Keajaiban Sedekah Subuh Amalan dari Syekh Ali Jaber, Terkabulnya Harapan Akan Jodoh

سْمِ ٱللَّٰهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Bismillahirahmanirahim

“Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata, ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah’. Malaikat yang satu berkata, ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.” (HR. Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah).

Kali ini aku mau berbagi pengalaman ku tentang sedekah subuh. Mungkin aku cerita awal mulanya tahu soal sedekah subuh ya. Sewaktu aku dimutasi ke kantor baru dan menjalani kehidupan baru sebagai editor, aku membaca banyak sekali kisah-kisah orang dan salah satunya sekitar tahun 2021 lalu Syekh Ali Jaber meninggal dunia dan beritanya cukup jadi perhatian.

Di usianya yang masih cukup muda, sekitar 40 tahun dia wafat. Jujur aku nggak mengenal beliau secara personal namun dari segala cerita dan YouTube serta ceramahnya yang menggugah aku tertarik dengan sosok beliau.

Terlebih dengan segala kebaikannya, yang bahkan beliau tidak memiliki rumah, segala hartanya disedekahkan dan diwakafkan untuk pembiayaan pengadaan Al-Quran. Rasanya tergetar hatiku mengetahui apa saja yang dia lakukan, sosok yang beda dari ulama-ulama lainnya.

Ringan hisab beliau di sana dan betapa dia mencontohkan kesederhanaan dan jauh dari keduniawian semata-mata untuk berdakwah dan mencari kebahagiaan dengan mengabdikan diri di jalan Allah. Jujur saat menuliskan hal ini aku pun menangis mengingatnya.

Sedekah Subuh, Membuka Tabir dan Mempermudah Datangnya Jodohku

Aku mau cerita tentang pengalamanku saat menjalankan amalan sedekah subuh. Singkat saja, selama bertahun-tahun aku berikhtiar dan bersedekah namun hajadku yang satu ini belumlah terwujud. Sebelumnya bahkan 5 tahun lalu aku pernah menjalankan anjuran sedekah dari Ustaz Yusuf Mansyur namun belum terkabul juga saat itu. Tapi kalau diceritakan rasanya ihtiar dan doaku sudah kencang sekali ke langit.

Entah apa yang salah? Kalau diperinci, aku pernah sampai 40 malam salat hajad tanpa putus dan dilakukan 2 kali yang berarti 80 malam. Amalan lain juga aku lakukan, salawat Nariyah setiap hari, ikhtiar dengan jalan yang Allah ridha juga aku lakukan. Intinya rasanya usahaku dalam 3 tahun terakhir sudah sangat maksimal.

Nah, aku agak skeptis mengenai sedekah. Pertama sedekah maupun salat buatku ibadah yang personal. Jangan sampai kita riya melakukannya, bukan untuk dipamerkan, harus ikhlas lillahita’ala. Ikhlas dalam arti bukan untuk dipuji manusia lain, jadi murni karena Allah. Tentang niat agar dimudahkan hajad hanya bagian dari harapanku saja, dikabul atau tidaknya, kapan waktunya merupakan keputusan Allah, bagiku sedekah subuh ini jalan ikhtiar mohon pertolongan ALLAH.

Mungkin ada berbagai pendapat dan tentunya yang berhak memberi penjelasan adalah ulama dengan pengetahuan agama yang jauh, namun aku sederhanakan dari pengalamanku.

Singkat cerita pertengahan menuju akhir 2021 lalu setelah berbagai upaya yang belum berhasil, kemudian aku niatkan untuk sedekah subuh. Waktu itu aku berikan semua penghasilan utamaku (gajiku) sebulan untuk sedekah subuh di sebuah masjid yang sedang dalam pembangunan. Tentunya aku survei dulu, masjid mana yang sekiranya layak dan memang membutuhkannya. Ohya lokasinya beneran jauh dari rumahku sekitar 3 kilometer.

Aku ajak kedua orangtuaku. Minta izin kepada mereka terlebih dulu untuk sedekah subuh. Alhamdulilah mereka mendukung aku. Mereka juga yang mengantarku, 1 jam sebelum subuh kami sudah berangkat dari rumah dan berniat salat subuh di masjid tempat kami niat bersedekah. Usai salat subuh, kami datangi pengurus masjid dan mengutarakan niat. Niatnya hanya “Saya niatkan sedekah subuh untuk pembangunan masjid ini, mohon agar didoakan untuk kelancaran jodoh anak saya,” kata Papa.

Jadi Mama juga menuliskan nama lengkapku beserta binti nama Papa di kertas dimasukan ke dalam amplop uang sedekah. Pihak masjid menerima niat kami dan sekumpulan bapak-bapak yang datang salat subuh berjamaah saat itu ikut membacakan doanya untuk ku.

Alhamdulilah, rasanya lega banget waktu melakukan hal itu. Tentram dan lapang, ga ada ketakutan uangku habis atau bagaimana. Entah aku pikirkan hanya, ya Allah semuanya sudah kupunya Alhamdulilah. Pekerjaan, karier, harta, rejeki yang luas, kesehatan, orangtua yang sehat, namun apa artinya itu semua tanpa pasangan hidup. Aku relakan segenap pemberian-Mu, doaku semoga Engkau mengabulkan hajadku.

Beberapa waktu kemudian….

Tak butuh waktu lama, 1-3 hari setelah itu beberapa kali aku kedapatan mimpi. Ada sosok pria yang menghampiri aku. Berkali-kali mimpiku masih sama, namun aku serahkan semuanya ke Allah. Ajaibnya tanggal 4 aku sedekah subuh, tanggal 18 Mas jodoh yang tanpa disangka-sangka siapa orangnya ternyata dia benar-benar datang mendatangiku ke rumah.

Aku dan kedua orangtua ku tak percaya. Ada Mas yang sudah ku kenal sejak aku masih bayi, datang dan mengaku sudah lama punya perasaan khusus ke aku dan dia langsung memintaku kepada Papa. MasyaAllah… aku langsung nangis nggak percaya. Jadi selama ini dia beberapa waktu lalu sering datang ke rumah memang ingin mengenalku, namun baru kali ini berani memintaku.

Memang awalnya aku merasa aneh dengan kejujurannya yang langsung bicara ke Papa. Aku bahkan sempat merasa tidak percaya dan ingin menolak dia. Tapi aku ingat lagi mimpiku setelah sedekah subuh itu, karena memang yang dimaksud dan nyata datang adalah Mas.

Alhamdulilah rasanya tak percaya, aku dan Mas mengalir saja meski aku sempat menguji kesungguhannya. Tentunya pernyataan cintanya nggak langsung aku terima. Tapi selang 1-2 bulan aku nggak ragu karena setidaknya sudah mengenalnya lama dan tahu latar belakang keluarganya.

Hanya saja memang setelah aku lamaran, cukup banyak lika-liku persiapan menikah dan ada sedikit ketidaksamaan soal cara pandang mengenai bagaimana aku punya impian menikah yang tidak biasa-biasa saja karena ini momen sekali seumur hidup. Tapi kalau aku telusuri ke belakang, di antara semua pria yang pernah aku kenal Mas adalah pemberian Allah yang paling tepat. Dengan sifatku yang lebih dominan, dia lebih mengikuti dan penurut, nampaknya kami akan saling menyeimbangkan,

Untuk lebih lengkap mengenai sedekah subuh, kamu bisa tonton langsung di YouTube. Semoga untuk kalian yang sedang memiliki hajad dan keinginan untuk bisa terpecahkan dan terbuka tabirnya. Aaamin 🤲🏻

6 Comments Add yours

  1. nanien says:

    Masya Allah kakaaaaaakkkkkkkk ikut terharu akuuuuuu ❤

    1. Iya, akhirnya aku ceritain lah karena pada nanya gimana ketemunya. Paling enak di blog karena panjang ….

  2. bersapedahan says:

    allhamdulillah …. turut berbahagia mba Dyah
    ternyata memang dashyat ya sedekah Subuh

  3. Alhamdulilah, segala puji hanya bagi Allah 🤲🏻

  4. Mbaa, baca ini aku bener-bener merasa I was meant to read this post. Aku lagi merasa banget butuh suatu major life switch dan pengen jadi lebih spiritually “hidup,” dan habis baca ini aku merasa sedekah subuh ini sesuatu yang betul-betul aku ingin coba. Selama ini sering denger tapi gak pernah bener-bener mempelajari, tapi begitu baca dampaknya ke hidup Mba, masyaAllah sekali… Dan selamat juga untuk pertemuannya dengan Masnya ini! Semoga senantiasa jadi berkah 🤍

    1. Senang juga jika tulisanku bisa bermanfaat dan membuka hati orang yang membacanya. . Makasih ya sudah mampir ke blog ku ☺️

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s