KALIMANTAN - Indonesia · The Journey · Traveling

Tentang Terancamnya Habitat Penyu di Derawan

Penyu mudah dilihat di tepi laut dangkal. Mereka suka datang ke dekat dermaga.. nah penyu sebesar ini umurnya sekitar 20 tahun. foto by @dgoiramah

Di tulisan sebelumnya tentang liburan ke Kepulauan Derawan, di pulau Maratua saya pernah berbagi tentang penangkaran penyu disana. Saat penyu masih kecil berukuran mungil segenggam telapak tangan dan mereka masih disebut sebagai tukik.

Penyu yang telurnya sejak dulu sering dikonsumsi warga setempat dan membuat habitat penyu terancam punah mungkin sudah banyak yang tahu ya? Sampai belakangan 10 tahun terakhir akhirnya banyak juga lembaga LSM seperti WWF (salah satunya) yang turun tangan untuk mengelola penangkaran penyu sebagai cara melestarikan habitatnya. 

Namun saya terkaget, karena ternyata cerita dari penduduk asli orang Derawan bisa dikatakan proyek penangkaran penyu belum sepenuhnya berhasil. Saya penasaran dengan fakta ini, dilihat dari apa ketidakberhasilannya? 

Penyunya yang sudah dewasa lagi foto by @dgoiramah

Menurut Bang Apoy a.k.a Harry Gunawan salah satu warga lokal dan operator tour di Derawan, penyu dewasa yang ada sekarang merupakan hasil dari program pemerintah yang dulu. “Karena penyu yang kita lihat itu sudah berusia 20-30 tahun yang sudah besar-besar. Kita orang derawan sudah tidak bisa melihat atau menemukan lagi penyu kecil atau yang berukuran sedang dan dewasa. Semua yang kita lihat penyu yang berukuran besar semua,” ungkap Bang Apoy.

Lebih dari 10 tahun LSM melakukan konservasi penyu tapi kami masyarakat melihat hasilnya tidak ada. Salah satu buktinya, tidak ada penyu kecil yang bisa kita temukan atau jumpai. Benar juga, saya memang hanya melihat penyu-penyu besar yang cangkangnya pun sudah tua.

“Alasan kedua kita bilang tidak berhasil adalah penyu yang masih kecil dilepas ke laut, setelah dilepas mereka tidak mengontrol lagi ke laut apakah tukik itu masih hidup atau sudah dimakan predator,” tambahnya.

Foto by @vheera

Terkenang bagaimana dulu warga asli Kepulauan Derawan ini, saat dirinya masih kecil bebas bermain-main dengan penyu. Kira-kira sekitar 20 tahun yang lalu masyarakat lah yang memelihara anak penyu, yang saat sudah besar kemudian baru dilepas. 

Dengan program konservasi penyu yang di kelola WWF sekarang, menurutnya populasi penyu di Kepulauan Derawan bukannya bertambah justru akan membuat punah penyu, salah satu buktinya yaitu kita sudah tidak bisa melihat ukuran yg kecil dan sedang tadi

“Kalau dulu saking banyaknya, penyu itu sampai tabrakan,” tukasnya.

Dengan tidak melibatkan masyarakat dalam program konservasi penyu, menurut keturunan Suku Bajau ini, masyarakat sudah tidak ada kepedulian lagi terhadap penyu itu sendiri. Hingga marak terjadi pencurian penyu dan pencurian telur penyu itu sendiri.

Penyu saat masih kecil, waktu masih dipanggil tukik. Foto by @dyah_pamela

Menurutnya masyarakat sudah beberapa kali meminta program konservasi penyu dikembalikan seperti dulu melalui pemerintah daerah untuk kemudian disampaikan ke pusat tapi tidak pernah terealisasi. Saya mahfum, ini sulit diwujudkan karena sistem otonomi daerah. Pemerintah pusat kan sudah menyerahkan itu ke Bupati atau Kepala Daerah yang bersangkutan.

Harapan Apoy sebenarnya seperti masyarakat kepulauan Derawan lainnya, yaitu bagaimana agar nanti anak cucu nya nanti masih bisa melihat penyu itu bermain-main di laut Derawan dan bukan hanya menjadi cerita dan legenda. Karena Kepulauan Derawan adalah habitat terbesar penyu. 

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Terancamnya Habitat Penyu di Derawan

  1. tukik memang vulnerable ya … gampang di mangsa predator lain … ditambah perlakuan manusia terhadap alam dan penyu memperparah kelangsungan hidup penyu. jadi inget di Cilacap ada teluk bernama teluk Penyu .. tapi tidak ada penyu sama sekali .. dulunya banyak penyu .. sekarang hanya tinggal nama doang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s