BALI - Indonesia, Indonesia, Liputan, MOUNTAIN, Traveling

Staycation Plataran Ubud – BALI

” Ladies and Gentlemen, we shortly will be landing at Ngurah Rai Airport, Bali. The local time now is 18.10, time in Bali is 1 hours ahead of Jakarta….. ,” suara pengumuman dari awak kabin

Sekitar beberapa menit sebelum mendarat, di bawah sana tatanan kota yang tak begitu rapih mulai terlihat. Juga air laut pasang yang seperti sedang menari-nari dan hal paling buat aku kaget adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang ternyata kelihatan lumayan besar dari atas pesawat. Padahal dulu 2013, waktu pertama kali aku ke Bali patung itu belum sepenuhnya jadi. Aku juga hanya baru dapat berfoto dengan bagian kepalanya saja.

Akhirnya bisa menjejakan kaki lagi di Bali, setelah April 2017 silam solo traveling  hanya di seputaran Kuta dan akhir tahun 2018 ini aku bisa sebentaran “kabur” dari rutinitas dan penatnya ibu kota. Tempatnya di Ubud yeaayy! Ini seperti lagi dikasih Allah me time sejenak setelah berbagai hal terjadi. Warna warni dan jatuh bangun mental kehidupan cinta di tahun 2018.



Sesajian kalau orang Bali habis sembahyang,.. Bali banget ya..duh! Kaki sampai belang karena kebanyakan panasan

Rasanya tuh, Allah baik banget aku dikasih libur lagi walau statusnya sebagai reporter yang lagi “numpang” liburan colongan dengan staycation di Plataran Ubud, Bali. Semoga saja tercapai mimpi aku buat bisa balik lagi ke Ubud, tapi sama pasangan dan bisa explore tempat ini lebih intens.


Apa sih staycation itu? Kalau kamu belum tahu, staycation atau holistay adalah periode di mana seorang individu atau keluarga tinggal di rumah melakukan kegiatan rekreasi dalam jarak tak jauh dari rumah dan tidak memerlukan akomodasi atau waktu yang semalam. Jadi, kamu tinggal dan beraktivitas disekitar tempat menginap nggak jauh-jauh jaraknya ya sekitar 1-2 km dari hotel atau rumah.

Aku dijemput pihak Plataran Ubud jam6 sore di Kuta, soalnya ada lunch sama teman-teman liputan Sampoerna Foundation dan aku niat muterin Mall Beach Walk buat nyari oleh-oleh. Lumayan macet Kuta sore itu, aku saranin buat langsung ke Ubud aja dari Bandara Ngurah Rai. Daripada kan, waktu habis terbuang.. seharusnya aku bisa ikutan cooking class tapi jadi skip huhu ๐Ÿ˜.

Jadi ngapain aja nih kegiatan aku selama staycation?

(1) Spa

Aku sudah niat dari Jakarta kalau sesampainya di Bali mau Spa. Masa bodoh bayarnya berapa, kebetulan untuk Spa kan bukan termasuk pelayanan kamar. I spend my money for Spa.. mahal buat gaji jurnalis rasanya tapi worth it aja kalau Spa di hotel biasanya tidak mengecewakan. Biasanya juga harganya paling murah Rp 500.000 per 60-90 menit. Mungkin Spa di Plataran Ubud ini masih kalah enak sama Spa-nya The Westin Jakarta yang pernah ku cobain juga. Tapi ya ini pas dapet diskon 30%, jadi aku cuma perlu bayar Rp 360.000 buat Spa berdurasi 1 jam yang sudah termasuk tax 22%, iya jangan kaget ya kalau tax untuk hiburan rekreasi memang sebesar itu.



Ternyata dari ruangan Spa kelihatan sawah -sawah, aku request supaya backsound musik yang mirip lagu kalo lagi yoga disetel lebih keras biar makin rileks

Rencana mau Spa juga seperti konsep law of attraction, jadi waktu pagi lagi sarapan ada mbak-mbak dari Spa nya Plataran Ubud and Spa yang memberikan gratis trial Spa selama 10 menit. Terus ditawari paket Spa dan diiming-imingi diskon. Ya sudahlah siapa yang bisa menolak diskon hehe. Jadilah aku Spa, tadinya mau malam sebelum tidur tapi melihat cuaca gerimis hujan aku ganti rencana Spa setelah sarapan jam 10 pagi.

(2) Mencoba Balinese Costume

Aku tertarik banget buat mencoba salah satu kegiatan yang free saat staycation di Plataran Ubud dengan foto-foto dengan kostum tradisional Bali. Tapi ya karena aku lagi nggak ada temen, akhirnya ku ajak receptionist hotel buat jadi temen foto soalnya kan garing kalo foto-foto sendiri.

Persawahan hijau khas di Ubud yang bakal aku kangenin

Seketika mood aku berubah, karena bisa ketawa-ketawa waktu kita seru-seruan foto. Niat juga sampai ke belakang persawahan Plataran Ubud buat ngambil foto berlatar belakang pemandangan hijau. Duh! Kalau begini caranya aku mestinya bawa pasangan buat sekalian liburan bareng.

(3) Tea Time

Hampir setiap hari ada free buat tea time di restoran Teras yang ada di Plataran Ubud. Makanan dan minuman untuk tea time kamu juga bisa dibawa ke kamar, tinggal pilih aja terus mintalah buat diantar. Tiba-tiba aku jadi manja banget minta dianterin ke kamar semua snack cemilan sandwich, buah, sama teh.

img_0659

Nggak apa-apa sesekali, soalnya ada pemandangan yang bagus banget dari beranda kamar aku. Bawahnya ada kolam renang dan sawah, pohon kelapa hijau juga menghampar. Makan malam pun juga di kamar, sambil nonton TV.

(4) Jalan-Jalan ke Monkey Forest

Aku penasaran belum pernah ke Monkey Forest. Ternyata lokasinya tidak jauh lho dari Plataran Ubud, hanya sekitar 2-3 KM berjalan. Ah! Kalau masih segitu bisa dong jalan, aku lalu dikasih peta sama mbak-mbak receptionist Plataran Ubud, gampang banget jadinya ke lokasi.

Masuk Monkey Forest kita perlu tiket masuk yang bisa dibeli seharga Rp 50.000, untuk orang asing sama harganya. By the way, aku saranin untuk memakai sepatu yang nyaman buat ke tempat ini. Soalnya kita itu seperti lagi trekking yang cukup jauh. Naik turun, mungkin yang jarang olahraga bakal ngos-ngosan. Beruntungnya orang macam aku suka banget olahraga dan trekking macam ke Monkey Forest, Ubud ini.

Monyet-monyet akur, kita dilarang memberi makan karena mereka sudah makan dari buah-buahan yang ada di hutan tumbuh alami

Seneng deh bisa berada dekat dengan para monyet ini. Soalnya mereka benar-benar berkeliaran di dekat kita dan perlunya kita waspada menjaga jarak aja serta membaca peraturan yang tertera supaya menghindari terjadi hal tidak diinginkan. Tenang aja tapinya kok, ada pawang monyetnya di dalam meskipun mereka berkeliaran. Tempat ini terasa udaranya segar soalnya hutan dengan pohon rerimbun, hal yang agaknya kurang ku suka adalah bau kurang sedap dari kotoran. Ya wajar kan ini hutan monyet, dimana pun mereka mau pup sah sah saja.

(5) Nge-GYM

Seminggu lamanya karena sibuk kerja, jogging pun terlewatkan. Beruntungnya aku masih bisa mengganti waktu berharga untuk ku olahraga dengan nge-Gym waktu staycation di Plataran Ubud. Pokoknya diniatin banget deh, sehabis Magrib dari kecapekan jalan-jalan trekking santai ke Monkey Forest, berlanjut sorenya Balinese Costume dan Tea Time ku sempatkan juga membakar kalori.

Dalam hati aku bilang, pulang ke Jakarta nanti nggak boleh beratku naik kebanyakan. Makan tiada henti dengan aktivitas banyak dan karena dapet cemilan tetap saja aku harus berolah raga. Beruntungnya di Gym hanya aku sendirian, lagi nggak ada yang pakai alat. Soalnya waktu kemarin malamnya sampai sempat melihat ada bule yang lagi jogging di tredmill. Lumayanlah malam itu bakar kalori sekitar 250 kal, malamnya pun ku hanya makan caesar salad dan jus wortel. Kwkwkw, sayang dong kalau olahraga malah percuma karena malamnya makan nasi.

(6) Kalau Mau Sepedaan Bisa

Sepedaan keliling Ubud, seru pastinya.. tapi fasilitas ini bukan bagian dari free pelayanan saat menginap. Kalau mau sepedaan yang harus dengan guide di Ubud kamu harus membayar sekitar Rp 200.000, nanti akan diantar keliling persawahan dan desa sekitar. Kalau mendengar penjelasan receptionist hotel sih worth it ya. Cuma sayangnya aku tidak keburu waktu buat sepedaan, soalnya aktivitas ini dimulai sejak pagi jam 08.00-10.00.

Sepedaannya harus diantar guide

Saranku kalau memang ingin staycation disini, cari tahu dulu jadwal untuk sesi free activity-nya. Ada cooking class, yoga (yang tidak sempat aku coba karena terlalu capek), sekaligus Balinese costume maupun membuat gebongan. Semua ada jadwal per harinya. Saranku juga sebaiknya menginap minimal 3 hari 2 malam supaya semua aktivitasnya tercover.

(7) Ke Pasar Ubud Bisa dengan Shuttel

Sebenarnya kalau jalan nggak jauh lokasinya, tapi ada shuttel atau mobil yang akan mengantar ke beberapa lokasi. Salah satunya kalau mau ke Pasar Ubud disarankan pagi-pagi sekitar jam 10. Shuttel ini ada pada pukul 10.00, 13.00, dan 15.00. Cuma menurutku kalian jangan terpaku sama shuttel buat berpergian kemana-mana. Karena jalan kaki pun dekat kok.

Advertisements
LIFE, story

Yang Paling Baik Prasangkanya Kepada-Ku

Ada sebuah kutipan cerita yang menurut saya dalam sekali maknanya dan itu seketika membuat saya berfikir kemudian makin memahami apa yang perlu dilakukan sebagai hamba dikeseharian. Seperti mendapati pemahaman baru yang makin menguatkan mental spiritual daripada lupa jadi aku tulis di blog hehe, siapa tahu berguna bagi yang membacanya ๐Ÿ™‚๐Ÿ™๐Ÿป.

Sumber foto by google

Dari Buku Fihi Ma Fihi, Jalaluddin Rumi

Nabi Isa As banyak tertawa, sementara Nabi Yahya As banyak menangis. Yahya kemudian berkata kepada Nabi Isa..

“Kau percaya pada semua tipu muslihat halus ini sehingga kau banyak tertawa?

Isa menjawab..

“Sementara kau telah menutup matamu dari pertolongan dan cinta kasih Tuhan yang subtil, misterius dan agung, sehingga kau banyak menangis?

Seorang wali Allah hadir dalam percakapan tersebut. Ia kemudian bertanya kepada Allah :

“Di antara keduanya, manakah yang memiliki martabat paling tinggi?”

Allah menjawab :

“Yang paling baik prasangkanya kepada-Ku”

ARTINYA :

Aku menurut prasangka hamba-Ku terhadap Ku. Semua hamba memiliki imajinasi dan gambarab tentang diri-Ku. Dalam bentuk apapun dia mengimajinasikan-Ku, Aku tepat sesuai bentuk itu.

AKU BERKESIMPULAN :

Apapun yang dialami, apakah itu mendapati kesenangan atau kesedihan semuanya akan kembali lagi pada hati dan pikiran kita yang terus berprasangka baik ke Allah. Makin yakin karena pengalaman-pengalaman yang sebelumnya juga, pasti ada sesuatu yang baik di balik rasa sedih. Juga ada sebuah ujian dari tidak lupa maupun ujub dari kesenangan yang Allah beri. Intinya selalu berbaik sangka. Aku makin yakin segala yang didapati hari ini adalah yang terbaik, sesuai kesanggupan dan sejauh ini dari apa-apa yang di datangkan Allah itu memang sesuai kapasitas. Mungkin tidak diketahui hari ini saat tengah merasa senang atau berduka, tapi selalu jawabannya adalah hikmah yang baik.

Aku tambahkan hadist untuk memperkaya wawasan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ : ุฃูŽู†ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุธูŽู†ู‘ู ุนูŽุจู’ุฏููŠ ุจููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู†ููŠ ููŽุฅูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู†ููŠ ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุฐูŽูƒูŽุฑู’ุชูู‡ู ููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู†ููŠ ูููŠ ู…ูŽู„ุฃู ุฐูŽูƒูŽุฑู’ุชูู‡ู ูููŠ ู…ูŽู„ุฃู ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ุฅูู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุจูุดูุจู’ุฑู ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ุฅูู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูŽุงุนู‹ุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุชูŽุงู†ููŠ ูŠูŽู…ู’ุดููŠ ุฃูŽุชูŽูŠู’ุชูู‡ู ู‡ูŽุฑู’ูˆูŽู„ูŽุฉู‹ย  (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠุŒ ุฑู‚ู…ย  7405 ูˆู…ุณู„ู… ุŒ ุฑู‚ู… 2675 )

โ€œAllah Taโ€™ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu.

Kalau dia mengingat-Ku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta.

Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)

Asia, Liputan, Singapura - Asia Tenggara, Traveling

Menyambangi Art & Science Museum di Singapura

Pintu Masuk Art & Science Museum Future World, lokasinya hanya berapa meter saja berjalan dari Marina Bay Sands

Aku menyebutnya dunia yang futuristik, penggabungan antara seni interaktif dan sains. Future World yang membuatku terkesan saat memasuki dan mencoba berbaur dengan apa yang ada di dalam museum. Satu kesan yang berbeda untuk sebuah museum yang biasanya akan terasa membosankan ketika dikunjungi.

Art & Science Museum Future World yang ada di Marina Bay Sands menurutku sangat modern, seperti kesan yang didapat orang-orang kalau ke Kota Singapura. Aku seperti sedang memasuki dunia futuristik karya seni interaktif berteknologi tinggi Future World yang dibuat bekerja sama dengan teamLab, seni kolektif lintas disiplin yang terkenal. Pokoknya waktu masuk kamu bakalan terpesona dalam dunia seni, sains, sihir, dan metafora melalui koleksi instalasi digital mutakhir.

tiketnya kalau beli langsung di lokasi, harganya bisa di cek via website tapi rata-rata sekitar 15-40 $ Sing

Nah, mulai 1 September 2018, Future World ini diperbarui dengan sederetan lengkap karya seni baru yang menarik. Beruntung banget, aku berkesempatan buat mencobanya dan mengambil moment foto Instagramable di dalamnya.

FYI aja, Future World ini adalah pameran permanen. Instalasi akan berubah dan berkembang seiring waktu untuk menjaga pameran tetap segar dan relevan. Untuk memastikan semua pengunjung memiliki waktu yang cukup dan berkualitas untuk berinteraksi dengan setiap karya seni, waktu kunjungannya diatur. Yaitu pukul 10:00 AM, 11:30 AM, 1:00 PM, 2.30 PM, 4:00 PM dan 5:30 PM (entri terakhir). Aku saranin supaya membeli tiket secara online sebelum kunjungan. Selain Box Office Museum Art Science, tiket juga tersedia di Sands Theatre Box Office (B1, Marina Bay Sands).

Simak apa aja dunia futuristik dan moment Instagramable yang aku alami disana dengan berbagai tema yaโ€ฆ

Nature

Petualangan ku disini diawali dengan perjalanan imersif dan memesona seperti galeri alam yang menampilkan karya seni interaktif dan mendalam, menggunakan seni dan sains untuk membawa kamu ke dalam inti alam yang terdiri dari teknologi digital. Secara bersamaan dan ajaib menurut ku menghubungkan langsung ke dunia alam. Ada suasana ketika bunga-bunga berjatuhan dan kupu-kupu terbang kesana-kemari. Kita juga seperti diajak berinteraksi, waktu menyentuh si kupu-kupu.

Town, ini seperti area bermain untuk anak. Banyak banget sisi untuk cari moment foto yang Instagramable

Town

Perjalanan berlanjut ke sisi ruang lain. Wah tempat selanjutnya banyak diisi anak-anak dan balita yang seru bermain meluncur-luncur di perosotan. Tapi ini bukan Kota biasa, di desain seperti lanskap kota yang ramai dan hidup. Bahkan pengunjung bisa membangun dan mengisi kota-kota virtual. Anak-anak diajak menggambar dan hasil gambarnya bisa kita lihat di sebuah dinding. Pokoknya amazing sih, gambar mobil-mobilan ku bisa muncul danjalan-jalan di semacam video virtual. 

Balok-balok yang bisa jadi background foto Instagramable

Sanctuary

Jauh dari hiruk-pikuk kota, aku diajak untuk memasuki sebuah negeri impian yang untuk sesaat ketenangan. Sanctuary adalah oasis yang tenang di pusat Future World. Agak susah mengartikannya, aku nggak foto dan lama di ruangan ini.

Park

Beranjak dari kesibukan kota yang penuh hiruk pikuk, lalu kita diajak untuk mengunjungi taman rekreasi yang membangkitkan semangat. Pengunjung diundang untuk menghargai ‘permainan’ sebagai bagian penting dari kehidupan manusia. Pengunjung dari segala usia dapat belajar dan bermain menggunakan kombinasi aktivitas fisik dan teknologi digital.

๏ปฟSpace

Masuki ke jantung Celestial Space menurutku ini ruangan yang paling seru. Ada lampu-lampu Kristal sebagai ending perjalanan di Future World. Siapa pun bakal terpesona sama keindahan dan besarnya kosmos dan sensasi melihat bentuk alam semesta digital yang dikemas monumental.

lampu-lampu kristal ini bisa berubah-ubah