story

Pilihan Karir Oke Selepas Pensiun Dini

Do what u love … Or love what u do. If you do what you love, you’ll never work a day in your life – by Marc Anthony

Sering lihat postingan nggak bersemangat saat memulai Senin. Bahkan ada kutipan terkenal “I don’t like Monday”. Sangat negatif, sejauh ini seperti virus yang disebar di social media. Seharusnya kalau benar itu pekerjaan yang disukai (bukan semata-mata alasan mencari nafkah) rasanya mau itu Minggu, Senin, atau Selasa semua hari baik, nggak kan menjadi beban.

Beruntung kalau pekerjaan itu sekaligus hobi. Rasanya hampir nggak ada beban untuk bangun pagi. Tapi beberapa teman ada yang curhat mengeluh (meski tampaknya sudah dewasa), masih nggak ngerti passion-nya dimana. Jadi, selamat buat kamu yang tahu minat sejak dari ngambil jurusan waktu mau masuk kuliah.

Lima tahun lebih kerja di media. Pilihan dari semasa ngambil jurusan kuliah, cita-cita dari SMP bisa kerja sebagai jurnalis (walau sekarang liputan lifestyle yang rasanya dianggap orang gampang dan cuma hura-hura). 😔 ya, melihat agak kurang mendukungnya industri media saat ini, dengan adanya social media dan blogger sebagai cara lain buat beriklan, saya jadi berfikir untuk punya rencana kedepan.. sekarang ini sudah mulai mempersiapkan diri agar lebih siap ketika waktunya tiba.

Ini tulisan subjective saya.. yang kepikiran dan inspirasinya dari teman dan lingkungan. So, Apa Saja Pilihan Karier Oke Selepas Pensiun Dini?

(1) Jadi Penulis

Kalo ini, paling kepikiran pertama karena berhubungan sama karir jurnalistik dan cita-cita yang nyambung sama pekerjaan sekarang. Penulis itu juga luas kok, bisa penulis novel yang punya banyak buku laris.. bisa gosh writer ini rasanya harus dibangun jauh hari dan merupakan sebuah proses panjang.

Bisa jadi saat masih kuliah sudah banyak ikut lomba menulis cerpen. Punya prestasi dari sana, banyak nerbitin cerpen di majalah, sering mencoba kirim naskah ke penerbit. Sebuah proses yang mungkin alamiah, dengan passion. Dan menurutku kalau berniat jadi penulis harus punya karakter atau ciri khas yang beda supaya punya pembaca yang loyal juga. Lagi-lagi proses belajar dari nol, berkesinambungan, passion dan sebenarnya nggak sekedar kepingin nulis dan bercerita, mungkin ada visi lain seperti berbagi inspirasi atau misi budaya.

Ini skip sih, kalo aku takdirnya bukan jadi penulis fiksi. Tapi penulis fakta a ka jurnalis.

(2) Jadi Dosen

Ada banyak teman yang akhirnya jadi dosen. Bahkan saat masih kerja jadi jurnalis. So, kenapa tidak? Kalau sudah menikah dan punya anak profesi ini juga bisa fleksibel waktu luangnya. Hanya saja, saya kurang minat sebagai pengajar ya.. harus ada passion dalam melakukan sesuatu sehingga rasanya memang jika memilih untuk berkarir sebagai dosen ya dijalani setulus hati, niatnya berbagi bukan sekedar mencari materi.

Mulai dengan peminatan bidang apa saat ngambil jurusan S.2 dan S.3 atau nambah prestasi pernah menulis buku dan pernah jadi pembicara. Ngomong-ngomong soal dosen, temen sempet nawarin jadi dosen tamu buat mata kuliah fotografi maupun blogging, btw saya langsung jlep, masalahnya wow ini kok keren kalo bisa.

Masalahnya saya tahu diri juga, kredibilitas saya di travel fotografi walau suka traveling dan motret, say tidak mendalami dan fokus kesana sehingga prestasi gak ada karena nggak ikut kontribusi atau pernah menang lomba maupun pernah di-hire untuk bidang ini.

(3) Bisnis Catering / Kuliner

Punya hobi masak? Menurutku ini cocok jadi karier lain yang bisa digeluti serius. Tapi jangan salah, ini juga bukan hal singkat buat membangun segalanya jadi sustainable.

Hmm mungkin bisa dimulai dengan trial & error. Sukanya apa? Baking? Atau sekalian memang catering mensuplai makanan di sebuah pabrik? Bisa dikembangkan lebih luas, tergantung kitanya mau apa? Ada banyak catering online saat ini meramaikan industri makanan. Catering kamu punya kelebihan apa?

(4) Wirausaha Suplier/reseller

Mengikuti cara Rasulullah SAW. Berdagang. Walau luas ya bidangnya bisa apa saja. Sekarang orang berjualan tidak harus punya toko, bahkan bisa jualan online meski cukup via Instagram. Ada banyak orang jualan bidang fashion, ada pula yang suka berjualan bidang beauty seperti produk kecantikan.

Catatan belajar pengalaman dari ortu ; kalau jadi suplier ya harus jumlahnya banyak. Sehingga keuntungan yang didapat juga bukan “recehan”, kapan kaya atau progres kalau hanya keuntungan receh.

Beda kalau masih tahap belajar memulai. Tapi harus ada target dan soal jual menjual kembali lagi dipengaruhi seberapa banyak barang bisa terjual, semakin banyak untungnya. Kembali lagi pada strategi orang berjualan yang berbeda-beda.

(5) Bercocok Tanam/ berternak

Inspirasi dari teman yang saat pensiun ingin bercocok tanam. Hmmm.. kalau ini harus nabung beli tanah dan memikirkan dimana lokasi serta ingin menanam apa?

Organik? Sayuran hidroponik? Bisa juga khusus buah atau masih banyak lain. Kebanyakan yang memilih bidang ini mengerjakannya di luar Jakarta. Temenku yang suka naik gunung bareng itu membeli tanah dan ingin tinggal dekat lereng gunung. Katanya sih, biar tinggal selangkah dua langkah kalau kangen gunung.

Beternak pun bisa jadi sampingan lain. Mulai belajar otodidak, zaman dulu juga sudah ada kan namanya pengembala 😜. Sepertinya ini hanya bisa dijalani oleh orang yang sabar dan punya ilmunya.

(6) Praktisi Public Relation

Banyak teman juga yang akhirnya membuat sebuah PR Consultan. Bisa jadi sebuah lahan bisnis jasa yang juga diperlukan. Mengingat pengalaman sehari-hari berkutat dengan wartawan. Media relation yang menangani event, meng-arrange konferensi pers, sampai mengundang jurnalis untuk datang, dan mengumpulkan berita-berita yang telah publish untuk klien. Banyak perusahaan yang butuh jasa seperti ini.

KESIMPULAN :

Dunia profesional kerja itu betul-betul jadi lahan buat belajar. Sangat bermanfaat untuk pekerjaan selanjutnya. Terutama membuka link pertemanan dan relasi bisnis. Who knows…?

Selesai kuliah dan masuk dunia kerja tak ada salahnya memang bekerja di sebuah perusahaan untuk memupuk ilmu praktis yang dipelajari saat sekolah dulu. Saat ini banyak orang membuat start up. Semangat ini bisa dijadikan untuk mengejar passion. Ibarat lagunya Raisa. Hidup tanpa gairah cinta seperti keringat tanpa makna.

Dibalik itu, apapun pekerjaan, rezeki dan takdir kamu.. Semua sudah ada yang mengatur.. berencana pun Dia yang mengilhami semua ini. Jalannya pun juga dari Dia. Bila, di dunia ini kehidupan kita biasa-biasa saja pun tidak apa-apa, asalkan hal utama tugas kita telah terlaksana, karena kehidupan ABADI ada di AKHIRAT sana.

Advertisements