BANGKA BELITUNG - Indonesia · culinary · Indonesia · Kuliner · Liputan · story · SUMATERA - Indonesia · The Journey · Traveling

Sehari Jelajahi Kuliner Khas Bangka

Ibu kota Pangkal Pinang diguyur hujan siang itu, sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Depati Amir. Namun, hujan deras hanya sebentaran lewat karena cuaca kembali panas. Menjelang waktu makan siang sajian menu seafood pun terasa begitu pas dengan panas terik kota yang sempat jadi tempat pengasingan Bung Karno ini.

Cukup dekat dari pusat kota, ada sebuah restoran seafood yang cukup terkenal bagi pendatang dari luar pulau maupun warga lokal. Di restoran seafood Mr. Adox yang berlokasi di Jl. Raya Simpang 4 Kantor Gubernur, bisa ditemui berbagai menu kepiting, olahan laut serta masakan khas Bangka lainnya.

lempah-kuning
Lempah Kuning yang segar dan cocok untuk makan siang di tengah terik matahari

Meski terkenal dengan menu kepitingnya, sajian yang pertama sekali harus dicoba adalah lempah kuning. Ini adalah masakan lempah yang isinya terdiri dari ikan kakap merah atau tenggiri dan ikan katarap dengan kuah yang berbumbu kunyit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, terasi, lengkuas dan belacan.

Lempah ini memiliki kuah berwarna kuning dan biasanya dimasukkan potongan-potongan nanas sehingga disebut juga lempah nanas. Orang Belitung menyebutnya gangan ketarap. Kebetulan untuk lempah yang saya coba memakai ikan katarap. Sebetulnya bisa juga menggunakan ikan kakap yang dapat pula digantikan dengan daging sapi ataupun udang, sehingga lempah memang tak harus selalu berisi ikan.

“Lempah kuning itu makanan keseharian orang Bangka, seperti menu wajib,” ungkap teman saya Rizeki Hardiansyah, seorang warga lokal Bangka.

kepiting-tapal-ketan
Kepitingnya, nyesss…. manis karena segar dari lautan di sekitar Pulau Bangka.

Memang rasanya sangat segar, meski ada campuran bumbu terasi tapi tak terlalu kentara wangi terasi. Justru yang dominan rasa segar berkat tambahan nanas dan ikan segar membuat kuahnya tak amis.

Berlanjut dengan menu kepiting, ternyata bumbunya pun memiliki banyak varian. Biasa dengan kepiting lada hitam? Cobalah mencicipi kepiting tapal ketan, kepiting rebus, kepiting goreng mentega. Melimpahnya kepiting di Pulau Bangka menjadikan olahannya pun lebih variatif, namun tetap hampir sama bercita rasa manis berkat kesegaran kepiting.

Sotong juga banyak ditemui di Pulau Bangka, sehingga untuk lauknya ada sotong crispy yang dibalut dengan tepung garing dan dicocol bersama saus asam manis. Jika masih terasa kurang pedas menyantap lauk atau pesanan ikan bakar dan kepiting, pengunjung bisa meminta tambahan bumbu khas setempat yaitu jeruk kunci, kecap hitam dan potongan cabai merah.

es-kacang-merah
Es Kacang Merah, manis dengan susu kental manis putih dan santan, terus serutan esnya lembut padahal pakai mesin biasa

Usai makan siang dengan segala menu seafood, saya juga mampir ke sebuah kedai es kacang merah, Es Ayong yang masih terletak di pusat kota. Kedai es yang sudah ada sejak tahun 70-an ini dibuat dengan serutan es lembut, dibawahnya ada kacang merah besar dan dipadu sedikit santan serta lelehan susu kental manis.

Es kacang merah tak hanya ada di kedai Es Ayong, saat berkunjung ke warung Otak Otak Amui di Jl. Melintas no 23, Pangkal Pinang juga ditemukan menu es kacang merah. Tentu saja otak-otak cocok dipadankan dengan menyeruput es kacang merah, meski dalam kondisi cuaca hujan. Jika ingin lebih manis gurih bisa juga menambahkan alpukat di dalamnya.

Menjelang sore, jika belum puas mampirlah memesan bakmi Bangka. Terkenal dimana-mana bakmi Bangka ini pun bisa ditemukan di restoran yang ada di Menimbung Heritage Hotel, sebuah tempat yang kini menjadi salah satu ikon Kota Bangka. Di hotel ini, juga bisa ditemukan berbagai menu khas Bangka lain seperti lempah kuning dan jus nanas yang dijadikan minuman coktail.

membuat-martabak-tipis-begini-caranya
cara buat martabak tipis kering, garing gurih, enak banget

Bangka juga memiliki kuliner populer martabak. Nah, malam hari akan sangat cocok bila menjelajahi rasa asli martabaknya. Meskipun di Jakarta pun martabak begitu mudah ditemukan dengan berbagai rasa dan varian, martabak Bangka terbilang belum bisa dikalahkan.Dari segi rasa maupun ketebalan yang pas.

Salah satu kedai martabak manis dan telor halal yang harus dicoba, yaitu Martabak Acau 89 di Jl. Soekarno Hatta no 9. Ada lebih dari 40 varian rasa, mulai dari martabak manis dan kering dengan keju, kismis, jagung, wijen, cokelat, pisang sampai martabak telor bebek polos tanpa daging dengan ayam maupun kornet.

Sudah terbiasa dengan martabak keju, nuttela, atau martabak cokelat tobleron, saya pun penasaran dengan kelezatan martabak manis rasa pandan keju jagung.

dscn7165
bakar otak-otaknya begini ternyata…

Dimakan saat masih hangat, aroma pandan berpadu keju dan jagung manisnya membuat lidah rasanya meleleh. Tak cukup satu, bahkan bisa membuat ketagihan. Begitu juga dengan rasa martabak telur bebek daging ayam, hampir setiap gigitannya mengundang ketagihan.

Ah,…. kenyang mencoba semuanya. Ini serius belum semuanya, kalau mau tahu kuliner khas lain masih banyak, tapi waktu sehari nggak akan cukup. Berhubung turis wisatawan kalau mau ke Pulau ini sekalian nyebrang ke Belitung buat meng-explore wisata pantai yang lebih keren disana. Kuliner Pulau Bangka dan suasana malamnya harus tetap dicobain atmosfernya.

Advertisements

6 thoughts on “Sehari Jelajahi Kuliner Khas Bangka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s