MALANG - Indonesia, story, The Journey, Traveling

Family Trip – Pasir Berbisik, Berpetualang dengan Jeep di Kawasan Gunung Bromo

Pasir Berbisik, nama sebuat tempat di Bromo yang jadi populer berkat film berjudul sama di tahun 2001.

Namanya Daya (diperankan Dian Sastrowardoyo), seorang gadis desa lugu. Daya terlihat asik bermain-main dengan pasir, seolah dia bisa merasakan hembusan pasir bisa berkata-kata, berbisik sesuatu padanya. Pasir berbisik yang menyiratkan kerinduan akan kedatangan sosok sang ayah.

Film yang kemunculannya ada disaat perfilman Indonesia merangkak ingin bangkit. Saya ingat tahun segitu masih pakai baju seragam putih biru dan waktu itu membaca review-nya di Majalah Gadis. Sang ibu, diperankan aktris dekade lama, Christine Hakim, tak diragukan lagi, berakting sangat bagus. Oke ini sedikit saja tentang asal muasal nama Pasir Berbisik, karya film yang membuat sebuah site di Bromo menjadi begitu terkenal.

Hamparan gunung dan bukit-bukit layaknya miniatur seni yang indah. Tak terungkap lagi dengan kata-kata bagaimana indahnya. Saya senang traveling ke gunung, sudah beberapa gunung juga dijelajahi, tapi yang satu ini, Bromo cuma tinggal duduk manis di dalam jeep diantar ke beberapa site menariknya. Bukit Teletubis, Pasir Berbisik, dan kawah Bromo.

Pantas kalau Bromo tidak pernah sepi. Hampir semua orang lokal yang saya tanya jawabannya begitu. Apalagi weekend, rame terusss.. so jangan pernah berharap bisa bengong ngigo pas ke Bromo, hahaha. Kalau mau kontemplasi mending ke Semeru aja, gunung di sebelahnya yang masih satu kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung Bromo itu ada di list gunung impian saya yang sebenarnya nggak nyangka bisa kewujud tahun 2017 ini. Tadinya selepas ke Gunung Kerinci dan Gunung Prau mikirnya bakalan udahan aja. Eh, nyokap ngusulin buat ke Malang sekalian ke Bromo pas moment lebaran.

Percakapannya menurut nyokap begini.

“Mas, kita mungkin nggak sih ke Bromo,” kata nyokap ke bokap.

“Apa yang nggak mungkin,” bokap bales

(Nyokap bilang si papa emang gitu, kalo ditantangin dia malah ketantang buat ngewujudin). Katanya lagi sekalian buat hadiah ulang tahun anak perempuan satu-satunya ini. Terus sekalian membaur kita family trip seru-seruan ke gunung bareng adek ipar yang baru kali ini diajakin piknik ke gunung, hahaha soalnya dia anak pantai.

So, perjalanan via darat tentunya menggunakan mobil. Kebayang gimana supirnya? Tenang aja, buat perjalanan jauh ini memang kita sedia 1 driver biar bisa gantian sama si adek. Lumayan jauh ya, dari Purworejo ke Pasuruan Jawa Timur. Kira-kira habis satu hari perjalanan dengan banyak berhenti saat waktu sholat dan sekalian makan.

Begitu sampai Kota Pasuruan itu berarti sudah dekat ke Bromo. Hmm, diperjalanan kita kepikiran buat nelpon agensi buat sewa jeep, eh tapi banyak yang menawarkan dengan harga nggak rasional. Hahaha Rp. 1,9 juta buat ber-5 orang bilang ya sih private tour bromo.

Perasaan teman pernah bilang sewa jeep paling Rp. 500 ribu-an kok. Waktu tahun 2015 ke Semeru pun naik jeep ber-6 an sekitar itu harganya. Informasi harga di internet pun sekitar Rp. 550-700 ribu-an.

Sedikit sharing, memang ketika traveling kita baiknya survey dulu. Meski dadakan survey-nya pun itu penting, kritis sedikit sebagai traveler, pokoknya banyak nanya ke warga lokal aja.

So, akhirnya karena merasa harga Rp. 1,5 juta – Rp. 1,9 juta itu kemahalan, kita langsung nolak. Meski nolak si bapak yang nomornya kita dapet dari Instagram tetep aja Whatsapp nawar lagi, ah gila, orang udah nggak mau kemahalan. Langsung aja bro, mending bilang gak jadi ke Bromo. Biar calo itu nyerah nawarin.

Pffftttt, beruntungnya dengan keukehnya kita dan si papa bilang “sudah ntar disana juga bakalan banyak yang nawarin jeep ke kita,”. Kita manut aja, dan pas sampe langsung parkir mobil memang banyak yang nanya, mau kemana, bahkan pas di jalan berkelok-kelok belum sampai basecamp parkiran, ada motor yang niat ngejar kita cuma buat nawarin sewa jeep. Si papa tetep bilang, “sudah.. nanti aja disana,”.

Keliling Bromo dengan jeep membuat siapa pun, tua muda, suka atau biasa saja dengan pegunungan bisa pergi. Bahkan bawa anak kecil juga nggak masalah, memungkinkan sekali, ya asal jangan bawa Balita aja. Minimal umur 7 tahun lah. Yang bakal buat iri ya banyak orang tua yang ngajak anaknya berkuda buat ke puncak Bromo. (Nggak sampai kawah sih).

Yang tidak ingin sewa kuda saat sudah sampai di tanjakan Bromo harus jalan sekitar 3 KM buat ke puncaknya. Tapi nggak sampai puncak juga nggak masalah, dari jeep saja pun pemandangan yang indah itu nggak sulit terlihat. Kita bakal berhenti di beberapa titik. Di bukit teletubis dan pasir berbisik. Ini judulnya pasir berbisik lho, tapi melebar kemana-mana bersama berikut tips liburan ke Bromo.

Beberapa tips buat ke Bromo :

(1) sewa jeep rata-rata itu cuma Rp. 560.000 kok, jadi jangan sampai ketipu ya. Kalau musimnya lagi peak season atau rame banget ya masih wajar bayar Rp. 700 ribu.

(2) menurut warga lokal mereka hanya menghabiskan sekitar 15 liter bensin saja buat keliling Bromo mengantar tamu.

(3) untuk mobil pribadi sudah lama tidak diperbolehkan keiling pasir berbisik dan sampai ke bawah daerah trek yang banyak pasir itu, bahaya juga menurut saya. Dan… itu butuh skill menyetir macam mau off road dan kendaraan beroda besar untuk medan terjal.

(4) jangan takut kamu kehabisan jeep. Karena ya jeep di Bromo itu hampir 1000 jumlahnya. Mereka juga punya komunitas katanya.

(5) di Bromo itu mayoritas agama Hindu. Jadi masjid jarang ada. Adanya musholla seadanya. So, kalau mau subuh dulu sebelum sunrise masih ada di dekat lokasi.

(6) kalau peak season, musim liburan penuh bukan main. Buat liat sunrise pun, buat dapet foto mesti nyelip-nyelip. Dan jasa tukang ojek laku, buat kalian yang males nanjak sampai ke tempat dekat liat sunrise.

(7) jangan ditanya lagi harga makanan melonjak kalau di gunung. Wajar sih ya, gorengan aja satuannya Rp. 2.000 perak. Siapin banyak receh uang di kantong, apalagi buat pipis toilet bayar Rp. 5.000

(8) walau kemana-mana diantar jeep, saya rekomendasi kamu pakai sepatu keds atau sepatu trekking nyaman. Jangan sendal, soalnya cuaca panas menggila.

(9) ada tiga jalur pendakian ke Bromo. Salah satunya via Pasuruan. Tapi kebanyakan orang via Malang, mungkin karena naik kereta.

Advertisements