Berkenalan dengan Tarcius, Primata Purba Pulau Belitung di Bukit Peramun

Setelah delapan tahun, akhirnya kembali menginjakan kaki ke Tanah Belitong. Sungguh penasaran satu windu lamanya, ada perubahan apa di pulau penghasil timah ini?

Penerbangan pagi, setelah subuh pesawatku berangkat dari Jakarta. Perjalanan berkesan atas undangan peliputan dari Kementerian Pariwisata untuk mengikuti rapat koordinasi lintas sektor menuju Belitung menjadi Geopark Dunia oleh UNESCO ini termasuk kunjungan lapangan mendatangi berbagai objek wisata baru di Pulau Belitung.

Nah, aku bakal buat beberapa seri tulisan untuk objek wisata terbaru di Pulau Belitung. Pertama banget yang menurutku paling menarik adalah saat bertemu tarcius, si mahluk purba yang diklaim menjadi primata yang selamat melewati zaman es. Hmmm penasaran kan?

Matanya bulat lebar, dengan hidung yang lucu serta menarik untuk dilihat. Imut-imut, mungkin kalau dipegang hanya segenggaman tangan kita. sekilas kepalanya mirip burung hantu, tapi bukan. Anehnya lagi, kaki dan tangannya ada mirip kekelawar. Si tarcius juga bisa memutar kepalanya hingga 180 derajat, jadi makin gemes rasanya melihat hewan purba ini.

lihat matanya yang bulat, ini cahayanya over ya, karena mode malam

Buat kamu yang belum kenal sama tarcius, yuk kita kenalan dulu. Tarcius Bancanus Saltator atau dalam bahasa lokal Belitung disebut dengan “Pelilean” jenis tarcius yang baru ditemukan dan masuk dalam daftar appendix dunia melengkapi beberapa jenis tarcius yang sudah teridentifikasi sebelumnya. Variasi spesies ini juga ditemukan di Sumatera, Borneo, Sulawesi, serta ada di Pulau Bohor, Samar, Mindanau, dan Lyte (di Filifina).

Tarcius di Belitung ini menurut cerita berbeda dengan jenis tarcius di daerah lain. Gigi-giginya tajam karena hewan purba ini katanya sempat terjebak saat zaman es. Kalo dipikir-pikir kok bisa? iya bisa dong, bila membaca lebih jauh sejarah pulau belitung yang bisa punya batu-batu sebesar raksasa itu juga ada versi cerita kalau batu-batu itu merupakan batu meteor yang jatuh jutaan atau mungkin ratusan tahun yang lalu.

Sebaran tarcius dari zaman purba berkaitan erat dengan masa es akhir Pleistosene di Sundaland kita-kira 22 ribu tahun yang lalu. Pulau Jawa terhubung dengan daratan Kalimantan, Sumatera, dan Asia Tenggara oleh es. Tarcius kemudian berpindah ke tempat lain melalui es beku tersebut. Ketika es mencair hewan ini terjebak di wilayah daratan yang tersisa. Makanya tau-tau ada di Belitung.

Lanjut ke tarcius lagi. Si tarcius yang ada di Belitung juga dibedakan berdasarkan morfologi dengan tipe rambut padat tidak masif, punggung berwarna abu-abu dan tidak adanya duet vokal di pagi hari (Shehell, 2008; Groves and Shekelle, 2010; Fodgen, 1974; Yustian, 2007).

Batu-batu besar nan unik di Kepulauan Belitung jadi latar foto yang menakjubkan kalau berwisata ke Belitung

Makanya aku nggak kaget juga saat berkunjung ke beberapa situs geopark yang sedang dikembangkan pemerintah untuk dijadikan objek wisata Belitung ada beberapa tempat seperti rawa kenozoikum Tebat Rasau yang kondisi ekosistemnya setelah diteliti juga menarik, serta ada spesies ikan purba yang hidup disekitarnya.

Nah si tarcius ini bisa kamu lihat dengan mengunjungi Bukit Peramun, salah satu objek wisata baru yang ada di Belitung. Menurut penduduk sekitar, nama peramun didapat dari kata peramuan yang memang tempat ini merupakan hutan tempat warga mencari tanaman-tanaman obat atau disebut ramuan.

Buat kamu yang ingin ke Belitung bisa mulai mencoba atraksi ini yang sudah mulai ditawarkan agen pariwisata lokal dengan harga Rp 100.000 per orang. Waktu kunjungan untuk tarcius watching ini malam hari pukul 18.30-21.00, tapi sejak siang kita bisa mengunjungi Bukit Peramun dulu yang ada lokasi melihat pemandangan hutan dari atas bukit.

Ada aturan untuk tidak berisik, jumlah orang yang melihat juga dibatasi sekitar 5 orang saja. Karena makhluk malam ini juga perlu dipancing untuk keluar dan kita akan selalu ditemani pemandu. Disarankan tidak memakai lighting saat memotret dan nggak bisa terlalu lama juga kalau kita mau foto-foto. Menurutkku akan kasian si tarcius, matanya pun hampir berair karena melotot terus nggak berkedip.

Ohya beda lagi ya kalau kamu juga ingin mengunjungi Bukit Peramun, bayar lagi Rp 160.000 per orang dengan waktu kunjungan pukul 09.00 – 17.00. Biaya ini sudah termasuk asuransi, 1 botol minuman, makan siang, pemandu. Nggak rugi lho wisata ke Bukit Peramun yang jadi lokasi geosite ini. Kamu bakal dapet pengalaman menjelajah wisata geologi tingkat dunia berupa batu granit TOT dan keanekaragaman hayati, dengan khasiatnya untuk pengobatan.

lihat deh muka lucunya, ekspresi awkward mirip kita kalo lagi tiba-tiba disuruh pidato di depan kelas waktu jaman sekolah. Hahaha

Sekalian ya di artikel ini aku kasih tips kalau mau jalan-jalan ke Belitung:

(1) Menggunakan travel agent. Kamu akan lebih menikmati waktu liburan dan punya koleksi foto yang bagus untuk postingan social media. Penting banget kan zaman sekarang, hehe 🙂

(2) Selain itu sebaiknya pergi dengan rombongan, sekitar minimal 6 orang ya supaya harganya tidak terlalu over budget di kantong kamu. Jadi memang ajaklah keluarga kamu atau bisa juga temen se-gank yang deket banget buat liburan kesini.

(3) Say No to Solo Traveling. Jangan sendiri aja perginya, solo traveling kurang asik sih kalo tujuannya ke Belitung, kamu pun kalau traveling ke Belitung mesti sewa kapal dan mengunjungi banyak pulau. Walaupun bisa sewa motor atau bisa berbaur dengan orang lokal tapi, percaya deh kata aku. Jangan pergi soloing.

5 Comments Add yours

  1. Rahayuelinda says:

    Wah, Belitung! Dari dulu pengen banget pergi ke sana

    1. Deket dari Jakarta cuma 45 menit, bagus lho dan ada banyak destinasi baru Pemerintah juga lagi mengaju beberapa site di Belitung jadi salah satu geopark dunia

      1. Rahayuelinda says:

        Wow geopark dunia? Iya, nih next destinasi yang harus dikunjungi hehe

  2. bersapedahan says:

    wah saya baru tahu kalau di Belitung ada Tarcius … tahunya Belitung karena keindahan pantainya saja.
    Belum pernah main ke Belitung .. thanks banget sudah dikasih tips-nya

    1. Semoga bisa main ke Belitung, bawa sepeda lipetnya coz di sana jalanan aspalnya mulus naik turun pasti menantang, hehehe

Leave a Reply to bersapedahan Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s