Humor dan Lika Liku Menggunakan Dating Online App

Suatu siang, tengah hari bolong saat deadline dari kantor dan di antara berbagai pesan What’sApp berisi pekerjaan meneror masuk, notifikasi khusus di hp ku bunyi. Teng tong, teng tong dua kali. Aku akrab dengan bunyi yang satu ini karena cuma aplikasi ini sih yang punya suara notifikasi khas.

Bukan What’sApp bukan Instagram atau sms iklan provider. Kesibukan menatap layar laptop saat itu langsung teralihkan oleh kiriman pesan dari teman chatting yang beberapa hari lalu sempet ngajak nonton di bioskop.

“Kok film yg kemarin kurang bagus ya, padahal rating dan review-nya bagus,”

“Iya B aja,” (aku sebenarnya mau komentar panjang, soal film pilihan dia. Film thriller, ada darah, adegan tusuk, sama kejar-kejaran gitu. Apa ya namanya judulnya… Ready or Not)

Kalian cowok-cowok apakah bakal ngajak nonton film seperti ini? 😂.. i don’t know, selera orang beda-beda. Tapi aku cukup bertanya-tanya tentang selera kesukaan orang pada genre film tertentu. Apakah kepribadiannya ikut aneh atau patut dipertanyakan.

Setelah sekian banyak ngobrol, bertemu, dan menjalani berbagai lika liku dengan orang baru lewat dating online app, aku merasa kok belajar banyak dari situ dan kepingin banget sharing supaya bisa lebih berhati-hati saat kenal orang atau teman baru. Di sini anggaplah pengalaman kurang baik sebelum ketemu dengan si calon jodoh baik aku jadikan sebagai humor hidup yang sama sekali engga perlu diseriusin.

Aku jadi mengenal dunia, belajar kalau dunia bukan soal hitam dan putih saja tapi ada abu-abu. Aku juga belajar untuk hanya menjadikan Allah sebagai pegangan, pemberi petunjuk di dalam hati aku percaya kalau orang baik pasti diketemukan dengan si baik juga. Tapi yang tahu seseorang baik atau tidak ya Allah. Kita cuma melihat dari luarnya aja, makanya harus selalu minta petunjuk Allah.

Misalnya ketika ketemu orang dengan tipe-tipe seperti ini :

(1) Punya Kesamaan Hobi + HUMORIS Eh Tapi… FAKE

👩🏻 : hobinya apa?

🧔🏻 : aku hobi nonton, baca buku.. bla bla..

👩🏻 : wah samaan dong, aku lagi nonton beberapa serial di Netflix.

🧔🏻: lagi nonton apa di Netflix

👩🏻 : drama Korea Love Alarm 😂

🧔🏻: jangan salah lho, Korea tuh bikin film-nya makin keren. Klo Korea aku lagi nonton Kingdom. Keren deh itu

👩🏻 : Kingdom, hmm coba nti aku liat. . kalo yang di xxi sih aku kemarin baru nonton Once Upon a Time in a Hollywood

🧔🏻: Bagus film nya?

👩🏻 : bagus, aneh dan gak ketebak sih jadi ada kejutan gitu pas endingnya.

🧔🏻 : eh kapan-kapan kita nonton bareng yuk

👩🏻 : boleh

🧔🏻 : rabu kosong gak? ……,,,

*lalu lusa, asli bener-bener cuma selang 2 hari kenal langsung nge-date gitu 😂

Jadi tiap kali pertama ngobrol di Dating App aku pasti nanya hobinya apa, tentunya setelah nyapa dulu ya. Nah, aku pernah klop banget sama temen Tinder ku karena sama-sama suka nonton. Cuma, seseorang itu … yang belakangan aku tahu dia diplomat di Kemenlu (Tapi ngakunya PNS di kementerian mana gitu). Fake bener-bener fake karena menggunakan identitas palsu, cuma aku tetap berpositif hati ke Allah, setelahnya aku jadi banyak belajar gimana biar enggak dibohongin. Bisa mendeteksi soal nama palsu, identitas palsu, bahkan status palsu.

Soal identitas palsu, coba cek lagi nama lengkap aslinya. Tanyain, kalau enggak dikasih tahu atau beralasan pasti ada apa-apanya. Karena kalau kita googling nih, bisa langsung ke buka akun Linkedin (kalau dia punya) yang berisi riwayat pekerjaan, tahun kuliah, sekolah. Minimal Facebook atau Twitter dan Instagram berisi informasi penting.

Masih dengan orang yang sama. Selain sama hobinya, orangnya juga humoris plus mukanya lucu kayak anak-anak. Jadi pas ngobrol di dalem bioskop masa gini dia nanya.

“Itu kamu memang udah dari kapan cita-cita jadi Jurnalis?” Kata si Mas

”cita-cita dari SMP,” jawab aku

”kalo aku pas kecil cita-cita jadi kondektur di kereta yang tukang ceklekin karcis. Abis kayaknya gimana gitu lega,” kata si Mas pake semangat bgt nyeritainnya.

Asli gimana gak ketawa…

terus ada chat an kayak gini sebelum ketemuan.

”aku pakai baju batik putih cokelat ya,” kata si mas

”pokoknya yang pakai tas dora juga,” tambahnya

😂😂😂 asli tukang lawak

Tapi akhhhh, nggak suka nya itu pas tiba-tiba orang ini HILANG padahal kita ada janjian kopi darat lagi buat lunch! Aku sibuk bgt memang, jadi lama bisa janjiannya. Karena pas diajak pas mau dines luar kota ke Palembang dan dia juga “ngakunya” dines luar kota ke Bali. Makanya komunikasi nggak tiap hari. Katanya prosedur kantor hp pribadi nya sama bos nya engga boleh aktif kalau situasi negara gawat darurat kayak yg kemarin demo-demo hasil Pemilu itu. Karena dia ngakunya sbg PNS di Kemenkopolhukam di bidang keamanan nasional gitu.

(2) Humoris & Pria Baik-Baik, Kelihatannya Sayang Keluarga. Kalo Lihat Gimana Postingan Instagram-nya sederhana, profil-nya menyebutkan tidak merokok, tidak minum-minuman keras (besi, seng, batu 😂) Pokoknya TIPE aku. Eh Tapi… GHOSTING

Selama online dating, ini salah satu dari beberapa obrolan yang paling cair di antara sekian banyak puluhan mungkin ratusan orang.

Kalian pernah enggak sih ngerasa nyambung pas ngobrol, terus seneng karena orangnya humoris. Pas ngobrol yang dijeda berhari-hari tapi sekalinya chat terbuka banyak informasi dan jadi kenal dia, aku juga bisa menebak karakter orangnya. Eh tapi ada something yang bikin enggak berlanjut. Kadang ya, Allah itu enggak mengarahkan hati seseorang yang kita suka ke hati kita karena memang belum tentu cocok dari sisi lainnya. Tapi who know’s mana tahu diketemukan atau disambungin lagi sama Allah. Hidup enggak ketebak soalnya.

Btw, pas ngobrol si cowok yang ini cerita di kantornya cuma ada 4 karyawan. Menurut dia karena yang di Jakarta ini representatif office dari perusahaan yang ada di Australia. Suatu hari, Sabtu inget banget waktu itu. Tiba-tiba dia ngabarin lagi di Balikpapan katanya ada training di sana. Aku surprise aja sih kayak berasa penting diceritain dan pake dikabarin segala.

Aku menebak kalau dia juga tipe cowok yang jujur. Dari awal pas aku tanya pakai nada bercanda nama aslinya, eh dia kasih tahu dong. Biasanya di Dating Online App orang menyembunyikan identitasnya. Pas aku lihat Instagram dia apa adanya, pernah naik gunung, kelihatan sayang keluarga, namanya pun enggak diganti walau nyaru nama aslinya mirip nama perempuan.

Cuma ya ada sebab kenapa ga bisa dilanjut menurut ku karena gap usia. Mungkin juga karena mau dipertemukan dengan yang lebih baik. Selalu berprasangka baik ke Allah 🙏🏻. Aku lama-lama pun tahu kalau ghosting tanda-tandanya sedari awal. Chat-nya gak konsisten. Makanya aku akhirnya tantangin aja sih ketemu kalo masih chat aku dalam seminggu, kalo dia ga mau ketemu dan cuma mau ghosting mending dicuekin aja.

3. POSSESIF ABIS

Jadi dulu pas awal daftar dating online di Tinder, pernah match sama orang yang sebenarnya bukan tipe aku udah gitu lebih muda setahun. Ya gapapa sih, cuma entah kok sama sekali ga ada feel apapun walau sudah telpon-telponan dan sekali ketemu. Terus aku sebel karena dia possesif padahal punya komitmen bareng aja belum.

Well orangnya ga buruk rupa, asli… aku juga enggak ngerti kenapa nggak bisa jatuh cinta. Aneh bin ajaib, mungkin ini yang disebut bahwa perasaan itu tidak bisa dibuat-buat atau dipaksakan dengan aku yang sudah mikir ribuan kali, karena masih berfikir seiring waktu perasaan akan muncul.

Pilihannya hanya i will stay atau move on ke orang lain. Padahal aku udah ditelponin tiap malem, di chat tiap hari sering lah, cuma kok aku merasa tidak bahagia ya saat diperlakukan dengan possesif begitu. Aku cenderung merasa tidak nyaman sama cara dia memperlakukan yang menurutku “maksa”, berkali-kali buat ketemu lebih cepet, semacam menggebu-gebu banget mau ketemu aku, tapi akunya biasa aja. Heuheuuu sedih, kenapa aku enggak bisa suka? Aku ingin penemuan dengan pelabuhan terakhir ini bisa cepat selesai…

TAPI aku NGGAK BAHAGIA dan NGGAK MERASA NYAMAN dengan dia tipe POSESSIF minta untuk ngobrol terus-terusan tiap malam padahal aku capek banget kerjaanku banyak… karena ngerjain tugas dari klien ku juga nulis blog. Tapi sebelum ketemuan aku tahan mungkin memang proses mengenal harus begini, telponan tiap malam.

But… tetap gak ada perasaan berbunga-bunga di hati selayaknya orang jatuh cinta. Apalagi saat mau ketemuan dia nanyain mulu udah di mana, enggak sabaran banget ya olloohhh, terus ya matanya enggak lepas natap aku mulu… tatapan cowok yang udah suka banget gimana sih. Sampai aku malu lho dilihat orang di kereta dia ngeliatin aku gitu banget.

WELL… Sudah aku teliti rasanya ribuan kali, karena aku paham orang baik itu jarang ada, cowok yang sepertinya bakal setia itu jarang ada. Sampai aku nangis seusai ketemuan, aku bilang ke ALLAH, kenapa ya kok perasaanku begini? Akhirnya saking rewel dan mengganggunya aku di hubungi terus, aku block aja WhatsApp dia. I’m sorry to say, bener-bener aku enggak mau melakukan itu tapi aku enggak nyaman sama sekali.

(4) Orang Baik-Baik dan Jujur. Eh Tapi .. Kurang Motivasi dalam KARIER

Kadang ada ya orang yang jujur banget. Bahkan kesulitan-kesulitannya sampai diceritain ke kita.

“Iya capek gak sih, tes CPNS 6 kali gagal mulu,”… *NGOOK!

Atau

Emang umur segini (30 tahun) masih bisa ya cari kerja di Jakarta. 😱😱😱.. *so desprate

Zzzzzz.. wahai pria. Apakah Anda benar-benar pria? Setahu ku pria beneran enggak nyeritain masalahnya. Kayaknya terlalu polos nih 😂. Pria yang aku tahu kalau punya masalah masuk ke dalam goa. Berfikir gimana menyelesaikannya, gengsi bilang ke wanita kalau punya masalah lalu baru akan keluar ketika masalahnya bisa dipecahkan.

Hal yang sangat disayangkan dari pria baik-baik beberapa di antaranya enggak punya motivasi diri. Pernah enggak sih, mikir cowok-cowok itu. Kalian harus sukses dulu baru cari pacar sana. Enggak harus mapan dulu, tapi bertanggung jawablah milikilah pekerjaan tetap.

(5) Penganut Paham Agnostik 😂

Aku pernah berantem dan berdebat sama seorang cowok di dating online gara-gara paham agama. Hahaha banget sih. Awalnya swip kanan cuma karena melihat aura fotonya seperti orang baik, tapi kok agnostik. Jadi pas swip dan dia juga swip aku, kami ngobrol.

🧔🏻 : hi

👩🏻 : hi, how are u? (Pakai bahasa inggris krn dia semacam bule India gitu).

🧔🏻 : i’m good, how are u

👩🏻 : fine too.. Can speak in bahasa? (Lalu nyoba nanya ini daripada ribet komunikasinya)

🧔🏻 : bisa. Aku lama tinggal di Jakarta.

👩🏻 : i’m currious, . Sorry boleh nanya ga.. knp kamu agnostik?

🧔🏻: …. dia menjelaskan panjang lebar. Serius panjang banget berparagraf panjang. Intinya menurut dia sebenernya agama itu tidak lebih penting dari society. Norma agama itu enggak lebih kuat dibanding nilai-nilai yang dibentuk dari masyarakat. *NGOOK bhy!

(6) Beda Aliran Islam

Oke, kalau beda agama masih bisa dimaklumi kan? Tapi beda paham di satu agama itu bener-bener aneh buatku. Iya, Islam itu memang ada Muhammadiyah dan NU. Aku di mana? Cenderung ke NU atau bisa disebut juga Sunni kali ya. Kalau Sunni di google akan keluar keterangan Ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah atau Ahlus-Sunnah wal Jama’ah atau lebih sering disingkat Ahlul-Sunnah, Sunni adalah firkah Muslim terbesar yang disebut dengan Ahlus-Sunnah wal Jama’ah atau golongan yang menjalankan sunnah dengan penekanan pada peneladanan peri kehidupan Muhammad.

Nah, berhubung pendidikan agama di keluarga aku tuh ya lumayam. Apalagi soal mengaji ilmu tauhid atau tentang keesaan Allah, pemahamanku ya sampai di situ sudah paham. Aku juga banyak membaca, belajar sufi dari buku-bukunya Jalaluddin Rumi semuanya tentang cinta. Agama itu intinya cinta kasih, jadi aku pun tidak pernah men-judge agama lain aku tetap melihat seseorang dari tingkah lalu dan bagaimana memperlakukan orang lain.

So, tiba-tiba aja kadang kesandung ga sepaham aliran di Islam benar-benar sangat lucu. Bisa lho gara-gara beda guru jadi beda aliran 😂🤣. Salah satunya aku memang menyimak beberapa guru. Tapi ada satu nih, aku pernah dengerin Ust. Bla bla yang gak boleh dengerin musik. Lah wong Wali Songo pun zaman dulu menyebarkan Islam ke Nusantara juga memakai musik dan kesenian.

(7) Enggak Sungkan Tulis di Profil-nya Kalau Biseksual

Kalau ini paling parah sih, tapi ada yang parah lainnya cuma enggak bisa aku ceritain semua, bisa-bisa satu buku 😂. Tapi soal biseksual atau homo, ini cuma ada di dating App Bumble. Karena di sini enggak cuma buat cari pasangan, tapi bisa cari temen juga sih. Bisa ganti mode BBF. Tetep aja aku enggak habis pikir kalau ada yang nulis biseksual atau homo. Kalian kan pasang foto, gimana kalo dikenalin keluarga atau teman kantor. Rupanya mungkin sekarang memang sudah open banget zamannya ya.

Yang begini banyak beb..

(8) Hanya Pecandu Sex

Ini tulisan editan (diedit 8 Maret 2020) setelah udah malas buka app dating online, eh swip swip lagi match sama orang baru. Iya aku santai aja, toh di bio sudah secara explisit dalam bahasa elegan kalau enggak terima pria beristri atau sudah punya atau sudah punya relationship tapi masih bandel. Pakai bawa-bawa nama Allah segala pokoknya, ya itu aja sih yang rasanya bisa ngingetin kita untuk paling tidak takut sama hukuman di dunia dan akhirat kalau berbuat dosa. Aku ada rekam capture chat an kalau dia nyari untuk get laid.. cuma saking nggak respect aku sudah hapus, enggak mau mengotori blog aku dengan capture tidak senonoh. Mohon maaf ya pembaca.

Tapi eh tapi, memang aku lama-lama bisa melihat pancaran wajah kalau seseorang berengsek sih. Walau senyum pun, aura bukan orang baik bisa terdeteksi, jadi kamu hati-hati beb… Ya mungkin aku terlalu agamis (tapi belum jilbaban) .. ku tak peduli, ku hanya miris melihat ada banyak sekali ketemu pria mapan, sukses karier, dari Universitas bagus, dapet beasiswa di luar negeri, eh tapi cari pelacur lewat dating online. Selain itu sedihnya ya, kalau kalau ada perempuan yang juga jualan di dating online. Sedih enggak sih… ya Allah nauzubillamindzalik. Mohon perlindungan 🙏🏻

Demikianlah humor saat kamu pakai Dating Online App. Saran ku, jaga diri baik-baik. Aku ngerasa ya semua ini yang menjadikan aku belajar buat bisa melihat dan lebih punya feel untuk tahu orang yang baik sama enggak baik. Btw…. Jangan langsung kasih nomor telepon atau semua hal info tentang kamu kalau baru banget kenal.

Advertisement

5 Comments Add yours

  1. mysukmana says:

    wah kalau ak udah gak mungkin pake apps ginian..
    wis nikah gak neko neko hahaha

    1. Hahaha klo gak single JANGAN kak, jgn coba-coba selingkuh nanti kena karma 😂

  2. Dating online ni lucky an ya Kadang dapat yang beresek

    1. Brengsek kak bukan beresek, apa kresek kwkwkw

      1. kwkwkw typo 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s