Backpacker, Indonesia, JAMBI - Indonesia, MOUNTAIN, story, SUMATERA - Indonesia, The Journey, Traveling

Lima Hal Bahaya Mendaki Gunung Kerinci?

Bagi para pendaki, penikmat ketinggian ada beberapa gunung yang wajib dijelajahi. Kalau di Indonesia sebut saja 7 summit yang merupakan gunung tertinggi di wilayah Jawa, Sumatera, Sulawesi. Misalnya Mahameru, gunung tertinggi di Jawa atau Ceremai yang merupakan atap tertinggi di Jawa Barat.

Belum pendaki sejati kalau tak menjajal trekking kesana. Gunung terkenal di kalangan pendaki dan disebut the most beautiful mountain in Indonesia, Gunung Rinjani termasuk di dalamnya lho sebagai gunung api tertinggi ke-2.

Nah, kamu yang ngakunya anak gunung harus banget jelajahi Gunung Kerinci di Jambi. Karena memang selain merupakan atap Sumatera, Gunung Kerinci juga punya predikat the highest volcano mountain in Indonesia. Gunung api tertinggi! Soalnya puncak Cartens di Papua kan bukan gunung api.

Bagi saya bahaya banget buat ke Gunung Kerinci. Bahaya, sangat… sangat bahaya pokoknya hehehehe karena itu harus banget kesana, LHOOOO??? Iya berikut coba saya uraikan menurut pengalaman sendiri. Chech this out!

  1. Trekking Shelter 3 yang Bakal Menatang Nyali 

Kamu sudah pernah ke Gunung Rinjani yang punya semua jenis tipe tanah dan ekosistem? tetap saja harus mencoba trekking ke Kerinci. Soalnya gunung yang hanya punya satu jalur pendakian ini lumayan banget bakal menguras adrenalin kamu.

Dijamin, tak menyesal nyoba  trek di shelter 2 menuju shelter 3 yang ajibbbb. Bisa bikin kamu merasa kalau cobaan hidup selama ini nggak ada apa-apanya setelah lewat naik dan turun shelter 2 dan shelter 3.

Cek di video singkat ini ya … hehehehe atau bisa cek Instagram saya di @dyah_pamela disana lebih jelas video-nya.

2. Habitat Harimau Sumatera yang Berbahaya

Kedengarannya ngeri! tapi memang bener lho ada harimau di hutan Gunung Kerinci. Tepatnya menurut Pak Turmin, salah satu porter yang bawain tas rombongan ada di pos 2 menuju pos 3 dekat hutan lumut. Karena itu tidak diperbolehkan nenda di sekitar sini.

Saya juga kaget waktu melihat porter membawa parang. Hehe, itu buat jaga-jaga kalau ketemu penguasa hutan Sumatera. Cuma waktu tahu kalau di Gunung Kerinci ada Harimau dan itu sebelum pergi kesana cuek-cuek aja.

Baru ngeh sama pembicaraan teman sesama pendaki setelah sampai Jakarta. Kalau yang nakutin itu bukan ketemu hantu di gunung, tapi ngeri ketemu harimau. Gimana coba menghadapinya??? Ada perbincangan juga dengan teman yang saya ceritain soal harimau yang ada di Kerinci, apakah memang harimau disana betulan atau jadi-jadian alias peliharaan orang yang memuja setan. Hiiiii….. Serem.

Tak salah makanya kalau ada patung harimau di area sebelum masuk kompleks pendakian, soalnya harimau itu satwa yang ikonik di Kerinci. Cukup ketemu patungnya aja ya, yang beneran jangan.

foto (11)
Ketemu sama patungnya aja, yang beneran nggak usah hehe (in frame Gatti dan Citra teman satu kelompok mendaki Kerinci)

3. Pemandangan Danau Gunung Tujuh dari Atas Puncak

Ini super menawan! pemandangan Danau Gunung Tujuh dari atas Gunung Kerinci. Bahaya banget kan? Buat pemandangan ini tergantung lagi sama cuaca. Waktu saya ke sana sebetulnya cerah, hanya debu vulkanik itu yang menutupi pemandangan.

Sebenarnya Danau Gunung Tujuh juga sudah terlihat dari shelter 3 tempat kami menenda sebelum akhirnya berjalan 4 jam buat summit ke puncak. Tapi karena sampai di sana malam, nggak kelihatan.

Cuma bisa lihat indahnya bintang-bintang di langit saat itu dan sudah malam, lelah dan ngantuk membuat saya mengurungkan niat untuk tetap menikmatinya. Sinaran bintang-bintang lebih banyak saya nikmati keindahannya dari balik pepohonan menuju shelter 3, selama masih berusaha sampai di kamp.

foto (10)
Terlihat sebelum sampai summit, tinggal 30 menit lagi di puncak.

4. Uji Adrenalin, Asap Gunung Api Di Saat-Saat Hampir Summit

Hampir mirip dengan Mahameru yang mengeluarkan asap tebal di waktu tertentu sekitar pukul 10.00 pagi. Gunung Kerinci yang merupakan gunung api aktif itu pun mengeluarkan abu vulkanik setiap pukul 07.00 pagi.

Nah, lebih awal sekali waktu saya kesana malah jam 06.30 sudah ada asap dan bau belerang. Buat khawatir dan berfikir untuk jalan lebih cepat supaya tetap bisa sampai atas tepat waktu. Tapi setelah sampai nyatanya walau ada abu itu tetap saja teman-teman yang lain juga baru turun jam 09.00 an.

Masih terhitung beruntung juga, soalnya angin membawa abu vulkanik ke samping kanan. Sehingga tak cukup berbahaya untuk mereka yang berada di atas. Ini akan berbeda ceritanya kalau angin membawa ke depan atau tengah. Sudah pasti abu vulkanik yang berbahaya itu harus dihindari dan penjaga disana akan melarang untuk naik sampai puncak.

Uji adrenalin ini terhitung lumayan, dibanding waktu mendaki Rinjani yang tak kalah sulit trek-nya. Perbedaannya jalur pendakian Kerinci itu gampang sekali membuat tersasar karena lebar, atau masuk jurang ke samping.Sementara Rinjani sudah ada trek atau jejak yang cuma satu jalur naik ke puncak tinggal diikuti saja.

foto (34).JPG
Asab abu vulkanik yang diterbangkan angin ke samping kanan, masih jam 6-an lho padahal

5. Tipikal Gunung dengan Hutan Tropis ini Menguji Keberuntungan

Cuaca Kerinci yang sering hujan karena ekosistem hutan hujan tropis ini juga jadi tantangan. Selain itu menurut syaa ikut menguji keberuntungan, soalnya ke gunung itu juga keberuntungan bisa ketemu cuaca bagus atau bisa lancar sampai summit.

Tak dapat dihindari, ada hujan gerimis. Bahkan bisa jadi hujan deras. Makanya disarankan juga membawa jas hujan. Itu benda yang harus wajib dibawa. Supaya tenda aman saat cuaca hujan saya pun paling ngingetin untuk bawa flysheet. Minimal nggak kan banjir dan bisa tidur nyenyak.

Sering hujan, buat jalur yang akan kamu lalui di Kerinci ikut sulit. Bisa licin dan tanahnya gempur. Harus hati-hati banget. Jadi untuk pendakian ke Gunung Kerinci memang sebaiknya memakai sepatu gunung, jangan sendal gunung apalagi jenis yang lain.

DSCN9559
Sepanjang jalan yang ada hutan teduh, menyejukan hati dan adem tentunya.

 

Advertisements
Backpacker, Indonesia, JAMBI, MOUNTAIN, PADANG - Indonesia, story, SUMATERA - Indonesia, The Journey, Traveling

Let’s Go! Pendakian Bersama Gunung Kerinci

My nexy journey…. akhirnya sampai juga pada pendakian ke sebuah Gunung berapi tertinggi di Indonesia. Kerinci! InsyaAllah…. Setelah sebulan yang lalu trip bersama group yang lumayan besar (25 orang) ke Pulau Derawan di Berau, Kalimantan Timur.

Dan kepergian kali ini juga dengan group yang lebih besar. Nggak tanggung-tanggung sekitar ber-38 orang, pendakian bersama Consina. Kalau belum tahu, Consina itu brandoutdoors termasuk alat-alat gunung. Kebetulan ada teman yang ngajakin buat gabung, ah pas banget karena buat ke Kerinci itu perlu tim handal dan tahun depan agendanya beda! Sepertinya sudah nggak memungkinkan pergi seminggu full buat ke gunung.

Sebenarnya sebelum ke Derawan saya juga sudah berencana ke Kerinci di bulan Mei 2016 kemarin, tapi karena sempat ada pemberitaan Kerinci status waspada pada April lalu ya nggak jadi. Menurut panitia sekarang sudah aman nih Kerinci, semoga saja ya… berjodoh dengan Kerinci.

Seperti biasa saya tulis di blog cerita persiapannya sebelum berangkat, gimana dan apa saja rencana-rencananya. Gimana pun ke gunung itu beda, butuh persiapan fisik lebih tentu saja 🙂

Sekilas dulu ya soal kenapa memilih Gunung Kerinci untuk didaki dan dimanakah Gunung Kerinci berada??? Gunung Kerinci, dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura. Sebuah nama untuk gunung tertinggi di pulau Sumatra, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua.

Terletak di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra. Uhuhuhu semoga nggak ketemu Harimau di hutan-hutannya 🙂

foto (8)

Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl, ini dia bagian yang menantang bagi saya pribadi sebagai seorang pendaki (amatir). Dari ketinggian ini tentu saja kita bisa melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu.

Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. FYI menurut sumber wikipedia Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh. Hmmmm, keren kan??? lebih keren dari Gunung Rinjani nggak ya?? kita lihat nanti…

Dengan jadwal pendakian sekitar 4 hari naik dan turun (kurang lebih seperti ke Gunung Rinjani), tapi beda juga kali ini transportasi yang akan saya gunakan adalah bus. Kebayang gimana? dua hari perjalanan bus… pulang dan pergi. Tapi tim Consina menurut teman yang merekomendasikan sudah oke banget kalo buat trip pendakian. Terakhir bos-nya temenku itu ikut pendakian bareng ke Rantemario di Sulawesi dan katanya oke banget sudah pengalaman.

Seperti biasa kalau mau pendakian saya jogging lebih rajin, paling tidak seminggu 3-2 kali buat latih stamina. Tapi dari pengalaman sebelumnya menurut saya ya paling penting soal antisipasi cuaca dingin. Jangan lupa jaket bahan polar sebagai jaket anti dingin buat muncak. Buat penghangat juga perlu baju thermal, termasuk kaos kaki tebal, dan sarung tangan thermal biar nyaman saat tidur.

foto (26)
trekking di shelter 3 yang aduhai, menantang dan beda dari gunung lain di Indonesia

Sekedar sharing aja, trip ini mencakup untuk fasilitas :

Bus Pariwisata, medium (31 seat), AC, kursi2-2 (tanpa toilet). Penginapan Home stay Paiman Kersik Tuo, 2 malam. Makan peserta sebanyak 7X selama di homestay. T-shirt PBC Kerinci 2016. Tiket masuk TNKS dan Danau Gunung 7 Wisata Danau Gunung Tujuh,Asuransi perjalanan (Jakarta – Jambi) Pemandu pendakian, Sticker Consina Outdoor Services, Free Jersey Event Consina dan Door prize Consina.

Tapi biaya Rp. 1.750.000 belum termasuk konsumsi diluar yang ditentukan, peralatan camping (tenda, sleeping bag, matras) dan peralatan masak. Hehe kalau yang ini kebetulan sudah punya semua jadi tidak masalah.

Seperti biasa kalau ingin mendaki ada perlengkapan pendakian pribadi yang harus dibawa seperti : carrier 50-80 liter (sesuai kebutuhan), tas 15-20 liter, jaket (bahan polar disarankan), jas hujan atau ponco, sleeping bag, matras, sepatu trekking (lebih dianjurkan), pakaian secukupnya (sekitar 3 pasang), sarung tangan, kupluk atau multifunctional headware, senter atau headlamp dan baterai cadangan, obat-obatan pribadi, kaos kaki secukupnya (sekitar 3 pasang), sandal, trekking pole, kamera dan baterai cadangan, pisau Lipat atau multifungsi, botol air minum (thermos), alat makan (piring, sendok, garpu dan gelas), perlengkapan mandi, sunblok, lip balm, sunglass, topi rimba (jika ada), dan perlengkapan lainnya sesuai kebutuhan.

Sementara untuk perlengkapan pendakian kelompok ada tenda, fly sheet, alat masak dan bahan bakar, konsumsi selama pendakian, tali rafia, tissue basah dan kering, trash bag dan kantong plastik.

DSCN9584
Kalau ini saat sudah hampir puncaknya

Itinerary Gn. kerinci

DAY 1. (Sudah di Jambi) homestay Paimanan

05.00 Bangun, sarapan dan persiapan pendakian (B, L) re packing
06.00 Berangkat menuju Pintu Rimba
07.00 Start Pendakian (Pintu Rimba, pos 1, pos 2, pos 3, shelter 1)
12.00 Makan siang di Shelter 1 (jika memungkinkan)
17.00 Tiba di Shelter 3 dan bermalam
Atau kalau jalannya memang lambat baru sampai jam 19.00 malam

DAY 2

SHELTER 3 – PUNCAK KERINCI – KERSIK TUO
03.00 Bangun, sarapan dan persiapan pendakian
03.30 Start pendakian menuju Puncak Kerinci
06.00 Tiba di Puncak Kerinci, menikmati pemandangan dan foto-foto 07.30 Turun kembali menuju Shelter 3
09.30 Tiba di dishelter 3, Istirahat, makan pagi dan packing
11.00 Turun menuju Pintu Rimba

13.00 tiba di shelter 2, solat zuhur makan siang,

15.00 tiba di pos 3
18.00 tiba di pos rimba
Malam sebelum jam 20.00 sudah di basecamp Paimanan

DAY 3

05.30 Bangun solat dan makan pagi
06.30 Berangkat menuju pos registrasi Danau Gunung Tujuh 07.00 Start
(Pilihan lain ke Danau Kaco)

19.00 Berangkat pulang menuju Jakarta

Ohya, kalau memang tidak tertarik buat ikutan pendakian bareng Consina, kamu bisa pergi sendiri bareng kelompok kamu. Hubungi aja Mas David, kenalan guide lokal saya yang juga saudara (masih keluarga) dari pemilik Homestay Paimanan di Jambi : no telpon 082185335453

Meski pergi dengan group besar ber-38 orang, tapi kami dibagi beberapa kelompok dan tenda supaya teratur dan nyaman dalam pendakian. Satu kelompok terdiri dari 8 orang yang juga bisa mengatur untuk menyewa porter selama pendakian. Tidak ada salahnya pergi dengan banyak orang, buktinya kepergian ke Derawan kemarin justru fun dan makin bisa belajar dari banyak orang dengan perbedaan usia serta karakter.