Tips Packing Saat Traveling atau Mendaki Gunung

Kebanyakan orang mungkin berfikir, males mendaki gunung karena masalah barang bawaan yang berat. Jangankan bawa backpack maupun carriel yang menjulang melebihi tinggi kepala.. bawa diri aja susah 😂..

Sebenarnya inti persoalan bukan itu, bagi seseorang yang memang hobinya naik gunung semua karena niat dan kegigihan. Namanya suka, . . seneng ya semua jadi terasa bukan beban.. meski kenyataannya berat tas bakal mempengaruhi. Bakal capek, bakal membebani perjalanan.. tapi dibanding indahnya pemandangan itu sih patut diperjuangkan.

Cuma saya juga mengalami, dan sependapat bahwa akan lebih baik jika tidak ada begitu banyak bawaan atau beban dipunggung. Makanya, dari situ juga semacam ada pelajaran sebagai traveler untuk bisa memilah mana barang penting dan tidak penting untuk dibawa. Sebisa mungkin bawa barang yang memang diperlukan, yang multifungsi kalau bisa.

Sedikit sharing aja, dengan jarak tempuh sekitar 72 jam trekking, 15 hari lamannya melintasi Pegunungan Himalaya kemarin saya juga sangat meminimalisir barang bawaan. Pokoknya yang penting aja, bahkan sampai buat subtitusi cari barang yang ringan daripada harus bawa buntelan gede benda yang ngabisin muatan tas.

Ini nih, rahasianya biar barang bawaan ke gunung jadi ringan…

(1) Ganti jaket tebal dengan jaket bertekhnologi blocktech dan heatech.

Jadi down jacket yang tebel dan juga buat body terlihat macam buntelan sosis itu bisa diganti dengan jaket agak tipis dengan tekhnologi heatech dan blocktech, sekaligus windproff. Bukan iklan, tapi salah satunya label yang jual ya Uniqlo. Kalau harganya kemahalan buat kamu, beli nunggu pas diskon aja jadinya lumayan hemat hehe.

Ada satu pengalaman kemarin di Desa Lobuche ketinggian 4900-an hampir 5000 mdpl. Saya ditegur orang lokal pemilik penginapan. “Your jacket is too tight, it’s mountain,” .. katanya sambil merhatiin jaket saya yang memang tipis dibanding turis lain.

emergency bag
emergency bag ini bisa kamu beli di toko online

Saya jawab :“Yes, hehehe.. but it’s with technology. Heatech blocktech technology, do you know?.. it’s make your body still warm,” kata saya sambil nunjukin megang bahan dalemnya seperti apa. Orang lokal tadi lalu pasang wajah heran aja.. tapi ngerti sih kayaknya dia.

(2) Dalaman kaos juga beli yang heatech

Karena dingin gila, dibawah nol derajat, tentu saja bawaan saya kebayang mesti berapa jaket tebal? So, jangan kebanyakan bawa jaket. Paling banyak bawa 2, satunya cadangan kalau misal basah apa terlalu kotor. Yang penting itu baju dalaman kamu juga harus yang hangat, belilah kaos heatech juga. Levelnya beda-beda untuk heatech ini, ada yang heatech biasa untuk sehari-hari biasa saja pakai kerja juga sebagai dalaman di ruang ber-AC.

Ditengah itu lebih terasa hangat extrawarm. Ini saya beli beberapa dan memang anget, di cuaca minus 5 tetep bakal kedinginan sih kalo cuma pakai ini, paling tidak tapinya kan luaran jaket nggak ketebelan. Nah di atas extra warm ada ultra warm yang cocok buat lingkungan bersalju dibawah nol. Perbedaan tingkat kehangatan ini juga membedakan harga. Saya ngicernya kalau diskon. Walau hanya dikurangi 100-150 ribu itu rasanya menghemat, lumayan.

uniqlo discount

Ohya perlu diingat karena harganya lumayan, perawatan cara cucinya harus bener juga. Jangan dipakaikan pengering baju dan jangan diputar kelamaan. Walau Uniqlo tetap aja pencucian yang nggak sesuai bisa buat baju nggak awet.

(3) Ganti Sleeping Bag dengan Weather Emergency Bag

Sleeping bag buat saya paling menuhin tas, bahkan tas setengahnya itu cuma buat sleeping bag. Saya dilema, ditinggal apa nggak nih? Tapi serius ini mesti tetep bawa tas gede 50L dan itu kelihatan tidak seimbang dengan tinggi saya. Jadi saya tinggal aja deh itu sleeping bag. Tadinya berfikir tanpa sleeping bag saya bakal tetep kedinginan karena subtitusinya akan tidur pakai jaket tebal cadangan (yang bukan down jacket, hanya bahan thermal).

Namun kenyataannya, tetep kedinginan di suhu minus. Padahal juga di lodge ada selimut bed cover. Ajaib, saya baru merasa hangat saat memakai emergency bag yang dibeliin temen. Berbahan semacam alumunium foil berbentuk plastik besar seukuran tubuh yang bisa dilipat. Ini merupakan penghantar panas tubuh yang buat tubuh tetap hangat. Dipakainya seperti sarung, jadi kita masuk ke dalam kantong itu.

Kekhawatiran saya soal tidur kedinginan teratasi dengan emergency bag ini. Cuma ada kekurangannya juga, hehe. Jadi si kantong yang menghantarkan panas tubuh ini menjadikan tubuh kita berkeringat, mirip kalau lagi sauna. Alhasil saat pakai itu memang hangat tapi sekaligus ada basah keringat. Cuma ya di Himalaya keringat saya jadi es di dalemnya hehehe. Ya sudah, pagi-pagi keringat yang jadi es itu tinggal ditebas-tebas aja. Malah gampang bersihinnya.

(4) Pakai Vacum Bag, Biar Isi Tas Kempes

Satu lagi yang lumayan buat muatan tas jadi kempes, hehehe. Beli vacum bag, bisa dicari di online macam Tokopedia. Harganya dibawah 50 ribu, untuk 4 plastik vacum. Jangan lupa pilih vacum bag yang tanpa vacum penyedot. Jadi tidak pakai pompa, cukup diplintir aja, ditenet sampai udaranya keluar mengempis.

(5) Beli Daleman Sekali Pakai Lalu Buang

Karena tidak ingin banyak barang bawaan kotor, saya beli CD yang sekali pakai lalu buang. Ini lebih praktis dibanding bawa pulang baju dalaman yang kotor lagi ke rumah. Cuma untuk wanita tetap harus bawa bra yang bener. Tapi saya nggak saranin kamu buang sampah di gunung ya. Kalau ini kan beda, di Himalaya saya menginap di lodge yang punya tempat sampah dan sistem pembuangan sampah. Disana sih bersih, hampir tidak ada sampah karena ada tempat khusus buat buang sampah. Tidak seperti di gunung Indonesia.

extra warm uniqlo

 

(6) Sepatu Multifungsi dan Ringan

Karena ke daerah bersalju saya mesti pakai yang tahan air. Lalu perhatikan fungsinya, desainnya yang masih bisa digunakan buat jalan di kota, nggak sekedar di gunung aja. Jadi nggak perlu banyak bawa sepatu. Cukup 1 dan satunya sandal jepit, walau kalau di daerah dingin sandal jepit nggak terpakai secara dingin nauzubillaaahh..

Ohya sepatu juga pilih yang ringan, pengalaman punya sepatu trekking berat itu menyiksa. Siksaan untuk membawanya juga saat memakainya, langkah kaki terasa lebih berat dan luka-luka di bagian dalam jika sol sepatu penyanggah tidak bagus. Mahal sedikit nggak apa yang penting nyaman dan ringan menurutku.

Cukup nih 6 tips aja?? Mungkin ada yang ingin menambahkan??? Lihat foto pertama di atas kan? Saya hanya membawa carriel 32 L hehe, bisa kelihatan sebagaimana tingginya tidak melebihi kepala dan beratnya 5-7 kg saja (dibanding temen sampai 12kg). Saya tambahin lagi, kalau masih merasa tetap berat bawaannya dipunggung, sewa porter aja kak hehe 😂✌🏻.

4 Comments Add yours

  1. kegagalau says:

    Itu serius ka keringet jadi es? Kok serem ya….. Kebayang kalau ingusan gak dilap bakal jadi es kacang hijau kali yaaaaa :’)

    1. Iya bener, kan tidur lama berjam-jam.. jd es-nya butiran-butiran kecil keringat.. kalo ingus ya nempel diidung mampet ga nafas klo gak dikeluarin 😂

  2. jein says:

    pake sepatu apa sis kesana? maksudnya merk sama type yg gimana? yang water proof yaa pastinya..

    1. Beli Columbia yg buat trekking dan bisa untuk jogging juga, waterproof pastinya. Worth it walau harganya menguras tabungan tapi awet dan nggak kebasahan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s