Indonesia, MALUKU - Indonesia, The Journey, Traveling

Panduan Perjalanan Ke Banda Neira – Maluku Tengah

Di dekat dermaga, pemandangan kapal lewat

Di tulisan sebelumnya saya sempat cerita berbagai sisi menarik wisata yang ada di Banda Neira atau Banda Naira. Ada Bangunan kuno Rumah Pengasingan Bung Hatta, Sjahrir, dan Terusik Hantu di Benteng Belgica. Untuk wisata pulaunya saya juga sudah menulis tentang Sunset di Pulau Hatta dan Pemandangan Gunung Api Banda.

Kali ini saya akan menuliskan bagaimana cara mencapai Banda Naira, mulai dari booking tiket, pemilihan waktu pesawat sampai jadwal kapal serta nomor contacts yang bisa dihubungi untuk memudahkan kamu traveling. Yuk disimak 😀

Paling pertama tentu pesan tiket pesawat. Tapi jangan lupa cari tahu dulu jadwal kapal dari Ambon di Pelabuhan Tulehu menuju ke Banda Naira. Karena kapal hanya ada seminggu dua kali, yaitu keberangkatan dari Ambon ke Banda Naira tiap Sabtu. Sementara jadwal kapal pulang ke Ambon tiap Selasa. Makanya, biasanya di Banda Naira liburan waktunya sekitar 5 hari, beda ceritanya kalau mau pulang di jadwal keberangkatan yang lebih mundur.


Cussss pulang ke Jakarta… Terima kasih atas undangan liputannya di Banda Naira 😀

Agar efisien perjalanannya, pilih pesawat dengan jadwal tengah malam pukul 00.30 WIB dari Jakarta yang akan tiba sekitar pukul 06.00 WIT atau 07.00 WIT. Sehingga dari bandara ke Pelabuhan Tulehu kesahnya tak lama, biasanya kapal berangkat sekitar pukul 09.00-10.00 WIT dengan perjalanan di laut sekitar 6 jam lamanya.

Di bandara Pattimura Ambon, tanpa menunggu lama, kamu bisa pesan mobil jemputan, itu cara termudah ya untuk mencapai Pelabuhan Tulehu yang berjarak tempuh sekitar 1,5 jam.

Di perjalanan bisa sekaligus mencari sarapan, tapi hati-hati, walau sarapan hanya di warung pinggir jalan sebaiknya tanya dulu harga, supaya tidak kenal tipu. Karena pengalaman rombongan saya kena Rp. 500.000 buat sarapan ber-7 orang padahal kita cuma makan ikan bakar, nasi, dan teh manis saja dengan beberapa gorengan.

Seperti ini kapal yang akan kamu naiki ke Banda Naira

Pelabuhan Tulehu cukup padat (tapi dibanding antrian loket KRL Commuterline di Tanah Abang ya masih mendingan), beli tiketnya agak tak terkendali antriannya gak tertib. Lumayan ya harga kapal disini Rp. 410.000, tadinya ada penerbangan dengan pesawat kecil namun cuaca sering buruk dan perlunya subsidi harga tiket agar terjangkau masyarakat membuat penerbangan ditutup sementara rute nya. Kapal adalah satu-satunya cara mencapai Banda Naira.

Kapal cepat penumpang Express Bahari hanya ada 2x dalam seminggu. Tulehu – Banda Rabu dan Minggu, Banda – Tulehu Selasa dan Sabtu. Info kapal cepat : 081343292900. Dulu katanya ada pesawat kecil Merpati dan Susi air, dengan tarif Rp. 300-an ribu tapi sekarang yang ingin ke Banda Naira harus menempuh perjalanan laut 6-7 jam dari Pelabuhan Tulehu, Ambon.

Di laut yang tanpa sinyal sedikit pun sekitar 6 jam itu, enaknya apa ya???.Lumayan lama tanpa gadget, enak istirahat, walau bangku begitu tegak . Beruntungnya kapal walau kelas ekonomi tapi ber-AC. Ada tv layar lebar yang bisa digunakan menyetel film maupun DVD lagu, tapi itu sesuka kondekturnya.

Karena capek waktu 4 jam bisa dijadikan moment tidur siang mengganti tidur semalam yang kurang nyenyak di pesawat. Kalau tetap terjaga akan terasa bosan, soalnya yang ada cuma penampakan air sepanjang waktu. Disarankan untuk bawa bekal makan siang dan minum, soalnya tak banyak jajanan yang bisa dibeli di dalam kapal.

Tarian sambutan saat baru tiba di Banda Naira

PerkiraanbiayakeBandaNaira :

(1) Ojek Online dari rumah : Rp. 15.000

(2) DAMRI ke Bandara : Rp. 40.000

(3) Pesawat PP Jakarta-Ambon : Rp. 3 juta

(4) Taxi dari Bandara ke Pelabuhan Tulehu : Rp. 100.000 (perkiraan)

(5) Kapal dari Pelabuhan Tulehu ke Banda Naira PP : Rp. 820.000

(6) Biaya Menginap 3 hari 4 Malam : Rp. 525.000 (share berdua dengan rate rata-rata Rp. 350.000 per kamar) Tentang Penginapan di Banda Neira

(7) Biaya makan : sekitar Rp.500.000 (untuk 4 hari) rata-rata Rp. 50.000 sekali makan.

(8) Biaya Sewa Kapal keliling pulau Banda Naira : sekitar Rp. 1-2 juta tergantung lokasi dan share cost dengan teman.

Total sekitar Rp. 5-6 juta

Advertisements
LIFE, story

It’s a blessing in disguise

It’s a blessing in disguise, .. (berkat yang tersembunyi). Menurut Cambridge Dictionary : “Something that seems bad or unlucky at first, but results in something good happening…

Siapa yang paling tahu rahasia kehidupan? jika manusia seperti saya hanya dapat melihat dari bentuk luar, apa yang ditangkap oleh mata, telinga, dan insting. Allah punya kekuasaan mengetahui segala-galanya yang tak terjangkau oleh penglihatan saya. Bukan untuk masa sekarang saja, tapi juga penglihatan di masa depan.

Berkali-kali saya mengalami blessing in disguise. Cerita di bawah ini cuma dua diantara banyak blessing in disguise yang pernah saya alami. Awalnya tentu sedih, ketika dihadapkan suatu kejadian tak mengenakan. Kecewa, merasa gagal, atau bahkan kurang berusaha pasti pernah. Kadang sebagai manusia ternyata kunci sebenarnya menurut saya setelah berusaha ya harus tawakal, berserah diri pada Yang Maha Memiliki Segala-galanya.

Pengalaman blessing in disguise yang saya ceritain disini cuma soal karir. Kalau soal cinta-cintaan, yang menurut saya juga pertolongan Allah (blessing in disguise) itu jadi rahasia pribadi saya dan Tuhan aja. Dulu sekali setelah lulus sarjana saya ingat cita-cita waktu SMP, kepingin banget kerja di sebuah perusahaan media (majalah). Kelihatannya kok keren ya kerja disana, dan tulisan-tulisannya ringan, saya banget pokoknya.

Ketika ada lowongan, saya langsung kirim CV. Tapi kok lama tidak dipanggil juga. Sampai akhirnya saya justru kerja di media cetak harian (sampai sekarang), dan di lapangan tiap kali ketemu reporter majalah yang kepingin banget saya lamar itu pasti selalu bilang “dulu dari SMP kepingin banget kerja disitu, eh gak dipanggil-panggil interview,”.

Karena enjoy dengan tempat bekerja sekarang, saya melupakan, toh keterima di tempat sekarang justru lebih baik. Liputan yang saya cover justru sekupnya nasional, bahkan saya mencicipi jenis desk nasional politik dan beberapa kali diganti bidang peliputan yang justru membuat wawasan lebih luas. Liputan di DPR, di Kementerian, yang jadinya kebagian dinas ke luar kota, ke luar negeri yang mungkin kalau saya keterima di group majalah tsb justru kesempatan itu tidak banyak.

Belakangan saya makin bersyukur, karena ternyata memang yang Allah pilihkan buat saya ini adalah yang terbaik. Saya jadi mengerti kenapa Allah nggak izinkan saya bekerja disana, jangankan interview, menjalani test, dipanggil saja tidak. Pergeseran media cetak yang kompetitif saat ini membuat group majalah itu gonjang ganjing di masalah keuangan. Bahkan sampai dilaporkan Kementerian Tenaga Kerja. “Oh begini ya ternyata, ya Allah, ini yang Engkau maksudkan, mengapa doa saya tidak dikabulkan,”.

Masih soal pekerjaan. Sempat saya ingin pindah kerja ke group media lain, bukan tidak betah tapi ingin up grade karir ke jenjang lebih baik. Saya masih melirik majalah, tapi beda group yang ini punya Tv juga Online media. Saya kirim CV, tapi tidak juga ada panggilan interview. Kadang saya berfikir, kenapa ya? Apa ada yang salah dengan CV saya?… wah teman-teman saya sudah pindah kerja dan naik jabatan nih, saya belum.

Sambil lalu saya perhatikan, Allah memang belum izinkan saya pindah dan up grade karir. Nyatanya saya tetap berjalan, enjoy menikmati posisi yang ada sambil freelance nulis juga, banyakin traveling kesana sini. Selang setahun saya mendapat kabar, bahwa group majalah yang saya lamar itu ternyata menutup sekitar 30-an media cetaknya seperti majalah dan tabloid. Wah kaget juga, media selevel mereka bisa menutup besar-besaran. Santer terdengar kalau biaya produksi dan bayar franchise jauh nggak sebanding iklan. Jelas saja majalah dari luar seperti NatGeo itu harus membayar biaya franchise yang tidak murah. Ternyata ini jawaban Tuhan, inilah maksud Tuhan tidak mengabulkan doa saya.

Ini baru soal pekerjaan, lain-lain masih banyak yang saya alami. Soal cinta soal kenapa nggak diijinin sesuatu bla bla bla, intinya sih menurut saya.. hidup jalani aja, jangan terlalu banyak menetapkan harus begini begitu.. karena apa yang datang pada kita itulah yang terbaik, sudah yang paling baik.

Baru-baru ini ada banyak teman nawarin saya pekerjaan. Bukan cuma satu dua saja dan entah kenapa rasanya kali ini saya lebih pede buat memulai hal baru. “Pindah sini, memang masih betah?,” kata seorang teman.. ya sayang aja saya sudah keburu punya kontrak kerja lain jadi mungkin sekarang harus menunda dulu keinginan itu.

Saya yakin.. Di balik penantian, Tuhan itu memberikan yang paling terbaik 😊. Jadi setelah mengalami berbagai pengalaman itu saya santai-santai aja kalau sesuatu tidak sesuai rencana saya. Nggak diambil pusing.. cuma mengerti harus banyak bertawakal dan berserah sama Allah yang memberi saya kehidupan.

LIFE, story

“It doesn’t make sense,”

Ada kalanya antara logika manusia dan bagaimana cara kerja Tuhan tidak akan pernah nyambung, di luar batas pemikiran. Kadang terlalu ajaib untuk terjadi, ah ini nggak mungkin! atau yang disebut “It doesn’t make sense,”..

Ceritanya saya habis nonton film Extremely Loud & Incredible Close di HBO, bercerita tentang keadaan trauma seorang anak setelah ayahnya meninggal di tragedi 11 September. Sering banget si anak berujar “It doesn’t make sense,”.. lantas saya berfikir, di kehidupan sehari-hari kata-kata ini kejadian nyata.

Mau gimana pun dipikir, ditelaah, dicari tahu penyebabnya, pasti manusia seperti saya CUMA BISA PUSING. Mungkin ini yang namanya manusia seperti saya itu mesti banyak berendah hati, banyak menilik keadaan diri sendiri lebih dalam lagi, supaya “sadar” bahwa nggak semua hal di dunia ini itu harus beralasan, harus masuk akal 😂.

Di luar dari pemikiran sesuatu itu tidak masuk akal, sebenarnya kalau dilihat sisi positifnya ini bisa dimanfaatkan ketika kita berdoa. Mungkin bagi orang yang terlalu logis dan ini jadi kesalahan, bahwa kita suka terlalu menghubungkan teori-teori peluang dan realitas doa tersebut akan bisa mewujud. Abaikan teori atau kemungkinan-kemungkinan, nggak ada hal di dunia yang nggak mungkin bagi-Nya.

Saya rasa ini kurangnya, hai teman, hai hati yang janganlah engkau mati di dalam… nggak semua hal di dunia ini masuk akal! Percaya, ada kekuatan Sang Pencipta yang tiada hal sulit buat Dia!

Percaya bahwa meski kamu memperhitungkannya, meski kamu khawatir terlalu banyak, ada satu hal di dunia ini, kekuatan Sang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya, asalkan engkau betul-betul yakin. Note banget di dalamnya (harus yakin). Ya buat apa jika tidak yakin? Sudah banyak kan ceritanya, lihat mereka yang bukan sarjana tapi malah jadi bos? Nggak cantik atau nggak ganteng tapi pemain sinetron?

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: “Aku sesuai persangkaan hamba-Ku,”

LIFE, love, story

Sampai Juga Disini, Fase Baru Maturity

“Kita tidak memilih siapa yang kemudian kita cintai atau mencintai kita, tapi semua karena Allah-lah yang merencanakannya, Allah yang merencanakan kita bertemu maupun berpisah. Ketetapan hati, keputusan-keputusan di dalamnya pun ada karena Allah yang menggerakan hati manusia”

Ini kesimpulan saya? Apa kesimpulan kamu soal takdir, rentetan kejadian demi kejadian maupun keadaan yang membawa mu menjadi seperti sekarang. Jalan hidup seseorang, yang berbeda-beda.

Ada satu level kedewasaan baru yang rasanya saya lewati baru-baru ini. Satu langkah baru memahami semesta, menerima ketetapan-Nya, memaklumi dan lebih banyak memaafkan orang, sehingga rasanya sekarang damai-damai saja dihati setelah melewati sebuah fase sulit menjadi orang dewasa. Setahun terakhir 2017 ke awal 2018 yang menjadi gerbang fase maturity baru.

Tidak ada lagi cerita saya unfollow atau unfriend, bahkan sampai nge-block WhatsApp. Hehehe, walau sempat saya nge-block Whats’app seseorang ya karena itu sudah keterlaluan banget. Ketidakpantasan yang seorang harusnya tidak lakukan.

Kadang tak sampai hati, kadang harus ada yang kita korbankan hanya demi sepotong hati. Karena saya harus sayang diri saya. Tapi hikmah dan pelajaran setahun belakangan ini beda. Hati saya terasa damai-damai saja, sama sekali tidak membenci, saya tidak mendendam, bahkan saya tidak marah karena orang ini. Saya berteman, mengambil sesuatu yang positif dan berteman biasa-biasa saja hanya sedikit membatasi supaya nggak baper-an.

Saya belajar untuk tidak menyimpan benci, (benci ke mantan, benci masa lalu, benci pertemuan dengan orang yang salah) Kadang yang kita ingini pun belum tentu yang terbaik. Ada satu penglihatan yang hanya bisa terungkap dengan mata batin. Allah lebih tahu semuanya.

Saya pernah menulis sebelumnya tentang siapa saja orang yang datang dan bertahan di hidup kita. People come and go, but the best will stay Orang-orang terbaik yang akhirnya kita pertahankan untuk tetap melengkapi hidup. Sangat penting rasanya berteman dengan siapa, dan memilih siapa teman terdekat kita. Itu pemahaman saya sebagai si Cancer yang protektif.

Ada kalanya dulu saya pernah membenci seseorang, hingga berkata “mengapa Allah mendatangkan orang ini di hidup saya,”.. selang dua tahun saya sadar memang seperti itulah seharusnya saya belajar, Tuhan mendatangkan orang-orang yang mengesalkan dan patut dienyahkan dari muka bumi.. kesannya seperti itu, waktu itu, saat saya belum memahaminya, hingga justru karena itu saya belajar. Kini, dipembaharuan fase kedewasaan saya yang baru dalam hati saya bilang “Tuhan, aku sudah memaafkan orang-orang ini, saya tahu dia demikian juga karena Engkau yang memperintahkan (memperjalankan hatinya),”.

Biasanya setelah selesai jodoh pertemuan saya sama seseorang, Allah datengin lagi seseorang yang baru.. saya ngalamin ini berkali-kali. . Jika sudah lulus belajarnya, punya hati yang bersih tidak mendendam pada masa lalu, bisa saja orang yang datang selanjutnya bukan lagi pelajaran, tapi berkah buat saya 😊🙏🏻