Tak Sengaja Makan Babi Enak di Pulau Jeju

Cara makan BBQ a la Korea dengan daun mint dan ditambah saus kacang fermentasi.

Antara menjadi sebuah pengalaman lucu atau memalukan. Tak sengaja makan babi enak di Pulau Jeju. Sampai sekarang saya masih ngikik ketawa kalau ingat moment itu. Ya Allah dosa banget ya, ketidaksengajaan ini kenapa justru jadi bahan lelucon saya.

Hari itu Kamis (19/10/2017) saya betul-betul exited, soalnya bakal terbang ke Pulau Jeju. Langsung terbayang suasana seperti yang pernah saya lihat di drama Korea Jewel in The Palace dan senengnya ini bukan hal biasa, karena Jeju terkenal punya pemandangan indah dan buat sampai ke Jeju itu perlu biaya mahal. Trip ke Seoul-Jeju 5 hari, bisa habis Rp. 20 juta kali ya, akomodasi yang buat pekerja media seperti saya sayang, mending buat umroh apa ke Himalaya atau tabungan *****.

Hanya butuh satu jam penerbangan dengan pesawat udara dari Bandara Gimpo menuju Pulau Jeju. Dari Lotte Hotel di Seoul rombongan jurnalis berangkat jam 09.00 pagi, soalnya pesawat kami sekitar jam 11.00 siang, nampaknya sengaja supaya sampai di Pulau Jeju tepat di jam makan siang. Begitu sampai bandara Jeju yang terbilang modern untuk ukuran sebuah airport di Pulau, bukan Ibu Kota Negara, bus kami dibawa mampir ke restoran Pinx Biotopia, berlokasi di 863 Sallongnam-ro, Andeok-myeon, Seogwipo-si.

BBQ yang menyesatkan itu, Babi Jeju yang mirip sapi

Tempat ini selain terkenal karena makanannya yang enak, pemandangannya juga bagus. Tampak seperti sebuah resort, tapi memiliki restoran. Senangnya makan kami bentuknya bukan buffet atau prasmanan. Jadi tinggal duduk anteng, pelayan akan membawa per set menu mulai dari makanan pembuka, sampai penutup.. semacam casual fine dining jadinya. Nggak perlu mondar-mandir dari meja buat ambil makan. Ini yang saya suka ☺️.

Nah menu pertama yang disajikan di atas meja sebagai hidangan pembuka adalah jeonbokjuk. Merupakan masakan Jeju yang terdiri dari bubur nasi dengan kerang abalon. Masakan ini memiliki rasa manis dan aroma yang unik. Teksturnya tak terlalu encer dan butiran nasinya masih bisa terlihat. Kaldu berasal dari kerang abalon sebagai rebusannya.

Pada masa lalu Jeonbokjuk disajikan khusus untuk keluarga kerajaan. Langsung, membayangkan lagi setting film Korea era Joseon. Pfffttt mulai lebainya πŸ˜‚

Bubur abalon, enak banget.. Jangan heran ya kalau abalon sangat khas di Jeju, karena wilayah ini memang dekat dengan laut. Kerang abalon selain dimasak menjadi bubur juga dijadikan menu abalon japchae. Menu ini merupakan soun yang dicampur dengan berbagai jenis sayuran dan daging sapi. Japchae dimakan sebagai lauk, terutama dalam pesta dan kesempatan khusus. Nah saya nyobain abalon japchae sih bukan di Jeju, tapi di Seoul sehari sebelum ke Jeju.

β€œKerang Abalon ini harganya mahal, (berapa Dollar gitu cuma dapet berapa buah) karena mendapatkannya juga sulit, besok di Jeju pasti akan ada menu abalon juga karena termasuk yang khas,” kata Yale Kim dalam Bahasa Inggris, tour guide yang menemani saya dan teman-teman media selama di Korea.

Pelengkapnya ada sup rumput laut juga dan ikan teri, kimchi, sayur, sehat banget. Korea terkenal dengan hidangan bakaran atau BBQ, pasti sudah ngeh kan? Biasanya orang Korea juga menyantapnya bersama saus tertentu misalnya saus kacang yang difermentasi dan sayur mentah daun selada, termasuk daun mint. Nah, disini letak ketidaksengajaan memakan babi hitam Jeju.

Kesok-tahuan saya soal makanan, apalagi yang halal-haram lalu runtuh ketika Mbak Tenik dari Majalah Grazia Indonesia bertanya nama menu yang kami makan.

“Ini nama menunya apa ya?,” tukas Mbak Tenik..

Tak lama sebelum penerjemah kami membalas dalam bahasa Indonesia, sedetik ada bengong nggak percaya, karena saya denger kata pork πŸ˜‚… what??? Dalam hati kok bisa nggak tahu saya, daging pork, minyaknya, dan baunya saya tahu karena memang sering liputan kuliner. Kok ini bisa kecolongan ya? … ZzzZz…

Lantas tawa meledak, meski masih ada rasa tidak percaya. Tapi justru rekan kami meledek, “bukan, ini bukan pork, sini gue cobain lagi,” samber Kiki dari Woolipop.com sambil cuek makan itu babi Jeju lagi πŸ˜‚

Mending makan dessert deh, ini dessert pas dinner di tenda Dooorrr..

Mana tadi saya makan daging itu cukup banyak, sekitar 5 kali suapan πŸ˜‚. Soalnya memang enak, teksturnya agak berserat otot mirip sapi. Saya jadi penasaran kenapa babi hitam Jeju rasanya tidak seperti babi kebanyakan?

Disini ada moment saya nanya-nanya ke Yu Meng, Penerjemah yang ikut menjelaskan ini itu selama di Jeju. Katanya disebut babi hitam karena memang memiliki ciri khas tubuh yang kecil dan berbulu hitam. Di Jeju, babi ini telah lama diternakkan dengan cara yang unik yaitu di dalam kandang tradisional yang berhubungan dengan pelimbahan kotoran manusia, sehingga dengan cara ini, berperan sebagai pemakan kotoran tersebut. Cara ini konon membuat daging babi ini memiliki rasa yang unik.

Daging babi Jeju juga ternyata tak seperti kebanyakan, karena teksturnya lebih berserat dan tidak memiliki bau seperti halnya babi biasa, bahkan lebih mirip seperti daging sapi, inilah keunikannya. Menurut Wikipedia semenjak tahun 1960-an, babi ini telah diternakkan dengan cara yang lebih modern. Daging babi jenis ini harganya lebih mahal daripada daging babi biasa. Kini babi khas Jeju ini tidak lagi memakan kotoran manusia.

6 Comments Add yours

  1. kegagalau says:

    Ketidaktahuan membawa nikmat ya Ka ahahahahahahah

    1. Hehehe nikmat dgn rasa bersalah 😜

  2. bersapedahan says:

    ngga sengaja jadi ga dosa … makan babi korea πŸ™‚

    1. Iya semoga khilafan ini diampuni πŸ™πŸ»

  3. Teniek Hartono says:

    aku bacanya ngikikkkkk…. ah seneng bisa mampir ke blog mu ini cah ayu!

  4. Jadi malu dibaca tulisannya sama mbak Teniek πŸ˜¬πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s