NEPAL TRIP (6) – Pertanyaan Seputar Persiapan Pendakian ke Everest Base Camp

Pengalaman harus mempersiapkan banyak hal sebelum pendakian Himalaya ke EBC, dengan segala rincian yang harus dipenuhi. Posting-an blog kali ini saya buat rangkumannya agar pembaca bisa langsung menemukan jawaban. Simak ya… 🙏🏻

URUS VISA NEPAL DIMANA?

Visa Nepal dapat diurus saat tiba di Kathmandu’s Tribhuvan Airport atau disebut mengurus Visa on Arrival (VOA). Dokumen yang dibutuhkan hanya foto 2×3 atau 3×4 dan menulis formulir pengajuan Visa yang sudah disediakan di bandara lalu membayar Visa sesuai masa kunjungan. Untuk Visa selama 15 hari 25 U$D, 30 hari 40 U$D, dan 90 hari. Anak usia di bawah 10 tahun tidak dikenakan biaya Visa.

Kawasan Asia Selatan kecuali India membutuhkan Visa. Pembaharuan ketentuan ini juga bisa berbeda sesuai update peraturan di Nepal. Silahkan di cek saja. Visa Nepal menurut situs Lonely Planet juga bisa didapat ketika memasuki perbatasan Nepal di Nepalganj, Birganj atau Raxaul Bazaar, Sunauli, Kakarbhitta, Mahendranagar, Dhangadhi dan Rasuwagadhi.

img_5705
dokumennya seperti ini untuk Visa On Arrival

Sebaiknya perhatikan betul soal masa kunjungan. Saya sarankan untuk ambil Visa 40 hari bila akan ke Everest Base Camp. Mengingat kadang ada masalah cuaca buruk pesawat tidak bisa fix terbang setiap harinya. Soalnya saat pulang saya ditagih kelebihan waktu tinggal yang 15 hari jadi 17 hari. Denda justru akan membuat boros pengeluaran, jika saja saya ambil Visa yang 30 hari, maka hanya membayar 40 U$D. Sementara kemarin karena denda saya dikenakan tambahan 34 U$D lagi. So pengeluaran Visa saja jadi 25 U$D + 34 U$D jadi 59 U$D.

BAGAIMANA MENGURUS IZIN PENDAKIAN?

Seperti di Indonesia, kalau ingin mendaki gunung di Nepal juga memerlukan surat izin mendaki yang bisa didapat dengan membayar sejumlah uang. Kalau ingin ke Everest Base Camp kamu perlu 2 surat ijin mendaki. Tadinya TIMS yang diurus di kantor Nepal Tourism Board di Khatmandu, lalu Surat ijin mendaki ke kawasan Taman Nasional Sagarmatha di Lukla. Bisa klik disini Info soal izin mendaki Everest

Namun saat Februari 2018 saya kesana ada peraturan dari Pemerintah Nepal yang berubah. Ternyata tidak perlu lagi mengurus Trekkers Information Management Systems Card ( TIMS) di Kathmandu, pendaki bisa mengurusnya ketika sampai di Lukla. Yeayy.. Alhamdulilah. Soalnya Sabtu tadinya kantor TIMS itu libur, nah pas kemarin partner trekking saya tiba Sabtu, jadi ini keberuntungan tidak perlu urus dan repot dengan TIMS.

img_5704
Tiket trekking permit

So, langsung urus sekalian lewat saat tiba di Lukla. Letaknya tidak begitu jauh. Biayanya kalau dirupiahkan totalnya sekitar Rp 550 ribu. Dengan rincian entrance fee . NRP 2.000 atau Rp 200 ribu dan trekking di Sagarmatha Zone yang di urus di dekat desa Monjo NPR 3390 atau sekitar Rp 340 ribu.

PENGINAPAN SELAMA MENDAKI DIMANA?

Sistem yang diambil di Nepal para turis atau pendaki tidak seperti gunung di Indonesia dimana pendaki harus membawa tenda sendiri untuk bermalam. Inilah enaknya menurut saya, jadi kita nggak berat-berat bawa tenda dan justru ikut bisa membaur dengan orang lokal Nepal.

Pemerintah Nepal menerapkan sistem penginapan di lodge atau hotel rumahan seperti homestay yang dikelola penduduk lokal. Jadi kamu sebenarnya ikut memberdayakan orang lokal Nepal dengan menyewa rumah mereka sebagai tempat tinggal, sekaligus restoran. Dan harga lodge disana rata-rata sama sekitar 2 U$D-3 U$D per kamar dengan 2 tempat tidur belum termasuk jika memesan makanan dan membeli minuman.

img_5560-1
ini lodge penginapan saya di Debuche

Harga kamar paling mahal sekitar NPR 400 atau 4 U$D di Lobuche yang memang sudah hampir ketinggian 5000 mdpl. Tapi di Gorak Shep yang akan dekat ke Everest Base Camp saya tetap dapat harga kamar murah, hanya NPR 200 saja atau 2 U$D padahal ketinggian 5100-an mdpl. Tergantung juga, terserah yang punya penginapan kadang. Sementara harga makanan di tempat paling tinggi memang akan semakin mahal. Misalnya sandwich bisa jadi 6 U$D, paling murah honey toast hanya 3 U$D. Kalau minumnya di ketinggian 3000 mdpl an masih sekitar NPR 100 atau 1 U$D, tapi di ketinggian 5000mdpl harganya jadi NPR 350 atau 3,5 U$D.

BERAPA BIAYA HIDUP PER HARI SELAMA PENDAKIAN?

Hampir terjawab diulasan sebelumnya, tentang rincian biaya menginap dan makan. Jadi saya jawab rata-rata kita akan mengeluarkan 10 – 15 U$D itu yang paling hemat, maksimal bisa 20 U$D per hari tergantung makan, minum dan kebutuhan, jika memutuskan mandi dan menggunakan hot shower makan ada tambahan 3-4 U$D untuk itu.

BAGAIMANA SOAL ASURANSI SELAMA PENDAKIAN?

Saya tidak memakai asuransi untuk pendakian yang telah saya lakukan. Ini setelah bertanya dengan pendaki dari Spanyol, dia saja yang bule nggak pakai asuransi. Namun ada teman yang pergi dengan asuransi karena dia pergi dengan open trip. Menurutnya dengan asuransi maka ada covered bila terjadi sesuatu. Misalnya terkena Acute mountain sickness (AMS), perlu helikopter buat pulang dll.

img_5535
cek point, tentara yang jaga juteks

Namun harus ada analisa dari guide yang mendampingi bila betul-betul harus mendatangkan helikopter. Katanya nggak sedikit orang yang gagal ke Everest jadi asuransi ini penting. Namun saya agak sayang mengeluarkan sejumlah uang untuk tambahan biaya asuransi ini. Karena lumayan menguras sekitar 1-2 jutaan. Sewa porter dan guide saja sayang uang apalagi untuk asuransi. Akhirnya saja hanya rajin olahraga, jaga kesehatan, asupan gizi yang cukup dan memeriksakan kesehatan sebelum perjalanan ke Himalaya. Termasuk cek tulang, cek kolesterol, tes darah, dll.

Hanya satu antisipasi saya karena dideteksi hampir masuk dejala ostepenia. Mendekati osteoporosis. Akhirnya saya rutin minum suplemen vitamin D dan kalsium. Persiapannya itu saja dan memastikan peralatan dan jaket saya akan melindungi selama cuaca dingin di Himalaya.

APA ADA ATM DISANA?

Ada bank di Lukla, yang akan tutup sekitar pukul 14.00 siang (kalau hari Jum’at). Kamu bisa tarik via mesin swip dengan kartu debit. Untuk itu kami akan dikenakan biaya 5 % dari jumlah uang yang diambil. Disini juga bisa menukarkan Dollar yang akan dikenakan biaya. Lumayan juga daripada harus tukar uang atau ambil lebih baik pegang uang tunai yang berupa Dollar dari Jakarta dan ditukarkan di Thamel atau bandara Khatmandu saat sampai di Nepal. Kita tidak bisa membawa Rupiah karena tidak laku ditukarkan di Nepal.

foto 1
ini bank di Lukla, deket banget bandara, bisa ambil uang tapi kena casss 5 persen, tukar Dollar juga bisa

Selain bank, ATM bisa kamu temukan di Namche Bazar. Ada beberapa ATM yang menarik uang juga dikenakan biaya. Kalau saya sempat narik ATM di Thamel, itu ada charge NPR 500 atau 5 U$D sekali tarik. Makanya lebih baik ambil sekalian saja.

BAGAIMANA MENGATASI AMS?

Acute mountain sickness (AMS) memang harus diwaspadai saat pendakian berat seperti ini. Saya pernah mengalami soalnya dan itu cukup tidak nyaman. Saya mengalami mual dan ingin muntah, lalu ada perasaan pusing seperti keleyengan karena terik matahari. Puncaknya adalah sakit kepala yang sangat amat nyeri. Belum pernah merasakan sakit kepala seperti ini.

Saya menghindari minum obat-obatan. Paling ya Paramex aja atau Panadol. Katanya obat pencegahan AMS itu minum Diamox yang bisa dibeli di Thamel maupun Namche. Tapi mengingat harganya lumayan juga jadi mahal di Namche, saya nggak jadi beli. Hahaha, pelit cuma 500 Ruppe atau 5 USD tapi mikir lebih baik buat biaya makan.. 3-4 U$D bisa dapat 1 toast atau apel.

Karena nggak bawa bendera, saya tempelin foto aja seperti turis lain

Ternyata juga untuk meredakan gejala AMS hanya perlu tidur saja. Dan minum air teh manis hangat. Sudah setelahnya tidak apa-apa lagi. Biasanya gejala AMS juga disertai tidak nafsu makan. Saya mengalaminya, dan akhirnya karena perjalanan cukup berat, saya yang tidak makan nasi atau karbohidrat lebih banyak minum air hangat ditambahkan dengan madu royal jelly yang di bawa dari Indonesia.

Terbukti ini bisa menjadi energi. Walaupun saya juga terkena flu dan pilek yang tak bisa dihindari. Mungkin karena minum madu, flu pilek saya cepet sembuh. Seminggu setelah pendakian hampir pulih benar. Walau setiap hari harus jadi anak ingus. Tapi cepet sembuh dan lega.

Tips lain katanya bule, kalau kena AMS mungkin karena terlalu cepat melampaui ketinggian, karena seharusnya bertahap mendakinya. Kena AMS ya keliling-keliling desa saja, atau turun lagi ke desa yang lebih rendah ketinggiannya.

Advertisements

27 thoughts on “NEPAL TRIP (6) – Pertanyaan Seputar Persiapan Pendakian ke Everest Base Camp

  1. Dari dulu aku pengen liat everest dari deket. Gk apa2 biarpun cuma sampe di kakinya aja hahahah….
    Aku sempat baca2, ada yg persiapan fisiknya sampe 2 taon duuh *tutup mata*

    Kalo mbak Dyah, persiapan fisiknya berapa lama? Olahraganya apa aja?

    Thanks before.

    1. Persiapan setahun nabung, ken biayanya lumayan perlu sktr Rp 16 juta-an, utk fisik setahun rutin jogging seminggu minimal 2-3 kali sktr 45menit. Cuma dari awal 4 tahun naik gunung Indonesia sudah kebiasaan jogging rutin. Btw temen ada juga yg 6 bulan persiapan fisiknya dgn jogging. Kondisi tiap orang beda-beda..

    1. Kalau kemarin saya tidak pakai guide dan porter. Kalau mau bisa saja pakai, tapi kalau saya budget terbatas jadi sama partner saja. Orang lokal Nepal juga komentar “it’s possible going to EBC without guide,” soalnya petunjuk jalan jelas.. bisa tanya warga lokal juga.

  2. Hi Dyah, senang baca tulisanmu yang sangat informatif.
    Saya ada rencana ke sana April tahun ini, dan saya baca di tulisanmu tidak perlu urus TIMS di Nepal. Jadi, waktu kamu ke sana kamu langsung urus di Lukla di hari ketika akan mulai mendaki atau 1 hari sebelumnya?

    1. Hi Adin, thanks udh mampir di blog ku.. langsung urus saat tiba di Lukla saja. On the spot tinggal membeli TIMS, menyertakan passport untuk di cek, dan bayar. Nanti ada surat ijin lainnya saat ketemu di pos dekat desa Monjo selama jalur EBC. Jadi 2 kali bayar yg klo ditotal kalo ga salah sekitar Rp 360 rb an.

  3. Hi Dyah, thanks informasinya..mau nanya sedikit, eh banyak deng..
    kalo penginapan harus booking ( online) dulu apa ngga ?
    di EBC misalnya bawa tenda sendiri, bisa nnginep apa ngga ?
    akhirnya tiket dr kathmandu ke lukla juga sebaliknya online apa on the spot ?
    makasih ya..

    1. 1. Klo di sepanjang jalur trekking kt ga booking.. ketemu tea house lngsng aja pilih nginep disitu
      2. Ga bisa bawa tenda. Krn di sepanjang jalur EBC Nepal sistemnya itu menginap di rumah org lokal. Bahkan hotel jg di sana ga ada. Lagi pula angin kenceng ga ada tempat buat pasang tenda.
      3. Sebaiknya pesan online untuk pp dari ke dan dari Lukla, jangan on the spot tiketnya sangat terbatas.

      1. ok .. kalo pas ada planning, boleh lah di info info ke email.. sekarang ini tempat yg pengen di datengin alaska *aurora, ya kali ada niatan ke sana…

      2. Hi dyah,
        Maaf, kamu ada kirim email ke yahoo aku? Aku cari2 gak ada emailnya. Can you please send me again to my gmail? Thank you yah…😀

  4. Hi mbak dyah,
    Salam kenal, aku sih rencananya tahun ini tapi mgkn oktober gitu. Kebetulan kenal sama guidr disana waktu temen2 kesana pakai jasa guidenya orang ini, dan ketika beliau ke jakarta, sempat ketemu sama teman2 yg ke RBC dan guide ini. Super murah sih krn gak pakai agen, jadi hitung2 dengan kesana tanpa guide dengan aku deal pakai jasa beliau, gak ada bedanya dan gak sibuk urus ini itu krn akan diurus sama beliau, plus hotel juga diurus, dan makan pun diurus dr hal kecil ke hal besar semua diurus beliau dan orangnya telaten menurut teman2 ku….pokoknya dr awal dtg ke khatmandu sampai selesai pendakian semua beliau yg urus dan kita juga dipinjamkan jaket dan sleeping bag.

    So kalau ada teman2 yg minat dan mau ikutan bareng aku, info info yah…bisa kirim email ke aku di h.labellevie@yahoo.com :). Siapa tau berjodoh barengan pergi…

    Rencana sih mau ke ABC dulu baru ke EBC…tapi sekiranya temen2 hanya mau ke EBC pun bisa…dan seandainya gak cocok bulannya pun, aku bisa kasih info guide ini…aku percaya krn beliau menemani teman2ku waktu kesana dan aku tambah percaya ketika bertemu muka dan bicara dengan beliau sewaktu beliau ke jakarta dan kumpul2 bareng temen2ku…
    Jadi aku yakin bener sama beliau. :)…so kl interested, let me know yah gais :)…

      1. Hi dyah, thanks yah udah reply. Iya semoga saja ketemu partner ngetrip bareng😁…kapan2 kalau dyah mau ngetrip bareng juga boleh😁kalau pas waktu dan dananya😅 hihihi

      2. I only got the email, but it was not your name though😊
        Is that the email you mentioned?
        Kalau boleh aku mau info nama beliau nih, mbak. Gak apa2 kan? Siapa tau cocok yah…

        Namanya Mingmar Tamang. Ada facebooknya dan ini link kalau mau lihat2
        http://www.northerntrekkingteam.com
        Nomor whatsapp nya +9779842907439
        Bilang aja dari Herni. Pasti dikasih harga special. Mingmar is the best guide according to my friends, he will taking care of you from small to big things, his motto is to make all his clients happy, safe and enjoy in every hike. Your safety and your health are his number one priority. I wish to hike with him oneday, soon. If God’s willing😊.

        So if you guys want to contact him, please do contact him, he can speak english well, and easy to communicate. His number is also a whatsapp number, so feel free to message him and ask alot of things you’d like to know yah.

        Thank you, mbak dyah and all.
        I wish you a good night rest.

  5. Dear Ms Dyah, Ms Herni,

    Mohon informasinya,
    Saya rencana ajak anak perempuan saya 12 tahun ke EBC. Tapi kondisi agak gemuk dan jarang olahraga. Tapi dia mau. Saya sendiri lari pagi 4-5km tiap hari.
    Apakah anak saya memungkinkan ? Rencana 30 Mei 2019 sampai 12 Juni 2019. Apakah masih cukup waktu ?
    Terimakasih banyak.

    1. Menurut saya sebaiknya jgn diajak anak perempuannya pak, apalagi jika tdk terbiasa olahraga. Karena medan disana akan cukup “berat” untuk yang jarang olahraga dan fisiknya kurang fit. Cuacanya juga extreme, cuaca dingin bisa sampai -15 derajat di winter tapi mataharinya terik.. membutuhkan kondisi badan fit orang yang terbiasa olahraga dan berkegiatan di outdoor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s