Itinerary Pendakian ke Everest Base Camp (EBC)

Sekedar sharing, untuk kamu yang penasaran dengan itinerary selama 2 pekan pendakian ke Everest Base Camp (EBC) naik dan turun. Ohya, sebaiknya pilih visa 30 hari karena penerbangan menuju dan dari Lukla tidak dapat diketahui kondisi pastinya disebabkan cuaca.

ITINERARY EVEREST BASE CAMP (EBC)Disesuaikan Visa: maksimal permit 30 hari $USD 40 : sekitar Rp 540 ribu.

Day to Day Itinerary

Day 1 : Sabtu, 10 Februari 2018

Departure /Arrival in Kathmandu-flight to kath 04.35 – 11.40-Mengurus VOA di Bandara. Day 2 : Minggu, 11 Februari 2018

Flight from Kathmandu to Lukla, penerbangan pagi,-pilihannya dua planning bisa didiskusikan lagi. Jika tiba pagi langsung trekking dan saran saya hari itu targetnya Desa Monjo agar perjalanan selanjutnya tidak terlalu berat. Melewati desa Phakding (2652m): durasi sekitar 3-4 jam, istirahat makan. Akan tiba sebelum jam5 sore atau jangan sampai hari gelap sebisa mungkin sudah ketemu tea house atau lodge di Monjo.

Day 3 : Senin, 12 Februari 2018

Trekking from Monjo to Namche Bazaar (3440m): durasi 4-5 JamIni trekking 5 jam sebenernya terbilang standart santai banget. Bisa dikondisikan lagi.

Day 4 : Selasa, 13 Februari 2018

At Namche Village : Acclimatization and Rest Day (istirahat) Bazzar di Namche ada tiap Sabtu. Di Namche bisa nonton film sherpa, jalan- jalan keliling desa, ke museum dll.Day 5 : Rabu, 14 Februari 2018

Trekkingfrom Namche to Tengboche (3800m): 5 jam Rencana awalnya begitu, tapi karena masih siang, kami meneruskan ke Debuche, tiba sekitar pukul 3 sore dan menginap disana.

Day 6 : Kamis, 15 Februari 2018

Trekking from Debuche Village to Dingboche (4360m): 6-7 JamPemandangan jembatan, sungai, dan vegetasi datar.

Day 7 : Jumat, 16 Februari 2018

Trekking from Dingboche to Tabuche (4600m): 3-4 Hours.. istirahat bisa lanjut trekking dari Tabuche to Lobuche (4940m) sekitar 2-4 jam (lihat kondisi) mulai rentan terkena AMS karena angin kencang.Day 8 : Sabtu, 17 Februari 2018

Trekking from Lobuche to Gorakshep (5150m) jaraknya cukup dekat sepertinya tapi matahari terik dan angin serta penyakit ketinggian bisa memengaruhi fisik.

Day 9 : Minggu, 18 Februari 2018

Trekking from Gorakshep to Everest Base Camp (5364m), back to Gorakshep: 7-8 jam Kalapatthar (5545m)karena kecapekan menginap semalam lagi di Gorak Shep.

Day 10 : Senin, 19 Februari 2018

Gorak Shep to Pheriche (4280m): 7-8 Jam btw biasanya trekking turun lebih kerasa cepet kan… tapi nggak juga. Trekking from Pheriche (3440m): sampai jm6 sore.

Day 11 : Selasa, 20 Februari 2018

Trekking from Pherice to Namche: 8 Jam jauh terasa, walau turun.Day 12 : Rabu, 21 Februari 2018

Namche to Lukla hampir 12 jam trekking, yang seharusnya dicicil Lukla to Phakding, kami pun sampai jm8 malam. Karena harus mengejar pesawat.

Day 14 : Kamis, 22 Februari 2018

Lukla to Kathmandu pesawat pagi, tapi penerbangan cancle 3 kali hehehe cuaca buruk.Extra day (untuk antisipasi kondisi penerbangan)

Day 15 : Jum’at, 23 Februari 2018

Extra day (untuk antisipasi kondisi penerbangan)

Day 16 : Sabtu, 24 Februari 2018

Jalan-jalan terakhir di Thamel dan pulang dari Kathmandu jam 9 malam.Day 17 : Minggu, 25 Februari 2018Transit KL dan departure to CGK, Indonesia ✈️✈️✈️Sumber Wikipedia : From Lukla, climbers trek upward to the Sherpa capital of Namche Bazaar, 3,440 metres (11,290 ft), following the valley of the Dudh Kosiriver. It takes about two days to reach the village, which is a central hub of the area. Typically at this point, climbers allow a day of rest for acclimatization. They then trek another two days to Dingboche, 4,260 metres (13,980 ft) before resting for another day for further acclimatization. Another two days takes them to Everest Base Camp via Gorakshep, the flat field below Kala Patthar, 5,545 metres (18,192 ft) and Mt. Pumori.On 25 April 2015 an earthquake measuring 7.8Mw struck Nepal and triggered an avalanche on Pumori that swept through the South Base Camp.[6] At least 19 people were said to have been killed as a result. Just over two weeks later, on May 12, a second quake struck measuring 7.3 on the moment magnitude scale. [7] Some of the trails leading to Everest Base Camp were damaged by these earthquakes.

Di bawah ada capture itinerary awalnya, sekaligus dengan rincian biaya yang bisa di print. Tapi fix kondisi lapangan itinerary di atas merupakan rangkaian kejadian aslinya.

Advertisements

12 thoughts on “Itinerary Pendakian ke Everest Base Camp (EBC)

  1. Wah posting ini berguna sekali bagi mereka yang ingin trekking di Everest. Aku membacanya saja sudah ngos-ngosan apalagi kalau tracking nggak lihat bisa pingsan 😁😁

    1. hi,
      rencana kapan mau k ebc.. sy jg ada rencana.
      udh sempet punya tiket ke Kathmandu by AA utk April 2019, eeehh stop operating AA nya 😂
      jd ticket direfund

      desi

      1. Hi mbak, hehehe aku udh kesana kan karena itu aku share itinerary aku untuk pembaca yang mungkin punya rencana ke EBC.

        Wah AA stop operating ke KTM ya, naik Malindo aja mbak, oke kok ada makanan yg manusiawi, tv, dan kursi lega krn ini yg operating Malindo Malaysia 🙂

      2. hahaaa mba itu sebenernya nanya ke account yg an cj

        2017 lalu sy ke ABC, dari situ udh kepengen banget balik ke nepal n trek EBC tapi blm memungkinkan waktunya 😂

      3. Hahaha oh gitu,
        Iya ya rasanya kepingin balik. Makanya waktu itu aku galau juga antara mau ke ABC atau EBC. Akhirnya ke EBC biar sekalian.. eh ternyata masih mau kesana lagi juga 😂🙌🏻

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s