culinary, Kuliner, Liputan, SULAWESI - Indonesia

Kesegaran Si Asam, Jeruk Nipis – Kuliner di Poso dan Tentena

DSCN7327
Masakan yang simpel saja, cukup digoreng atau dibakar, kemudian diatasnya ditambahi bumbu irisan cabai dan tomat yang segar. 

Indonesia kaya akan wisata kulinernya, hal itu dapat dilihat dari cita rasa masakan yang punya beragam warna rasa. Termasuk di Sulawesi Tengah, Poso dan Tentena dua kota yang juga memiliki ciri khas masakan dengan rasa asam segar.

Ada beberapa menu yang dapat menjadi pilihan ketika kamu bertandang ke Poso maupun Tentena. Namun sajian ikan merupakan menu yang hampir tak pernah terlewat ada diberbagai warung makan sekitar kota dan desa ketika saya berkunjung kesana. Selain itu, para penikmat kuliner hampir akan selalu menemukan potongan jeruk nipis di meja makan, inilah yang menjadikan hampir seluruh cita rasa masakan di Poso dan Tentena memiliki rasa segar.

Ikan menjadi menu menarik di meja makan. Satu diantaranya Ikan Woku yang dimasak bersama kuah kuning, cabai merah besar, serta potongan sere. Rasanya begitu segar karena ada perasan jeruk nipis di dalamnya dan jangan khawatir tentang rasa amis ikan, hampir seluruh ikan di Poso yang berdekatan dengan pantai dan laut ini selalu didapati dalam kondisi segar.

Disamping olahan Ikan Woku dengan Bumbu Kuning ini beberapa menu ikan disajikan dengan cara digoreng maupun dibakar, kemudian di atasnya diberikan sambal atau irisan cabai beserta bumbu bawang merah dan bawang putih serta lagi-lagi perasan jeruk nipis. Hehehe 🙂

DSCN7331
Ikan Bumbu Kuning, semua ikan di Poso maupun Tentena selalu segar, lihat aja matanya dan karena segar ini maka tak amis.

Pilihan lain ada menu Kaledo yang merupakan hidangan sejenis sup atau makanan berkuah terdiri dari tulang sapi  dengan dimasak bening dengan bumbu cabe rawit yang telah dihaluskan. Bumbu-bumbu campurannya meliputi garam dan asam mentah yang terlebih dahulu direbus dan dilumatkan. Rasa asam dan pedas menjadi ciri khas dari makanan ini.

Bahan utama yang digunakan untuk membuat kaledo adalah tulang kaki sapi serta iga yang masih memiliki daging. Meskipun tulang dan iga keras, namun daging yang menempel sangat empuk dan juicy. Karena itu disebut dengan sup kaledo. Warna kuah kaledo pun agak kecokelatan bening.

foto (3)
Kaledo yang rasanya segar dan pedas itu.. seruput sum-sum tulangnya juga nyesss (apa kabar kalori)

Selain dagingnya yang untuk dimakan, kamu juga bisa menikmati sumsum yang ada di tulang sapi, menyeruputnya harus dengan sedotan plastik. Sumsum tinggal dihirup kuat-kuat sehingga langsung ke mulut tanpa belepotan memegangi tulangnya. Berhubung takut menjadi eneg, sum-sum nya nggak saya habiskan. Lemak semua saudara-saudara…. zzZzZZ

Sulawesi Tengah dan sekitarnya, juga memiliki semacam Papeda, yaitu makanan dari sagu yang ada di wilayah Timur Indonesia. Namun di Tentena ini dikenal dengan nama Dunui atau Dui. Sebagai tradisi kuliner turun temurun, Dinui dari kata “Dui” dalam bahasa setempat yang berarti Sumpit. Masakan khas dunui biasanya di sajikan di dalam panci besar.

“Di suku saya, suku Mori, Dui ini bentuknya sudah kotak dan cara memakannya dipotong-potong menyilang dengan sumpit itu. Diatasnya disiram kuah sayur dan ikan serta diberikan lagi daun kemangi dan jeruk nipis,” ungkap Lian Gogali, Pendiri dari Sekolah Perempuan Moshintuwu, saat menjamu di rumahnya.

DSCN7325
Sayur bening yang terdiri dari daun gedi, kacang panjang, dan jagung

 

Di banyak daerah makanan sejenis ini memang memiliki nama yang berbeda beda, di papua orang mengenalnya sebagai Papeda, di Luwuk Sulawesi Selatan, orang mengenalnya dengan nama Kapurung.

Menurut Lian, membuat Dui perlu adonan sagu dan air panas yang pas sehingga pembuatnya memang harus yang sudah ahli dan terbiasa. Dui sendiri terbuat dari tepung sagu, biasanya Dui diolah dari tepung sagu segar maupun sagu kering, namun pilihan terbaik adalah sagu segar, mengingat teksturnya yang masih lembut. Dui pun akan lebih mantap disantap disiang hari, apalagi dicampur dengan ikan kuah kuning dan sayur daun singkong.

Saat akan memasuki jalur lalu lintas Trans Sulawesi di sebuah rumah makan, juga dapat ditemukan menu sayur Daun Gedi. Menu ini terpengaruh dengan masakan dari Manado dan biasanya menjadi sayuran untuk dimasukkan kedalam bubur Manado dan juga sering ditemukan di Papua. Tak hanya di Indonesia, pada kepulauan pasifik, tanaman ini dimasak bersama dengan santan. Umumnya di Asia juga memasaknya dengan cara menumis dalam wajan bersamaan dengan beberapa suing bawang putih.

DSCN7412
sayur ini rasanya agak aneh dilidah saya, ada sedikit santan, kecombrang, dan daun khas, rebung…. hehehe cukup tahu aja

Tentu sayur Daun Gedi ini harus dicoba karena akan jarang ditemui di Jakarta. Selain menurut penduduk setempat Daun Gedi ternyata memiliki banyak khasiat terutama baik bagi ibu hamil. Diantaranya Daun Gedi kaya akan Protein, Vitamin A, tinggi Vitamin C, untuk ibu hamil daun gedi juga baik bagi janin, menambah produksi ASI, mengontrol kesuburan, menjadi obat sembelit dan anemia ibu hamil karena banyak zat besi di dalamnya, serta menurunkan tekanan darah.

Menu sayur lainnya yang juga dapat dicoba adalah Sayur Ganemo. Sayur santan ini sebenarnya berasal dari Maluku, berupa sayur bersantan dengan beberapa bumbu dan berisi daun melinjo dan taoge pendek. Namun yang ada di Poso, sayur Ganemo ini dicampur juga bersama labu dan rebung dengan bumbu seperti lengkuas. daun salam, santan. Di daerah Sulawesi Utara sayuran ini juga bisa ditemukan. Rasa Sayur Ganemo sendiri cenderung gurih karena santan dan ada cita rasa asam segar.

(dyah ayu pamela)

Advertisements
JAVA - Indonesia

Good Morning Bandung – Dusun Bambu

DSCN4006
Pemandangan sawah seperti di desa, pagi yang masih berkabut di Dusun Bambu

Hanya tiga jam dari kota Jakarta, Bandung sering menjadi tempat pelarian melepas penat. Weekend di Bandung sudah pasti macet, itu resiko. Melawan kantuk dan rasa lelah, pagi itu sekitar pukul 7 sampai juga kami di sekitaran Bandung atas. Melewati jalan meliuk-liuk yang saya tak hafal rute-nya, here we are Dusun Bambu….

Dusun Bambu punya banyak pemandangan pohon, menjulang tinggi. Disini kamu juga bisa melihat restoran dengan konsep unik, yang romantis buat dinner. Kantinnya seperti halnya kalau lagi ke Eat and Eat di Mall Jakarta, tapi mereka punya mata uang sendiri yang bisa ditukarkan. Makan di kantin ini harus nunggu jam 10 pagi dulu baru buka 🙂 🙂 secara aku dan kawan-kawan datang kepagian jadi kami foto-foto dulu.

ini restonya yang tersendiri dan harus pesan tempat dulu... unik
ini restonya yang tersendiri dan harus pesan tempat dulu… unik

Sambil menikmati hawa dingin Bandung bagian atas, ngopi-ngopi cantik, cobain kulinerannya yang beragam dari makanan tradisional sampai ice cream Singapura (ngapain jauh-jauh ke Bandung nyobain ice cream uncle)…Cobain makanan khas Betawi seperti kerak telor atau Mie Kocok Bandung.

SONY DSC
Ini yang kubilang semacam bungalo untuk dinner itu…

Sedapppp….. mereka sudah punya standart rasa enak yang sama, jadi nggak khawatir soal rasa ya…. Kuliner memang nggak ada matinya, tapi entah mengapa saya lebih tertarik dengan street food di jalan-jalan seputaran Bandung.

Batagor atau ketupat tahu, yang kalau tanya ke lambung mereka pasti teriak kalau nggak muat semua itu untuk dicerna dalam sekejap. Di mobil aja saya sama Ika (salah satu temen barengan trip kali ini), sudah janjian mau nyobain ini itu, tapi karena berdua makan-nya sedikit kita sepakat untuk ngabisi sepiring berdua aja 😀

Di Dusun Bambu kamu juga bisa beli oleh-oleh khas Bandung… (kalau saya lagi nggak mood beli) dan lebih sibuk dengan pemandangan taman bunga-bunga ….. zzzZzZzzzzzz terus ngopi-ngopi sambil bengong duduk.

Bunga-bunganya bagus
Bunga-bunganya bagus

Sambil ngantuk juga soalnya semalaman nggak tidur… mata sembab banget. Bandung walau bagaimanapun selalu jadi tempat pelarian yang tak membosankan, sekedar tancap gas aja lewat Tol Cipularang.

Kalau saya bilang Dusun Bambu ini cocoknya dikunjungi untuk family gathering, karena fasilitasnya ada taman-taman dan area permainan bagi anak. Mungkin cuma area bungalow untuk dinner yang pas buat acara makan malam romantis…. (lalu jadi kepingin)

How to Get There??? Konsentrasi saya kabur. Jalan ke Dusun Bambu cukup ditempuh sekitar 30 menit dari pintu Tol keluar. rutenya….. lupa…. bisa googling mungkin. (Lalu ditimpuk pembaca. hehehe :D).

Tapi kamu yang betul-betul mau kesini merasakan udara segar Bandung patut bela-belain… googling ya, pakai aplikasi Waze buat instruksi mencapai tempat itu, rute-nya akan mudah.

Taman bunga-bunga dimana-mana, kesini lagi yuk ……..