culinary, Kuliner, Liputan, Malaysia - Asia Tenggara, story, Traveling

Lima Rekomendasi Kuliner Malam di Petaling Street

Setelah enam tahun saat pertama kali ke Malaysia tahun 2013 silam akhirnya aku berkesempatan lagi buat menyambangi Kuala Lumpur (KL)! Sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan Negeri Jiran, jika bukan karena ada business trip alias perjalanan dinas a.k.a liputan 2 hari untuk peluncuran ponsel gaming Black Shark di KL.

Curi-curi waktu setelah liputan beres akhirnya kulineran aja deh malam-malam ke Petaling Street. Aneh juga sih, sebenarnya aku tuh nyari lokasi lain untuk dijelajahi melalui maps karena dulu sudah pernah ke Petaling Street. Mulanya ke Pasar Seni, tapi ternyata lokasi dekat sekali berjalan kaki ke Petaling Street yang juga merupakan kawasan China Town dan masih ramai padahal jam di tangan hampir menujukan pukul 21.00 waktu KL.

Ternyata beda lho atmosfer pagi menuju siang dan malam di Petaling Street. Setelah merasakan suasana yang beda aku malah menyarankan kalian yang pemula banget backpackeran keliling Asia Tenggara buat kulineran malam aja di Petaling Street dan cobain 5 rekomendasi kuliner berikut!

(1) Makan di Restoran Kim Lian Kee

Ini restorannya guys, di luar aja makannya sambil menikmati suasana malam

Teman-teman serombongan liputan dari Jakarta makan di sini, lokasinya gampang banget dicari dari depan plang Petaling Street lurus aja terus lalu belok kanan berdekatan dengan penjual Chesnut Berangan. Menunya ada aneka jenis mi, nasi goreng, jenis-jenis makanan Chinese kebanyakan. Halal apa nggak? Nggak yakin hehe karena buatku kalau restoran Chinese aku nggak berani coba dan pastikan kehalalannya. Rekomendasi aja buat kalian yang non muslim bisa kok makan di sini.

(2) Ngemil Chestnut Berangan

Ini ibu penjualnya dan beginilah bentuk kacangnya

Dari namanya aku penasaran, ini kacang berangan? Nggak banyak mikir langsung beli walau harganya 7,5 MYR kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 3600 per 1 Ringgit jadi Rp 30.000 dan itu nggak dibohongin kok karena ada tulisan harganya dipapan. Penjualnya adalah ibu-ibu Melayu campuran Chinese karena matanya sipit. Aku nggak banyak tanya karena keburu penasaran coba, eh ternyata enak.

Jadi kacang berangan ini besar juga ukurannya, kulitnya pun keras makanya diroasted alias dipanggang gitu. Makannya enak selagi panas anget-anget. Agak susah membuka kulitnya dan lumayan capek ngegigitin tapi seru dan rasanya enak, walau lama ngabisinnya sambil keliling cari kulineran lagi habis juga dimakan berdua. Hehe

(3) Beli Air Mata Kucing

Air mata kucing, minum manis pas malem-malem. Ohya kamu bisa pilih dengan es atau tanpa es

Minuman yang serasa nostalgia, karena waktu ke sini 6 tahun yang lalu saat matahari terik dan cuaca panas-panasnya minuman inilah yang benar-benar terasa menyegarkan di tenggorokan. Harganya sekitaran 2,5 MYR atau setara Rp 15.000 saja. Rasanya manis seperti liang teh gitu dengan ada cincangan buah seperti kelengkeng di dalamnya. Mau siang atau malam menurutku tidak masalah minum ini tetap segar. Harus cobain banget selagi jalan-jalan ke Petaling Street dan cari oleh-oleh.

(4) Kim Soya Bean

Kim Soya Bean pasti bikin kenyang

Masih cari minuman? Di Petaling Street ada juga nih es susu kedelai alias Kim Soya Bean yang sudah terkenal itu. Cocok buat yang ingin malem-malem lapar tapi males makan dan ingin tambahan nutrisi dari protein nabati hehe. Menurutku harus banget coba, tapi kalau masih kenyang bisa keliling dulu deh muter-muter biar laper dan haus lagi terus beli Kim Soya Bean.

(5) Beli Sate-Satean

Dipilih-dipilih satenya, ini temen liputanku Galuh yang bisa makan sate babi

Masih laper tapi ya nggak laper banget, bisa nih beli sate-satean di Petaling Street. Nah, selain ada berbagai jenis sosis, kepiting, ayam, temenku di sini juga ambil sate babi merah FYI aja karena dia protestan jadi halal makan itu. Hehe kalo aku nggak boleh, cukup dengerin komentarnya aja gimana rasanya. Katanya ini babi nya manis. Nelen air liur deh kakak hehe.

Saat dateng kamu bakalan dikasih piring buat menaruh sate yang dipilih. Terus penjualnya akan grill satenya tapi ada yang digoreng juga sih dicampur bumbu dan tepung terlebih dahulu. Kelihatannya enak, cuma karena ada babinya aku ga beli. Kan kena minyaknya pula walau nggak makan.

Jadi itulah guys, 5 rekomendasi buat kulineran malam di Petaling Street saat kamu ke Kuala Lumpur. Masih banyak restoran sebenarnya, namun karena waktu terbatas kan.. bisa lho mampir lain kali (kalo ada yang bayarin tiket pesawat sama hotelnya) kwkwkw.

Advertisements
BANGKA BELITUNG - Indonesia, Indonesia, Liputan, Traveling

Berkenalan dengan Tarcius, Primata Purba Pulau Belitung di Bukit Peramun

Setelah delapan tahun, akhirnya kembali menginjakan kaki ke Tanah Belitong. Sungguh penasaran satu windu lamanya, ada perubahan apa di pulau penghasil timah ini?

Penerbangan pagi, setelah subuh pesawatku berangkat dari Jakarta. Perjalanan berkesan atas undangan peliputan dari Kementerian Pariwisata untuk mengikuti rapat koordinasi lintas sektor menuju Belitung menjadi Geopark Dunia oleh UNESCO ini termasuk kunjungan lapangan mendatangi berbagai objek wisata baru di Pulau Belitung.

Nah, aku bakal buat beberapa seri tulisan untuk objek wisata terbaru di Pulau Belitung. Pertama banget yang menurutku paling menarik adalah saat bertemu tarcius, si mahluk purba yang diklaim menjadi primata yang selamat melewati zaman es. Hmmm penasaran kan?

Matanya bulat lebar, dengan hidung yang lucu serta menarik untuk dilihat. Imut-imut, mungkin kalau dipegang hanya segenggaman tangan kita. sekilas kepalanya mirip burung hantu, tapi bukan. Anehnya lagi, kaki dan tangannya ada mirip kekelawar. Si tarcius juga bisa memutar kepalanya hingga 180 derajat, jadi makin gemes rasanya melihat hewan purba ini.

lihat matanya yang bulat, ini cahayanya over ya, karena mode malam

Buat kamu yang belum kenal sama tarcius, yuk kita kenalan dulu. Tarcius Bancanus Saltator atau dalam bahasa lokal Belitung disebut dengan “Pelilean” jenis tarcius yang baru ditemukan dan masuk dalam daftar appendix dunia melengkapi beberapa jenis tarcius yang sudah teridentifikasi sebelumnya. Variasi spesies ini juga ditemukan di Sumatera, Borneo, Sulawesi, serta ada di Pulau Bohor, Samar, Mindanau, dan Lyte (di Filifina).

Tarcius di Belitung ini menurut cerita berbeda dengan jenis tarcius di daerah lain. Gigi-giginya tajam karena hewan purba ini katanya sempat terjebak saat zaman es. Kalo dipikir-pikir kok bisa? iya bisa dong, bila membaca lebih jauh sejarah pulau belitung yang bisa punya batu-batu sebesar raksasa itu juga ada versi cerita kalau batu-batu itu merupakan batu meteor yang jatuh jutaan atau mungkin ratusan tahun yang lalu.

Sebaran tarcius dari zaman purba berkaitan erat dengan masa es akhir Pleistosene di Sundaland kita-kira 22 ribu tahun yang lalu. Pulau Jawa terhubung dengan daratan Kalimantan, Sumatera, dan Asia Tenggara oleh es. Tarcius kemudian berpindah ke tempat lain melalui es beku tersebut. Ketika es mencair hewan ini terjebak di wilayah daratan yang tersisa. Makanya tau-tau ada di Belitung.

Lanjut ke tarcius lagi. Si tarcius yang ada di Belitung juga dibedakan berdasarkan morfologi dengan tipe rambut padat tidak masif, punggung berwarna abu-abu dan tidak adanya duet vokal di pagi hari (Shehell, 2008; Groves and Shekelle, 2010; Fodgen, 1974; Yustian, 2007).

Batu-batu besar nan unik di Kepulauan Belitung jadi latar foto yang menakjubkan kalau berwisata ke Belitung

Makanya aku nggak kaget juga saat berkunjung ke beberapa situs geopark yang sedang dikembangkan pemerintah untuk dijadikan objek wisata Belitung ada beberapa tempat seperti rawa kenozoikum Tebat Rasau yang kondisi ekosistemnya setelah diteliti juga menarik, serta ada spesies ikan purba yang hidup disekitarnya.

Nah si tarcius ini bisa kamu lihat dengan mengunjungi Bukit Peramun, salah satu objek wisata baru yang ada di Belitung. Menurut penduduk sekitar, nama peramun didapat dari kata peramuan yang memang tempat ini merupakan hutan tempat warga mencari tanaman-tanaman obat atau disebut ramuan.

Buat kamu yang ingin ke Belitung bisa mulai mencoba atraksi ini yang sudah mulai ditawarkan agen pariwisata lokal dengan harga Rp 100.000 per orang. Waktu kunjungan untuk tarcius watching ini malam hari pukul 18.30-21.00, tapi sejak siang kita bisa mengunjungi Bukit Peramun dulu yang ada lokasi melihat pemandangan hutan dari atas bukit.

Ada aturan untuk tidak berisik, jumlah orang yang melihat juga dibatasi sekitar 5 orang saja. Karena makhluk malam ini juga perlu dipancing untuk keluar dan kita akan selalu ditemani pemandu. Disarankan tidak memakai lighting saat memotret dan nggak bisa terlalu lama juga kalau kita mau foto-foto. Menurutkku akan kasian si tarcius, matanya pun hampir berair karena melotot terus nggak berkedip.

Ohya beda lagi ya kalau kamu juga ingin mengunjungi Bukit Peramun, bayar lagi Rp 160.000 per orang dengan waktu kunjungan pukul 09.00 – 17.00. Biaya ini sudah termasuk asuransi, 1 botol minuman, makan siang, pemandu. Nggak rugi lho wisata ke Bukit Peramun yang jadi lokasi geosite ini. Kamu bakal dapet pengalaman menjelajah wisata geologi tingkat dunia berupa batu granit TOT dan keanekaragaman hayati, dengan khasiatnya untuk pengobatan.

lihat deh muka lucunya, ekspresi awkward mirip kita kalo lagi tiba-tiba disuruh pidato di depan kelas waktu jaman sekolah. Hahaha

Sekalian ya di artikel ini aku kasih tips kalau mau jalan-jalan ke Belitung:

(1) Menggunakan travel agent. Kamu akan lebih menikmati waktu liburan dan punya koleksi foto yang bagus untuk postingan social media. Penting banget kan zaman sekarang, hehe ๐Ÿ™‚

(2) Selain itu sebaiknya pergi dengan rombongan, sekitar minimal 6 orang ya supaya harganya tidak terlalu over budget di kantong kamu. Jadi memang ajaklah keluarga kamu atau bisa juga temen se-gank yang deket banget buat liburan kesini.

(3) Say No to Solo Traveling. Jangan sendiri aja perginya, solo traveling kurang asik sih kalo tujuannya ke Belitung, kamu pun kalau traveling ke Belitung mesti sewa kapal dan mengunjungi banyak pulau. Walaupun bisa sewa motor atau bisa berbaur dengan orang lokal tapi, percaya deh kata aku. Jangan pergi soloing.

LIFE, story

REVIEW – Pengalaman Beli Sepatu Online di Web Nike Global

Percaya nggak kalau segala sesuatu di dunia ini nggak ada yang kebetulan? Kutipan yang aku dapet dari seorang penulis kenamaan Paulo Coelho. Hmm.. kata-katanya dalam dan buat siapa pun bisa jadi terbawa perasaan.

Ini nggak ada hubungannya sih sama perasaan, tapi kok seperti nyambung aja di kehidupan nyata. Kita sering mengafirmasi keinginan kepada semesta lalu entah bagaimana semesta mengirimkan apa yang jadi keinginan itu ke kehidupan kita. Serius nih nggak bohong, karena aku memang sudah lama banget kepingin beli Nike Cortez tapi di store offline mereka sudah tidak tersedia.

Lama setelah keinginan itu diabaikan justru datang lewat sebuah email promosi diskon yang tumben-tumbenan aku kesempetan baca. Padahal sedang sibuk-sibuknya. Apakah itu kebetulan? Percaya nggak sih kalau itu juga bukan kebetulan?

Akhirnya berkat news letter Nike aku lihat-lihat web mereka dan membandingkan harga di situs belanja online lainnya ๐Ÿ˜‚. Klik demi klik, ukuran, zoom in zoom out bahan sepatu sampai bandingin juga sama model sepatu Nike lainnya.. akhirnya ku putuskan untuk ambil resiko membeli di situs Nike Global.

NOTE PENTING TAMBAHAN :

Setelah postingan blog ini berbulan-bulan dibaca orang.. yang visitornya dua ratusan orang per minggu, banyak yang nanya itu pake pajak?? Asli aku gak dikenain pajak waktu beli bulan April dan Mei 2019 lalu. Tapi setelah nyoba mau beli lagi ada tagihan pajak yang jumlahnya lumayan besar juga Rp 300-500 rb-an. Entah ini kenapa bisa berubah?? Beruntung dong dulu 2 kali bisa free tax ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Cara Belinya di situs Nike Online :

(1) Punya akun Nike, bisa daftar dulu dan log in dengan email yang lagi aktif.

(2) Pilih sepatunya, ukuran, warna, bla bla bla

(3) Isi alamat lengkap, nomor telepon bla bla bla pokoknya ikutin intruksi di web

(4) Bayarnya ternyata pakai Kartu Kredit hahaha, VISA atau MasterCard, atau PayPal, btw karena aku nggak punya kartu kredit pakai Jenius BTPN buat bayarnya, alias pakai debit cash.

Ini form saat pemesanan

Jangan lupa kalau sudah pilih, pesan dan bayar pantengin juga email kamu. Karena pemberitahuan apakah barang sudah terkirim dan informasi lainnya hanya diberikan via email. Tapi mereka punya costumer service yang bisa dihubungi dan tentu saja komunikasinya dengan bahasa Inggris. FYI aku baru tahu setelah lihat track order ternyata barang dikirim dari Nike Global yang base-nya di Singapura. Pantes lama banget

Ini sepatu pesananku saat sudah sampai, nggak ada cacat hanya salah ukuran jadi aku return

REVIEW aku :

Positifnya

(1) Keuntungan beli di online store Nike Global menurutku kamu bisa dapetin koleksi sepatu Nike yang di toko offline mereka sudah jarang ada.

(2) Selain itu ini gratis ongkos kirim ya kawan, jadi walau jauh di antah berantah kamu nggak kena biaya tambahan hanya harga sepatu saja

(3) Kamu juga bisa dapetin harga promo dan barangnya dijamin asli dong.

(4) Selain itu barang kamu kalau tidak sesuai bisa di return dan refund, jadi aman banget transaksinya. Seperti kejadian aku beli kemarin, salah ukuran belinya 5 untuk US kan kekecilan. Pihak Nike juga nggak bikin harus susah payah return kita diterima.

(5) Saat return, ada instruksi di email caranya bagaimana. Jadi aku nggak usah repot kirim ke Nike Global lagi yang ada di Singapura. Kurir mereka yang akan datang ke rumah buat jemput barang yang akan di return. Jadi kemarin aku hanya tinggal print saja return page yang ada di email lalu tempel di kardus Nike.

Anyway meski salah ukuran dan sudah aku rerurn dan refund uangnya aku nggak kapok belanja. Malah aku bakal beli bulan depan Nike yang sudah lama aku incer tapi dicari di toko offline tidak ketemu, sabar-sabar aja mungkin setelah lebaran baru sampai di rumah dan bisa dipakai.

Track record barang dari pemesanan hingga sampai

Negatifnya:

(1) Barang pesenan kamu lama banget sampainya, aku hitung bisa 3 minggu ya sampai rumah. Terhitung 1 bulan kalau ternyata kamu return dan refund sampai pengembalian uang. Tapi semua sudah diperkirakan di track record pengiriman, jadi tenang aja.

(2) Dengan resiko males return dan ganti beli yang lain mungkin akan merepotkan bagi sebagian orang. Kalau aku santai aja, waktu harus refund uang aku dikembalikan lagi walau nunggu sekitar 3-5 hari kerja. Itu aja sih sisi nggak enaknya di luar itu menurutku beli sepatu di situs resmi Nike Global bisa jadi pilihan untuk orang yang sabar. Hehe โœŒ๐Ÿป

LIFE, love, story, The Journey

Menjelang Panggilan Adzan Tiba

Hujan masih turun deras, terdengar seperti rintik-rintik besar. Hujan awet namanya. Disisipi suara adzan menggema. Dalam hati diam-diam aku berdoa. Katanya doa saat hujan itu bisa terkabul. Hujan jadi saat yang mustajab buat berdoa.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, mungkin saja sudah hampir enam bulan. Kebiasaan ku berdoa di tengah hujan, di waktu adzan sampai waktu iqomat, saat berbuka puasa, dan di hari Jumโ€™at mendekati waktu magrib.. cuma berharap satu doa terkabulkan, tidak lebih tidak kurang.

Ku syukuri dan ku nikmati suara air langit perlahan berjatuhan. Kadang-kadang aku membayangkan bagaimana cara dia datang dari langit sampai ke bumi. Seperti semua keajaiban-Nya selama ini. Aku belum berubah pikiran. Aku masih yakin bahwa akan terwujud. Kita hanya tidak perlu memikirkannya karena itu di luar dari logika kita, kita cukup mempercayai-Nya karena tiada yang tidak mungkin bagi-Nya.

Beberapa hal yang ku pelajari dari hujan. Dia rela jatuh, dia bisa jadi bermanfaat, atau dia bisa menjadi musibah. Beberapa pemahaman lainnya yang menenangkan hati. . Bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu pun yang kebetulan bagi-Nya. Semua ada artinya. Yang kan jadi milik akan jadi milik, walau tidak mencarinya dia akan datang pada mu. Sementara yang bukan milik walau ku kejar dengan berlari tak akan jadi milik ku walau aku begitu menginginkannya. Berusaha atau tidak, semuanya sudah jadi ketetapan-Nya yang terbaik untuk terjadi. Syukurlah ๐Ÿ™๐Ÿป

Semua hanyalah keinginan-Nya yang terilhami oleh kita.. hati kita yang digenggam oleh-Nya, kita yang bergantung hanya kepada-Nya, satu-satu-Nya.

Allah Taโ€™ala berfirman, โ€˜Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.โ€ (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)

culinary, Liputan, Singapura - Asia Tenggara, story

Mencoba Impossible Foods di Marina Bay Sands Singapura

Patty yang dibuat dari tanaman juga biji-bijian, tapi serius rasanya mirip daging kornet mentah

Yeahhh! Jalan-jalan lagi ke Singapura, diundang lagi untuk nyobain makanan-makanan enak ๐Ÿ˜œ.. Siapa yang bakalan nolak? Kali ini tema besarnya “Sustainable Environment” yang mungkin kita nggak nyangka, nggak tahu, karena hanya melihat sisi modern Marina Bay Sands.

Aku penasaran juga saat diberikan background dan itinerary karena mereka menyebut Impossible Foods. Hmmm, apa itu? Boleh di klik dulu … jadi Impossible Foods ini semacam start up di Amerika sana yang project-nya mengerjakan olahan makanan dengan basis tanaman namun rasanya seperti daging. FYI katanya lagi booming banget untuk mengurangi konsumsi daging merah.

Sebutlah bentuknya patty, rasanya pun mirip seperti halnya sedang makan cincangan daging sapi. Tapi siapa yang bakal nyangka? Aku pun tidak, ternyata isian burger yang ada di restoran CUT by Wolfgang Puck salah satu restoran celebrity chef di Marina Bay Sands Singapura ini berbahan dasar sayuran dan biji-bijian, sama sekali tidak ada unsur daging di dalamnya. Wow. Very awesome!

Impossible food, sebuah kreasi terbaru di Marina Bay Sands Singapura untuk kulinernya bagian highlight program sustainability enviroment. Dengan tiga restoran celebrity chef kenamaan yang ada di tempat ikonik Singapura ini yaitu di Adrift by David Myers, Bread Street Kitchen milik Chef Gordon Ramsay, dan CUT by Wolfgang Puck. Para penikmat kuliner maupun traveler yang singgah di Singapura bisa mencoba sisi lain kelezatan Impossible Food ini. Penasaran banget kan?

Aku beruntung banget bisa coba! Impossible Foods dari tiga restoran yang pertama dari delapan restoran yang akan menggunakan Impossible Foods di Marina Bay Sands Singapura. Plant-based beef dari Impossible 2.0 ini tidak mengandung gluten, kolesterol, dan animal hormone maupun antibiotik. Impossible foods dibuat dari daging nabati yang bersertifikat halal serta protein dan rasa leghemoglobin protein kedelai, suatu molekul yang menghasilkan rasa “daging”, sehingga walaupun sama sekali tidak dibuat dari daging rasanya hampir tak bisa dibedakan dengan daging.

Pertama aku diajak untuk mencoba menu di restoran Bread Street Kitchen (BSK) by Gordon Ramsay. Executive Chef Sabrina Stillhart dari BSK membuat tiga menu salah satunya yaitu The Impossible Flatbreat yang seperti pizza ini menjadi makanan pembuka. Adonan pizza tipis diberi berbagai topping yang terasa seperti daging namun sebenarnya terbuat dari tumbuh-tumbuhan.

โ€œThe Impossible Foods kita ciptakan sebagai tambahan untuk menu diet yang ditawarkan disini. Meski dibuat dari bahan dasar tanaman, rasanya tetap seperti daging yang kaya rasa dan tekstur yang tentu akan disuka para pecinta daging,โ€ kata Chef Sabrina, sambil masak.

Tentu buat kamu yang sudah mengenal restoran ternama BSK by Gordon Ramsay, tahu dong kalau disini signature dishes yang terkenal adalah Beef Wellington. Nah, sajian ini kemudian dimodifikasi menggunakan daging patty dari Impossible Foods yang berbasis sayuran. Rasa daging di dalam adonan pastry renyah tetap terasa dalam tiap lapisnya, menu ini pun bisa jadi pilihan untuk vegetarian dan pecinta kuliner yang sedang mengurangi asupan daging merah. Disini ada juga kreasi The Impossible BSK Burger yang patty nya berbasis tanaman, dibandingkan dengan menu The Impossible Wellington tekstur dan rasanya sangat juicy seperti halnya menikmati burger berbasis olahan daging sapi.

The Impossible Sausage Roll sebagai salah satu jenis favourite Aussie comfort food

Karena takut kekenyangan, aku hany makan dua slice saja hehehe.. lalu berlanjut ke restoran Adrift by David Myers yang membuat The Impossible Sausage Roll sebagai salah satu jenis favourite Aussie comfort food. Hidangan sausage roll meski memakai bahan berbasis tanaman tetap terasa enak, bahkan tidak akan ada yang menyangka kalau isiannya bukan dari cincangan daging.

Perpaduan rempah seperti bawang putih, bawang merah, bubuk pala, ikut memberi rasa sedap sausage roll terasa tradisional berpadu lapisan pastry yang dipanggang dengan sempurna. Ini sih menurutku yang bikin beda dibanding The Impossible Wellington di restoran BSK by Gordon Ramsay, rasanya lebih berempah ada harum rosemary bahkan yang bisa aku cium juga bawang putih.

Dipanggang dulu dong patty-nya

Belum kelar nih petualangan kuliner hari itu, lanjut lagi jalan ke restoran CUT by Wolfgang Puck, kamu bisa menemukan burger mini dari Chef Joshua Brown yang mengkreasikan The Impossible Sliders menjadi remake dari signature restoran ini sebelumnya yaitu Mini Kobe Beef Sliders. Tiap gigitan patty terasa lembut dengan rasa dan aroma habis dipanggang yang menggoda pecinta burger. Meski isianya hanya party berbasis tanaman, keju dan saus tomat sederhana tanpa sayuran rasanya tetap sempurna.

Rasanya penasaran dan langsung ingin coba tentunya? Langsung saja kunjungi Marina Bay Sands di Singapura untuk menjawab rasa penasaran kami. Harga tiap menu tadi bisa didapat mulai dari $ 14 – 25 Dollar Singapura.

Ini burger saat masih ditata, btw burgernya mini aja

Singapura - Asia Tenggara, Traveling

REVIEW – Rekomendasi 7 Restoran di Marina Bay Sands, Singapura

Pemandangan Malam di Singapura

Ikon kota Singapura, salah satunya yang harus traveler sambangi adalah Marina Bay Sands. Sebuah mall sekaligus hotel, juga ada kasino, dekat lokasi museum dan punya fasilitas lengkap dengan kesan luxurious. Aku mau kasih bocoran nih, rekomendasi setelah makan dan nyobain makanan disana jadi mau aku review di blog.

Ada beberapa restoran di Marina Bay Sands Hotel dan aku juga tulis yang harganya affordable di bagian Mall Marina Bay Sands, jadi walau kalian traveler misalnya tidak ingin menginap tetap boleh lho makan di salah satu restoran ini dan bisa dapetin view bagus dari lantai atasnya. Juga kalau hanya muter-muter disekitar mall bisa makan disini dengan lebih terjangkau. Hmm, apa aja restorannya dan gimana rasa makanannya yuk langsung disimak!

(1) Sarapan di Club 55, Lantai 55 Marina Bay Sands

Ada restoran Club 55 yang bisa jadi pilihan sarapan kamu di lantai 55 kalau lagi menginap di Marina Bay Sands. Buffet makanan disini terbilang lengkap, ada menu Asia sampai Barat, apalagi menu Jepang dan Cina seperti sushi, sup miso, dim sum, siomay, juga yogurt, aneka keju.

Pemandangan dari Club 55 sambil nyobain miso soup

Standart hotel bintang 5 lengkap dan rasanya jangan ditanya lagi. Sambil sarapan kamu bisa memandangi kota Singapura dari atas. Indah, saat hari cerah. Tapi seringnya Singapura agak kelabu langitnya. Aku saran kamu pilih Club 55 untuk tempat sarapan saat menginap di Marina Bay Sands.

(2) Brunch di Lavo Restaurant, Lantai 57 Marina Bay Sands Hotel

Biasanya traveler yang tidak menginap di Marina Bay Sands, memilih untuk makan di Lavo Restaurant supaya tidak bayar biaya masuk ke lantai Sky Park Marina Bay Sands. Jadi kamu bisa mendapatkan akses dengan makan di restoran itu. Jadi cukup bayar makanan kamu di Lavo Restaurant dan kamu bisa melihat pemandangan kota Singapura dari atas terus dapet background foto landscape ciamik!

Menu chicken and waffle juga enak, ada saus berkaramel yang manis, jadi agak ajaib tapi seru dipadu ayam goreng yang gurih

Fyi Lavo Restaurant merupakan restoran Italia. Kalau datang kesini bisa pada saat brunch, ada beberapa rekomendasi menu brunch yang aku sudah cobain seperti avocado toast dan 12 layers cake. Seporsi cukup besar jadi bisa buat berdua kalau kamu perempuan untuk avocado toast, tapi kalu 12 layers cake bisa buat ber-4 mungkin soalnya tinggi banget kuenya. Ohya makanan disini rata-rata harganya mirip di Jakarta kok kisaran $15 Singapura per porsi tapi porsi bule jadi banyak banget buat kita yang orang Asia bisa berdua. Jadi masih lumayan kok dikantong porsi besar harga segitu.

(3) Makan Siang di Rise Restaurant, Lantai 1 Marina Bay Sands

Kalau Makan Siang, enaknya buffet ya? Nah kalau kamu cari buffet yang super lengkap menunya dari Asia sampai Barat datang ke Rise Restaurant yang ada di dekat lobby Marina Bay Sands Hotel jadi pilihan bagus!

Seafood mentah pun ada! Lengkap dan enak semua

Aku dua kali makan disini dan rasanya tidak mengecewakan. Mulai dari menu Laksa, Kepiting yang menu khas Singapura dimasak dengan bumbu pedas, lalu ada berbagai menu Jepang dari Sashimi sampai Sushi dan Wakame. Nggak rugi sama sekali mencoba semua buffet disini. Termasuk menu makanan India dari Roti Naan, Kari, Ayam Tandoori, enak semua!

Kalau tidak mau terasa mahal jadinya saran aku reservasi saja hotelnya di Marina Bay Sands, kan jadi bisa sekalian dapat pilihan sarapan di Rise, bisa nge-Gym, bisa ke Infinity Pool di lantai 57, bisa ke Sky Park, bisa dapat diskon belanja di banyak gerai Mall Marina Bay Sands, jadi terhitung dapat banyak fasilitas sekali bayar. Coba cek berapa harga hotelnya yang mulai kisaran Rp 5 juta-an.

(4) Spago By Wolfgang Puck di Lantai 57 Marina Bay Sands Hotel

Disini buat sarapan, karena sebelumnya pernah nyobain ke Club 55. Meski konsepnya buffet makanannya tidak sebanyak di Rise Restaurant maupun Club 55. Tapi kalau makan disini kamu bakal dapet pemandangan ke luar sisi kolam renang. Suasananya juga kasual banget, cuma ya mungkin kesini lebih singkat makannya.

Egg Benedict yang porsinya kecil aja dan rasanya biasa, soalnya pernah nyobain yang lebih enak pas di Bali dan Jakarta

Cuma sedikit jenis salad aja, jenis dim sum juga hanya 3 macam, buffet untuk yogurt dan semacam granola tetap ada, makanan agak berat seperti mi, nasi goreng, kentang, sayur brokoli juga ada. Tapi menurutku rasanya kurang enak haha. Entah deh, yang aku rekomendasiin cuma yogurt sama granola aja disini. Aku coba Bee Hoon Soto juga rasanya nggak karuan. Bihunnya teksturnya agak lebih tebal dan kasar aku kurang suka, tapi kuahnya walau terlihat kecokelatan bening aja ada pedasnya, tauge besar mentah, ada bawang goreng dan irisan ayam. So so aja..

(5) Bread Street Chicken, Mall Marina Bay Sands

Ini lho ada restorannya Chef Gordon Ramsay yang terkenal itu, kamu sudah kesini belum? Akhirnya kemarin aku nyobain juga ke tempat ini dan yang terbaru kamu harus cobain menu The Impossible Wellington dibuat dari saus tomat, cabai, bawang merah, dan sayuran rocket pesto. Kamu pasti agak nggak percaya kalau itu sayur tapi rasanya daging hehehe. Jangan lupa makannya jangan berdua aja. Bakal nggak abis, bertiga cukup, atau berempat pesan satu menu The Impossible Flatbread yang juga tanpa daging tapi terasa daging.

Menu terbaru dari tanaman tapi terasa daging, Impossible Wellington

Tempat yang merupakan cabang keempat dari restoran kenamaan Gordon Ramsay, Bread Street Kitchen & Bar, mengikuti jejak kesuksesan restoran tersebut sebelumnya juga ada di London, Dubai, dan Hong Kong. BSK Singapura menyajikan menu Eropa Inggris klasik dengan pengaruh cita rasa lokal.

Restorannya dari depan, kapasitas 150 bangku

Signature dishes di Bread Street yang sudah terkenal itu Beef Wellington, tapi pas kebetulan lagi ada menu rasa daging tapi dari tanaman yang menjadi pengganti beef tapi terasa dagingnya kamu harus cobain. Kapasitas restoran ada 150 kursi, katanya sih rame terus, semoga kamu dapet slot buat makan disini. Ohya rata-rata harga makanan sekitar $ 20 Singapura.

(6) Black Tap, Mall Marina Bay Sands

Seriussss burger sama milkshake disini enak banget!

Penasaran sama burger dan milkshake ikonik dari Amerika? Nggak perlu jauh-jauh ke Negeri Paman Sam, kamu bisa jumpai gerainya di Mall Marina Bay Sands. Aku pikir masih rasionable juga makan disini dengan harga kisaran $12-$20 Singapura. Kamu bisa dapetin burger porsi besar, FYI bisa buat berdua termasuk milkshake yang juga ukuran jumbo bisa untuk berdua. Bukan pelit ya, tapi porsinya memang porsi makan orang Amerika!

(7) Toast Box, Mall Marina Bay Sands

Nah, kemarin Maret 2019 aku baru lihat juga gerainya ada di Mall Marina Bay Sands, padahal September 2018 belum ada. Yeay Toast Box yang terkenal sama kopi khas Nanyang dan Roti Panggang bisa kamu temui disini. Cocoknya buat sarapan ya kalau pesan roti panggang, btw mana kenyang?

Fyi Toast Box sih sebenernya sudah ada gerainya di Indonesia, di Kokas dan Gancit hehe, tapi pas ke Singapura kemarin aku juga nyobain yang ada di Marina Bay Sands Mall

Tapi kalau mau makan lebih kenyang bisa pesan Laksa, Mee Siam, dan makanan khas Singapura lainnya disini. Rata-rata harga makanannya mulai $7 Singapura. Jadi dibanding restoran lain yang sebelumnya aku sebut, Toast Box memang yang paling affordable harganya. Tapi aku khawatir sih kalau kamu jalan-jalan lama disini bakal cepat lapar lagi. Aku cobain kopi susu disini dan suka enak banget, mungkin ini yang dinamakan cita rasa dari Nanyang.

Singapura - Asia Tenggara, The Journey, Traveling

Spectra a Light & Water Show – Pertunjukan Menakjubkan di Teluk Marina Singapura

Ada apa nih kok rame banget? Oh ternyata lagi ngeliatin pesta kembang api. Eh.. tunggu dulu, bukan! Bukan kembang api tapi laser yang menari-nari.. hahaha teringat tahun lalu waktu lagi liputan di Marina Bay Sands, tanpa direncanakan saat mau balik ke kamar hotel melihat kerumunan ramai di depan teluk, dekat Louis Vuitton.

Takjub, norak iya. Seketika buka kamera hp dan merekam dari jauh dan juga jepret berkali-kali pakai mirrorless. Aku nggak menikmati pemandangan ini sedari awal, makanya waktu ke Singapura lagi awal Maret 2019 ini sengaja mantengin dari jam8.30 malam buat dapet spot di depan.

Hahaha! Alhasil jepretan kamera dan rekaman video aku lebih bangus dong. Aku sharing di blog supaya kalian traveler yang belum kesini bisa memasukan agenda melihat โ€œSpectra a Light and Water Showโ€ dalam itinerary. Soalnya dulu waktu 2013 dateng pertama kali ke Singapura belum ada atraksi ini lho.

Lokasinya di 2 Bayfront Ave, Marina Bay Sands (MBS), Singapura. Gampang banget dicarinya, terus bisa sekalian habis muter-muter Mall MBS dipenghujung malam nonton pertunjukan ini. Cuma 15 menit aja sih, tapi seru dan keren. Turis-turis aja nungguin padahal di negara mereka pasti ada yang lebih keren.

Buat yang backpacker-an tetap bisa nonton dan jangan khawatir karena tanpa tiket alias gratis aja. Pulang nonton Spectra a Light & Water Show kamu bisa pulang dengan MRT, kan deket banget stasiun MRT Bayfront di Marina Bay Sands.

Kalau memang berencana untuk melihat Spectra a Light & Water Show mesti tiba sekitar pukul 08.00 malam, soalnya jadwalnya kadang beda-beda. Ada yang mulai jam 08.00 atau jam 09.00 setiap hari, jadi akan lebih aman kamu sudah tiba sekitar jam 08.00. Kalau pas lagi hujan perlu payung, prepare payung dan lihat ramalan cuaca biar datang jauh-jauh kesini tidak kecewa.

Menurutku akan lebih baik membuat itinerary sehari untuk menjelajahi lokasi wisata sekitar Marina Bay Sands seperti Garden By The Bay, keliling mall Marina Bay Sands buat kulineran di restoran yang ada disini, sampai malam nonton Spectra a Light & Water Show. Jadi kamu nggak perlu capek mondar-mandir banyak lokasi.