Menjelang Panggilan Adzan Tiba

Hujan masih turun deras, terdengar seperti rintik-rintik besar. Hujan awet namanya, disisipi suara adzan menggema. Dalam hati diam-diam aku berdoa. Katanya doa saat hujan itu bisa terkabul. Hujan jadi saat yang mustajab buat berdoa.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan, mungkin saja sudah hampir enam bulan. Kebiasaan ku berdoa di tengah hujan, di waktu adzan sampai waktu iqomat, saat berbuka puasa, dan di hari Jum’at mendekati waktu magrib.. cuma berharap satu doa terkabulkan, tidak lebih tidak kurang.

Ku syukuri dan ku nikmati suara air langit perlahan berjatuhan. Kadang-kadang aku membayangkan bagaimana cara dia datang dari langit sampai ke bumi. Seperti semua keajaiban-Nya selama ini. Aku belum berubah pikiran. Aku masih yakin bahwa akan terwujud. Kita hanya tidak perlu memikirkannya karena itu di luar dari logika kita, kita cukup mempercayai-Nya karena tiada yang tidak mungkin bagi-Nya.

Beberapa hal yang ku pelajari dari hujan. Dia rela jatuh, dia bisa jadi bermanfaat, atau dia bisa menjadi musibah. Beberapa pemahaman lainnya yang menenangkan hati. . Bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu pun yang kebetulan bagi-Nya.

Semua ada artinya. Yang kan jadi milik akan jadi milik, walau tidak mencarinya dia akan datang pada mu. Sementara yang bukan milik walau ku kejar dengan berlari tak akan jadi milik ku walau aku begitu menginginkannya. Berusaha atau tidak, semuanya sudah jadi ketetapan-Nya yang terbaik untuk terjadi. Syukurlah 🙏🏻

Semua hanyalah keinginan-Nya yang terilhami oleh kita.. hati kita yang digenggam oleh-Nya, kita yang bergantung hanya kepada-Nya, satu-satu-Nya.

Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku tergantung persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Mantap kak, ijin bljr y di blog kakak 😇

  2. bersapedahan says:

    waktu berdoanya mba Dyah adalah waktu mustajab …. saya ingin juga berdoa diantara adzan ke iqomat .. tapi seringnya malah berdoa setelah sholat …
    Pernah saya dengar ceramah tentang doa … kenapa doa kita tidak terkabul … banyak faktor, salah satunya karena di hati kecil kita sudah berprasangka doa kita tidak akan dikabulkan … persis seperti kalimat di HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675

    selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan

    1. Betul banget Om, memang “berprasangka baik ke Allah” itu udh yang paling tinggi ilmu tauhid nya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s