Indonesia · story · Traveling

Kemana Lagi Jalan-Jalan di Jogja?

Rasanya tak pernah bosan buat datang lagi ke Jogja. Kota yang bagi saya punya daya tarik di segala sisi. Ngayogyakarta, keliling naik becak terus mengitari wilayah kesultanan yang ada dinding keraton itu. Berhenti sekedar ke toko batik atau toko kaus Dagadu yang di era 90-an sempat trend. Beli oleh-oleh bakpia… makan gudeg atau sate ayam di pinggir jalan.

Lalu bukan kulinernya, tapi juga seninya, kota kreatif… Mau cari kerajinan unik bisa cari di Jogja. FYI saya sampai punya koleksi barang-barang seni yang masih disimpan rapih di lemari buat kalau nanti dekorasi saat sudah punya rumah sendiri.

Masih ada banyak tempat di Jogja, bolak balik minimal setahun sekali pun nggak pernah bosan. Wisatanya candi-candi, jalan di Malioboro, mampir ke Pasar Beringharo, bahkan saya belum pernah ke Candi Prambanan!.. Goa Pindul yang sempat nge-hits juga. Padahal kelihatan seru, ada sesi menuruni goa dengan cahaya yang masuk…

Ini nih beberapa tempat lain yang kemarin saat family trip saya kunjungi… yuk siapa tahu bisa jadi ide perjalanan..

Sarapan pagi di Pasar Ngasem

Sarapan di Pasar Ngasem

Begitu sampai Jogja, kami niat cari sarapan. Tentunya sudah mandi, ganti baju dan siap petualangan kuliner dengan cari sarapan. Sudah biasa ke Pasar Beringharjo yang letaknya ada di seputar Jl. Malioboro?

Nah kamu cobain deh mampir ke Pasar Ngasem. Letaknya di Jalan Polowijo No 11, Kota Yogyakarta. Lokasi ini berdampingan dekat dengan Taman Sari, pemandian para ratu Kesultanan Yogyakarta. Habis sarapan bisa langsung main ke sebelah, cussss… tanpa cari parkir lagi.

Cuma sayangnya, karena buru-buru buat ke Pantai, kami nggak mampir ke Taman Sari, next time aja mungkin, disisahin dulu buat trip selanjutnya. Masih ada tempat yang happening banget berkat Instagram, Kalibiru, Umbul-Umbul Ponggok, dan Hutan Pinus Wonogiri.

Tapi entah kenapa justru yang sedang favorit buat orang-orang saya hindari, weekend pasti rame banget, terus terlalu pasaran di posting di IG. Sementara yang saya posting justru yang menggambarkan kesederhanaan Jogja aja, ke pasar sekedar cari sarapan.

Istana Ratu Boko yang terkenal sunset bagusnya

Mampir ke Candi Ratu Boko

Siapa yang nggak pernah ke Candi Borobudur atau Prambanan? Selain itu masih ada Candi Ratu Boko, letaknya 18 km sebelah timur Kota Yogyakarta kamu bisa pakai GPS lagi, diperjalanan saya tidur tapi tahu-tahu sudah sampai depan pintu masuk candi. Tiket masuk ke Candi Ratu Boko Rp. 25.000 per orang, ditambah biaya parkir mobil Rp. 10.000.

Lumayan lama mengitari kompleks candi ini, meski sebetulnya hanya bagian pagar saja yang utuh. Sisah bangunan sepertinya banyak yang dipindah maupun hancur karena terkikis zaman. Tapi saya lihat juga masih ada perbaikan untuk mempertahankan kompleks candi ini tetap lestari. Tumpukan-tumpukan bongkah batu candi seperti sisahan saja, lalu di belakang ada bekas tempat pemandian.

Sumber dari wikipedia, situs Candi Ratu Boko menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs permukiman. Diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra (Rakai Panangkaran) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu).

Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Sisa-sisa permukiman penduduk juga ditemukan di sekitar lokasi situs ini.

benteng-ratu-boko

Nama “Ratu Baka” berasal dari legenda masyarakat setempat. Ratu Baka (bahasa Jawa, arti harafiah: “raja bangau”) adalah ayah dari Loro Jonggrang, yang juga menjadi nama candi utama pada kompleks Candi Prambanan. Kompleks bangunan ini dikaitkan dengan legenda rakyat setempat Loro Jonggrang.

Situs Ratu Boko pertama kali ditemukan oleh Van Boeckholzt pada tahun 1790, yang menyatakan terdapat reruntuhan kepurbakalaan di atas bukit Ratu Boko. Bukit ini sendiri merupakan cabang dari sistem Pegunungan Sewu, yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga daerah Tulungagung.

Wisata Pantai dan Goa Ke Gunung Kidul

Kamu bisa pilih mau ke pantai mana, di kawasan Gunung Kidul daerah Wonosari sana ada banyak pantai bagus. Pantai Indrayanti, Pantai Baron, termasuk Pok Tunggal, terus banyak lagi yang nyelip-nyelip pantainya… Supaya seru random aja… mampir dari satu pantai ke pantai lain, karena letaknya deket-deketan.

Mungkin bisa dari pagi ketemu sore saat matahari terbenam, sehari di pantai Jogja. Asal jangan takut jadi hitam, panas banget cuaca pantai soalnya. Kalau mau agak lain, pilih wisata ke goa aja, cuma tahu sendiri ke goa itu pasti ada bau pesing kekelawar. Terus kalau liburan keluarga rasanya kurang cocok masuk goa apalagi ke Goa Pindul turun pakai tali 😀

Jalan-jalan seputar Gunung Kidul, cobain juga kuliner yang agak ekstrim seperti walang goreng alias belalang goreng. Saya pernah makan dan beli karena penasaran, walang goreng jadi makanan pengganti di Gunung Kidul soalnya dulu tempat ini kesulitan pangan. Belalang yang mudah ditemukan di daun jati kemudian jadi pengganti protein.

Selain itu yang terkenal juga tiwul, makanan yang terbuat dari ampas singkong. Dicocol sama parutan kelapa, bagi saya rasanya unik banget, harus coba dan bawa pulang sebagai oleh-oleh, cuma ada masa tahannya sekitar 2 hari.

penjual-di-sekitar-pantai-pok-tunggal
Ibu-Ibu penjual di dekat Pantai Pok Tunggal, Yogyakarta
Advertisements

5 thoughts on “Kemana Lagi Jalan-Jalan di Jogja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s