Sampai Juga Disini, Fase Baru Maturity

“Kita tidak memilih siapa yang kemudian kita cintai atau mencintai kita, tapi semua karena Allah-lah yang merencanakannya, Allah yang merencanakan kita bertemu maupun berpisah. Ketetapan hati, keputusan-keputusan di dalamnya pun ada karena Allah yang menggerakan hati manusia”

Ini kesimpulan saya? Apa kesimpulan kamu soal takdir, rentetan kejadian demi kejadian maupun keadaan yang membawa mu menjadi seperti sekarang. Jalan hidup seseorang, yang berbeda-beda.

Ada satu level kedewasaan baru yang rasanya saya lewati baru-baru ini. Satu langkah baru memahami semesta, menerima ketetapan-Nya, memaklumi dan lebih banyak memaafkan orang, sehingga rasanya sekarang damai-damai saja dihati setelah melewati sebuah fase sulit menjadi orang dewasa. Setahun terakhir 2017 ke awal 2018 yang menjadi gerbang fase maturity baru.

Tidak ada lagi cerita saya unfollow atau unfriend, bahkan sampai nge-block WhatsApp. Hehehe, walau sempat saya nge-block Whats’app seseorang ya karena itu sudah keterlaluan banget. Ketidakpantasan yang seorang harusnya tidak lakukan.

Kadang tak sampai hati, kadang harus ada yang kita korbankan hanya demi sepotong hati. Karena saya harus sayang diri saya. Tapi hikmah dan pelajaran setahun belakangan ini beda. Hati saya terasa damai-damai saja, sama sekali tidak membenci, saya tidak mendendam, bahkan saya tidak marah karena orang ini. Saya berteman, mengambil sesuatu yang positif dan berteman biasa-biasa saja hanya sedikit membatasi supaya nggak baper-an.

Dari sebagian besar apa yang saya gali, obrolan tentang masa lalunya, saya belajar dari dia untuk tidak menyimpan benci, (benci ke mantan, benci masa lalu, benci pertemuan dengan orang yang salah) saya merasa walaupun kadang ada setengah dirinya punya sikap agak kekanan-kanakan tapi justru memang lebih dewasa dia saat mengatasi masalah hati dan lebih bisa berdamai dengan masa lalunya. Entah mungkin bagaimana harus menyimpan hati ini, mengenyahkannya. Nanti pun seiring waktu akan lupa. Kadang yang kita ingini pun belum tentu yang terbaik. Ada satu penglihatan yang hanya bisa terungkap dengan mata batin. Allah lebih tahu semuanya.

Dulu-dulu saya bisa langsung meng-cut pertemanan jika dirasa ada kebohongan. Dan rasanya baru kali ini saya tidak membenci (karena pernah diboongin), lalu mikir ada alasan juga kenapa bohong. Btw saya belajar hikmah apa karena mengenal orang ini?

Banyak sekali,… karena kenal dia saya jadi ingin lebih baik…. karena kenal dia saya tahu ini itu, karena kenal dia saya jadi bisa…. mencapai mimpi saya, banyak hal lainnya, tapi ga perlu disebut… walau pernah beberapa waktu sedikit ada perasaan kesal, saya mengerti sebab sikapnya yang mengesalkan itu.

Kemudian memaklumi.. mungkin dia betul-betul sudah nggak nyaman dengan keberadaan saya? (dugaan ku di suatu ketika). Tapi disisi lain saya menangkap rasa tanggung jawabnya dan ada kepeduliannya.

Saya pernah menulis sebelumnya tentang siapa saja orang yang datang dan bertahan di hidup kita. People come and go, but the best will stay Orang-orang terbaik yang akhirnya kita pertahankan untuk tetap melengkapi hidup. Sangat penting rasanya berteman dengan siapa, dan memilih siapa teman terdekat kita. Itu pemahaman saya sebagai si Cancer yang protektif.

Ada kalanya dulu saya pernah membenci seseorang, hingga berkata “mengapa Allah mendatangkan orang ini di hidup saya,”.. selang dua tahun saya sadar memang seperti itulah seharusnya saya belajar, Tuhan mendatangkan orang-orang yang mengesalkan dan patut dienyahkan dari muka bumi.. kesannya seperti itu, waktu itu, saat saya belum memahaminya, hingga justru karena itu saya belajar. Kini, dipembaharuan fase kedewasaan saya yang baru dalam hati saya bilang “Tuhan, aku sudah memaafkan orang-orang ini, saya tahu dia demikian juga karena Engkau yang memperintahkan (memperjalankan hatinya),”.

Biasanya setelah selesai jodoh pertemuan saya sama seseorang, Allah datengin lagi seseorang yang baru.. saya ngalamin ini berkali-kali. . Jika sudah lulus belajarnya, punya hati yang bersih tidak mendendam pada masa lalu, bisa saja orang yang datang selanjutnya bukan lagi pelajaran, tapi berkah buat saya 😊🙏🏻

Advertisements

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s