Backpacker, Indonesia, MOUNTAIN, story, The Journey, Traveling

Yuk Ke Gunung #CARIBARENGAN !

foto (11)
Belum punya temen buat naik bareng? pantau terus dan follow akun-akun Instagram para pendaki

Kalau kamu anak gunung dan suka memantau Instagram, pasti tahu dong akun-akun yang isinya seputar info gunung atau mendaki gunung? Ada cukup banyak jumlahnya dengan nama yang familiar maupun memakai ID destinasi gunung tertentu ataupun secara umum.

Selain buat tahu info terbaru, follow akun ini ada manfaat lainnya. Ketika butuh tambahan kuota temen buat barengan atau bahkan belum punya barengan sama sekali. Ini jadi opsi lain aja, kalau memang tidak ingin ikut open trip.

Ada akun @id.petualang @indomountain @id_pendaki @rinjanitrekker serta masih banyak lagiiiii……..

foto
pasti banyak yang komentar dan dm kamu buat tahu samaan nggak waktunya. Walau mungkin nggak jadi berangkat bareng tapi paling nggak nambah temen.

Nah coba deh follow, cuma harus sering mantau aja, karena paling hanya sebulan sekali atau dua kali ada postingan #NAIKBARENG artinya jarang-jarang. Beberapa kali nulis di kolom komentar tujuan dan kapan berangkatnya saya dapet temen barengan. Tapi beberapa kali juga nggak jadi berangkat.

Nggak ada yang percuma, walau kadang beda tujuan tapi malah jadi nambah temen terus, nambah follower di Instagram. FYI,… enaknya sih kalau pergi kemana pun itu sama orang yang sudah kenal, walau tak menutup kemungkinan kenal orang baru pasti ada aja ketemu temen yang asik. Tapi kan nggak tiap bulan juga pergi, kalau prioritas utama kamu bukan traveling seperti saya. Mungkin sudah mulai bosan ya….. dan bukan lagi masa nya. Yuk ah kembali kerja yang rajin dan cari peluang biar bisa nabung buat masa depan 🙂

 

 

Advertisements
culinary, Food, Liputan, story

Yuk Buat Homemade Bagel Rainbow!

foto (10)
Nah, bagel bisa juga dijadikan roti isi atau sandwich yang dikreasikan sesuai selera

Dunia kuliner sedang diramaikan dengan tren rainbow bagel. Dipopulerkan oleh sebuah toko roti The Bagel Shop di Brooklyn, New York. Tak kalah menarik dengan rainbow bagel yang ada di Amerika, sebuah cafe dan bakeshop di Indonesia pun belum lama ini membuatnya.

Kempideli yang membuat berbagai jenis roti dari Eropa, menjadi yang pertama menjual jenis rainbow bagel ini di Indonesia. Bakeshop yang terletak di Grand Indonesia, East Mall lantai 2 tersebut tak hanya menjual rainbow cake begitu saja tetapi pengunjung dapat menikmati langsung dengan permintaan dibuat menjadi roti isi untuk brunch maupun teman minum kopi dan teh.

Central kitchen untuk membuat bagel rainbow sendiri ada di Hotel Indonesia Kempinski. Penasaran dengan cara pembuatannya, saya pun akhirnya liputan karena diajak reporter Okezone.com sekalian dong disini ikutan sesi cooking class pembuatan bagel rainbow bersama chef Romadun Kamis (14/4/2016) lalu.

Chef Romadun membuatnya dalam adonan yang terdiri dari tepung, telur, mentega, susu segar dan susu bubuk, penguat adonan, gula, garam dan ragi. Setelah semua adonan diuleni, chef membaginya menjadi 6 bagian dengan memberi pewarna makanan yang berbeda. Ohya mungkin untuk membuat roti bagel dengan pewarna biasa, akan tak terlalu mencolok. Nah agak susah juga untuk yang di rumah. Karena Kempideli meng-import langsung dari Amerika untuk pewarna makanannya.

Ini resep bahan takarannya :

  • Tepung terigu protein tinggi, 500g, diayak
  • Gula pasir, 1 sdm
  • Ragi instant, 2sdt
  • Susu segar, 350ml
  • Dua butir telur
  • Soda kue, 1/2 sdt
  • Minyak goreng, 1 sdm
foto (4)
Step by step membuat rainbow bagel

Adapun cara membuatnya :

  • Campurkan tepung terigu bersama gula pasir, air hangat, susu, ragi instan dan minyak sayur dalam wadah yang besar. Aduk rata dan kemudian masukkan garam. Aduk lagi sampai rata.
  • Pindahkan adonan ke atas permukaan datar bertabur tepung. Uleni selama 10 menit hingga tidak lengket di tangan. Kembalikan ke dalam wadah, tutup dengan plastik lengket dan diamkan selama 20 menit. Jika dirasa adonan sudah mengembang, sisihkan.
  • Proses berikutnya adonan pipih yang sudah ditumpuk tadi kemudian dipotong menjadi tiga per potongan sekitar 2 cm. Potong lagi persegi panjang dengan menimbang per satuan dengan berat 100 gram.

“Merah, biru, kuning, hijau, ungu, orange, lalu dipipihkan menggunakan rolling pan. Setelah pipih tumpuk tanpa dilapisi, taruh warna paling cerah di tengah agar tak kalah dengan warna lain,” ungkap Romadun, Bakery Chef di Hotel Indonesia Kempinski.

Untuk proses pembentukannya dibentuk seperti mirip donat namun diplintir. Sebelumnya loyang dilapisi tepung terlebih dahulu agar adonan tidak menempel. Setelah itu ada proses pengembangan adonan lagi sekitar 30 menit.

Adonan yang telah dibentuk roti bagel kemudian direbus sebentar sekitar 1 menit dalam air yang mendidih. Hal ini menurut Romadun agar warna pelangi menjadi keluar dan adonan lebih kenyal. Tahap akhir, adonan yang telah direbus sebentar dipoles dengan telur lalu dipanggang sekitar 11 menit dengan suhu 220 derajat celcius.

Bagaimana rasanya mencicipi roti bagel rainbow yang baru saja matang dipanggang? Teksturnya kenyal dan lembut.  Menikmati bagel rainbow ini bisa diolesi dengan cream cheese yang ditambah campuran gula, butter, dan sedikit lemon.

Untuk mendapatkan roti bagel rainbow ini kamu hanya perlu merogoh kantong sebesar Rp. 15.000 saja untuk satuannya. Yang menjadikan spesial, semua roti di Kempideli termasuk bagel rainbow ini selalu baru dan dibuat tanpa bahan pengawet. Selain itu bagi penggemar berat roti kamu bisa mendapatkan berbagai jenis, lebih dari 30 varian yang bisa dikreasikan sendiri sebagai roti sandwich ataupun roti selai berbagai rasa.

Sebelumnya roti bagel sudah terkenal sebagai salah satu roti untuk sarapan orang Amerika. Warna yang menarik dari rainbow bagel tentu saja semakin membuat orang ingin memakannya. Adapun bagel tradisional sering diberi perasa seperti garam, bawang bombay, bawang putih, telur, roti pumpernickel dan gandum hitam (rye) yang dicampurkan ke dalam adonan. Adonan bagel modern biasanya ditambahkan perasa seperti tomat dan rempah-rempah dill, bumbu masakan cajun, kayu manis dan kismis, keju, sejenis jintan yang disebut caraway, blueberi dan muesli.

Kulit gandum (bran), adonan masam (sourdough), telur ayam, tepung gandum tanpa buang kulit (whole wheat atau whole meal), tepung multi serealia (multigrain), atau muesli juga sering ditambahkan ke dalam adonan sebagai penambah tekstur.

(dyah ayu pamela)

LIFE, story, The Journey

Wajah Perempuan, Restrospeksi Film Indonesia

foto 2 (3)
Usai monolog, tanya jawab tentang film. Semua yang terlibat berfoto.

Dua pekan lalu, tanpa sengaja setelah membaca akun Instagram @dominiquediyoseofficial saya datang ke sebuah event film, tepatnya live streaming monolog restrospeksi sinema dalam wajah perempuan.

Hari Minggu sehabis latihan renang, cusss lah bersama seorang teman ke Grand Indonesia. Tempat event tersebut di Galeri Indonesia Kaya,… wah asik nih, saya sudah sering kesana tapi buat meliput. Jadi hari Minggu itu saya sengaja sempetin datang untuk menikmati 100% moment dengan monolog restrospeksi itu. Bukan ngetik di notes dan buat beritanya 😀

Konsep dan sutradara dalam monolog live streaming ini Reza Rahardian sendiri, dengan narasi yang ditulis oleh Garin Nugroho, dan musik mengiringi monolog yang dibacakan oleh Chelsea Islan, Dominique Diyose, dan Cut Mini.

Inti dari monolognya mengungkapkan sosok  perempuan  yang banyak memberi inspirasi dalam sinema Indonesia. Kekuatan perempuan tak jarang memberi sari pada cerita dan menjadi sorotan utama sebuah film. Reza Rahardian mengandeng para aktris berbakat tanah air, bersama-sama menghadirkan restrospeksi wajah perempuan dalam film-film terbaik Indonesia.

foto 1 (7)
Tahu sendiri Galeri Indonesia Kaya sebesar apa? Karena datang terlambat saya dapat posisi duduk yang kurang pas.

Secara singkatnya ketiga aktris mengungkap dari sisi berbeda restrospeksi film Indonesia. Di sesi pertama, Chelsea membuka disusul Dominique dan Cut Mini. Dari tiga artis tadi cuma kata-kata Cut Mini yang saya ingat, hahaha mungkin karena cara dia membacakan ngena banget. “Film adalah mimpi,” begitu intisarinya…

Di tengah-tengah monolog Sita yang dulunya salah satu anggota RSD (Rida, Sita, Dewi) kemudian nyanyi. OST Cha Baw Kan yang dulu sempet dinyanyiin grup musik Warna judulnya “Waktu Kan Menjawab”. Merdu banget, sampai gemetar mendengarnya.

Terakhir ada tanya jawab tentang film. Disini yang bertanya mereka yang datang sebagai penggemar film. Ada yang bertanya tentang film Indonesia favorit mereka apa?… Chelsea menyebut Cut Nyak Dien, Sita bilang Daun Di Atas Bantal, terus Cut Mini suka Badai Pasti Berlalu. Dominique menjawab kalau film favoritnya Berbagi Suami, soalnya dia main disitu… hahahaha disini Cut Mini banyak ngelawak, eh terus Reza? apa ya kok saya lupa…

Ah ini sih sekedar sharing aja, ujung-ujungnya sebenarnya di akhir menurut saya adalah publikasi media soalnya banyak banget wartawan tv. Akhirnya monolog ini bikin nambah wawasan soal film dan awarness tentang mencintai atau menghargai industri ini. Saya juga jadi ngitungin, kapan ya terakhir kali nonton film Indonesia???

Backpacker, Indonesia, JAVA - Indonesia, MOUNTAIN, The Journey, Traveling

Itinerary Gunung Gede 2016

gunung gede
Gunung Gede dari dokumen wikimapia.org

Halooooo kalian semua, pasti bosen ya….soalnya saya mainnya ke gunung terus. 😀 Tenang aja, jangan bosen… next trip di bulan Mei saya ada project trip ke pantai dan pulau di Kalimantan sana. InsyaAllah. . cerita serunya menyusul. 🙂

Favoritnya hampir semua pendaki, Gunung Gede yang tak jauh dari ibu kota alias kalau mau piknik singkat ya kesini. Tanpa cuti, tanpa pengeluaran budget yang besar. Nah, tapi jangan salah. Buat ke Gunung Gede itu prosedurnya agak rumit. Iya rumit kalo kamu mengurus semua sendiri. Lain cerita pakai calo atau ikut open trip. Berkali-kali mau kesini gagal terus. Alesannya tanggal berangkat samaan pas mau ada event besar disana.

Lalu temen barengan saya ke Semeru, Esti dan Bonar Februari 2016 silam ngajakin kesini. Terus sekalian aja gabung juga A.N. Uyung temen liputan salah satu geng trio kwek-kwek yang juga suka ngegunung dan sempet ngajakin ke Gede.

“Kalau sudah dibuka langsung daftar online Pam, kirimin foto KTP,” Tulis Esti lewat obrolan What’sApp

Jadilah kami terdaftar untuk kepergian di tanggal 22-24 April mendatang. Daftarnya per orang hanya Rp. 32.500, lebih mahal Gunung Ceremai yang Rp. 50.000 tapi dapet souvenir lucu. Sekedar sharing, ini nih itinerary-nya.

gunung gede google

ITINERARY GUNUNG GEDE, 22-24 APRIL 2016

Hari 1 , Keberangkatan dari Jakarta 22 April 2016

Pkl. 17.30 : Kumpul di Terminal Grogol jurusan APTB Luar Kota (Ciawi)

Pkl. 18.00 : Berangkat ke Ciawi

Pkl. 20.00 : Sampai Ciawi, pindah angkot putih arah Cipanas (tergantung tingkat kemacetan)

Pkl. 22.30 : Sampai di Cipanas, pindah angkot arah Gunung Putri

Pkl. 23.00 : Sampai di Gunung Putri, bermalam di basecamp.

Hari 2 sudah tiba di lokasi 23 April 2016

Pkl. 04.30 : Bangun, mandi, sarapan, persiapan akhir sebelum naik.

Pkl. 06.00 : Berangkat

Pkl. 07.30 : Sampai di Pos Legok Leunca

Pkl. 09.30 : Sampai di Buntut Lutung

Pkl. 11.30 : Sampai di Lawang Sekateng. Istirahat. Makan siang.

Pkl. 13.00 : Sampai di Simpang Maleber

Pkl. 14.00 : Sampai di Alun-alun Surya Kencana Timur. Bersiap untuk bermalam.

Hari ke-3 summit dan back to home 24 April 2016

Pkl. 05.00 : Summit melihat sunrise (Insyaallah matahari tidak tertutup awan).

Pkl. 05.30 : MAIIIINNNNNNN…

Pkl. 07.00 : Sarapan.

Pkl. 08.00 : Beres-beres. Persiapan pulang.

Pkl. 09.30 : Pulang via Cibodas.

Pkl. 15.00 : Sampai di Pos Cibodas.

Pkl. 15.30 : Pulang via Cimacan.

Pkl. 16.00 : Naik angkot putih dari Cimacan ke Ciawi.

Pkl. 18.00 : Sampai Ciawi lanjut APTB ke Grogol (via UKI-Cawang).

ESTIMASI BIAYA PERORANG

1. Biaya pendaftaran SIMAKSI online Rp32.500

2. Biaya perjalanan PP total Rp132.000*

3. Biaya keperluan bersama Rp50.000

——————————————————————- +

TOTAL Rp214.500

* Estimasi biaya maksimal.

LIFE, story, The Journey

Off The Record Ngopi Bareng Andrea Hirata

IMG_1990
Kami dibawain dua buku terbitan terbarunya Laskar Pelangi edisi bahasa Inggris plus dibubuhi tanda tangan langsung 🙂
Suatu sore, bareng my best friend Wury Puspitasari di kedai kopi bilangan Kuningan Epicentrum, Jakarta Selatan. Mall yang lebih sering terlihat sepi pengunjung di antara mall ibu kota lainnya. Kami berdua janjian dengan penulis novel terkenal Laskar Pelangi.
Janji bukan sembarang janji, karena Bang Andrea Hirata sendiri yang sms Wury buat ketemu, mumpung lagi di Jakarta katanya. Ihhh, siapa yang nolak diajak ketemuan dengan penulis terkenal. Saat masih kuliah semester akhir saya sudah dibuat begitu terkagum-kagum dan terinspirasi dengan cerita seorang Ikal yang anak Belitong bersama kawan-kawannya di SD Muhammadiyah.
Lagu “Rayuan Pulau Kelapa”, Raja Dangdut Rhoma Irama, lalu Penyakit gila nomor 9, dan susunan kata ciptaannya langsung muncul di ingatan. Beruntung, tahun 2011 silam saya sempat juga mampir ke Belitung melihat secara langsung lokasi syuting film Laskar Pelangi. Lalu semua seri bukunya sudah dibaca, jadi pas ketemuan nggak kan habis bahan obrolan.
Ada apa? Kenapa Andrea Hirata bisa ajak kami ngopi bareng? Ini bukan konferensi pers, bukan liputan, bukan ketemuan wawancara tapi teman saya memang sebelumnya sempat ketemu Bang Andrea waktu liputan di Belitung. Wury sih memang gampang akrab dengan nara sumber. “Dibanding wartawan lain dia yang terlihat paling tidak canggung dan luwes pembawaannya,” ujar Andrea Hirata waktu kami ketemu.
Semua pasti setuju kalau Andrea Hirata itu orang cerdas. Buku-bukunya hampir semua tamat saya baca. Mengena di hati termasuk cerita tentang Maryamah Karpov di seri buku terakhir Laskar Pelangi, juga baca Padang Bulan, Cinta Dalam Gelas yang masih ceritanya soal orang-orang Belitong, sekaligus mengambil banyak budayanya. Terakhir saya juga baca novel “Ayah”, itu waktu ketemu dan ngobrol belum terbit lho.
IMG_1984.JPG
Fotonya sudah lama banget, dari rambut pendek tahun 2014,.. panjang, pendek, sampai panjang dan pendek lagi ,… zzZzzzzZzzZZZZz
Hanya lewat novel Andrea telah sukses meng-influence orang-orang untuk datang ke Belitung dan terkenal lah wisata Belitung. Siapa sih yang nggak tahu Pantai Tanjung Tinggi itu dimana atau Pulau Mercusuar? Terlebih-lebih setelah novel-nya pun di film kan.
Kalau membaca novel-novelnya kamu juga tahu dong kalau dia bisa sekolah tinggi karena beasiswa, berbagai penghargaan internasional salah satunya untuk winner general fiction New York Book Festival 2015 di USA pernah diraih-nya, ini membuktikan kalau dia itu “seseorang” yang bukan biasa-biasa saja.
Bang Andrea tak datang sendiri, dia mengajak pemeran Ikal saat remaja dalam film Laskar Pelangi jilid 2 “Sang Pemimpi”. Sepanjang ketemuan yang sekitar 2 jam iku kami ngobrolin tentang membuat novel, hehehehe. Berhubung Wury, teman saya itu sebenarnya dari dulu juga kepingin nerbitin novel dan pernah suatu kali saat dia patah hati saat-saat terberat-nya nge-twitt cerita yang menurut saya bagus banget kata-katanya.
“Obatnya patah hati nulis,” kata Wury.
By the way, akhirya pertanyaan yang membuat penasaran kami lontarkan. Gimana sih, seorang Andrea Hirata bisa menembus penerbit luar negeri hingga buku-bukunya bisa terbit di ratusan negara?.. Kanada, Belanda, Portugis, Jepang, Taiwan, belum lagi 17 negara berbahasa Arab ah sudah tak terhitung. Menurut Andrea antara bahasa dan jumlah penerbit itu sulit dijumlahkan berapa totalnya. Karena berapa banyak bukunya terbit dari jumlah bahasa itu tidak identik dengan jumlah penerbit.
Tapi rahasianya apa bukunya bisa diterima pasar internasional? Andrea bilang, ketepatan dalam penerjemahan. Artinya harus menemukan translator yang tepat. Nah, Bang Andrea memercayakan untuk itu kepada temannya yang jago dan menurutnya secara tepat menerjemahkan seperti kalau kita lagi baca novel-novelnya di versi Bahasa Indonesia.
Bang Andrea bilang dan menyemangati agar penulis Indonesia bisa menembus pasar penerbitan luar negeri. Selain kami berdua juga disemangatin buat bisa menerbitkan novel. Wong jurnalis kan pekerjaan sehari-harinya nulis masa nggak bisa nulis novel?? mungkin itu pikir Bang Andrea. Apalagi topik tulisan ada banyak banget di sekitar kita. Contoh kecil bahan-bahan dari liputan, kehidupan malam, orang-orang lifestyle ibu kota. Hmmmm iya Bang, belum sempat dituntaskan saja ini.
FYI,…. Akhirnya saya tulis juga off the record ngopi bareng Bang Andrea Hirata karena suatu kali rekaman pertemuan itu ditemukan. Kurang lebih membahas film terakhir Laskar Pelangi dengan judul Edensor itu, yang sudah tak diproduksi dan disutradarai oleh orang yang sama. Karena sudah janji, nggak saya bocorin disini juga ya.