Backpacker · MOUNTAIN · story · The Journey · Traveling

Dreams Destination (1) : Himalaya – Annapurna

Sumber foto : mountain kingdom

Hai para traveler…. Apa destinasi impian mu berikutnya? Dua tiga tahun yang lalu saya sempat berkeinginan ke India tapi belum klop dengan travelmate nya dan ada “sign” bahwa jangan kesana dulu.

Tak berhenti punya impian dan keinginan menjelajah. Salah satu keinginanku yang kepingin banget bisa diwujudkan yaitu ke Himalaya!

Yup! Deretan pegunungan tertinggi di dunia itu, begitu punya magnet. Oke! Daripada impian ini hanya jadi sekedar impian, saya tuliskan saja. Tulisan ini akan mengingatkan gimana saya meluangkan waktu cari data dan riset pendakian ke Himalaya.

Sumber foto : tigabumi.com

Kenapa Annapurna? Soalnya tempat ini salah satu pegunungan yang terkenal di Himalaya. Saya nggak berniat sampai puncak salah satunya kok. Cukup di Basecamp Annapurna saja, mengingat waktunya bisa satu bulan, eh ternyata dua minggu busa, kalau ingin mencapai Basecamp Everest.

Perjalanan ke Nepal (ABC), Annapurna Basecamp ini memerlukan waktu sekitar 2 Minggu, itu pun minim sekali. Sebaiknya ditambahkan sekitar 16 hari, berjaga-jaga pendakian tak mulus. Karena dari pengalaman, target dan pencapaian suka mundur, banyak istirahat atau kebanyakan motret.

Pertama saya tuliskan dulu keperluan utama selama 17 hari di Nepal (secara umum).

(1) Tiket Pesawat : sekitar Rp. 5 juta

(2) Visa VOA : 40 USD Rp. 532 ribu

(3) Biaya Menginap

(4) Biaya makan

(5) trekking permit : Rp. 529 ribu (TIMS NPT 2,032 ACAP NPR 2,200)

(6) Potter : sekitar ??? Rp. 1 juta (belum Googling)

(7) simcard + pulsa sekitar Rp. 300 ribu

(8) Travel insurance : sekitar Rp. 300 ribuan

(9) Beli sepatu trekking (pikirkan nanti)

(10) Tas Carrier

(11) beli jaket musim dingin

Barang lain bisa pinjam/sewa di Pokrana, kota sebelum naik bus ke Basecamp pendakian awal.

Itinerary secara general :

Day 1 : Jakarta – Kathmandu

Day 2 : Tiket Permit, explore Kathmandu sebentar, cari tiket bus ke Pokhara

Day 3 : Menuju Pokhara, 8 jam dengan bus

Day 4 : Menuju pos pendakian pertama Phedu/Nayapul (trekking 7 day)

Day 5 – Day 11/12 : Trekking

Day 13 : Kembali ke Kathmandu

Day 15 : Kembali ke Jakarta

Itinerary Lengkap ( inspirasi dari blog @Garjoew yang disesuaikan kondisi pendakian saya)

DAY 1 :

CGK – Jakarta to Kuala Lumpur :

Kuala Lumpur to Kathmandu :

Bayar taxi sekitar 500 – 700 NPR atau Rp. 85 ribu (kalau 700 NPR)

Ke Manang Plaza (bentuk seperti ruko), mencari kantor TAAN (Trekking Agencies Assotiation of Nepal) untuk membuat kartu TIMS (Trekking Information Management System).

Adapun resgistrasi ACAP (Annapurna Conservation Area Project) harus dilakukan di Tourism board Pokhara.

Lalu cari tiket untuk bus ke Pokhrana. Kemungkinan kalau sudah malam, ke penginapan. Istirahat dan persiapan besok ke Pokhrana

DAY 2 :

Ke perhentian tourist bus, naik taxi sekitar 800 NPR atau Rp. 97 ribu, perjalanan ke Pokhrana selama 8 jam, bus ini tanpa AC dan suspensi keras.

Lalu setelah tiba ke Tourism Board untuk mendapatkan izin mendaki ACAP, Tempatnya agak tersembunyi. Bisa jalan kaki dari bus station Pokhara.

Lalu mencari penginapan di Pokhrana, persiapan pendakian besoknya. ATAU bisa sekalian ke lokasi trekking permulaan di Nayapul, titik pertama trekking.

TIMS, ACAP, PERLENGKAPAN OKE.

DAY 3:  Nayapul – Birethanti – Hille – Tikhedhunga – Ulleri

Mulai Trekking, desa pertama yang akan dilewati adalah Birethanti. Pos untuk registrasi ada di desa ini. Terletak di dekat Prayer Bridge, sebuah pos kecil dengan 2 orang penjaga. Prayer Bridge sendiri cukup mencolok, dengan lembaran kain doa warna-warni seperti bendera-bendera kecil tergantung hampir di seluruh batang truss jembatan baja ini. Setelah ini tujuan adalah Hille kemudian Tikhedhunga dan target hari ini, Ulleri.

Menuju Hille, jalur trekking berupa jalan tanah di tepi jurang dengan sungai mengalir di bawahnya. Jalan naik-turun dan berkelok dengan sinar matahari menyengat di atas kepala.

Siang jam 13.00 harus berhenti dan makan siang, semoga sudah sampai di Hille.

TANTANGAN Trekking :  paling berat untuk hari pertama, jalur menanjak tanpa ampun menuju Tikhedhunga hingga Ulleri. Dan jalur ini memaksa break tiap 15 menit sekali. Walau sudah tertata berupa tangga batu yang memudahkan, tapi tetap saja 3 jam tanpa bonus datar ataupun turunan benar-benar menguras tenaga. Cenderung Panas Alam terbuka

BERMALAM : Mengingat sudah mulai gelap dan memang ngos-ngosan, sebuah guest house bisa ditemukan tepat setelah memasuki gerbang desa Ulleri.

DAY 4 : Ulleri – Nangethanti – Ghorepani

harus mencapai Ghorepani dan menjemput sunrise di Poon Hill keesokan paginya. Setelah sarapan, 07.00, trekking berlanjut, target sebelum gelap harus sudah sampai Ghorepani. Masuk ke hutan, Pukul 10.00 kemungkinan kabut mulai turun, udara sejuk ini memudahkan perjalanan. Siang sekitar pukul 11.00 sampai di desa Nangethanti. Perut keroncongan, akan pas banget dengan kehadiran tempat makan Hungry Eyes di awal desa.

Lanjut siang di pukul 12.30 setelah solat start ke tujuan akhir hari ini, Ghorepani. Hiburan selama trekking di hutan ini. Adalah Laligurans (Rhododendron arboreum), tanaman yang bunganya dinobatkan sebagai bunga nasional Nepal.

Menjelang sore, sampai di Ghorepani bawah, kalau ingin lebih dekat ke Poon Hill jadi harus ke Ghorepani atas. Menuju ke Snow View Lodge, penginapan di salah satu sudut jalan. Harganya sekitar 200 NPR per night per orang.

DAY 5 : Ghorepani – Tadapani – Chuile

Bangun Pagi. Jam 4 pagi, cuaca dingin sangat bisa mengganggu tidur, karena itu peralatan hangat badan, seperti sleepingbag yang tahan cuaca dibawah nol sangat penting. Saat pagi diisi dengan menaiki bukit menuju viewpoint di Poon Hill. Ada pemandangan mengarah langsung ke deretan puncak-puncak Annapurna yang menjulang.

Tujuan trekking selanjutnya Chomrong. Kembali dalam perjalanan perlu memerhatikan kondisi cuaca, jika tidak bisa sampai bisa berhenti di Chuile. Di Chuile bisa bermalam di lodge yang sedikit ‘unik’, Hillside Lodege kalau tidak salah namanya (bangunan tua).

DAY 6 : Chuile – Chomrong – Shinuwa – Bamboo

07.00 bisa mulai menuju Chomrong, ternyata Chuile ke Chomrong lumayan jauh dan menanjak, kira-kira siang baru akan sampai sekalian makan siang. Perjalanan bisa saja terganggu karena cuaca hujan. Penginapan Bamboo Lodge sebagai tempat bermalam tidak memiliki perapian.

DAY 7 :  Bamboo – Doban – Himalaya Hotel – MBC

Target bisa sampai Machapukhare Base Camp (MBC), siang bisa sampai di Himalaya Hotel (jika sudah sampai sini berarti setengah target selesai). Ujian sebenarnya adalah trek menuju MBC, karena salju dan kemungkinan longsor.

Himalaya Hotel and Restaurant bukan sebuah desa seperti sebelum-sebelumnya dan memang tidak ada lagi desa di ketinggian ini. Makan siang di lembah gunung degan puncak tertutup salju abadi, keren sekali. Kami sudah benar-benar dekat dengan kaki gunung Machaphukare. Puncaknya yang mempunyai ketinggian 6993 mdpl berbentuk runcing dan terbelah 2, menyebabkan ia dinamai machapukare  yang juga berarti fish tail – ekor ikan.

Machaphukare kabarnya tidak boleh lagi di daki karena ditetapkan sebagai ‘tempat suci’ oleh penduduk sekitar. Saya hanya berniat menyambangi basecamp nya saja yang berada di ketinggian 3700 mdpl.

Melewati tepian jurang bekas longsor salju dan membelah lembah dengan sungai gletser yang mengalir deras. Kabut tebal yang bisa tiba-tiba datang membuat harus menerka-nerka arah jalan setapak. Trek cukup berat. Akan ada pemandangan menakjubkan lembah Machaphukare. 16.30 sore kemungkinan sampai di MBC.

Besok masih ada ABC dan setelahnya harus langsung bergegas turun gunung.

DAY 8 :

Annapurna Base Camp (ABC). Jalur benar-benar tertutup salju tebal. Hamparan salju dikelilingi puncak-puncak Annapurna dan Machaphukare. Berjalan di ketinggian lebih dari 3700 mdpl dan diatas hamparan salju sungguh tidak mudah. Meski dengan jaket tebal rangkap 2, kupluk berlapis dan sarung tangan, nyatanya dingin masih juga menusuk, 2 jam perjalanan menuju ABC 4,130 mdpl!

Tepat tengah hari segera turun dari ABC menuju Bamboo. Pukul 16.30 selamat sampai di Bamboo.

DAY 9 : Bamboo – Chomrong – New Bridge – Landruk

dari Bamboo dengan tujuan Landruk, sembari berharap besok pagi ada angkutan (Jeep) dari sana ke Pokhara. Target sampai sebelum gelap. Sepanjang Bamboo, Chomrong, New Bridge hingga Landruk dipenuhi dengan tangga batu curam! Counterpain dan koyok jangan lupa dibawa. Kira-kira sampai di Landruk pukul 17.15 saat hampir menjelang malam.

Catatankhusus :

Jeep untuk turun menuju Phokara. Mobil angkutan ini mirip off road jeep 4WD-double gardan. Karenanya dia santai saja melibas jalanan tanah dan berbatu di pinggiran jurang. . Perjalanan di jeep kondisinya akan seperti bergoncang hingga lebih dari 3 jam sampai akhirnya ketemu jalan ber-aspal.

Ada hostel murah di ujung gang di kawasan Lake Side. Hanya 600 NPR per malam untuk 2-3 orang. Ini murah sekali, dengan fasilitas 1 king bed dan 1 standard bed, beserta air panas di kamar mandinya cukup menghibur badan yang lelah…Mountain Dream Hostel rekomendasi nya.

Links bantuan :

Lakpa Sherpa di http://www.adventure14peaks.com

atau  https://www.facebook.com/thendu.sherpa

Advertisements

21 thoughts on “Dreams Destination (1) : Himalaya – Annapurna

  1. Lengkap rencana-nya. Aku juga sering bikin rencana gini dan ide bagus buat ditaruh di blog ya. Itung-itung sekalian berbagi rencana perjalanan ke rekan traveler yang lain. Semoga dilancarakan perjalanannya kelak dan sukses dengan trekking-nya 🙂

  2. semoga impian mba Dyah ke Annapurna terkabulkan … semestakung – semesta mendukung … aamiin
    saya juga mau banget kesana … tapi hanya kepengen aja .. tapi kalau mba Dyah ini sih sudah bukan kepengen sudah bener2 direncanakan detail … seolah2 sudah siap semuanya dan akan berangkat dalam waktu dekat … seperti sedang menerapkan law attraction …

  3. hingga Allah yang sayang sama saya ketika dia tidak perkenankan keinginan saya yang terdahulu

    Keinginan yang terdahulu apa, Sis ?

    Ohya setelah reset lebih dalam dan diskusi sama teman. Rencana pergi saya saat musim salju sedang penuh di padang ABC, kebetulan karena kepingin pergi ngeliat salju pertama di Himalaya

    waduh kena racun ya..??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s