Indonesia · JAVA - Indonesia · story

Random Walking – Candi Dwarawati, Dieng!

dscn9906
Cari jalan menuju bukit scooter

Masih tentang cerita jalan-jalan di Dieng yang solo traveling tapi lalu ketemu 3 pendaki di Gunung Prau dan saya akhirnya kemping bareng mereka, seru-seruan di Dieng.

Tanpa rencana pagi itu, niat kami sebenarnya ikut agenda Dieng Culture Festival (DCF) hari ke-2. Saya lupa pagi itu nunggu acara apa saking banyaknya, rasanya menarik semua. Ingin ke museum ini, ikut nonton wayang, terus wisata kuliner.

Tapi karena acara DCF pagi cukup lama ngaret! (serius 2 jam ngaretnya) lalu kami putuskan buat keliling cari sarapan dulu sambil kepingin ke Bukit Scooter, yang harusnya juga lihat sunrise disana namun kemalaman tidur dan terlalu exited lihat kembang api jadi kesiangan.

So, tiba-tiba saja tercetus buat ke candi! Sekedar karena melihat palang dan booklet selebaran situs candi yang ada lalu diputuskan buat kesana. Katanya tak jauh juga, cukup jalan melewati rumah warga, tanya sana-sini, dan ternyata lewat juga pos pendakian Gunung Prau yang jalur Dieng.

dwarawati-temple
Cuma begini aja sih, candinya…

Jadi bisa disebut ini random walking. Berjalan sekitar hampir 1 km, pokoknya tanya warga lokal saja dan kebetulan memang ada plang petunjuk. Searah juga menuju Bukit Scooter.

Serunya, ditengah random wakling ini kami bisa sekaligus melihat aktivitas warga. Ada anak kecil, pedagang sate keliling yang cuma ada saat event ramai seperti DCF, dan suasana pedesaan.

Ini lho yang baru disebut traveling kata si tokoh Rangga (Nicholas Saputra) di AADC 2, tanpa plan plan. Ketemu orang baru, nyobain kuliner lokal, bukan ikutan open trip yang sudah diatur jam segini kesini lalu kesana, kesitu… hehe 🙂

By the way, Candi Dwarawati memang tak sepopuler Candi Arjuna atau bahkan Candi Gatotkaca dan Candi Bima yang ada di Dieng. Lah wong candinya cuma satu, dengan ukuran panjang 5 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 6 meter.

Lokasinya terpencil pula di dekat bukit sawah-sawah, percis di lereng Gunung Prahu, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Menurut sumber Indonesia Kaya, Dwarawati berbeda dengan candi-candi lain yang ditemukan di Dataran Tinggi Dieng, Candi Dwarawati merupakan satu-satunya candi yang namanya tidak berdasarkan epos Mahabarata.

dscn9912
Pintu Masuknya seperti ini, candi nya pun terlihat kecil dari kejauhan.

Kalau baca keterangan di museum yang ada di Dieng, Dwarawati merupakan nama Ibukota Kerajaan Dwarata yang ada di India. Pemberian nama ini dikarenakan bangunan candi mirip dengan candi-candi yang ada di India.

Di kawasan ini, sebenarnya ditemukan tiga bangunan candi yang lain. Ketiga candi tersebut adalah Candi Pandu, Candi Margasari, dan Candi Parikesit. Sayangnya, hanya Candi Dwarawati yang saat ini masih berdiri. Sementara tiga candi yang lain, batu-batu bangunannya sudah hilang. So sad yah!

Candi yang dibangun pada sekitar abad 8 Masehi ini merupakan tempat pemujaan kepada Dewa Syiwa. Pada bangunannya, seharusnya terdapat arca Ganesha, Agastya, dan Dewi Durga. Tapi, untuk melihat ketiga arca tersebut, pengunjung harus datang ke Museum Kailasa.

dscn9911
melewati sawah ladang pertanian masyarakat lokal Dieng dan ketemu pohon carica juga

Di sekitar Candi Dwarawati, terdapat tumpukan batu yang merupakan bagian dari bangunan candi. Hanya saja, tumpukan batu tersebut tidak diketahui merupakan bagian dari bangunan candi yang mana.

Advertisements

9 thoughts on “Random Walking – Candi Dwarawati, Dieng!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s