culinary · Food · Indonesia · story · SUMATERA - Indonesia · The Journey · Traveling

Suatu Siang di Kedai Kopi Piltik, Toba Samosir

Coffee shop di tengah pedesaan, agak mirip lagi di Bandung ya bukan di Toba jadinya πŸ˜€

Cerah matahari terasa agak kontras dengan sapuan angin sejuk, aku agak kaget dengan cuaca di Toba yang walau terik tapi begitu sejuk. Sepoi angin membuai pipi lembut, saking sejuknya, hampir mirip di ruang ber-AC suhu 23 derajat. Rasanya seperti perpaduan antara sedang berada di pegunungan dan pinggir pantai sekaligus πŸ˜€.

Empat jam sebelum keberangkatan pesawat pulang ke Jakarta, aku dan rombongan media kali ini diajak mampir ke sebuah kedai kopi baru di Toba, Siborong-borong. Lokasinya hanya berjarak sekitar 5 Km dari Bandara Silangit. 

Sangat kaget awalnya, ada tempat sekeren ini di Toba yang notabene “pedesaan” dan jauh dari hingar bingar kota. Mungkin saya masih merasa biasa saja ketika ke Kota Medan dan menemukan banyak cafe cantik mirip di Jakarta, tapi ini Toba Samosir lho… Bandara Silangit saja hanya punya kantin kecil mirip warung nasi Tegal.. ini ada coffee shop.. luar biasa rasanya.

Suasananya mirip di Bandung
Martabe yang bikin melek mata sekejap

Lebih luar biasa lagi di depan coffee shop ini ada pemandangan semacam kebun sawah, tentunya tanpa background gedung pencakar langit kota besar. Satu lagi, tidak disertai bising kemacetan, polusi asap kendaraan, dan jelas ini lokasinya bukan di dalam mall (biasa tempat ku ngopi).
Piltik, sebuah kosakata yang bagi awam terdengar aneh, tapi bagi fotografer kata ini punya makna. Aku pun baru tahu saat itu juga, Piltik diambil dari istilah dalam dunia fotografi. Apalah arti sebuah nama ya. Cuma asing saja dengan kata ini.

Berhubung kurang mengerti soal kopi. Walau sudah sering dijelasin (mungkin karena tidak ada ketertarikan sama si kopi), makanya saya nggak bahas lebih jauh soal kopi disini. Suasananya aja, yang sampai sekarang pun masih mengena di hati.

Pintu masuknya

Tapi kopi disini tentu beda, karena lokal tumbuh di sekitar Toba. Satu hal yang buat ku berani minum kopi disini juga karena proses penyeduhannya yang katanya nggak akan buat asam lambung. Iya jadi betul-betul dengan air masak mendidih.

Tentang kopi yang aku gak paham bagaimana membedakannya (sama-sama pahit dan agak asam juga).. ya cuma tentang adanya aroma buah tertentu, kalau tanaman kopi itu ditanam dekat pohon buah. Juga berpengaruh dari tanah tempat ditanam.

Justru yang membuat ketagihan, disini saya cobain jus Martabe (markisa terong Belanda). Itu seger banget dan seketika buat saya jadi melek.. karena jadwal padat kurang tidur terus selama tiga hari.

Ini plang coffee shop yang sekaligus ada homestay juga

Kedai Kopi Piltik 

Buka :

Senin – Sabtu : 08.00 – 21.00

Minggu : 09.00 – 21.00

Alamat :

Jl. Sipahutar No 33, Dusun Parhasioran, Desa Lobusiregar II, Siborongborong, Tapanuli Utara.

Hp/wa : 087767776333

Email : piltikhomestay@yahoo.com

Advertisements

4 thoughts on “Suatu Siang di Kedai Kopi Piltik, Toba Samosir

  1. wah si empunya coffee shop Piltik kayaknya pandai lihat peluang usaha πŸ™‚
    Toba bakalan ramai dikunjungi turis2 kota .. dan belum ada yang sekelas ini disana, pasti orang2 kota suka banget sama suasana seperti ini .. apalagi kopi sekarang lagi ngetrend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s