Indonesia · JAVA - Indonesia · story · The Journey · Traveling

Wisata Malam – Pemandian Air Panas Guci di Kaki Gunung Slamet

Wisata malam hari, jadi sesuatu yang beda bagi saya ketika menghabiskan akhir pekan bareng keluarga. Apalagi kalau itu wisatanya berendam di pemandian air hangat di Guci, tepatnya di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Ceritanya selepas acara keluarga di Cirebon kemarin, papa usul sekalian weekend gateway sekeluarga ke objek wisata pemandian air hangat. Sudah lama juga kepingin katanya ke Pemandian Air Hangat Guci, yang terkenal itu.

Ketika searching di google lokasi maupun informasi tentang pemandian air hangat ini juga relatif banyak, berikut foto-fotonya yang tampak menarik. Kebetulan acara keluarga baru beres sore, jadilah kami berlima kemalaman sampai di sekitar Tegal. Boleh tanya ke penduduk sekitar termasuk petugas pom bensin ternyata tempat pemandian air hangat buka sampai tengah malam. Jadi rencana buat tidur di penginapan batal, kami langsung saja menuju Guci.

Hmmm… untuk menuju lokasi sangatlah mudah, cukup menggunakan GPS Google. Kami dapat petunjuk yang cukup jelas dan mudah ketika mengikuti alur jalan. Senangnya tak ada kemacetan sama sekali, padahal perginya weekend di hari Sabtu. 

Tanda ketika hampir sampai lokasi adalah adanya plang gapura yang merupakan tanda masuk kawasan. Disini kita harus bayar tiket, per orang untuk dewasa Rp. 7.000 dan Rp. 6.500 untuk anak-anak lalu ada tarif Rp. 2.000 bagi kendaraan bermotor dan mobil. 

Setelahnya jalanan menanjak. Tak lama ada cukup banyak rumah bertingkat seperti villa dan home stay untuk menginap berderet sampai mendekat dari lokasi. Wah saya surprise juga, ternyata dekat dari lokasi ini juga adalah basecamp pendakian ke Gunung Slamet jalur Guci. Guci adalah nama desa di sini. 

Lokasi tempat pemandian air hangat Guci juga ternyata ada banyak. Mau di dalam hotel ataupun yang tempat umum bisa. Kalau di hotel tentu buat mereka yang memang menginap disana. Tapi kami mencoba di pancuran 13 yang lokasinya untuk umum tak bayar tiket lagi. 

Malam aja ramai, apalagi kalau pagi dan siang

Seperti halnya lokasi wisata lain. Banyak sekali tukang jajanan dan oleh-oleh. Karena memang lapar belum makan, sekalian saja sebelum berendam makan dulu. Saya sarankan supaya cermat memilih tempat makan dan menu. Soalnya ada banyak warteg dan warung makan. Abang-abang nasi goreng juga ada, tapi makan jagung bakar paling asik ditengah cuaca yang dingin a la gunung, harganya Rp. 5.000.

Seperti apa tempat pemandian air panasnya? Saya takjub.. karena bersih airnya. Waktu pertama kali berendam terasa kelewatan hangat, sampai khawatir bakal melepuh. Tapi lama kelamaan kulit menyesuaikan hingga rasanya pas tingkat kehangatannya di tubuh. Yang ada habis berendam kami semua tidur pules… Badan juga rasanya segar.

Saya heran walau begitu banyak orang berendam tapi kolam tidak keruh. Kolam yang disemen batu juga tidak lumutan. Di tiap sudut ada pancuran tempat keluar air. Kalau mau berendam pengunjung bisa menitipkan barang di loker dengan membayar Rp. 4.000 dan untuk ganti baju bayar Rp. 2.000, murah meriah banget kan piknik kali ini.

Catatan yang penting sebenarnya bagi saya. Pengunjung pemandian air hangat seharusnya diperingatkan untuk membuang sampah pada tempatnya. Lalu sebaiknya tidak memakai sabun saat berendam. Harus ada peringatan buat menjaga tempat ini tetap bersih. Akan lebih baik lagi jika ada tempat terpisah untuk laki-laki dan perempuan. Disini semua pengunjung sudah cuek bebek saja pakai celana pendek dan baju lengkap kalau perempuan.

Advertisements

12 thoughts on “Wisata Malam – Pemandian Air Panas Guci di Kaki Gunung Slamet

  1. Liburan natal kemarin saya juga main ke Guci nih, tapi ke new guci yang semacam waterpark gitu. Mau ke pancuran 13 ruamueeeenya pol. Padahal pengen juga sih ngerasain yang air mengalir asli gitu.

  2. Sayang memang kalau lokasi wisata yang menarik dan bagus tapi jadi rusak gara-gara sampah ya. Saya kebalik, kalau abis berendam air hangat bawaanya jadi lapar….hahahaha..bisa dua ronde makan LOL

    1. Iya lapar juga, tapi tenang karena ada tukang jagung bakar… Dan harus ada aturan ketat biar tempat pemandian bersih terawat tapi guci cukup bersih karena air mengalir, yang tidak senang ada yang merokok sambil berendam πŸ˜‘πŸ˜‘

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s