

Kemudian ada beberapa ruangan di dalam hotel seperti perpustakaan yang bisa dijadikan lounge atau tempat meeting kecil. So, let’s take the picture… sambil ngulik buku-buku yang ada di dalamnya!

Satu tempat yang harus banget dilihat pastinya restoran yang lokasinya dekat dengan kolam renang. Masih dengan nuansa putih Menumbing Cafe dan Bar punya menu-menu khas Bangka, termasuk jus Nanas yang bikin saya ketagihan dan bakmi Bangka.

opening-menumbing-heritage
suka dengan suasana malamnya, habis hujan 🙂

Menjelang sore hari secangkir kopi panggang yang terbuat dari biji kopi lokal Bangka dan roti bakar bisa menjadi padanan yang pas. Kalau ingin sesuatu yang terasa kota sekali kamu bisa menemukan cocktail dan mocktail dari racikan spesial bartender.

Hotel ini memiliki 54 kamar dengan design yang cantik. Cuma saya nggak potret kamarnya, karena berhubung berantakan ketika langsung saya tempati.. hehe. Temukan fasilitas istimewa di tipe signature suite room yang dilengkapi dengan hypo-allergic pillow dan juga personal coffee machine di dalamnya. Adapun fasilitas lain yang dimiliki hotel antara lain kolam renang yang buka setiap hari dari jam 6 pagi hingga 8 malam, laundry service, city tour, penjemputan dari airport dan ruangan meeting untuk 100 orang.

Selain menjadi lokasi favorit untuk foto pre-wedding, Menumbing Heritage Hotel bisa menjadi pilihan tempat resepsi pernikahan yang didukung oleh tim banquet professional yang memastikan acara pernikahan akan terasa memorable. Mungkin lebih ke pesta yang private sekitar 500 orang akan lebih dapet suasananya.

suasana-restoran-di-menimbung-heritage-hotel
suasana cafe dan bar tempat sarapan maupun ngopi sore 🙂

Sayangnya hanya satu aja, ini pun buat saya kaget. Lokasi pintu gerbang hotel tepat di depan pasar. Sekarang masih terlihat kumuh ketika pagi maupun siang, namun kedepan menurut pihak pengelola pasar tetap akan ada di sana namun lebih tertib, bersih dan rapih nantinya.

BANGKA BELITUNG - Indonesia, Indonesia, Liputan, story, The Journey, Traveling

Dua Hari Jalan-Jalan di Pulau Bangka

Masih banyak yang menganggap kalau Bangka dan Belitung itu satu pulau… Padahal itu dua pulau berbeda. Menurutku kemungkinan karena sering disebut bersamaaan Bangka Belitung, bukan Bangka dan Belitung?

Saya pun baru ngeh kalau itu dua pulau saat pertama kali kesana di tahun 2011 silam. Ujuk-ujuk bisa nyebrang di dua pulau ini karena dapet kesempatan liputan sekaligus media trip tahunan dari Kementerian Kesehatan. Sebelum pergi kan lihat peta dulu, yup.. itu dua pulau.

Belum lama ini saya full ngerasain wisata Pulau Bangka lebih lama, kalau dulu hanya sehari.. kemarin dua hari jadi lebih banyak site wisata yang dikunjungi. Meski kelihatan kecil di peta, Pulau Bangka lumayan luas. Kebetulan wisata berikut masih di dekat ibukota nya, Pangkal Pinang. Sebenarnya ada tempat lain di Bangka Barat, namanya Muntok tempat yang juga bersejarah waktu Bung Karno, Presiden Pertama RI diasingkan pada zaman penjajahan Belanda.

Buat rekomendasi dan semenarik apa wisata di Bangka? yuk baca lebih lanjut.

timah-yang-dijadikan-cindera-mata
timah yang diolah jadi cinderamata. FYI saat ini timah dari Indonesia export yang terbesar di dunia, kalau habis gimana ya? Timah ini jadi bahan untuk solder (alat elektronik)

Kunjungan Ke Museum Timah

Tempat yang harus banget kamu kunjungi kalau ke Bangka pastinya Museum Timah. Sudah tahu kan kalau Provinsi Bangka Belitung itu dulu begitu dieksploitasi tambang timahnya. Nah sampai sekarang ternyata masih, buktinya masih ada PT. Timah.

Tapi karena sumber daya timah makin sedikit jumlahnya, cara menambang timah juga tidak seperti dulu, sekarang pengambilan timah juga menggunakan fasilitas kapal di laut.

“Awal abad ke-18, timah masih mudah didapat dipermukaan tanah tanpa harus menggali. Kemudian mulai menggali dan pertambangan di dalam laut,” ungkap Marita, pemandu di Museum Timah Pangkal Pinang.

Bangunan Museum Timah merupakan peninggalan Belanda, yang adalah rumah dinas Hoofdt Administrateur Banka Tin Winning (BTW). Berlokasi di Jalan Ahmad Yani no 179 Pangkalpinang.

Di belakang lokasi museum kamu juga bisa menemukan workshop tempat membuat souvenir dari timah. Ruang sebelahnya juga menjual berbagai souvenir yang berbentuk kapal dan benda pajangan lain. Paling murah itu gantungan kunci seharga Rp. 35 ribu. Hmmm, souvenir dari timah ternyata lumayan mahal ya, ada campuran tembaga 2 persen, antimon 1 persen, sisahnya 97 persen timah jadi katanya takan karatan.

Ohya, Museum Timah di Pulau Bangka tak hanya ada di Pangkal Pinang, tapi juga di Muntok Bangka Barat yang daerah nya dekat Bukit Menumbing itu lho… Museum terbilang kecil jadi memang kesini cukup 30 menit pun kamu sudah tahu sejarah dan seluk beluk soal timah di Pulau Bangka. Buat pengetahuan, sebentar yuk sempatkan mampir, kalau mau kesini cek lagi jam buka.

Informasi waktu buka Museum Timah :
Hari: Senin – Kamis, Sabtu-Minggu
Jam; 09.00 – 16.00 (Istirahat: 12.00 – 13.00)
Tiket: Gratis
Phone: +62 717 4258000 Ext. 15631

pura-tri-agung
Waktu lagi ke Pura Tri Agung (18 Septermber 2016), kebetulan Menteri Pemberdayaan Perempuan lagi kunjungan juga, hehe jadi nggak masuk ke dalam, cuma bisa di luar.

Mampir ke Pura Tri Agung 
Banyaknya masyarakat Etnis China di Bangka membuat kuil betebaran dimana-mana, seperti masjid kalau di Lombok karena penganut Islam di Lombok banyak. Penganut agama Budha, Kongfutze dan Laotze di kawasan Sungailiat, Bangka pun punya satu pura yang terkenal yaitu Pura Tri Agung.
Letaknya yang sekitar 1 jam dari Pangkal Pinang, tentu saja membuat kamu harus sewa mobil buat kesini. Apa yang menarik dari tempat ini? Sama aja herannya kalau kamu muslim dan melihat non-muslim yang tertarik melihat masjid megah dibangun. Jadi keingat perjalanan ke Malaysia, gimana teman dari Singapura terkagum-kagum sama ukiran huruf arab di langit masjid.
Nah sama kan, dengan kita yang non Chinese melihat pura juga takjub. Jadi bolehlah berkunjung kesini sebentar, soalnya di dekat sana juga ada pantai bagus, tinggal jalan sedikit sampai. Bahkan atap pura kelihatan dari pantainya.

pantai-tikus
Di Pantai Tikus ada banyak batu-batu juga tapi tak sebanyak seperti di Belitung

Berjemur di Pantai Tikus
Bagi kamu yang rindu pantai, di Bangka ada banyak Pantai yang bisa kamu sambangi. Nah nggak perlu jauh-jauh, sehabis dari Pura Tri Agung mampir lah ke Pantai Tikus. Lumayan indah sih buat saya, ada batu-batu besar yang mirip seperti di Belitung yang bisa buat neduh, buat background foto.
Saya suka banget, enak suasananya, kebetulan masih nanggung jam 10 pagi disana, panasnya lagi terik tapi sejuk sama angin yang berhembus. Santai-santai mengamati anak-anak lokal lagi mancing ikan. Ngiri banget sama mereka, dulu waktu kecil mana pernah saya bisa begitu, main di sungai aja kena omel. Naik gunung baru setelah lepas kuliah.
Ngadem di Bangka Botanical Garden
Seorang teman media yang duduk sebelahan sama saya nyeletuk pas di pesawat perjalanan pulang. Nunjuk slide Belitung yang lagi muncul di layar TV pesawat. “Belitung tuh bagus ya? Bangka mah ada apaan tadi. Nggak ada apaaan,” selorohnya cuek.
Iya memang bagi orang yang sudah pergi ketempat yang lebih keren suka gitu, saya juga kadang suka gitu, kembali lagi tergantung mindset. Tak ada tempat yang buruk, sebenarnya kadang yang spesial itu karena kita pergi bareng siapa.
Uhukkkk bener banget. Yaiyalah Bangka biasa aja, buat yang sudah pernah ke London, Papua, memang terhitung numpang lewat deh… sehari di Bangka terus mau nyebrang ke Belitung. Tapi pantai-pantainya sayang kalau dilewatin menurutku ya.
Saran saya, beli tiket pesawat paling pagi (jam 5) menuju Pangkal Pinang lalu sehari jelajah wisata di Pulau Bangka, harus banget ke Pantai Tikus… menginap semalam di Bangka, lalu paginya kamu menyebrang ke Pulau Belitung. Pulang ke Jakarta bisa lewat Bandara yang ada di Belitung. So kamu bisa dapat dua destinasi sekaligus.

bangka-botanical-garden
Mirip Nami Island, ada banyak pohon  seperti ini di Bangka Botanical Garden. Sebenernya Instagramable banget cuma lagi males difoto kalo lagi liputan gini sibuk buat menyesapi ide tulisan dan wawancara narsum.

Nah, kalau ke Bangka Botanical Garden (BBG) cobain susu murni di peternakannya, terus bisa juga mancing kalau waktunya banyak. Biasa banget ya? Ah nggak boleh begitu, di bawah pohon rindang ini tetep bisa foto-foto kok. Instagramable, tergantung pengambilan angle dan pose modelnya. Mirip di Nami Island, Korea Selatan.
Melihat Sunset di Danau Kaoli
Ah,,… yang satu ini agenda yang kelewat. Sebenernya niat buat ke Danau Kaoli bareng sama temen traveling saya yang ketemu waktu di Dieng. Tapinya,… ah… berhubung agenda padat sekali nggak bisa nemenin kalau waktu kosongnya pagi.
Menurut teman lokal orang Bangka, lebih bagus ke Danau Kaoli kalau menjelang sunset alias matahari terbenam. Itu rekomendasi waktu yang tepat. Terus jalan menuju Danau Kaoli yang merupakan bekas tempat pertambangan timah ini juga kurang mulus. Jadi kesian kalau naik motor.
Naik mobil pun jangan mobil sedan yang pendek, nanti kena blok tanah. Itu informasi yang saya dapat dari ngobrol sama orang lokal termasuk satpam penjaga hotel tempat menginap. Huhuhu, bye bye Danau Kaoli.

bejemur-di-pantai-tikus
Seneng dibuai sepoi angin di Pantai Tikus. Bisanya motoin kaki, atau motoin orang kalau lagi sibuk liputan gini zzzzz

 

BANGKA BELITUNG - Indonesia, culinary, Indonesia, Kuliner, Liputan, story, SUMATERA - Indonesia, The Journey, Traveling

Sehari Jelajahi Kuliner Khas Bangka

Ibu kota Pangkal Pinang diguyur hujan siang itu, sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Depati Amir. Namun, hujan deras hanya sebentaran lewat karena cuaca kembali panas. Menjelang waktu makan siang sajian menu seafood pun terasa begitu pas dengan panas terik kota yang sempat jadi tempat pengasingan Bung Karno ini.

Cukup dekat dari pusat kota, ada sebuah restoran seafood yang cukup terkenal bagi pendatang dari luar pulau maupun warga lokal. Di restoran seafood Mr. Adox yang berlokasi di Jl. Raya Simpang 4 Kantor Gubernur, bisa ditemui berbagai menu kepiting, olahan laut serta masakan khas Bangka lainnya.

lempah-kuning
Lempah Kuning yang segar dan cocok untuk makan siang di tengah terik matahari

Meski terkenal dengan menu kepitingnya, sajian yang pertama sekali harus dicoba adalah lempah kuning. Ini adalah masakan lempah yang isinya terdiri dari ikan kakap merah atau tenggiri dan ikan katarap dengan kuah yang berbumbu kunyit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, terasi, lengkuas dan belacan.

Lempah ini memiliki kuah berwarna kuning dan biasanya dimasukkan potongan-potongan nanas sehingga disebut juga lempah nanas. Orang Belitung menyebutnya gangan ketarap. Kebetulan untuk lempah yang saya coba memakai ikan katarap. Sebetulnya bisa juga menggunakan ikan kakap yang dapat pula digantikan dengan daging sapi ataupun udang, sehingga lempah memang tak harus selalu berisi ikan.

“Lempah kuning itu makanan keseharian orang Bangka, seperti menu wajib,” ungkap teman saya Rizeki Hardiansyah, seorang warga lokal Bangka.

kepiting-tapal-ketan
Kepitingnya, nyesss…. manis karena segar dari lautan di sekitar Pulau Bangka.

Memang rasanya sangat segar, meski ada campuran bumbu terasi tapi tak terlalu kentara wangi terasi. Justru yang dominan rasa segar berkat tambahan nanas dan ikan segar membuat kuahnya tak amis.

Berlanjut dengan menu kepiting, ternyata bumbunya pun memiliki banyak varian. Biasa dengan kepiting lada hitam? Cobalah mencicipi kepiting tapal ketan, kepiting rebus, kepiting goreng mentega. Melimpahnya kepiting di Pulau Bangka menjadikan olahannya pun lebih variatif, namun tetap hampir sama bercita rasa manis berkat kesegaran kepiting.

Sotong juga banyak ditemui di Pulau Bangka, sehingga untuk lauknya ada sotong crispy yang dibalut dengan tepung garing dan dicocol bersama saus asam manis. Jika masih terasa kurang pedas menyantap lauk atau pesanan ikan bakar dan kepiting, pengunjung bisa meminta tambahan bumbu khas setempat yaitu jeruk kunci, kecap hitam dan potongan cabai merah.

es-kacang-merah
Es Kacang Merah, manis dengan susu kental manis putih dan santan, terus serutan esnya lembut padahal pakai mesin biasa

Usai makan siang dengan segala menu seafood, saya juga mampir ke sebuah kedai es kacang merah, Es Ayong yang masih terletak di pusat kota. Kedai es yang sudah ada sejak tahun 70-an ini dibuat dengan serutan es lembut, dibawahnya ada kacang merah besar dan dipadu sedikit santan serta lelehan susu kental manis.

Es kacang merah tak hanya ada di kedai Es Ayong, saat berkunjung ke warung Otak Otak Amui di Jl. Melintas no 23, Pangkal Pinang juga ditemukan menu es kacang merah. Tentu saja otak-otak cocok dipadankan dengan menyeruput es kacang merah, meski dalam kondisi cuaca hujan. Jika ingin lebih manis gurih bisa juga menambahkan alpukat di dalamnya.

Menjelang sore, jika belum puas mampirlah memesan bakmi Bangka. Terkenal dimana-mana bakmi Bangka ini pun bisa ditemukan di restoran yang ada di Menimbung Heritage Hotel, sebuah tempat yang kini menjadi salah satu ikon Kota Bangka. Di hotel ini, juga bisa ditemukan berbagai menu khas Bangka lain seperti lempah kuning dan jus nanas yang dijadikan minuman coktail.

membuat-martabak-tipis-begini-caranya
cara buat martabak tipis kering, garing gurih, enak banget

Bangka juga memiliki kuliner populer martabak. Nah, malam hari akan sangat cocok bila menjelajahi rasa asli martabaknya. Meskipun di Jakarta pun martabak begitu mudah ditemukan dengan berbagai rasa dan varian, martabak Bangka terbilang belum bisa dikalahkan.Dari segi rasa maupun ketebalan yang pas.

Salah satu kedai martabak manis dan telor halal yang harus dicoba, yaitu Martabak Acau 89 di Jl. Soekarno Hatta no 9. Ada lebih dari 40 varian rasa, mulai dari martabak manis dan kering dengan keju, kismis, jagung, wijen, cokelat, pisang sampai martabak telor bebek polos tanpa daging dengan ayam maupun kornet.

Sudah terbiasa dengan martabak keju, nuttela, atau martabak cokelat tobleron, saya pun penasaran dengan kelezatan martabak manis rasa pandan keju jagung.

dscn7165
bakar otak-otaknya begini ternyata…

Dimakan saat masih hangat, aroma pandan berpadu keju dan jagung manisnya membuat lidah rasanya meleleh. Tak cukup satu, bahkan bisa membuat ketagihan. Begitu juga dengan rasa martabak telur bebek daging ayam, hampir setiap gigitannya mengundang ketagihan.

Ah,…. kenyang mencoba semuanya. Ini serius belum semuanya, kalau mau tahu kuliner khas lain masih banyak, tapi waktu sehari nggak akan cukup. Berhubung turis wisatawan kalau mau ke Pulau ini sekalian nyebrang ke Belitung buat meng-explore wisata pantai yang lebih keren disana. Kuliner Pulau Bangka dan suasana malamnya harus tetap dicobain atmosfernya.

BANGKA BELITUNG - Indonesia, Liputan

Belitung, Pesona Pusat Batu Granit Dunia

Negeri Serumpun Sebalai, sebutan Bangka Belitung yang berarti Bangsa serumpun yang duduk dalam balai (tempat kumpul) yg sama. Keduanya merupakan dua pulau terpisah namun memiliki kesamaan akar budaya.

Dua pulau ini belakangan menjadi primadona kunjungan wisata, domestik maupun mancanegara. Terkenal berkat keindahan pantai yang diatasnya terdapat kumpulan batu-batu granit beraneka macam ukuran, mulai dari yang kecil hingga sebesar rumah.

Entah dari mana datangnya batu-batu itu tapi menurut cerita, Bangka Belitung adalah pusat batu granit dunia. Bila melihat lagi puluhan meter ke bawah laut, batu granit  hingga ke atas laut masih menancap lagi, mungkin lebih besar lagi. Menurut penelitian 12 km didasar permukaan belitung dipenuhi dgn batu granit, karena itu pernah akan dibangun bangka nuklir untuk pusat nuklir di indonesia yang pertama-tama dibangun di bangka namun sampai sekarang belum dibangun.

Batu granit di Bangka Belitung sudah ada sejak lama. Berkaitan dengan pusat granit dunia, garisnya sudah dimulai dari Brazil, di Negara-negara Asia, di Lampung di daerah pegunungan, tapi di belitung dimana-mana ada, bahkan digunakan untuk batu pondasi rumah. Menurut penduduk saking banyaknya batu granit, saat menggali sumur juga akan ketemu batu granit.

Banyak wisatawan yang keliru saat akan berkunjung ke tempat ini, kebanyakan mengira Bangka Belitung merupakan satu pulau. Ada pula yang mengira jarak antara Bangka dan Belitung cukup dekat, padahal butuh perjalanan laut lebih dari 4jam menggunakan jet foil untuk mencapai Pulau Belitung dari Bangka, sedangkan bila berangkat dari Jakarta menuju Belitung cukup dengan 45 menit perjalanan udara dari Bandara Soekarno Hatta.

1

Jika dibandingkan antara pantai di Bangka dan Belitung, pantai di Pulau Belitung jauh lebih indah. Seperti Pantai Tanjung Tinggi, pantai ini berjarak 31 KM dari kota Tanjungpandan, panjang garis pantainya mencapai lebih dari 20 KM. Pantai Tanjung Tinggi termasuk salah satu pantai yang indah di Belitung, maka tak heran syuting film Laskar pelangi dari Novel karya Andrea Hirata pun dilakukan disini.

Beberapa tahun belakangan memang Belitung banyak dilirik wisatawan sebagai tempat objek wisata. Menurut Edi Nasapta, salah satu Tourist guide di Belitung sebelum kemunculan film Laskar Pelangi sudah banyak wisatawan yang datang ke Belitung. Komunitas-komunitas tertentu seperti komunitas photografer dari luar negeri contohnya jepang, tapi saat ini sudah jarang. Setelah Film Laskar Pelangi siapa pun datang. Perkembangan pariwisatanya pun melonjak tinggi, mengalami kenaikan ribuan persen, banyak hotel2 bermunculan.

“Sekarang wisatawan domestik pun banyak yang datang terutama dari daerah jawa, jogja, surabaya paling terbanyak terutama jakarta,” ungkapnya.

Berada disebelah Pantai Tanjung Tinggi terdapat pula pantai Penyairan yang nantinya akan dibangun Museum Maritim Indonesia. Di bagian utara belitung, sekian puluh kilo meter hingga ke ujung Mungsang potensi wisatanya sudah digarap dan termasuk tempat tujuan tour pulau di Belitung.

Saat ini wisata di Belitung masih terbatas wisata bahari, seperti wisata pantai, menyelam, dan snorkling. Gugusan  terumbu karangnya memang tidak sebagus yang ada di Papua. Snorkling di sekitar pulau lengkuas masih sepersepuluh dari yang ada di Pulau Mindanau yang khusus untuk diving, hanya saja Belitung untuk alam bawah lautnya yang terbaiknya justru ada di belitung timur, daerah pulau mempaya. Daerah di Belitung Timur ini yang belum digarap. Padahal potensinya besar sekali.

Potensi yang besar itu memang sedang digiatkan pemerintah, salah satunya dengan menyelenggarakan even internasional Sail Belitung dan Sail Wakatobi yang dilakukan secara bersamaan pada 5-12 Oktober 2011 mendatang, pembukaanya dipilih oleh Presiden di Belitung. Ada banyak kegiatan dalam even Sail Belitung, seperti catur bawah laut yang dipersiapkan oleh Persatuan Olah raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI).

Diperkirakan akan ada banyak turis asing yang datang untuk berkunjung dalam even Sail Belitung. Tanjung Kelayang sebagai tempat mendarat ratusan kapal-kapal layar dari berbagai penjuru dunia sengaja dipilih karena keindahannya. Tanjung Kelayang dikelilingi pulau-pulau kecil. Disini ada 7 pulau yang dijadikan tujuan kunjungan turis. Seperti Pulau pasir, pulau kepayang, pulau Burung, dan pulau Lengkuas yang ditandai dengan mercusuar yang sudah dibangun sejak tahun 1882.

Potensi pariwisata di Belitung masih tak terhitung jumlahnya, belum semuanya tergali. Masyarakatnya pun hanya sekelumit kecil  yang mengandalkan ekonominya dari sektor pariwisata. Transportasi bagi wisatawan di Belitung pun belum terjangkau. Untuk berkeliling Belitung, wisatawan harus menyewa mobil yang harga sewanya bisa mencapai 500ribu per hari. (Dyah ayu pamela)