story

Train Journey Bandung to Jakarta

Rencana lama, akhirnya kesampaian juga. Train journey dari Bandung ke Jakarta. Sama sekali nggak kepikiran buat wujudin itu di Bulan Juli 2017 ini, tapi kesempatan itu datang saat ada undangan liputan ke Bandung dari Aryaduta Hotel yang lagi berkolaborasi dengan Chef Marinka.

Yang membuat kepikiran naik kereta saat pulang ke Jakarta juga karena harus langsung dateng resepsi nikahan temen. Waktunya mepet, dan selentingan dari temen bisa 5 jam perjalanan dengan kendaraan mobil kalo lalu lintas Bandung lagi hectic.

Apapun alasannya, saya seneng banget! Langsung dua hari sebelum berangkat pesan tiket kereta via situs Traveloka. Pilih kolom keberangkatan dari stasiun Bandung ke Stasiun Jatinegara. Kalau mau turun Stasiun Senen atau Stasiun Gambir bisa juga sih. Cuma yang terdekat dengan tujuan lokasi saya ya Stasiun Jatinegara.


Semua beres. Tinggal bayar di ATM tiket kelas ekonomi seharga Rp. 79.000, (kalau mau kelas bisnis harganya sekitar Rp. 129.000 -an). Tapi kelas ekonomi pun sudah bagus, ber-AC dan bangkunya cukup empuk. Jadi ingat sama mantan Kepala PT. KAI yang tanggal lahirnya sama dengan saya, Pak Ignasius Jonan waktu media visit ke kantor. "Kereta harus manusiawi, ekonomi pun harus ber-AC,".

Alhamdulilah ya kondisi perkeretaapian Indonesia jauh lebih baik, makin baik pula sekarang bahkan yang saya tahu kereta pun rutin dimandiin, PT. KAI meng-hire jasa cleaning service ISS atau sejenisnya supaya kereta tetap bersih dan nyaman seperti sekarang. (Saya tahu ini karena pernah ikut ISS experience tour bandara waktu Bandara Terminal 3 Soekarno Hatta menjelang dibuka).

Dari Aryaduta Hotel saya pesen Grab. Ternyata di Bandung lumayan cepet dan banyak drivernya nggak seperti di Bali. Ongkosnya hanya Rp. 8.000 sampai depan Stasiun Bandung (kira-kira 5 kilometer jaraknya). Bandung Jum'at siang itu tidak macet, tapi tidak lenggang juga. Ah… ternyata banyak bangunan kece yang saya lewatin.


Ada museum juga, dan agak menyesal karena selama 2 hari di Bandung cuma di dalam hotel aja. Walau aktivitasnya banyak macam yoga, cooking class, lunch, gala dinner,party ala ala di kolam renang, sama wawancara. Serius tuh saya cuma di dalam hotel nggak kemana-mana. Ruginya… zZzzZ lain kali mungkin ya.

Tapi semua itu terbayarkan sih sama train journey. Pemandangannya sawah-sawah, bukit, jembatan, dan segala hal yang seketika terlihat menghijau (ini noraknya orang yang lahir besar di Jakarta) 😂. Terus memang saya selalu suka naik kereta, pengalaman naik kereta yang tanpa macet, terus ada suara kereta berdesis meski bukan uap ya.

Sampai rasanya sayang buat tidur, padahal ngantuk banget gara-gara habis yoga dan tidur semalem tidur ayam (bangun tidur bangun lagi). Perjalanan yang berdurasi 3 jam itu pun terasa singkat. Entah gimana saya senyum-senyum mulu, hormon bahagianya lagi aktif. Semua kerasa lapang dengan segala yang hijau-hijau.

Sebelum merasakan sendiri pengalaman naik kereta dari Bandung ke Jakarta saya sempet baca-baca beberapa blog. Ada yang menyarankan untuk pilih duduk di sebelah kiri karena pemandangannya bagus disana. Eh tapi mirip pepatah "rumput tetangga selalu lebih hijau nampaknya" saya rasa kanan ataupun kiri juga sama-sama bagus. Hahaha, jadi terserah kamu lah mau ambil tempat duduk dimana.

Alhamdulilah. Kereta pun sampai hampir tepat waktu di Stasiun Jatinegara (Pukul 18.15 WIB). Saya pun langsung cussss pesen Grab ketempat janjian jemputan resepsi nikahan temen sama adek saya. Ohya.. Kilat banget semuanya.. weekend getaway yang menyenangkan di Bulan Juli.

Next time kepingin lagi naik kereta kalau ke Bandung atau balik Jakarta. Biar santai nggak kena macet-macetan begitu keluar pintu tol.

Advertisements

6 thoughts on “Train Journey Bandung to Jakarta

    1. Iya dulu orang Bandung mmg naik Kereta kalo ke Jakarta, semenjak ada jalur Tol ya kereta agak ditinggalkan. Jd naik kereta pas pulang tuh rasanya beda aja dan skrng lagi sering macet kalo naik mobil pp Jkt-Bdg pas weekend gitu πŸ™‚

  1. Naik kereta ke Bandung menurut ku ada enaknya ada juga ga enaknya. Enaknya itu pemandangannya bagus, banyak persawahan dan jurang-jurang. Tapi ga enaknya itu keretanya berasa lambat banget ya..

  2. wah sudah tahunan saya ga naik KA ke Banduung … padahal saya alumni PJKA lho (pulang jumat kembali ahad) .. hehe … tiap minggu begitu jaman2 parahyangan lagi berjaya dan penuh sesak dempet dempet .. duduk di lorong .. sekarang tidak ada lagi yang seperti ini …paling asyik lihat pemandangan2 sepanjang perjalanannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s