NEPAL TRIP (1) Bukan Annapurna, tapi Everest Base Camp (EBC)

Setahun lamanya menyiapkan trip ke Nepal. Dari semula menganggap ini kemustahilan lalu kepincut seru menantangnya perjalanan kesana sampai dapet temen buat trekking. Rasanya doa saya betul-betul dikabulin Allah 🙏🏻

Tepat hari ini, 8 Februari 2018.. saya menginjakan kaki di Kathmandu, Ibu Kota Nepal. Sekejap hampir tidak percaya ada disini, seperti ketika di Oktober 2017 silam saya nekat pesan tiket Malaysia Airlines ke Nepal karena ada tiket promo. Padahal rencananya beli tiket 3 bulan sebelum berangkat aja.

Semula saya berniat ke Annapurna, salah satu bagian pegunungan Himalaya. Namun setelah ngobrol diskusi sama temen trekking, akhirnya malah geser tujuan ke Everest Base Camp (EBC). Tanpa ada ragu untuk mengganti tujuan ke EBC, pertimbangan saat itu walau harus nambah budget dan lama cuti adalah kapan lagi? Sudahlah sekalian saja kalau begini. Dan entah kenapa kok ketika riset saya langsung akrab dengan nama-nama desa di sepanjang perjalanan ke EBC.

Cuti besar saya ternyata juga masih berlaku sepanjang tahun 2018. Jadilah, EBC tujuan akhirnya dengan kepergian Februari. Berharap dapet salju karena masih hitungan winter, tapi ya sudahlah ya.. saljunya justru di Annapurna, di EBC menurut teman yang sebulan lalu sudah disana duluan malah ga ada, padahal -25 derajat Celcius. Nggak ngertilah… zzZzzzz

Pandangan pertama soal Nepal di Ibu Kota Kathmandu…

(1) Orang Nepal mirip orang India, tapi ada juga yang berkulit putih. Pas baru sampai bandara dan mencari driver yang jemput saya dari penginapan, katanya saya mirip cewe’ Nepal hahaha

(2) Nepal aromanya khas, ada bau-bau bakaran dupa.. saya sih suka, entah kamu?

(3) Katanya walau negara yang masuk kategori bukan negara maju, tapi menurut saya lumayan. Buktinya ada supermarket modern, selain ada toko-toko souvenir di Thamel. Jadi ya, kalau kesini cuma bawa uang masih bisa beli perlengkapan mendaki, maupun keperluan makanan semua cukup lengkap dan terjangkau.

(4) Nepal negara yang nyeni, tipe destinasi traveling saya banget, walau belum pernah ke India yang kata temen sumpah kumuh banget tapi menurutku dari yang ku lihat Kathmandu ini mungkin better daripada India, Ibu Kotanya relatif tertata. Ini di kawasan Thamel ya.. mau nuker Dollar atau cari buku, peta, alat gunung, spa, yoga, bisaaa…

(5) Orang Nepal nggak begitu ramah, kalo dibandingkan dengan orang Indonesia. Mereka nggak banyak basa basi, waktu belanja dan nuker Dollar ya. Tapi petugas guest house saya ramah dan membantu.

(6) Apa lagi ya? Katanya berdebu, mungkin maksudnya agak terlihat berasap karena dupa dimana-mana. Namun kotanya sendiri memang gersang menurut saya.

(7) Saya nggak tau apa memang disini aktivitasnya kalo pagi masih sepi banget? Jadi jam 10.00 saya keluar. Karena jam 07.00 relatif sepi belum buka tokonya (yaiya di Jakarta juga kali) 😂🙌🏻

(8) Ohya soal bandara, ya masih sederhana. Sempit, lebih kecil dari Soeta yang terminal lama dan ambil bagasi dll repot. Parkiran bandara pun agak kacau, hahaha.. tapi disini cukup lumayan, Visa on Arrival (VOA) ngurusnya gampang.

(9) Harga apa-apa disini terbilang murah ya, buat oleh-oleh dengan tempelan kulkas kualitas bagus bisa dapat RS 270 atau sekitar 3 USD. Daripada di Korea harganya 8 USD untuk tempelan kulkas saja.

(10) Dengan penduduk sekitar 20 juta jiwa, tidak begitu crowded (dibanding Jakarta yang 15 jutaan jiwa) yang kalau hariannya padat sekali naik transportasi publik dan macet dimana-mana.

Next apa lagi???? Nanti di postingan selanjutnya saja…

Advertisements

11 thoughts on “NEPAL TRIP (1) Bukan Annapurna, tapi Everest Base Camp (EBC)

  1. Hi..bisa tau costing ke ebc nya gi mana..mksudnya permit ebc itu berapa harganya..dan penginapan satu malam itu berpa?

  2. Hi kak, mau tny 16-18 jt itu ud inc. tiket pp and visa or just touring meals accomadiation? And travel sndr or ad tour backpacker? Jika tour, blh rekomendasinya.

    Btw, nice sharing kak, very inspiring and also wanna feel this lifetime experience kesana one day.

    1. Rp 16-18 juta sudah semua dengan tiket, makan dan oleh-oleh. Bisa baca di bagian Itinerary detail di tulisan saya yg lain. Semuanya diurus sendiri tanpa travel, tanpa guide, tanpa porter. Tapi kalo nambah peralatan trekking seperti sepatu, carriel, dkk beda lagi.. *budget nambah

      Terima kasih sudah membaca. Semoga bisa merasakan juga sensasi trekking ke Himalaya 🙂🙏🏻 namaste

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s