Backpacker · MOUNTAIN · Traveling

PENTING! Aman dan Nyaman Memilih Peralatan Hiking 

Bakalan merangkak dan ngesot, jadi baik-baik sama jaket kesayangan jangan sampai lecet, soalnya mahal hehe

Hiking bukan sekedar tren, bukan sekedar ikut-ukutan soalnya ini kegiatan yang lumayan extreme, walau tidak se-nekad panjat tebing ya 😁
Lalu, keamanan dan kenyamanan peralatan hiking penting banget, setidaknya menurutku dua hal tadi jadi faktor keberhasilan bisa sampai tempat tujuan dan kembali lagi dengan selamat. 

Sekedar sharing, karena persiapan pendakian ke Himalaya dan cari-cari perlengkapan akhirnya saya pikir tulisan ini penting ditulis di blog. Buat catatan pribadi atau bisa jadi referensi ketika membeli peralatan hiking. Yuk disimak…

(1Sepatu Trekking Nyaman
Bekal pertama buat hiking yaitu sepatu. Dulu pertama kali banget saya cuma pakai sendal gunung, soalnya masih pemula kan belum tahu apa bakal cocok sama hobi ini. Ternyata saya suka banget dan kemudian beli sepatu trekking pertama yang “agak mengecewakan”. 

Makanya saya mau sharing, sebaiknya kalau beli sepatu gunung itu yang multifungsi bisa buat trekking dan lari.. hehe jadi kan nggak cuma sekali-kali dipakainya lagi pula harga sepatu hiking dan lari itu lumayan lho. Sekitar Rp. 350.000 – Rp. 1.200.000 dari merek biasa sampai merek sekelas Columbia.

Sepatu trekking wanita, harganya sekitar 50 U$D hingga 100 U$D

Dari pengalaman ternyata sepatu gunung itu cenderung berat. Mereka memang dibuat dari bahan kuat yang tahan bila terkena batu, kerikil, selain bagian cakram bawah yang desainnya khusus. 
Sepatu hiking pertama saya mereknya Hi Tech yang women series. Seriusss itu walau harganya lumayan di kantong Rp. 950.000 (yang waktu itu diskon), tapi tetep aja berat dipakainya, kelebihannya dia waterproff jadi banjir atau hujan saya aman banget. Sepatu cenderung kuat bahkan kerikil batu nggak sampai buat lecet permukaan di awal pemakaian. Sepatu ini akhirnya saya tinggal, entah sebel aja karena berat, padahal ada aksen warna ungu yang lucu, wanita banget. 

THEN… Saya niat beli sepatu trekking yang sekaligus bisa buat jogging atau sepedaan. Jadi saya lagi ancang ancang beli yang nyaman sekalian aja. Pilihan jatuh pada merek Columbia yang waterproff sekali lagi, soalnya di gunung itu kan suka hujan juga dan hiking dalam keadaan sepatu basah itu ganggu serta nggak nyaman. Oke jadi harga sekitaran Rp. 800.000 – Rp. 1.200.000 itu masih oke bisa dipakai hingga 3 tahun mungkin, soalnya sepatu lari pun sekitaran Rp. 750.000 harganya, nyaman dan aman kaki saya itu cukup worth it harganya.

Kalau budget nggak terlalu banyak tapi sering hiking, boleh jadi pilihan sepatu trekking buat wanita ini harganya relatif masih dibawah Rp. 500 ribu (tapi nggak bisa buat lari)

(2) Carriel Nyaman dan Minimal Harus 4045 L

Buat pendaki perempuan, beban tas jangan berat-berat. Seriusss saya kalau pendakian gitu paling 40 L saja, sisahnya barang-barang dibawain porter. 40 L pun isinya hanya baju dan air minum sekitar 2 liter di tas. Kabar baiknya di jalur pendakian ke Annapurna, ada banyak sumber air jadi InsyaAllah nggak mesti bawa botol minum berliter-liter.

Nah khusus tas carriel yang khusus mendaki, pilihan saya ya merek Deuter, Columbia, atau yang lokal Consina. Merek lain belum pernah coba. Dari segi harga cukup lumayan, Deuter juga sering buat diskon kalau ada acara Outdoor Festival, jadi bisa 50% dapet tas bagus. Tas ini penting banget nyaman soalnya khusus carriel didesain dengan pundak dan aliran udara yang membuat nyaman pendaki sehingga perjalanan lebih savety buat pundak. Minim cedera dan nyaman.

So, keluar uang Rp. 500.000 – Rp. 1 juta an buat tas carriel wort it lah. Apalagi kalau kamu sering berpergian ala backpacker, belilah yang kapasitas 50 L, soalnya bakal berguna banget kalau jalannya masih seputar dalam negeri dan Asia Tenggara. Dari pengalaman saya juga lebih praktis bawa backpack carriel dibanding koper buat jalan.

Lumayan down jacket kalau dipadu inner halter neck bisa sekalian gaya

(3) Punya Down Jacket

Down Jacket itu lho, jaket yang didesain anti angin dan tebel berlapis bulu bebek atau kapas. Ini penting untuk menahan cuaca extreme bahkan dibawah nol derajat. Soalnya di atas gunung itu dingin dan senjata kamu hanyalah dengan bisa menahan cuaca dingin. Tidur pun nyaman kalau tubuh dalam keadaan hangat dan down jacket bisa jadi pelapis kalau kamu tetap merasa kedinginan.

Saya sarankan di dalamnya pakai inner yang menahan dingin juga. Karena itu aku punya beberapa baju yang menyerap panas atau Airism technology dari brand Uniqlo. Seriusss itu hangat banget apalagi kalau kerja di dalam ruang ber-AC, di dalam bioskop yang sedingin gunung es saya bisa merasa nyaman tanpa menggigil. 

Selain merek Columbia dan Uniqlo, yang agak mahal, kamu bisa cari down jacket di factory outlet di Bogor atau Bandung. Disana harga lebih terjangkau, rata-rata dibawah Rp. 400.000 (lumayan kan). Tapi kalau mau awet bisa juga beli di Zara, cari pas lagi diskonan hehehe, trik saya label ini kan ukurannya cukup besar, jadi saya coba cari di bagian Zara Kids buat down jacket-nya tapi pilih ukuran 12, jadi muat di badan orang Asia yang rata-rata seperti saya.

Menurut ku, down jacket juga jadi barang investasi traveler yang bakalan bisa terpakai lagi kalau pergi ke negara musim dingin. Ke Jepang, Korea, bahkan kalau ke Eropa pas musim dingin. Ya kalau memang tidak berniat ke sana, saat ke puncak atau gunung-gunung di Indonesia juga pasti kepakai lagi. Jadi nggak salah kalau beli yang sekalian bagus. Tapi jangan lupa merawatnya, saat mencuci maupun ketika pakai. Pengalaman saya, pas trekking di dekat puncak kawah kita pasti mengalami moment ngesot dan merangkak di kerikil yang akan menyebabkan gesekan di jaket.

(4) Punya Thermal Gloves

Sarung tangan penahan dingin nggak kalah penting. Agaknya masih akan kurang nyaman bila tangan dan kaki menggigil walau badan sudah terasa hangat. Sarung tangan thermal ini jadi jawaban, harus banget punya, bahkan katanya sudah pakai pun bakal tetap ada terasa dingin. 

Ada banyak toko online yang menjualnya. Harganya memang lumayan sekitaran Rp. 200.000 bahkan ada yang sampai 70 U$D hehehe parah.. cuma selain yang berbahan termal, perlu juga sarung tangan daily yang jari-jarinya kelihatan supaya tetap bisa pegang kamera dan gampang mau makan atau ambil sesuatu. Sarung tangan daily betul-betul bakal bantu dan melindungi dari kotor, sinar matahari, dan kegores, soalnya bakal banyak pegangan batu.

(5) Trekking Pole Bakal Membantu

Jangan remehkan benda yang satu ini, soalnya terasa bedanya jalan saat memakai trekking pole dan ketika hanya lenggang tanpa bantuannya. Ibaratnya kita seperti punya tiga atau empat kaki. Trekking pole seringnya ngebantu menahan beban tubuh dan memudahkan berjalan.

Minimal punya satu trekking pole buat mempermudah pendakian kamu. Harga trekking pole sekitaran Rp. 70.000 jadi nggak ada alasan buat nggak punya ya. Pinjem teman deh atau sewa, atau buat trekking pole dari bambu dari pohon yang kamu temukan dijalan.

(6) Headlamp atau lampu senter

Saya berfikir kalau benda ini cukup penting. Kadang tak bisa diprediksi bahwa pendakian berlangsung dalam keadaan gelap. Jangan lupa persiapkan baterenya sebanyak kira-kira berapa lama pendakian berlangsung.

Akan bahaya tanpa penerangan apalagi kalau mulai magrib ternyata masih di tengah jalan. Saya pun pernah waktu lagi di Kerinci nggak tega melihat rombongan lain ada yang nggak punya penerangan. Kalau bisa jangan lampu senter ya, tapi belulang headlamp yang bakal memudahkan kamu tanpa harus memegangi, sementara kamu harus memperhatikan jalan. 

Harga headlamp relatif ada yang murah dan mahal. Pengalaman beli headlamp-nya murah terus ternyata rusak baru dua kali pakai, akhirnya beli headlamp yang paten, walau lumayan harganya cuma buat headlamp Rp. 170.000 😁 yang penting awet.

(7) Jas Hujan

Setelah baca tentang pendakian ke Himalaya.. ternyata relatif selain bersalju kadang bisa hujan juga. Makanya jas hujan penting, sama seperti Indonesia yang tropis dan musim penghujan. Jas hujan kalau bisa jangan beli yang murah 10 ribuan seperti dijalan. Karena mudah robek, sebaiknya cari jas hujan yang bakalan awet dan bisa kamu pakai lagi di Indonesia, misalnya buat naik motor bakal kepake.. jadi semua multifungsi akan berguna lagi suatu kali nanti.

(8) Cover Bag dan Dry Bag

Kondisi hujan siapa yang bakal tahu kan? Makanya cover bag itu penting sekaligus kalau bisa dry bag juga. Kalau baju kamu basah akan bahaya kena penyakit ketinggian, si dry bag minimal 5 L buat kamera dan 10-30 L buat baju atau menjaga barang penting jangan basah. Jangan salah, ini tak hanya akan terpakai saat pendakian. Traveling pun bakal lebih aman kalau bawa cover bag dan dry bag.

(9) Sleeping Bag

Kalau sleeping bag di Himalaya gak terlalu dibutuhkan soalnya dari tulisan yang saya baca disana kita akan menginap di Tea House, sebuah sebutan untuk hotel atau penginapan para pendaki di tiap desa. Jadi saya nggak akan nenda atau bawa tenda. Huffff Alhamdulilah ternyata nggak berat-berat bawa tenda. Cuma tetep bakal bawa sleeping bag sebagai jaga-jaga kalau tetap terasa dingin disana.

Lumayan masih ada ruang di tas, selain karena nggak perlu repot bawa gas atau kompor serta peralatan masak yang biasanya bakal beratin tas hehehehe. Karena di Tea House juga ada resto nya, tinggal beli makan. Cuma persiapan aja biar nggak lapar bawa banyak cokelat dan permen sebagai amunisi.

Advertisements

6 thoughts on “PENTING! Aman dan Nyaman Memilih Peralatan Hiking 

  1. banyak juga gadget dan tools yang harus di beli ya .. supaya nyaman dan aman .. juga keren.
    tapi kalau sudah hobi sih … ga peduli .. sikattt pokoke .. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s