culinary, Kuliner, Liputan, Malaysia - Asia Tenggara, story, Traveling

Lima Rekomendasi Kuliner Malam di Petaling Street

Setelah enam tahun saat pertama kali ke Malaysia tahun 2013 silam akhirnya aku berkesempatan lagi buat menyambangi Kuala Lumpur (KL)! Sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan Negeri Jiran, jika bukan karena ada business trip alias perjalanan dinas a.k.a liputan 2 hari untuk peluncuran ponsel gaming Black Shark di KL.

Curi-curi waktu setelah liputan beres akhirnya kulineran aja deh malam-malam ke Petaling Street. Aneh juga sih, sebenarnya aku tuh nyari lokasi lain untuk dijelajahi melalui maps karena dulu sudah pernah ke Petaling Street. Mulanya ke Pasar Seni, tapi ternyata lokasi dekat sekali berjalan kaki ke Petaling Street yang juga merupakan kawasan China Town dan masih ramai padahal jam di tangan hampir menujukan pukul 21.00 waktu KL.

Ternyata beda lho atmosfer pagi menuju siang dan malam di Petaling Street. Setelah merasakan suasana yang beda aku malah menyarankan kalian yang pemula banget backpackeran keliling Asia Tenggara buat kulineran malam aja di Petaling Street dan cobain 5 rekomendasi kuliner berikut!

(1) Makan di Restoran Kim Lian Kee

Ini restorannya guys, di luar aja makannya sambil menikmati suasana malam

Teman-teman serombongan liputan dari Jakarta makan di sini, lokasinya gampang banget dicari dari depan plang Petaling Street lurus aja terus lalu belok kanan berdekatan dengan penjual Chesnut Berangan. Menunya ada aneka jenis mi, nasi goreng, jenis-jenis makanan Chinese kebanyakan. Halal apa nggak? Nggak yakin hehe karena buatku kalau restoran Chinese aku nggak berani coba dan pastikan kehalalannya. Rekomendasi aja buat kalian yang non muslim bisa kok makan di sini.

(2) Ngemil Chestnut Berangan

Ini ibu penjualnya dan beginilah bentuk kacangnya

Dari namanya aku penasaran, ini kacang berangan? Nggak banyak mikir langsung beli walau harganya 7,5 MYR kalau dirupiahkan dengan kurs Rp 3600 per 1 Ringgit jadi Rp 30.000 dan itu nggak dibohongin kok karena ada tulisan harganya dipapan. Penjualnya adalah ibu-ibu Melayu campuran Chinese karena matanya sipit. Aku nggak banyak tanya karena keburu penasaran coba, eh ternyata enak.

Jadi kacang berangan ini besar juga ukurannya, kulitnya pun keras makanya diroasted alias dipanggang gitu. Makannya enak selagi panas anget-anget. Agak susah membuka kulitnya dan lumayan capek ngegigitin tapi seru dan rasanya enak, walau lama ngabisinnya sambil keliling cari kulineran lagi habis juga dimakan berdua. Hehe

(3) Beli Air Mata Kucing

Air mata kucing, minum manis pas malem-malem. Ohya kamu bisa pilih dengan es atau tanpa es

Minuman yang serasa nostalgia, karena waktu ke sini 6 tahun yang lalu saat matahari terik dan cuaca panas-panasnya minuman inilah yang benar-benar terasa menyegarkan di tenggorokan. Harganya sekitaran 2,5 MYR atau setara Rp 15.000 saja. Rasanya manis seperti liang teh gitu dengan ada cincangan buah seperti kelengkeng di dalamnya. Mau siang atau malam menurutku tidak masalah minum ini tetap segar. Harus cobain banget selagi jalan-jalan ke Petaling Street dan cari oleh-oleh.

(4) Kim Soya Bean

Kim Soya Bean pasti bikin kenyang

Masih cari minuman? Di Petaling Street ada juga nih es susu kedelai alias Kim Soya Bean yang sudah terkenal itu. Cocok buat yang ingin malem-malem lapar tapi males makan dan ingin tambahan nutrisi dari protein nabati hehe. Menurutku harus banget coba, tapi kalau masih kenyang bisa keliling dulu deh muter-muter biar laper dan haus lagi terus beli Kim Soya Bean.

(5) Beli Sate-Satean

Dipilih-dipilih satenya, ini temen liputanku Galuh yang bisa makan sate babi

Masih laper tapi ya nggak laper banget, bisa nih beli sate-satean di Petaling Street. Nah, selain ada berbagai jenis sosis, kepiting, ayam, temenku di sini juga ambil sate babi merah FYI aja karena dia protestan jadi halal makan itu. Hehe kalo aku nggak boleh, cukup dengerin komentarnya aja gimana rasanya. Katanya ini babi nya manis. Nelen air liur deh kakak hehe.

Saat dateng kamu bakalan dikasih piring buat menaruh sate yang dipilih. Terus penjualnya akan grill satenya tapi ada yang digoreng juga sih dicampur bumbu dan tepung terlebih dahulu. Kelihatannya enak, cuma karena ada babinya aku ga beli. Kan kena minyaknya pula walau nggak makan.

Jadi itulah guys, 5 rekomendasi buat kulineran malam di Petaling Street saat kamu ke Kuala Lumpur. Masih banyak restoran sebenarnya, namun karena waktu terbatas kan.. bisa lho mampir lain kali (kalo ada yang bayarin tiket pesawat sama hotelnya) kwkwkw.

Advertisements
LIFE, story

REVIEW – Pengalaman Beli Sepatu Online di Web Nike Global

Percaya nggak kalau segala sesuatu di dunia ini nggak ada yang kebetulan? Kutipan yang aku dapet dari seorang penulis kenamaan Paulo Coelho. Hmm.. kata-katanya dalam dan buat siapa pun bisa jadi terbawa perasaan.

Ini nggak ada hubungannya sih sama perasaan, tapi kok seperti nyambung aja di kehidupan nyata. Kita sering mengafirmasi keinginan kepada semesta lalu entah bagaimana semesta mengirimkan apa yang jadi keinginan itu ke kehidupan kita. Serius nih nggak bohong, karena aku memang sudah lama banget kepingin beli Nike Cortez tapi di store offline mereka sudah tidak tersedia.

Lama setelah keinginan itu diabaikan justru datang lewat sebuah email promosi diskon yang tumben-tumbenan aku kesempetan baca. Padahal sedang sibuk-sibuknya. Apakah itu kebetulan? Percaya nggak sih kalau itu juga bukan kebetulan?

Akhirnya berkat news letter Nike aku lihat-lihat web mereka dan membandingkan harga di situs belanja online lainnya ๐Ÿ˜‚. Klik demi klik, ukuran, zoom in zoom out bahan sepatu sampai bandingin juga sama model sepatu Nike lainnya.. akhirnya ku putuskan untuk ambil resiko membeli di situs Nike Global.

NOTE PENTING TAMBAHAN :

Setelah postingan blog ini berbulan-bulan dibaca orang.. yang visitornya dua ratusan orang per minggu, banyak yang nanya itu pake pajak?? Asli aku gak dikenain pajak waktu beli bulan April dan Mei 2019 lalu. Tapi setelah nyoba mau beli lagi ada tagihan pajak yang jumlahnya lumayan besar juga Rp 300-500 rb-an. Entah ini kenapa bisa berubah?? Beruntung dong dulu 2 kali bisa free tax ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Cara Belinya di situs Nike Online :

(1) Punya akun Nike, bisa daftar dulu dan log in dengan email yang lagi aktif.

(2) Pilih sepatunya, ukuran, warna, bla bla bla

(3) Isi alamat lengkap, nomor telepon bla bla bla pokoknya ikutin intruksi di web

(4) Bayarnya ternyata pakai Kartu Kredit hahaha, VISA atau MasterCard, atau PayPal, btw karena aku nggak punya kartu kredit pakai Jenius BTPN buat bayarnya, alias pakai debit cash.

Ini form saat pemesanan

Jangan lupa kalau sudah pilih, pesan dan bayar pantengin juga email kamu. Karena pemberitahuan apakah barang sudah terkirim dan informasi lainnya hanya diberikan via email. Tapi mereka punya costumer service yang bisa dihubungi dan tentu saja komunikasinya dengan bahasa Inggris. FYI aku baru tahu setelah lihat track order ternyata barang dikirim dari Nike Global yang base-nya di Singapura. Pantes lama banget

Ini sepatu pesananku saat sudah sampai, nggak ada cacat hanya salah ukuran jadi aku return

REVIEW aku :

Positifnya

(1) Keuntungan beli di online store Nike Global menurutku kamu bisa dapetin koleksi sepatu Nike yang di toko offline mereka sudah jarang ada.

(2) Selain itu ini gratis ongkos kirim ya kawan, jadi walau jauh di antah berantah kamu nggak kena biaya tambahan hanya harga sepatu saja

(3) Kamu juga bisa dapetin harga promo dan barangnya dijamin asli dong.

(4) Selain itu barang kamu kalau tidak sesuai bisa di return dan refund, jadi aman banget transaksinya. Seperti kejadian aku beli kemarin, salah ukuran belinya 5 untuk US kan kekecilan. Pihak Nike juga nggak bikin harus susah payah return kita diterima.

(5) Saat return, ada instruksi di email caranya bagaimana. Jadi aku nggak usah repot kirim ke Nike Global lagi yang ada di Singapura. Kurir mereka yang akan datang ke rumah buat jemput barang yang akan di return. Jadi kemarin aku hanya tinggal print saja return page yang ada di email lalu tempel di kardus Nike.

Anyway meski salah ukuran dan sudah aku rerurn dan refund uangnya aku nggak kapok belanja. Malah aku bakal beli bulan depan Nike yang sudah lama aku incer tapi dicari di toko offline tidak ketemu, sabar-sabar aja mungkin setelah lebaran baru sampai di rumah dan bisa dipakai.

Track record barang dari pemesanan hingga sampai

Negatifnya:

(1) Barang pesenan kamu lama banget sampainya, aku hitung bisa 3 minggu ya sampai rumah. Terhitung 1 bulan kalau ternyata kamu return dan refund sampai pengembalian uang. Tapi semua sudah diperkirakan di track record pengiriman, jadi tenang aja.

(2) Dengan resiko males return dan ganti beli yang lain mungkin akan merepotkan bagi sebagian orang. Kalau aku santai aja, waktu harus refund uang aku dikembalikan lagi walau nunggu sekitar 3-5 hari kerja. Itu aja sih sisi nggak enaknya di luar itu menurutku beli sepatu di situs resmi Nike Global bisa jadi pilihan untuk orang yang sabar. Hehe โœŒ๐Ÿป

LIFE, love, story, The Journey

Menjelang Panggilan Adzan Tiba

Hujan masih turun deras, terdengar seperti rintik-rintik besar. Hujan awet namanya. Disisipi suara adzan menggema. Dalam hati diam-diam aku berdoa. Katanya doa saat hujan itu bisa terkabul. Hujan jadi saat yang mustajab buat berdoa.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, mungkin saja sudah hampir enam bulan. Kebiasaan ku berdoa di tengah hujan, di waktu adzan sampai waktu iqomat, saat berbuka puasa, dan di hari Jumโ€™at mendekati waktu magrib.. cuma berharap satu doa terkabulkan, tidak lebih tidak kurang.

Ku syukuri dan ku nikmati suara air langit perlahan berjatuhan. Kadang-kadang aku membayangkan bagaimana cara dia datang dari langit sampai ke bumi. Seperti semua keajaiban-Nya selama ini. Aku belum berubah pikiran. Aku masih yakin bahwa akan terwujud. Kita hanya tidak perlu memikirkannya karena itu di luar dari logika kita, kita cukup mempercayai-Nya karena tiada yang tidak mungkin bagi-Nya.

Beberapa hal yang ku pelajari dari hujan. Dia rela jatuh, dia bisa jadi bermanfaat, atau dia bisa menjadi musibah. Beberapa pemahaman lainnya yang menenangkan hati. . Bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu pun yang kebetulan bagi-Nya. Semua ada artinya. Yang kan jadi milik akan jadi milik, walau tidak mencarinya dia akan datang pada mu. Sementara yang bukan milik walau ku kejar dengan berlari tak akan jadi milik ku walau aku begitu menginginkannya. Berusaha atau tidak, semuanya sudah jadi ketetapan-Nya yang terbaik untuk terjadi. Syukurlah ๐Ÿ™๐Ÿป

Semua hanyalah keinginan-Nya yang terilhami oleh kita.. hati kita yang digenggam oleh-Nya, kita yang bergantung hanya kepada-Nya, satu-satu-Nya.

Allah Taโ€™ala berfirman, โ€˜Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.โ€ (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)

culinary, Liputan, Singapura - Asia Tenggara, story

Mencoba Impossible Foods di Marina Bay Sands Singapura

Patty yang dibuat dari tanaman juga biji-bijian, tapi serius rasanya mirip daging kornet mentah

Yeahhh! Jalan-jalan lagi ke Singapura, diundang lagi untuk nyobain makanan-makanan enak ๐Ÿ˜œ.. Siapa yang bakalan nolak? Kali ini tema besarnya “Sustainable Environment” yang mungkin kita nggak nyangka, nggak tahu, karena hanya melihat sisi modern Marina Bay Sands.

Aku penasaran juga saat diberikan background dan itinerary karena mereka menyebut Impossible Foods. Hmmm, apa itu? Boleh di klik dulu … jadi Impossible Foods ini semacam start up di Amerika sana yang project-nya mengerjakan olahan makanan dengan basis tanaman namun rasanya seperti daging. FYI katanya lagi booming banget untuk mengurangi konsumsi daging merah.

Sebutlah bentuknya patty, rasanya pun mirip seperti halnya sedang makan cincangan daging sapi. Tapi siapa yang bakal nyangka? Aku pun tidak, ternyata isian burger yang ada di restoran CUT by Wolfgang Puck salah satu restoran celebrity chef di Marina Bay Sands Singapura ini berbahan dasar sayuran dan biji-bijian, sama sekali tidak ada unsur daging di dalamnya. Wow. Very awesome!

Impossible food, sebuah kreasi terbaru di Marina Bay Sands Singapura untuk kulinernya bagian highlight program sustainability enviroment. Dengan tiga restoran celebrity chef kenamaan yang ada di tempat ikonik Singapura ini yaitu di Adrift by David Myers, Bread Street Kitchen milik Chef Gordon Ramsay, dan CUT by Wolfgang Puck. Para penikmat kuliner maupun traveler yang singgah di Singapura bisa mencoba sisi lain kelezatan Impossible Food ini. Penasaran banget kan?

Aku beruntung banget bisa coba! Impossible Foods dari tiga restoran yang pertama dari delapan restoran yang akan menggunakan Impossible Foods di Marina Bay Sands Singapura. Plant-based beef dari Impossible 2.0 ini tidak mengandung gluten, kolesterol, dan animal hormone maupun antibiotik. Impossible foods dibuat dari daging nabati yang bersertifikat halal serta protein dan rasa leghemoglobin protein kedelai, suatu molekul yang menghasilkan rasa “daging”, sehingga walaupun sama sekali tidak dibuat dari daging rasanya hampir tak bisa dibedakan dengan daging.

Pertama aku diajak untuk mencoba menu di restoran Bread Street Kitchen (BSK) by Gordon Ramsay. Executive Chef Sabrina Stillhart dari BSK membuat tiga menu salah satunya yaitu The Impossible Flatbreat yang seperti pizza ini menjadi makanan pembuka. Adonan pizza tipis diberi berbagai topping yang terasa seperti daging namun sebenarnya terbuat dari tumbuh-tumbuhan.

โ€œThe Impossible Foods kita ciptakan sebagai tambahan untuk menu diet yang ditawarkan disini. Meski dibuat dari bahan dasar tanaman, rasanya tetap seperti daging yang kaya rasa dan tekstur yang tentu akan disuka para pecinta daging,โ€ kata Chef Sabrina, sambil masak.

Tentu buat kamu yang sudah mengenal restoran ternama BSK by Gordon Ramsay, tahu dong kalau disini signature dishes yang terkenal adalah Beef Wellington. Nah, sajian ini kemudian dimodifikasi menggunakan daging patty dari Impossible Foods yang berbasis sayuran. Rasa daging di dalam adonan pastry renyah tetap terasa dalam tiap lapisnya, menu ini pun bisa jadi pilihan untuk vegetarian dan pecinta kuliner yang sedang mengurangi asupan daging merah. Disini ada juga kreasi The Impossible BSK Burger yang patty nya berbasis tanaman, dibandingkan dengan menu The Impossible Wellington tekstur dan rasanya sangat juicy seperti halnya menikmati burger berbasis olahan daging sapi.

The Impossible Sausage Roll sebagai salah satu jenis favourite Aussie comfort food

Karena takut kekenyangan, aku hany makan dua slice saja hehehe.. lalu berlanjut ke restoran Adrift by David Myers yang membuat The Impossible Sausage Roll sebagai salah satu jenis favourite Aussie comfort food. Hidangan sausage roll meski memakai bahan berbasis tanaman tetap terasa enak, bahkan tidak akan ada yang menyangka kalau isiannya bukan dari cincangan daging.

Perpaduan rempah seperti bawang putih, bawang merah, bubuk pala, ikut memberi rasa sedap sausage roll terasa tradisional berpadu lapisan pastry yang dipanggang dengan sempurna. Ini sih menurutku yang bikin beda dibanding The Impossible Wellington di restoran BSK by Gordon Ramsay, rasanya lebih berempah ada harum rosemary bahkan yang bisa aku cium juga bawang putih.

Dipanggang dulu dong patty-nya

Belum kelar nih petualangan kuliner hari itu, lanjut lagi jalan ke restoran CUT by Wolfgang Puck, kamu bisa menemukan burger mini dari Chef Joshua Brown yang mengkreasikan The Impossible Sliders menjadi remake dari signature restoran ini sebelumnya yaitu Mini Kobe Beef Sliders. Tiap gigitan patty terasa lembut dengan rasa dan aroma habis dipanggang yang menggoda pecinta burger. Meski isianya hanya party berbasis tanaman, keju dan saus tomat sederhana tanpa sayuran rasanya tetap sempurna.

Rasanya penasaran dan langsung ingin coba tentunya? Langsung saja kunjungi Marina Bay Sands di Singapura untuk menjawab rasa penasaran kami. Harga tiap menu tadi bisa didapat mulai dari $ 14 – 25 Dollar Singapura.

Ini burger saat masih ditata, btw burgernya mini aja
BALI - Indonesia, Indonesia, story, The Journey, Traveling

Cerita Mitologi di Monkey Forest, Ubud Bali

Monyet pun katanya “no smoking”

Dahulu kala, ada sebuah legenda dari Ramayana. Menceritakan konstruksi besar jembatan panjang bernama Situbanda yang dibuat oleh pasukan monyet di bawah pengawasan langsung Sri Rama yang menurut cerita itu merupakan inkarnasi dari Dewa. Sejak saat itu, monyet bukanlah hewan biasa dan jadi elemen penting berkesenian di Bali.

Tak salah kalau ada sebuah tempat, namanya Monkey Forest yang begitu dijaga dan jadi habitat monyet sekaligus tempat wisata yang bisa kamu kunjungi saat ke Ubud, Bali. Tanpa itinerary, karena hotel ku Plataran Ubud ternyata dekat banget lokasinya dengan Monkey Forest makanya tanpa pikir panjang aku niatkan habis spa buat jalan ke hutan monyet ini.

Menghirup segarnya udara hutan di The Sacred Monkey Forest Sanctuary mengingatkan aku akan saat-saat yang menyenangkan waktu trekking ke gunung. Rasanya paru-paru penuh dengan oksigen yang segar dari hutan ini. Rasanya paru-paru berterima kasih, karena rasanya enak menenangkan hati. Entahlah mungkin berlebihan tapi itu yang aku rasakan.

Berdua aja, lagi makan umbi-umbian

Sejauh mata memandang adalah pepohonan dan lumut hijau yang tampak segar memanjakan indra penglihatan. Si monyet, makhluk lucu yang lompat kesana kemari dan kadang iseng jail mendekat ke wisatawan juga jadi hiburan tersendiri. Kita secara langsung bisa melihat tingkah polah si monyet di habitatnya. Lagi cari kutu, minum, berenang di kolam, dan makan.

Rasanya aku lagi ada di dunia monyet! Makanya nggak salah tempat ini dinamakan Monkey Forest. Jenis monyet yang hidup di dalam kawasan Monkey Forest Ubud dikenal sebagai monyet Bali ekor panjang yang dalam istilah ilmiahnya Macaca fascicularis, tahu nama ini dari fact sheet yang diambil waktu beli tiket masuk.

Ada sekitar 900 ekor monyet yang menghuni kawasan ini, terbagi dalam 6 kelompok ada di Pura Dalem, Michelin, Timur, Tengah, Kuburan dan Selatan. Jangan khawatir kesasar, ada papan petunjuk kok buat balik lagi ke pintu utama. Jalanannya naik turun, makanya aku bilang seperti lagi trekking di hutan. Cuma, bukan di pijakan tanah soalnya sudah disemen semua jalannya.

Pengunung lebih banyak turis asing

Kalau berjalan mengikuti jalur turun ada sungai tempat habitat monyet mandi

Karena jumlahnya cukup banyak, konflik antar monyet tidak dapat dihindari, ehm.. bukan manusia aja yang berkonflik, monyet juga. Seperti misalnya nih, mandi ke sungai di musim kemarau, kelompok tertentu mesti melewati wilayah kekuasaan kelompok lain. Ternyata ada politik juga di dunia monyet.

Monyet di hutan ini terbilang monyet yang aktif di siang hari. Monyet betina mengandung selama 6 bulan dan umumnya melahirkan 1 ekor bayi. Bayi kera biasa bersama induknya kurang lebih 10 bulan dan sesudahnya akan disapih untuk hidup mandiri.

Monyet termasuk binatang omnivora alias makan buah-buahan, di Wenara Suci Wenara Wana sebutan lain Monkey Forest Ubud makanan utamanya adalah ketela rambat, diberikan minimal 3 kali sehari dan setiap hari dikombinasikan dengan pisang, daun, papaya, jagung, mentimun, kelapa, dan buah-buahan lokal lain.

ada monyet yang lagi nyari kutu

Monkey Forest buatku bukan tempat yang biasa-biasa saja. Aku malah lihat kebanyakan turis asing yang jadi pengunjung disini. Buat kamu yang belum kesini, harus banget menjadikan Monkey Forest Ubud salah satu tujuan wisata kalau ke Ubud. Bukan cuma jadi daya tarik wisata di Ubud aja, tapi jadi lokasi penting untuk riset dan penelitian. Khususnya terkait perilaku dan interaksi sosial kera dengan lingkungan sekitarnya.

Hmmmm, satu aja hal yang kurang aku suka bau agak kurang sedap dari kotoran monyet. Wajar sih namanya kan hutan monyet rumah mereka, seperti kalau lagi ke kebun binatang pasti ada bau itu.

Catatan untuk wisatawan:

Monyet tidak akan mendatangi kalau tidak memberi makan atau memegang sesuatu ditangan seperti kacamata

tidak melakukan kontak fisik dengan kera atau memberi makanan tambahan di luar kawasan.

Ada bagian yang tidak boleh dimasuki wisatawan, kecuali oleh mereka yang akan sembahyang dan harus dengan menggunakan pakaian adat Bali yang lengkap.

img_0665
Hutan hijau, pemandangan yang sejuk selama trekking di Monkey Forest

The Sacred Monkey Forest Sanctuary

Telp : +62 361 971304, +62 361 972774

Alamat: Jalan Monkey Forest, Padangtegal, Ubud, 80671, BALI

Harga Tiket Masuk:

Wisatawan lokal dan asing Rp 50.000/orang

Kera yang minum langsung dari keran yang menetes
Indonesia, JAVA - Indonesia, story, Traveling

Walking Tour China Town, Glodok Jakarta

Mulanya iseng-iseng aja, lagi scrolling Instagram stories temen jurnalis food & travel dan menemukan posting-an dia yang menarik. Walking tour di Jakarta! Waw, Jakarta nih. Lalu tanpa mikir lagi langsung follow akun jalan-jalan yang di tag si temen, buka website dan lihat schedule tour-nya.

Ada banyak pilihan walking tour. China Town, Pasar Senen, Kota Tua, dan masih beberapa lagi. Karena deket sama Imlek dan aku lagi butuh banget bahan berita kuliner, jadilah pilih untuk ikutan tour yang China Town. Terus aku ngajak Sarah, temen sekantor tempatku freelance sekalian buat perpisahan karena kita selama 8 bulan ber-partner belum pernah trip bareng.

Anyway! Kawasan pecinaan di seluruh dunia selalu menarik, ya nggak sih? Waktu ke kota Palembang, Semarang, bahkan kalo juga saat ke Singapura dan Malaysia kawasan pecinaan itu punya semacam magnet dari simbol bangunannya sama kulinernya. Rasanya kepingin aja tahu seperti apa etnis yang jumlahnya paling banyak di dunia ini menjalani keseharian. Salah satunya dari sisi kehidupan Cina Muslim yang sepertinya jarang ditemui, yang kerasa amazing aja waktu di Chinatown Singapura aku juga bisa menemukan masjid dan sempat sholat magrib disana.

Mampir sebentar buat nyobain teh gratisan di Pantjoran Tea House

Jadi aku bela-belain Sabtu pagi jam 09.00 teng sudah ada di Hotel Novotel Glodok, sebagai meeting point memulai tour. Pagi itu anginnya kenceng banget, tapi Alhamdulilah tetap cerah Jakarta. Dari sini dimulailah walking tour, baru tahu ternyata di belakang Hotel Novotel ini ada rumah bergaya pecinaan yang nyempil di antara coffee shop Kopi Oey.

Lalu masuklah aku ke bangunan Chandranaya itu bareng rombongan tour yang ternyata lumayan banyak dibagi dalam 3 group masing-masing sepuluh orang dengan satu guide. Kita dibawa masuk ke rumah saudagar Cina Khouw Kim An yang kala itu pada masanya tahun 1867 adalah kapiten atau semacam jabatan lurah. Rumah ini sempat nggak keurus, tapi direnovasi dan dirawal lagi tahun 2012, sehingga bisa jadi tempat pameran dan cagar budaya.

Mulai cerita deh guide-nya, tentang arsitektur Cina zaman dulu yang punya status sosial tinggi rumahnya tuh beda dari rumah lain ada banyak ornamennya macam ayam, ikan, udang di genteng. Dulunya tempat yang sekarang jadi Candranaya ini ada di bawah Xinming Association, perkumpulan etnis Tionghoa yang kegiatannya ada badminton, kelas bahasa mandarin, dll. Cuma karena peristiwa 1998 bangunan sempat rusak dan dibakar. Sedih jadinya, keinget waktu itu aku masih SD dan rusuh banget Jakarta saat itu.

Dari Chandranaya, kita lalu diajak jalan ke arah Glodok. Di depan Pasar Glodok yang deket kali kita berhenti dan diceritain kisah pembantaian etnis Cina oleh Pemerintah Hindia Belanda tahun 1740-an.Sekitar 5000 – 10.000 orang dibantai pada kejadian yang berlangsung 3 hari itu, mayatnya dibuang di sungai rawa Jakarta. Makanya juga ada daerah dikenal dengan nama Gunung Sahari, itu plesetan dari gunung dalam sehari (mayat etnis Cina yang dibantai) waktu itu katanya darah dan mayat dimana-mana.

โ€œPopulasi etnis Cina banyak banget, makanya dibantai, bahkan ada yang dimigrasi ke Srilanka,โ€ kata Guide kami.

Yang lagi ibadah, di Klenteng Dharma Bhakti

Lanjut cerita tadi, kita diajak jalan lagi dan berhenti di sebuah kedai teh di Jalan Pantjoran. Jadi ini kedai teh udah lama banget katanya, sejak zaman Belanda dulu ada dan sekarang tetap jadi kedai teh dan restoran chinese food gitu.

Pantjoran tea house, namanya diambil dari kali dari kata pancuran. Kenapa kita dibawa kesini? Ada sejarahnya nih, kedai teh ini memang unik. Jadi si pemiliknya kapitan dan sang istri selalu menyediakan teh gratis dari pagi hingga sore di depan kedainya. Zaman dulu kan orang sudah mencari minuman, ide si pemilik untuk berbagi teh sampai sekarang juga masih diterusin.

Nggak jauh dari Pantjoran Tea House kita belok ke arah Jalan Petak Sembilan. Dulu katanya disini memang hanya ada rumah besar sembilan petak, makanya dinamakan Petak Sembilan, tapi ya kalau sekarang sih sudah bukan sembilan lagi. Hehehe.. dari situ kita masuk ke pasar dan tujuan perhentian selanjutnya adalah Klenteng Dharma Bakti, salah satu klenteng tertua di Jakarta yang sudah ada sejak 1650. Berkali-kali klenteng juga rusak karena kebakaran, tapi direnovasi lagi. Nah, setiap klenteng biasanya ada dewa sebagai tuan rumahnya, kalau di Dharma Bakti ini Dewi Kwan In, yang nonton Song Go Kong pasti tahu dong.

Serombongan foto di klenteng

Nggak cuma ada satu klenteng di kawasan pecinaan Glodok, makanya kita juga diajak ke Klenteng Cheng Goan Cheng Kun sebelum lewatin Gang kalimati dan Gang Gloria buat kulineran. Disini nih kamu bisa ngocok ramalan yang pakai nomor berhuruf Cina. Cuma bakal bisa dibaca sama Bapak yang nunggu di depan klenteng. Eh, Sarah nyoba dia buat ngocok ramalan. Antara percaya nggak percaya ada cerita aneh disini yang kalau dipikir agak mistis.

Si Sarah agak ragu, mau ngocok atau nggak. Terus katanya sih dia mikir.

Sarah : โ€œini serius bisa keluar kocokan segitu banyak terus keluar satu? Celoteh si Sarah. Lalu keluar semua dong itu batang kayu yang ada nomornya.

Kakak Guide nya bilang: โ€œharus yakin, sabar dan mau berproses. Emang gitu berproses nggak enak,โ€ komentarnya. Gara-gara kocokan Sarah jatuh semua.Hahahaha.

Dengerin instruksinya si kakak guide terus si Sarah jadi ngocok dengan lebih yakin dari sebelumnya dan keluar deh itu satu kayu dengan nomor bahasa Mandarin. Hehehe.

Ngelewatin pasar, kanan kiri pemandangannya ada babi gelantungan

Singkat cerita jadinya mistis deh, katanya dari awal dia udah liat itu nomor tapi pakai huruf abjad pas belum nanya sama si bapak Cina. Terus pas mau moto si kayu biar diterjemahin nomor berapa masa ga bisa difoto pakai kamera hp selain punyanya si Sarah. Pas kita selesai makan di Kari Lam dan nanya apa arti tulisannya si bapak juga nyebut nomor yang sama dengan yang dilihat Sarah sebelumnya. Jadi, katanya sih nggak boleh dikasih tau temen nomor berapa dan apa isi ramalannya. Lagi pula itu ramalan juga ditulis dalam bahasa kiasan.

Ya begitulah akhir dari walking tour China Town di Glodok. Sebelumnya kita juga ke Gereja Katolik dengan bentuk bangunan Cina juga. Diakhir tour aku agak penasaran sama isi ramalannya Sarah sih, soalnya dia baru resign kerja di awal tahun ini. Kalo aku sengaja nggak mau ikutan ramal-ramal gitu karena khawatir malah terpengaruh sama isi ramalannya. Ya kalau baik, gimana kalau sebaliknya? Dah, percaya aja sama apa yang direncana Allah nantinya.

LIFE, story

Yang Paling Baik Prasangkanya Kepada-Ku

Ada sebuah kutipan cerita yang menurut saya dalam sekali maknanya dan itu seketika membuat saya berfikir kemudian makin memahami apa yang perlu dilakukan sebagai hamba dikeseharian. Seperti mendapati pemahaman baru yang makin menguatkan mental spiritual daripada lupa jadi aku tulis di blog hehe, siapa tahu berguna bagi yang membacanya ๐Ÿ™‚๐Ÿ™๐Ÿป.

Sumber foto by google

Dari Buku Fihi Ma Fihi, Jalaluddin Rumi

Nabi Isa As banyak tertawa, sementara Nabi Yahya As banyak menangis. Yahya kemudian berkata kepada Nabi Isa..

“Kau percaya pada semua tipu muslihat halus ini sehingga kau banyak tertawa?

Isa menjawab..

“Sementara kau telah menutup matamu dari pertolongan dan cinta kasih Tuhan yang subtil, misterius dan agung, sehingga kau banyak menangis?

Seorang wali Allah hadir dalam percakapan tersebut. Ia kemudian bertanya kepada Allah :

“Di antara keduanya, manakah yang memiliki martabat paling tinggi?”

Allah menjawab :

“Yang paling baik prasangkanya kepada-Ku”

ARTINYA :

Aku menurut prasangka hamba-Ku terhadap Ku. Semua hamba memiliki imajinasi dan gambarab tentang diri-Ku. Dalam bentuk apapun dia mengimajinasikan-Ku, Aku tepat sesuai bentuk itu.

AKU BERKESIMPULAN :

Apapun yang dialami, apakah itu mendapati kesenangan atau kesedihan semuanya akan kembali lagi pada hati dan pikiran kita yang terus berprasangka baik ke Allah. Makin yakin karena pengalaman-pengalaman yang sebelumnya juga, pasti ada sesuatu yang baik di balik rasa sedih. Juga ada sebuah ujian dari tidak lupa maupun ujub dari kesenangan yang Allah beri. Intinya selalu berbaik sangka. Aku makin yakin segala yang didapati hari ini adalah yang terbaik, sesuai kesanggupan dan sejauh ini dari apa-apa yang di datangkan Allah itu memang sesuai kapasitas. Mungkin tidak diketahui hari ini saat tengah merasa senang atau berduka, tapi selalu jawabannya adalah hikmah yang baik.

Aku tambahkan hadist untuk memperkaya wawasan. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ูŠูŽู‚ููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ : ุฃูŽู†ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุธูŽู†ู‘ู ุนูŽุจู’ุฏููŠ ุจููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู†ููŠ ููŽุฅูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู†ููŠ ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ู ุฐูŽูƒูŽุฑู’ุชูู‡ู ููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฐูŽูƒูŽุฑูŽู†ููŠ ูููŠ ู…ูŽู„ุฃู ุฐูŽูƒูŽุฑู’ุชูู‡ู ูููŠ ู…ูŽู„ุฃู ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ุฅูู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุจูุดูุจู’ุฑู ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ุฅูู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุฐูุฑูŽุงุนู‹ุง ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ูŽุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุจูŽุงุนู‹ุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุชูŽุงู†ููŠ ูŠูŽู…ู’ุดููŠ ุฃูŽุชูŽูŠู’ุชูู‡ู ู‡ูŽุฑู’ูˆูŽู„ูŽุฉู‹ย  (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠุŒ ุฑู‚ู…ย  7405 ูˆู…ุณู„ู… ุŒ ุฑู‚ู… 2675 )

โ€œAllah Taโ€™ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu.

Kalau dia mengingat-Ku di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta.

Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)