Liputan · Malaysia - Asia Tenggara · story

Tiga Bangunan Bersejarah di Perak, Malaysia

Galeri Sultan Azlan Shah, bagus ya..Kelihatan ada sentuhan Melayu dan Inggris gak sih?

Malaysia bukan tentang Kuala Lumpur (KL) saja. Masih ada Sabah, Kinabalu, dan Perak merupakan salah satu negara bagian Malaysia, nomor 4 terbesar. Nama Perak diberikan karena dulu wilayah ini tempat penghasil timah, adapun timah diasosiasikan berwarna perak.

Kalau 2013 silam saya sempat keliling KL untuk sekedar mengenal kata “Luar Negeri”, karena dapat free ticket Tiger Air Ways, kunjungan kedua ke Malaysia, yang sebenarnya tidak terlalu buat saya tertarik kali ini hanya karena tugas peliputan saja.

Namanya bareng tour operator, saya ikut saja apapun itinerary yang tertera. Mampir ke Perak, yang punya beberapa bangunan bersejarah. Berikut tiga peninggalan sejarah kesultanan Malaysia yang saya rangkum singkat. Selamat menyimak 🙂

IMG_6812
Masuk ke dalam harus lepas alas kaki atau memakai penutup sepatu yang berwarna biru ini. Kebetulan cuaca hujan saat itu takut juga becek

(1) Galeri Sultan Azlan Shah

Bangunan galeri awalnya dibangun pada tahun 1898 dan selesai pada tahun 1903 untuk digunakan sebagai kediaman Sultan Perak Idris Shah I . Penciptaan galeri berasal dari ide Sultan Perak Azlan Shah. Pemerintah Negara Perak menyetujui pembangunan galeri pada tanggal 13 Juni 2001. Pembangunan galeri dimulai pada 30 November 2001 dan diselesaikan pada tanggal 15 April 2003. Galeri ini secara resmi dibuka pada 9 Desember 2003.

Galeri ini bertempat di gedung Ulu Palace. Bangunan terbuat dari ukiran kayu terinspirasi oleh tanaman alami di wilayah sekitarnya. Batu ukiran dibuat oleh pengrajin sesuai dengan persetujuan dari Sultan Idris Shah I. Desain Arsitektur bangunan memiliki fitur-fitur umum dari Istana Nasional , Pengadilan Tinggi Ipoh dan Stasiun Kereta Api Ipoh. Semua informasi lengkap ini ada di dalam galeri.

Isinya memang mengagumkan, sebenarnya ada tiga gedung museum yang ketiganya berisi benda peninggalan, koleksi Sultan Perak. Semacam cendera mata dari tamu negara, mobil yang pernah dipakai saat itu, dan tentu saja foto silsilah keluarga Sultan Perak.

Wisata sejarah seperti ini mungkin memang disukai para bule ya? kalau saya yang petualang banget sebenarnya merasa biasa-biasa saja saat masuk galeri. Meskipun “wah” dengan benda-benda berlapis emas.

IMG_6800

(2) Masjid Ubudiah

Tak jauh dari Galeri Sultan Azlan Shah, ada Masjid Ubudiah sebagau Perak ‘s royal masjid terletak di kota kerajaan Kuala KangsarPerakMalaysia. Meski dekat, tapi kami serombongan tetap naik bus untuk menuju masjid ini.

Ada cerita unik ketika akan masuk ke dalam masjid ini. Jadi turis harus memakai semacam pakaian sopan, dan wanita wajib berkerudung. Tapi karena para bule dan termasuk satu teman saya orang Philifina pakaiannya lumayan terbuka (atasannya you can see), untuk masuk mereka harus memakai baju semacam jubah gitu. Aduh, kalau ingat ini saya masih suka ketawa. Lucu melihat orang-orang berseragam jubah itu, kalau saya kan sudah berpakaian tertutup tinggal jilbab an saja.

Masjid Ubudiah menempati peringkat tinggi dalam daftar masjid paling indah di Malaysia, Masjid Ubudiah berdiri termasuk masjid megah di Kuala Kangsar, dengan kubah dan menaranya yang memiliki pemandangan memukau, dari dekat dan jauh keemasannya pun terlihat.

Masjid ini dirancang oleh Arthur Benison Hubback , arsitek pemerintah yang terutama dikreditkan untuk desain dari stasiun kereta api Ipoh dan stasiun kereta api Kuala Lumpur .

Dibangun pada tahun 1913 pada masa pemerintahan dari  Sultan Perak 28 , Sultan Idris Murshidul Adzam Shah I Ibni Almarhum Raja Bendahara Alang Iskandar Teja , Masjid Ubudiah terletak di samping Royal Mausoleum di Bukit Chandan. Itu ditugaskan atas perintah Sultan, yang bersumpah bahwa ia akan membangun masjid yang sangat indah sebagai ucapan syukur untuk pemulihan dari sakit yang mengganggunya di hari-hari awal.

Pembangunan masjid itu bukan tanpa kesulitan. Kerja terputus beberapa kali, sekali ketika dua gajah milik sultan dan Raja Chulan berlari dan merusak marmer Italia impor.

IMG_6801
Jadi teman ku yang pakai rok mini dan lengan you can see harus pakai semacam baju berjubah gitu kalau mau masuk hehehe

Masjid itu akhirnya selesai pada akhir 1917 dengan total biaya dari RM200,000 lalu secara resmi dinyatakan terbuka oleh Sultan Abdul Jalil Karamtullah Shah Ibni Almarhum Sultan Idris Murshidul Adzam Shah I Rahmatullah , penerus Sultan Idris. Gedung megah ini sekarang menjadi simbol kebanggaan besar untuk semua Muslim di negara bagian Perak Darul Ridzuan, Tanah Grace.

(3) Bekas Istana Sultan Perak

Saya lupa namanya apa, tapi bangunan yang pertama kali saya lihat justru adalah bekas istana Sultan Perak. Bangunannya masih sederhana, zaman dulu sekali. Saya tidak masuk ke dalamnya, karena harus mengikuti rombongan dan jalan ke arah masjid.

IMG_6803
Istana Sultan Perak dulu sederhana seperti ini

HOW TO GET THERE ????? PERAK, MALAYSIA

Menurut info yang saya dapat (saya paste di bawah buat yang tertarik ke Perak), ada beberapa moda transportasi untuk mencapai Perak. Kalau saya saat jalan kesana tidak memikirkan hal itu, tahu-tahu sampai, semua sudah diurus penyelenggara. Menurut saya, Perak biasa saja, memang bersejarah, tempat Sultan dulu bermukim. Tapi belum ada sesuatu yang greget pemandangannya. Masih indah Indonesia kemana-mana.

Kalau memang penasaran, lebih baik ke Perak sekalian overland buat ke Thailand, Myanmar, bisa sepanjang kota kamu jelajahi dan temukan sendiri keunikannya. Sayang bila tiket hanya untuk ke Perak saja sekali jalan. Jelajahlah sekaligus beberapa kota atau negara sambil lewat.

By bus

There are numerous intercity buses running to Kuala Kangsar. There are very frequent local bus connections between Ipoh and Kuala Kangsar. From Ipoh’s main local bus station (south of the railway station), just hop on the local bus and pay later.

By car

The main gateway to the town is via the North-South Expressway from Kuala Lumpur to the Thai border. From Kuala Lumpur, head northwards towards Ipoh. Kuala Kangsar is just approximately 30km to the north of Ipoh. The old Federal Route One is an alternative for those who want a leisurely drive to Kuala Kangsar.

By train

Keretapi Tanah Melayu operates daily services from Kuala Lumpur and Penang (Butterworth)

Advertisements

12 thoughts on “Tiga Bangunan Bersejarah di Perak, Malaysia

  1. Kalo ke Perak bisa sejalan ke Thailand dan Myanmar ya? #catet Jadi dari istana ke masjid bisa jalan kaki ya, terus Kalo ke galeri Sultan masih bisa jalankah? Berapa jauh dari stasiun bus atau kereta? Apakah ada transportasi yang menuju tempat ini dari stasiun? Wah, banyaknya lagi pertanyaan ku.. #hahaha Harap maklum, keponya dibanyakin soalnya belum pernah kesana, sapa tau bisa kesana besok besok. Salam kenal mbak ya

    1. Kebetulan saya naik kereta, ke Kuala Kangsar dari Singapura lalu menuju Bangkok. (Ini ceritanya panjang kalau dijelaskan).

      Kalau misal kamu mulai dari KL ke Kuala Kangsar bisa by bus dan banyak informasi juga by train cuma harus Googling lagi untuk detailnya. Karena batas negara dekat Thailand tentu saja ini mungkin, tapi by bus akan memakan waktu tentunya. Bisa di cek di peta juga jalurnya by train dan by bus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s