Mengenal Haenyeo, Wanita Laut Pulau Jeju

Emansipasi wanita. Ternyata bukan terjadi di abad ke-21 saja dengan kesempatan wanita bisa sekolah setinggi mungkin, lalu berkarir, disamping tidak melupakan tugas utama sebagai istri sekaligus ibu. Ini lho… pekerjaan melaut yang didominasi kaum pria, ternyata juga digeluti sekelompok wanita di Pulau Jeju.

Mengunjungi Tebing Jungsangjeolli di Jeju ternyata menyisahkan cerita lain. Seusai mengitari tangga, dan menemui lepas laut dari bibir tebing tangga, kemudian naik tangga. Saya bertemu dengan Haenyeo yang berjualan hasil lautnya sebelum bertolak kembali ke bus.

Haenyeo atau “wanita laut” adalah wanita penyelam yang berasal dari pesisir Korea, khususnya di Pulau Jeju, Korea Selatan. Kalau kamu pernah nonton drama Jepang berjudul “Ama-Chan” di sebuah pulau di Jepang mereka juga punya wanita penyelam yang disebut Ama. Bedanya mungkin Ama mengambil kerang dan bulu babi.

Sumber Wikipedia menyebut, hingga abad ke-19, pekerjaan menyelam masih didominasi oleh kaum pria. Pekerjaan ini menjadi tidak menguntungkan bagi lelaki karena mereka harus menanggung beban pajak, sementara wanita tidak.

Wanita lalu mengambil alih pekerjaan menyelam (yang dianggap sebagai pekerjaan kelas rendah) dikarenakan kebutuhan yang besar akan produk dan hasil laut di sebagian besar Jeju. Maka wanita mulai menggantikan peran laki-laki sebagai pencari nafkah keluarga. Konon wanita penyelam lebih dapat bertahan lama dan bisa menjaga kehangatan tubuh saat menyelam dibanding laki-laki karena mereka memiliki lemak tubuh yang lebih banyak.

Bahkan di Pulau Mara, wanita berperan sebagai tulang punggung keluarga dengan mencari nafkah di laut, sementara para suami diam di rumah merawat anak-anak dan berbelanja untuk keperluan sehari-hari di pasar.

“Para haenyeo adalah penyelam yang tangguh. Haenyeo ini tidak bekerja sendirian, mereka punya grup sekitar 5 orang dan bersama-sama menyelam,” kata Yu Meng, penerjemah saya selama di Korea.

Ibu yang ada di foto utama saya di artikel ini yang merupakan haenyeo enggan diajak ngobrol. Lebih tepatnya mungkin agak kurang ramah ya. Karena penerjemah saya saja yang dikit-dikit bertanya jadi tahu ceritanya. Kemudian saya hanya sekedar bisa bertanya kepada penerjemah tentang harnyeo ini.

Menurut Yu Meng, para wanita laut ini bisa sampai 20 meter lho menyelam, bahkan di musim dingin sekalipun dan tahan nafas hingga 5 menit. Mereka juga harus menempuh bahaya di laut seperti ubur-ubur dan ikan hiu. Bayangkan saja, . . Ibarat seperti lagi free dive mungkin ya, tapi sekalian cari nafkah, ambil abalon, kerang, yang bisa dijual.

Mulai akhir dekade 1970-an, ekspor hasil laut ke Jepang khususnya produk-produk hasil laut yang mereka jual seperti abalon dan kerangconch membuat mereka menjadi semakin makmur. Mereka mulai dapat mengumpulkan uang untuk membangun rumah sendiri atau menyekolahkan putri-putri mereka ke perguruan tinggi.

Kata Yu Meng, anak perempuan haenyeo umumnya tidak mau menggantikan peran ibunya karena mereka memilih karier lain seperti bekerja di industri pariwisata atau pindah ke kota-kota besar, sehingga jumlah haenyeo terus menurun drastis. Data dari Wikipedia, tahun 1950 terdapat sekitar 30.000 orang haenyeo di Jeju dan pada tahun 2003, tinggal 5.650 orang saja, yang sekitar 80%-nya merupakan wanita usia di atas 50 tahun.

10 Comments Add yours

  1. kunudhani says:

    Aku pernah baca tentang penyelam permpuan di korea, lah aku lupa dimana tepatnya, teryta di pulau jeju…
    Mereka keren skli yah, sekarang emng bnr2 emansipasi, bnyak wanita yg bs mngrjakan pkrjaan laki-laki yg berat sekalipun

    1. Iya di Jeju ternyata ya, karena memang pulau pasti ada laut, banyak ketemu seafood… mungkin bagi haenyeo ini menjadi tidak berat dilakukan karena cinta, demi nafkah keluarga dan biaya kuliah anak 🙂

  2. mysukmana says:

    Para wanita hebat..penyelam semua y dsn..
    Udh ibu tp ttp keren bs diving

    1. Wanita penyelam Jeju memang Ibu keren, bisa demikian demi nafkah keluarga dan biaya kuliah anak ..

  3. borukaro says:

    Gambar kedua apa ya mba? Ternyata di balik film Korea yg biasa aku tonton, mereka melakukan itu semua karna berjuang utk hidup juga yah.

    1. Sea squid monge, mau buat caption tapi nulisnya dari aplikasi di handphone, bkn di kompi 😅..

      Iya ternyata alasannya mencari nafkah sis..

  4. bersapedahan says:

    bener2 wanita tangguh .. hebat bisa menyelam sampai 5 menit .. toppp bangettt
    wah . ternyata disana terbalik ya .. wanita kerja dan pra di rumah … jadi di KTP pekerjaannya ditulis pak RT dong .. 😀

    1. Hehehe ga sempat meriksa KTP nya 😂

  5. Evi says:

    Pertama kali baca tentang haenyo ini di blog ini. Thanks Mbak Dyah..Memang lah ya, wanita-wanita asia perkasa, mau menggambil alih pekerjaan lelaki yang dianggap kurang terhormat 🙂

    1. Alhamdulilah jadi bisa tahu haenyo tidak sengaja, tadinya hanya lihat di Tv saja tan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s