Liputan, Singapura - Asia Tenggara, story, The Journey, Traveling

Random Walking Singapore – Arab Street dan Haji Lane

Awal September 2018 kemarin karena kesempatan tugas liputan di Singapura, aku menyempatkan waktu mengeksplore beberapa lokasi buat berwisata singkat sebelum balik ke bandara Changi. Beberapa hal random berikut ini mungkin bisa jadi inspirasi mengisi waktu sebelum malamnya jadwal terbang kembali ke Indonesia, yuk guys simak apa aja?

(1) Nemenin Travelmate yang Belum Pernah Coba Naik MRT

Punya waktu hanya selepas jam makan siang hingga sore pukul 5, jadilah aku bareng teman trip media kali ini, Elang dari Metro TV News, random walking ke beberapa site turis yang lagi hits. Mumpung banget dikasih free time, lalu aku ajakin travelmate kali ini untuk cari foto-foto yang Instagramable. Elang yang belum pernah nyobain moda transportasi MRT langsung aku suggest buat coba, eh dia nurut, hehe.

MRT card
MRT tiket sekali jalan

Hotel tempat kita menginap di Marina Bay Sands, jadi lokasi stasiun MRT yang terdekat adalah Bayfront. Lalu dari google kami dapat petunjuk untuk turun di Stasiun Bugis yang cuma berjarak 2 stasiun saja, sebagai tempat terdekat menuju Haji Lane Street. Tarifnya sekitar $ SGD 3 untuk perjalanan bolak balik.

biar tidak pusing naik MRT ya kita hanya perlu mengikuti garis lajur warna yang sesuai aja. Aku sih saran lebih baik jalan kaki daripada naik MRT kalau jaraknya hanya 2 stasiun hehe.. jauhan gitu mestinya jadi terasa lama.

(2) Nyasar Ke Arab Street, Sholat di Masjid Sultan

Perjalanan ke Haji Lane Street ternyata membuat kita sedikit berputar-putar dan justru malah kita menemukan kampung Arab atau Arab Street dan Masjid Sultan yang bisa jadi ide menghabiskan waktu berkuliner asik atau sekedar mampir untuk solat zuhur sejenak. Dengan kota Singapura yang terik mataharinya ketika itu di atas 30 derajat, seketika usapan air wudhu menjadi kesejukan yang didamba-dambakan.

Sultan Masjid di Singapura
Masjid Sultan di seputaran Arab Street

Sempat khawatir tidak boleh masuk masjid, karena aku tidak berkerudung dan saat itu bajuku lengan pendek. Tapi ternyata kali ini tidak ada ibu-ibu India yang ngomel-ngomel nyuruh aku pakai hijab seperti waktu aku ke Malaysia 2013 silam. Justru Masjid sedang ramai-ramainya dengan turis, bahkan juga yang bule.

Mungkin sudah terbiasa kedatangan turis, justru Masjid Sultan di Singapura ini jadi tempat edukatif untuk mengenalkan Islam kepada turis yang non muslim juga. Tahu sendiri kan gimana pakaian ala turis. Disini disediakan jubah gitu lalu malahan masjid ini jadi tempat mereka berfoto-foto.

Alhamdulilah bisa kesempatan solat disini dan ternyata ketemu dengan banyak orang Indonesia lainnya yang memang statusnya kerja di Singapura. Lalu aku tegur setelah dengar percakapan mereka dengan sesama teman. Indonesia yes? Dari daerah mana? Rasanya senang bisa bertemu teman sebangsa saat ada di luar.

(2) Belanja Pasmina di Arab Street

Karena saat berangkat sudah makan siang dalam versi buffet di Rise, Marina Bay Sands sudah bisa ditebak, nggak kuat lagi kalau harus kulineran. Walaupun agak kesel karena sepanjang jalan di Arab Street itu ada banyak kios dan restoran yang menyediakan makanan ala Arab gitu. Sudahlah… elus-elus perut, kepiting Singapore sama mantau sudah dicerna disana, juga cappucino, beserta buntut sapi, menu makan siang tadi.

Akhirnya aku malah tertarik belanja pasmina, niat beliin nyokap aja biar senang hatinya. Banyak pilihan, tapi beberapa yang dijual mirip dengan yang ada di Tanah Abang. Harganya variatif, yang bahannya bagus tentu lebih mahal di atas $ SGD 10. Eh tapi aku menemukan toko yang sedang diskon. Kualitas dan motif pasmina-nya lumayan dan bisa didapat dengan harga $ SGD 3 saja.

(4) Membayar Rasa Penasaran ke Haji Lane Street

Ini tujuan awal kami, buat foto-foto seru disini, eh tapi justru setelah sampai sini males.. hahaha habis orang-orang ngantri buat foto. Saking sudah terkenalnya kawasan ini buat foto Instagramable ya jadi antri buat foto aja 😂🤣.

Sebenarnya Haji Lane hanyalah sebuah gang sempit yang disana ada banyak kafe maupun restoran dan toko. Namun karena ada banyak mural di dinding restoran dan tiap venue ya jadi lucu buat tempat foto-foto. Ada banyak orang kesini sepertinya memang hanya niat untuk foto. Saranku sih mending dateng pas lagi sepi, pagi-pagi. Kalau siang toko dan cafe sudah buka, agak ramai. Setelah dicek lagi, harga barang dan makanan disini juga jadi lebih mahal dibandingkan gang sebelah 😂. So, kalau sudah tahu begini apa kamu masih mau berniat untuk ke Haji Lane?

Advertisements