NEPAL TRIP (4) – Tenzing Hillary, Pengalaman Terbang ke Bandara Paling Extreme di Dunia

Beruntung soal terbang dengan pesawat, saya tidak punya fobia. Pernah sih, dulu karena tiba-tiba turbulensi hebat saat penerbangan pulang dari Medan-Jakarta yang rasanya pesawat mendadak jatuh cukup kentara bikin trauma. Belum lagi setelahnya saya malah main wahana menyeramkan di Dufan. Rrrrrr….

Nah di Nepal kemarin, untuk trekking ke Everest Base Camp (EBC), saya mesti naik pesawat dari Kathmandu ke Lukla. Mendarat di Tenzing Hillary Airport yang katanya merupakan salah satu bandara paling bahaya di dunia. Tahu kenapa? Karena landasannya dan memang saat terbang sudah agak mendekat ke wilayah itu dengan pesawat kecil hanya berpenumpang sekitar 15 orang, membuat jantung cukup deg deg an.

Tahu kan kalau Airport ini diberi nama Tenzing Hillary dari nama sang sherpa, Tenzing, (porter/guide yang menemani orang pertama penakluk Gunung Everest) dan pendaki pertama Everest, Hillary. Entah gimana raut wajah saya waktu turbulensi, guncangan angin.. bayangkan saja., saya cuma bisa nutup mata saat ada adegan itu. Tapi curi-curi lihat jendela juga karena sayang sama pemandangan bagus hamparan gunung saljunya.

Pesawat ke Lukla terbilang cukup mahal, bahkan buat bule Eropa (yang backpacker). Terbang berdurasi 30 menit itu tiketnya 167 U$D sekali jalan yang artinya saya butuh sekitar 324 U$D untuk PP dari Kathmandu – Lukla – Kathmandu (menguras budget sekali). Meski demikian sebenarnya ada alternatif lain, bila tidak ingin menggunakan pesawat bisa via darat dengan bus, namun itu mesti ditempuh cukup lama berhari-hari. Jelas untuk cuti saja sulit, ditambah perjalanan EBC cukup berat, pilihan menggunakan pesawat adalah yang paling mungkin.

Selain itu ada beberapa kendala mengingat bandara ini bandara mungil di pedesaan. Tentu saja radar dan sistemnya beda, makanya seringkali bandara akhirnya ditutup dan penerbangan dari dan ke Lukla dibatalkan saat cuaca buruk, bahkan hanya karena kabut.

Makanya, memang pergi ke Everest mesti extra ambil resiko, salah satunya kalau mengalami cuaca buruk. Dan, dapat ditebak pula saya mengalaminya, .. kebetulan disaat perjalanan pulang, jadi perlu 3-4 hari untuk balik ke Kathmandu dengan 1 hari re-schedule penerbangan karena kami belum bisa sampai Lukla, 2 hari gagal terbang, baru seharinya berhasil terbang dengan jadwal antrian penumpang yang jadinya menumpuk 4-6 kali terbang dalam sehari.

Hufffttt, rasanya tuh antara gondok nunggu aja tapi mesti pasrah.. bayangin aja ngangkut carrier, bagasiin, eh batal terbang ambil lagi, angkut lagi, akhirnya check in ke lodge lagi, gitu terus…

Juga antara seneng jadi nggak pulang-pulang, jadi ada cerita di Lukla 3 malam (kesempetan makan kari Nepal), kehabisan uang cash dan jadi tahu ada Bank di Lukla, punya pengalaman kena hujan juga disana selain salju, jadi bisa lebih lama bergaul sama orang lokal Nepal soalnya mampir ke rumah orang lokal dan minta dibuatin mie gitu, padahal itu bukan restoran haha rumah biasa karena ada warung kelontong aja, rekomendasi seorang bule Amrik

Then.. makan camilan ciki yang aneh-aneh rasa masala buatan Nepal dan antara kecewa dengan planning yang mestinya Visa saya pas 15 hari di Nepal, jadi kena denda Visa di imigrasi ketika akan keluar Nepal. Tapi semua ada hikmahnya,.. ya intinya let it go saja, lewati apapun yang memang harus terjadi.

Ohya untuk maskapai menuju Lukla, Tenzing Hillary Airport sebenarnya ada beberapa. Namun kebanyakan memakai Tara Air atau Yeti Air yang merupakan satu perusahaan. Mereka juga punya fasilitas sistem jemput dan antar dari ke bandara yang dikenakan biaya 10 U$D untuk maksimal 3 penumpang. Kebetulan karena tidak ingin pusing cari taxi, saya sama partner trekking ke EBC memutuskan pesan kendaraan dari Tara air. Jadi kami dijemput dari hotel di Kathmandu ke Bandara, soalnya penerbangan kami jam 6.15, terbilang pagi sekali. Riweh dan mager cari taxi sendiri..

Hanya saja pihak Tara Air terlambat menjemput, sampai bandara pun kami telat, tapi saat akan check in kami diperbolehkan naik pesawat berikutnya yang terbang pukul 07.45. Not bad lah, selain dijemputnya pun dengan mobil sedan hehehe. Saya baru tahu kalau di Nepal itu orangnya gak kaku-kaku amat, kalau di Indonesia kan telat dikit ditinggal pesawat. (Saya pernah ditinggal pesawat soalnya, padahal itu baru akan boarding).

Disini mungkin karena penerbangan yang biasa tidak tentu khusus dari dan ke Lulka, maka soal re-schedule jadwal penerbangan, penerbangan ditunda, dll itu dimaklumkan. Ohya selain Tara Air atau Yeti Air, ada juga Maskapai.. lain seperti Summit Air, coba saja cek.

Tips penerbangan ke Lukla :

(1). Pesan Online saja via website Tara Air atau Yeti Air, harga cenderung sama. Waktu di Kathmandu pihak hotel nanyain saya, sudah pesan tiket belum? Katanya kalau pesan di dia bisa dapat 160 U$D. Hhmm.. tapi saran saya lebih baik pesan online sendiri karena kita bisa mengubah jadwal penerbangan sendiri jadinya. Mengingat penerbangan juga tergantung cuaca.

(2). Banyak saran, pilih penerbangan paling pagi soalnya khawatir bakal re-schedule atau gagal terbang karena cuaca.

(3) Kalau pergi ber-3 enak pesan kendaraan juga kan jadi hemat 10 U$D buat bertiga. Kalau pesan taxi, mesti cari taxi dan berdebat harga, walau akan dapat 700-800 Rupee Nepal rata-rata. Ya suka-suka Anda saja baiknya bagaimana.

(4) Sediakan cemilan buat nunggu jadwal penerbangan atau bahan bacaan, buku, bisa juga siapin earphone untuk mendengarkan musik daripada mati gaya nunggu.

(5) Kalau tujuan ke Lukla pilih sisi kiri untuk melihat atau memotret pemandangan pegunungan Himalaya. Penerbangan pulang ke Kathmandu pilih kursi sebelah kanan. Karena kalau sebaliknya nggak akan dapet itu.

(6) Saran saya lainnya, jangan merem .. doa saja kalaupun takut, hadapi aja, hidup dan mati kan sudah ditentuin, soalnya sayang banget deretan pegunungan Himalaya bila tidak dilihat atau diabadikan.

4 Comments Add yours

  1. kayuhanpedal says:

    menarik ceritanya tapi kok tiket pesawatnya masih manual banget. dengan coretan tangan? Infotech belum masuk sana kah?

    1. Iya memang masih manual khusus untuk penerbangan yg ke Lukla dan dari Lukla ini. Tp kalau penerbangan internasionl dari ke Nepal sudah komputerisasi 😂🙏🏻

  2. bersapedahan says:

    saya lihat di TV … landasannya mengerikan banget ya …. hiyyyy .. pilotnya mesti bener2 expert.
    benar ya .. untuk sampai kesana mesti serba extra … extra mahal, extra cape .. dan extra bahaya … 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s