Hikmah-Hikmah Selepas Perjalanan ke Himalaya

Kali ini saya mau cerita.. tentang perjalanan jiwa saya setelah kepergian ke Himalaya. Kalau sudah baca blog saya ditulisan sebelumnya kamu juga pasti tahu cerita naik gunung yang bukan sekedar traveling biasa, . . Bahkan tiap gunung yang saya jelajahi di perjalanannya ada filosofi tersendiri.

Begitu juga perjalanan ke Everest Base Camp (EBC).. nggak kan kelupa dan ada banyak rasa syukur yang saya dapat ketika dan sepulang dari sana. Dalam hati juga saya janji beberapa hal sama diri sendiri, semuanya membuat saya ingin jadi pribadi yang lebih baik lagi.

(1) Lebih Bersyukur Karena Tinggal di Negara Tropis

Namanya gunung pasti dingin! Indonesia yang negara tropis aja gunungnya juga dingin, ya iya lah di atas ketinggian 2500 mdpl. Angin gunung yang kencang di atas Rinjani padahal baru 3470 mdpl-an itu bukan apa-apa deh, waktu sampai Dingboche di EBC yang mulai 4900 mdpl badan saya mulai goyah. Angin bukan cuma nampar-nampar pipi, leher bahkan kepala badan rasanya bisa terbang 😂✌🏻.

Sedingin-dinginya Indonesia yang saya rasakan itu ya paling 13 derajat waktu ke Bromo. Tapi di Himalaya? Ibu Kota Kathmandu saja pada musim dingin suhunya paling tidak 5-7 derajat. Lalu masuk ke ketinggian 2500 mdpl mulai 1 derajat. Manusia tropis mana yang tahan? Panas terik tapi dingin dan anginnya nggak nahan. Saya lihat pegawai bank di Lukla pun pakai down jacket saat berkantor.

Percaya sama saya, lebih enak tinggal di negara tropis seperti di Indonesia. Nggak perlu pakai jaket tebal, nggak perlu jadi males solat karena air dingin banget buat wudhu, bahkan karena dingin saya nggak bisa lama-lama banget mau doa mau khusyuk, dingin banget itu nggak enak banget. Mau lama-lama duduk di restoran lodge liat pemandangan dari jendela pun masih kedinginan banget. Yang ada selimutan bed cover di kamar mulu kakak 😭. Mungkin karena ini desa tidak ada penghangat ruangan modern. Untuk merasa terus hangat saya mesti ke ruang tengah restoran dan duduk di perapian.

Ditengah meringkuk selimutan di kamar terus saya berguman dalam hati. “Janji kalau sampai rumah mau lebih khusyuk solatnya, disini nggak konsen banget kedinginan”. Di Jakarta sesekali mungkin kita pernah ngeluh, panas banget. Alhamdulilah sampai di Jakarta rasanya tuh saya benar-benar diberkahi, cinta banget sama cuaca Jakarta yang jadinya kerasa justru hangat, bukan panas lagi ☺️.

(2) Makin Percaya, Semua Hal Terbaik Sudah Allah yang Mengaturnya, Tenang dan Santai Saja. Jadilah Pasrah dan Lebih Ikhlas Menerima 🙏🏻

Mungkin saya terlalu serius atau mendalami perasaan yang saya dapat dari perjalanan di gunung. Tapi bener lho, ini nyata. Saya merasa apa-apa yang terjadi dalam hidup memang sudah Allah yang atur, bahkan hal sekecil apapun itu.

Saya mengalami sendiri keanehan-keanehan itu. Kadang kita suka merasa kecewa dan gagal akan sesuatu yang tidak sesuai rencana. Padahal di balik itu Tuhan sebenarnya justru menjawab kekecewaan atau kegagalan itu dengan sesuatu yang memang lebih baik untuk terjadi bagi seseorang.

Kadang kita suka menyalahkan diri sendiri. Hanya contoh saja ya, kenapa kamu sulit sekali lulus ujian CPNS? Padahal sudah bekerja keras belajar, jungkir balik atau apalah usaha terbaik. Jangan salah, di balik itu mana pernah tahu bila sebenarnya ada pekerjaan yang lebih cocok buat kamu dan lingkungan yang lebih tepat buat kamu.

Di Himalaya saya mengalami sesuatu yang kesannya sepele saja. Saya kesulitan untuk booking tiket pesawat pulang ke Jakarta. Problem pertama charger saya hilang ketinggalan di Dingboche… mau nangis rasanya karena itu charger asli iPhone, yang kalo beli original mahal. Problemkedua, setelahnya, alhasil handphone saya mati total walau ketemu listrik pun nggak bisa charger baterai. Sangat sering saya mengandalkan ketemu seseorang yang juga pakai hp dengan merek sama. Untungnya saja saya bawa hp satu cadangan yang jadul dan lemot. Problem ketiga, sinyal di pegunungan tidak selalu ada. Walau ada itu berbayar 2-4 Dollar per jam. Lumayan terbilang murah sih sebenarnya.

Singkat cerita hal absurd yang terjadi adalah walau ada hp cadangan tapi 2-3kali saya gagal terus untuk booking tiket pulang. Entah koneksi internet gagal, password salah ketik, atau kartu Jenius saya tidak merespon. Padahal sudah oke sama harga tiket yang kisaran Rp 2,9- Rp 3 juta.

Mencoba lagi untuk booking tiket, kali ke 4 dan 5 di Lukla saat nunggu pesawat pulang. Juga gagal, padahal saya susah payah bisa charger hp sampai cukup penuh. Gagal koneksi atau pembayaran. Bikin capek betul rasanya masalah booking tiket ini. Maunya beli 2 hari atau sehari sebelum pulang supaya lebih murah harganya dan lebih tenang nggak mendadak booking di hari H kepulangan. NAMUN… tahukah? Ternyata saya justru bersyukur, gagal booking tiket. Soalnya saya pun 3 hari gak bisa balik pulang sampai Kathmandu karena pesawat nggak bisa terbang kendala cuaca. Hufff.. bayangkan kalau saya bisa booking?? Hanguskah tiket saya yang lumayan harganya itu..

Di Kathmandu, setelah fix sampai penginapan, barulah saya booking tiket. Ya, walaupun harganya lantas melambung jadi Rp 4,1 juta pantas saja soalnya beli sore malamnya berangkat pulang. Cari tiket setelah 1-2 hari pun sama harganya sekitar Rp 4 juta jauh dari ekspektasi Rp 3-3,5 juta. Rugi dan kemahalan banget intinya untuk pesawat Malindo kelas ekonomi.

Cuma daripada nggak pulang juga kan? Lagi pula Tuhan sangat baik sama saya, tiket tidak hangus karena semesta sudah menggagalkan upaya booking tiket pulang yang akan sia-sia dan merugikan itu. Dipikir lagi nggak begitu rugi juga, kan saya dapet tiket promo naik Malaysia Airlines cuma Rp 2,7 juta saja untuk pesawat ke Kathmandu.

(3) Siapkan Lebih dari 1 Debit ATM Berlogo Visa atau Master Card

Kalau berpergian ke luar negeri, akan aman bawa mata uang Dollar. Tapi risih juga kalau kebanyakan bawa cash khawatir bakal kecopetan atau malah boros. Jangan salah nggak juga kok, asal hitung budget yang betul, lalu lebihkan sekitar 50 Dollar sebagai cadangan di dompet. Soalnya ngambil uang di ATM luar negeri itu lumayan kena biaya ATM sekali tarik 5 Dollar. Hehehehe, sudah begitu ada maksimal ngambilnya berapa puluh ribu uang lokal. Coba aja kalau berkali-kali, tahu-tahu di rekening potongannya banyak sekali.

Selain itu menghindari kejadian tidak terduga, sebaiknya punya lebih dari 1 debit ATM berlogo Master Card atau Visa. Ya jaga-jaga kalau ternyata nggak bisa kartu satunya ada cadangan. Seperti pelajaran buat saya karena masa visa saya habis dan kelebihan masa tinggal kena denda, di imigrasi saya dijegat untuk bayar denda sebesar 34 Dollar. Mau nangis rasanya, soalnya debit ATM berlogo Visa ternyata hanya satu-satunya (si Jenius) yang khusus memang saya buat untuk transaksi pengganti Credit Card (CC) di luar negeri. Hehe saya anti banget punya kartu kredit soalnya.

Sementara debit saya yang lain seperti BCA dan MNC bank itu tidak ada logo Visa maupun Master Card. Hehehe… dimana saya tidak bisa mengambil uang dari sana walau ada uangnya berapa milyar pun 😂. Panik?? Jelas iya, pesawat 1,5 jam lagi berangkat tapi saya ditahan. Untungnya ada m-banking, saya pun minta tolong adik yang punya akun m-banking untuk bisa transfer ke si Jenius yang full uangnya sudah saya belikan tiket.. sudah saya tarik tunai juga di Kathmandu, jadi sisa hanya recehan berapa ratus ribu saja. Ya untungnya masih ada m-banking yang dalam hitungan detik sampai 5 menitan langsung terkirim uangnya. Huff.. besok pastiin lagi debit ATM kamu ada logo Visa ya.

2 Comments Add yours

  1. Evi says:

    Iklim Himalaya sepertinya Memang agak ekstrim untuk kita yang terbiasa hidup di garis khatulistiwa yang selalu hangat ya Mbak Diah. Tapi mungkin itu juga daya tariknya Mengapa banyak orang trakking ke tempat ini. Seperti Mbak Diah mereka mendapat sesuatu secara spiritual di sini

    1. Iya Tan, kesana sengaja mau ngerasain salju juga seperti apa .. 😬✌🏻

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s