MALUKU - Indonesia · story · The Journey · Traveling

Terusik Cerita Hantu di Benteng Belgica – Banda Naira

Sejak awal saya tak terlalu mendengarkan celotehan Pak Hamim Wiro, warga lokal Banda Naira yang menjaga Benteng Belgica. Tapi makin panjang bercerita beliau makin banyak membagi kisah mistis yang membuat bulu kuduk kami serombongan merinding berdiri.

Tak terlalu menganggap kata-katanya sebagai sesuatu yang serius. Saya hanya membalas dengan kata-kata santai, selagi melihat teman-teman yang lain justru penasaran bertanya lebih lanjut.

“Haduh nanti dari liputan6.com bakal keluar judul berita cerita mistis di Benteng Peninggalan Belanda ini,” kata saya spontan.

Tapi Pak Hamim justru makin membuat yang lain takut, termasuk saya dengan bercerita sosok-sosok yang sering terlihat di Benteng yang dibangun pada abad ke-16 ini.

Bahkan dia nyemperin saya dan bilang pernah ketemu sesosok perempuan berambut panjang yang postur tubuhnya mirip saya lagi nangis darah. Hiiiiiiiiii (oh sialnya kenapa disamakan dengan saya sih).

Ketika sore sebelum magrib, masih sekitar pukul 17.00 WIT dan langit masih dengan keganasannya yang terik. Berhubung agenda keliling pulau mengitari sekitar Banda Naira tak jadi sebab tak kedapatan bensin, rombongan liputan dari Bintang Nutricia memutuskan mengunjungi Benteng Belgica. Letaknya tak jauh dari hotel kami menginap, Hotel Maulana. Cukup berjalan 500 meter hingga 1 KM jauhnya. Jalan kaki, bisa cukup nyaman dengan bersendal jepit.

Itinerary peliputan yang cukup tentatif membuat saya agak bingung mengatur wardrobe. Kan harus disesuaikan, kalau ke pantai pakai sesuatu yang mudah kering saat harus kena basah. Kalau hanya jalan-jalan di sekitar pulau cukup dengan jeans dan outer . Selain biar cocok sama suasana, di setting pengambilan gambar. Anak Instagram banget ya.

Oke balik lagi ke cerita hantunya. Jadi Pak Hamim yang sudah menjaga benteng selama 26 tahun itu nggak berhenti ngoceh soal penampakan-penampakan yang dia lihat. Makin banyak diceritain, katanya ada bule yang datang ke benteng saat malam hari.

Bener-bener deh, mau uji nyali atau apa dateng ke Benteng tanpa penerangan pas gelap gitu? Mungkin hanya drakula yang buat si bule bakal takut.

Kuping rasanya makin panas karena ceritanya makin ke arah mistis. Saya jadi takut sendirian buat ke bagian atas benteng. Sambil membujuk beberapa teman buat naik melihat bagian atas, maksudnya supaya menjauh dari Pak Hamim yang nggak berhenti buat memberitahu penampakan apa saja yang sudah dia lihat.

Istighfar aja yang banyak dalam hati, jangan sampai itu penampakan ikut kepotret di kamera saya. Fuiiihhhh…… Beberapa sudut yang gelap di Benteng Belgica memang terlihat suram. Termasuk pada bagian tengah yang ada lubang seperti banker persembunyian dan untuk menurunkan orang dari atas.

Katanya lubang juga pernah dipakai sebagai tiang gantungan dulunya. Zzzzzzz…Sudut-sudut yang gelap sebaiknya jangan didekati, saya memilih untuk langsung naik tangga ke atas, penasaran dengan pemandangan dari atas Benteng.

Namun ketika sudah di atas Benteng, Pak Hamim masih saja mengumbar cerita penampakan. Ya Allah….Saya sibuk foto saja pokoknya. Dan memang pemandangan dari atas luar biasa. Ada penampakan Gunung Api yang megah, dibaliknya matahari terbenam bersiap memberikan pertunjukan sore keemasan.

Selain gunung, dari  Benteng Belgica yang berbentuk persegi lima dengan lima menara ini juga punya pemandangan laut lepas sekitar Banda Naira yang menawan. Pantas ya kalau tempat ini sejak 1995 silam dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO. Menurut Pak Hamim, sudah dua kali terjadi pemugaran yaitu di tahun 1935 dan 1991. Berubahnya tembok rusak biasanya diperbaiki dengan cara ditembel.

Tak sia-sia Pak Hamim menjaga benteng peninggalan ini karena dia pun digaji Rp. 1 juta per bulan oleh Balai Pelestarian Benda Purbakala Ternate. Gajinya sama dengan penjaga rumah pengasingan Bung Hatta.

Menurut situs Wikipedia, awalnya Benteng Belgica adalah sebuah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau Neira, Maluku. Lama setelah itu, di lokasi benteng Portugis tersebut kemudian dibangun kembali sebuah benteng oleh VOC di tahun 1611.

Benteng diberi nama Fort Belgica, sehingga pada saat itu, terdapat dua buah benteng di Pulau Neira yaitu Benteng Belgica dan Benteng Nassau. Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.

Pintu masuk ke dalam Benteng Belgica

Pertengahan tahun 1662, benteng ini selesai diperbaiki dan diperbesar sehingga mampu menampung 30 – 40 serdadu yang bertugas untuk menjaga benteng tersebut. Namun di 1669, benteng yang telah diperbaiki tersebut dirobohkan dan sebagian bahan bangunannya digunakan untuk membangun kembali sebuah benteng di lokasi yang sama dan selesai pada tahun 1672.

Sepulang dari Benteng Belgica, sembari becandaan teman-teman seperjalanan kadang masih mengumbar cerita hantu dan itu apalagi postur saya dibilang mirip penampakan hantu. “Hayo siapa yang sekamar bareng,” olok-olok meresahkan.

Masih loh, rasanya ada ngeri. Apalagi di saat malam kami harus ke Hotel Cilu Bintang buat dinner. Hotelnya tepat percis di depan Benteng Belgica. Yang ada memang tunggu-tungguan, siapa yang mau jalan di depan. Takut diikutin sampai ke hotel. Alhasil memang semalam itu saya agak kesulitan tidur, antara kedinginan AC dan takut sampai harus tutupan selimut.

Advertisements

7 thoughts on “Terusik Cerita Hantu di Benteng Belgica – Banda Naira

  1. bentengnya keren banget ya … turis lokal memang tidak terlalu tertarik sama sejarah, jadi jarang kesana …
    cerita mistis mungkin jadi bumbu2 … biasanya orang kita jadi lebih tertarik kalau ada cerita2 mistisnya .. hihihihihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s