BANGKA BELITUNG - Indonesia · Indonesia · Liputan · story · The Journey · Traveling

Dua Hari Jalan-Jalan di Pulau Bangka

Masih banyak yang menganggap kalau Bangka dan Belitung itu satu pulau… Padahal itu dua pulau berbeda. Menurutku kemungkinan karena sering disebut bersamaaan Bangka Belitung, bukan Bangka dan Belitung?

Saya pun baru ngeh kalau itu dua pulau saat pertama kali kesana di tahun 2011 silam. Ujuk-ujuk bisa nyebrang di dua pulau ini karena dapet kesempatan liputan sekaligus media trip tahunan dari Kementerian Kesehatan. Sebelum pergi kan lihat peta dulu, yup.. itu dua pulau.

Belum lama ini saya full ngerasain wisata Pulau Bangka lebih lama, kalau dulu hanya sehari.. kemarin dua hari jadi lebih banyak site wisata yang dikunjungi. Meski kelihatan kecil di peta, Pulau Bangka lumayan luas. Kebetulan wisata berikut masih di dekat ibukota nya, Pangkal Pinang. Sebenarnya ada tempat lain di Bangka Barat, namanya Muntok tempat yang juga bersejarah waktu Bung Karno, Presiden Pertama RI diasingkan pada zaman penjajahan Belanda.

Buat rekomendasi dan semenarik apa wisata di Bangka? yuk baca lebih lanjut.

timah-yang-dijadikan-cindera-mata
timah yang diolah jadi cinderamata. FYI saat ini timah dari Indonesia export yang terbesar di dunia, kalau habis gimana ya? Timah ini jadi bahan untuk solder (alat elektronik)

Kunjungan Ke Museum Timah

Tempat yang harus banget kamu kunjungi kalau ke Bangka pastinya Museum Timah. Sudah tahu kan kalau Provinsi Bangka Belitung itu dulu begitu dieksploitasi tambang timahnya. Nah sampai sekarang ternyata masih, buktinya masih ada PT. Timah.

Tapi karena sumber daya timah makin sedikit jumlahnya, cara menambang timah juga tidak seperti dulu, sekarang pengambilan timah juga menggunakan fasilitas kapal di laut.

“Awal abad ke-18, timah masih mudah didapat dipermukaan tanah tanpa harus menggali. Kemudian mulai menggali dan pertambangan di dalam laut,” ungkap Marita, pemandu di Museum Timah Pangkal Pinang.

Bangunan Museum Timah merupakan peninggalan Belanda, yang adalah rumah dinas Hoofdt Administrateur Banka Tin Winning (BTW). Berlokasi di Jalan Ahmad Yani no 179 Pangkalpinang.

Di belakang lokasi museum kamu juga bisa menemukan workshop tempat membuat souvenir dari timah. Ruang sebelahnya juga menjual berbagai souvenir yang berbentuk kapal dan benda pajangan lain. Paling murah itu gantungan kunci seharga Rp. 35 ribu. Hmmm, souvenir dari timah ternyata lumayan mahal ya, ada campuran tembaga 2 persen, antimon 1 persen, sisahnya 97 persen timah jadi katanya takan karatan.

Ohya, Museum Timah di Pulau Bangka tak hanya ada di Pangkal Pinang, tapi juga di Muntok Bangka Barat yang daerah nya dekat Bukit Menumbing itu lho… Museum terbilang kecil jadi memang kesini cukup 30 menit pun kamu sudah tahu sejarah dan seluk beluk soal timah di Pulau Bangka. Buat pengetahuan, sebentar yuk sempatkan mampir, kalau mau kesini cek lagi jam buka.

Informasi waktu buka Museum Timah :
Hari: Senin – Kamis, Sabtu-Minggu
Jam; 09.00 – 16.00 (Istirahat: 12.00 – 13.00)
Tiket: Gratis
Phone: +62 717 4258000 Ext. 15631
pura-tri-agung
Waktu lagi ke Pura Tri Agung (18 Septermber 2016), kebetulan Menteri Pemberdayaan Perempuan lagi kunjungan juga, hehe jadi nggak masuk ke dalam, cuma bisa di luar.
Mampir ke Pura Tri Agung 
Banyaknya masyarakat Etnis China di Bangka membuat kuil betebaran dimana-mana, seperti masjid kalau di Lombok karena penganut Islam di Lombok banyak. Penganut agama Budha, Kongfutze dan Laotze di kawasan Sungailiat, Bangka pun punya satu pura yang terkenal yaitu Pura Tri Agung.
Letaknya yang sekitar 1 jam dari Pangkal Pinang, tentu saja membuat kamu harus sewa mobil buat kesini. Apa yang menarik dari tempat ini? Sama aja herannya kalau kamu muslim dan melihat non-muslim yang tertarik melihat masjid megah dibangun. Jadi keingat perjalanan ke Malaysia, gimana teman dari Singapura terkagum-kagum sama ukiran huruf arab di langit masjid.
Nah sama kan, dengan kita yang non Chinese melihat pura juga takjub. Jadi bolehlah berkunjung kesini sebentar, soalnya di dekat sana juga ada pantai bagus, tinggal jalan sedikit sampai. Bahkan atap pura kelihatan dari pantainya.
pantai-tikus
Di Pantai Tikus ada banyak batu-batu juga tapi tak sebanyak seperti di Belitung
Berjemur di Pantai Tikus
Bagi kamu yang rindu pantai, di Bangka ada banyak Pantai yang bisa kamu sambangi. Nah nggak perlu jauh-jauh, sehabis dari Pura Tri Agung mampir lah ke Pantai Tikus. Lumayan indah sih buat saya, ada batu-batu besar yang mirip seperti di Belitung yang bisa buat neduh, buat background foto.
Saya suka banget, enak suasananya, kebetulan masih nanggung jam 10 pagi disana, panasnya lagi terik tapi sejuk sama angin yang berhembus. Santai-santai mengamati anak-anak lokal lagi mancing ikan. Ngiri banget sama mereka, dulu waktu kecil mana pernah saya bisa begitu, main di sungai aja kena omel. Naik gunung baru setelah lepas kuliah.
Ngadem di Bangka Botanical Garden
Seorang teman media yang duduk sebelahan sama saya nyeletuk pas di pesawat perjalanan pulang. Nunjuk slide Belitung yang lagi muncul di layar TV pesawat. “Belitung tuh bagus ya? Bangka mah ada apaan tadi. Nggak ada apaaan,” selorohnya cuek.
Iya memang bagi orang yang sudah pergi ketempat yang lebih keren suka gitu, saya juga kadang suka gitu, kembali lagi tergantung mindset. Tak ada tempat yang buruk, sebenarnya kadang yang spesial itu karena kita pergi bareng siapa.
Uhukkkk bener banget. Yaiyalah Bangka biasa aja, buat yang sudah pernah ke London, Papua, memang terhitung numpang lewat deh… sehari di Bangka terus mau nyebrang ke Belitung. Tapi pantai-pantainya sayang kalau dilewatin menurutku ya.
Saran saya, beli tiket pesawat paling pagi (jam 5) menuju Pangkal Pinang lalu sehari jelajah wisata di Pulau Bangka, harus banget ke Pantai Tikus… menginap semalam di Bangka, lalu paginya kamu menyebrang ke Pulau Belitung. Pulang ke Jakarta bisa lewat Bandara yang ada di Belitung. So kamu bisa dapat dua destinasi sekaligus.
bangka-botanical-garden
Mirip Nami Island, ada banyak pohon  seperti ini di Bangka Botanical Garden. Sebenernya Instagramable banget cuma lagi males difoto kalo lagi liputan gini sibuk buat menyesapi ide tulisan dan wawancara narsum.
Nah, kalau ke Bangka Botanical Garden (BBG) cobain susu murni di peternakannya, terus bisa juga mancing kalau waktunya banyak. Biasa banget ya? Ah nggak boleh begitu, di bawah pohon rindang ini tetep bisa foto-foto kok. Instagramable, tergantung pengambilan angle dan pose modelnya. Mirip di Nami Island, Korea Selatan.
Melihat Sunset di Danau Kaoli
Ah,,… yang satu ini agenda yang kelewat. Sebenernya niat buat ke Danau Kaoli bareng sama temen traveling saya yang ketemu waktu di Dieng. Tapinya,… ah… berhubung agenda padat sekali nggak bisa nemenin kalau waktu kosongnya pagi.
Menurut teman lokal orang Bangka, lebih bagus ke Danau Kaoli kalau menjelang sunset alias matahari terbenam. Itu rekomendasi waktu yang tepat. Terus jalan menuju Danau Kaoli yang merupakan bekas tempat pertambangan timah ini juga kurang mulus. Jadi kesian kalau naik motor.
Naik mobil pun jangan mobil sedan yang pendek, nanti kena blok tanah. Itu informasi yang saya dapat dari ngobrol sama orang lokal termasuk satpam penjaga hotel tempat menginap. Huhuhu, bye bye Danau Kaoli.
bejemur-di-pantai-tikus
Seneng dibuai sepoi angin di Pantai Tikus. Bisanya motoin kaki, atau motoin orang kalau lagi sibuk liputan gini zzzzz

 

Advertisements

4 thoughts on “Dua Hari Jalan-Jalan di Pulau Bangka

  1. pantai putih berbatu yang segede gede gaban itu bener2 eksotis … jarang di ketemukan di pantai2 lain. Kayaknya memang kalau sudah pergi jauh2 kesini memang harus lebih dari satu hari …. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s