Indonesia · KALIMANTAN - Indonesia · story · The Journey · Traveling

Keindahan Surga di Danau Dua Rasa, Labuan Cermin – Berau

perahu-karam-di-dekat-dermaga
Perahu karam, sebelum ke kawasan Danau Labuan Cermin. Mungkin perahu ini sengaja ditaruh buat etalase alam

Ada pepatah lama “Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui” ini pepatah yang saya terus aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk buat traveling.

Waktu perjalanan di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur, sebelum pergi saya browsing internet dulu cari wisata apa di sekitarnya yang bisa sekali jalan pulang disinggahi. Ketemu lah tempat bernama Labuan Cermin, yang lokasinya masih di Kabupaten Berau. Oke cerita lengkapnya pernah saya tulis disini, klik aja tulisan sebelumnya preparing derawan project

Ngomong-ngomong satu Kabupaten pun masih terbilang jauh lho sebenarnya (buka peta coba), bisa berjam-jam apakah lewat perjalanan darat maupun laut. Karena dapet fasilitas gratis dari penyelenggara event meet and trip Derawan, jadi lewat jalur laut alias naik speedboad, akhirnya malah cepet banget buat ke Labuan Cermin itu, hanya sekitar 3 jam dari Pulau Derawan.

labuan-cermin-dengan-perahu
setiap yang ke Labuan Cermin, posenya pasti foto di atas perahu ini.. mainstream ya in frame @rosacgusfa

Perjalanan di mulai agak siang, pukul 10 pagi, berhubung tempatnya sudah agak dekat. Soalnya semalam saya berlabuh dulu di Pulau Kaniungan dari Pulau Derawan, nikmati pantai dan suasana pulau dan snorkling sebentar pagi sebelum berangkat.

Ini rute yang saya lalui : Pertama dari Pulau Derawan, perjalanan laut sekitar 2-3 ke Pulau Kaniungan, sampai Kaniungan sudah agak sore dan memang cuma niat bermalam sambil menikmati sunset di pulau itu. Bermalam di salah satu rumah tinggal yang mirip cottage sederhana, lalu paginya berangkat menuju Labuan Cermin (cukup perjalanan 1 jam an).

Kalau kamu browsing lagi soal biaya ke Labuan Cermin via laut, pasti akan kaget. Soalnya lumayan mahal, bisa 2 juta-an sekapal ber-5 orang, lalu tempat transit-nya kalau mau bermalam di Kaniungan juga belum ada penginapan. Mungkin kamu harus bawa tenda, tapi hati-hati ya nyamuknya banyak, bawa lotion nyamuk.

Karena lumayan nguras dompet (kalau buat budget traveler) banyak yang akhirnya via darat ke Labuan Cermin. Lewat jalan darat Berau bisa juga dari Bandara minta dijemput. Ongkosnya lumayan bisa Rp. 600-800 ribu kalau tidak salah satu mobil buat ber 7 orang. Tapi harus sabar sampai tempat seindah surga ini butuh waktu 8 jam, melewati jalanan Berau yang berliku-liku, ya mirip lika liku kehidupan mungkin.

Sudah sampai di Pelabuhannya pun kamu butuh naik kapal lagi, sebentar, tarifnya Rp. 100 ribu per kapal, kapasitas 10 orang (jadi per orang Rp. 10 ribu). Musti nunggu penumpang lain sampai jumlahnya genap 10 baru jalan atau bisa request kalau datang berkelompok, bayarnya tetap sama.

lumayan perjalanan sampai Labuan Cermin, sepanjang lautan bisa bosen, kalau bukan karena ada banyak teman ngobrol. Tapi ketika sampai kamu akan terpukau sama tempat ini, so.. nothing to lose… nggak ada yang sia-sia dari perjalanan dan kesabaran kamu.

dscn9092
Dari atas tempat duduk-duduk, warna danaunya seperti ini. Serius nggak diedit 🙂

Bukan cuma keindahannya saja yang buat kamu nggak nyesel buat kesini. Danau ini juga unik, karena saat pasang airnya asin, saat air surut airnya tawar…cuma kok saya merasa lebih ke tawar ya. Airnya juga sangat jernih, terlebih ketika sinar matahari masuk dan kita seperti berada di atas cermin. Lihat aja fotonya deh, tanpa diedit tanpa rekayasa betul-betul indah.

Airnya dingin, mungkin karena ada batu di bagian sisi danau. Karena lebih ke tawar, nggak lengket sama sekali, makanya betah banget berenang lama. Nyebur, naik, nyebur, naik… berasa mandi di alam terbuka. Saking jernihnya dengan telanjang mata kamu bisa lihat pemandangan di dalamnya, jarang ikan, jelas lah kan nggak ada terumbu karang dan agak biru warnanya, pengaruh langit juga tentunya.

Di sela-sela main air, nyemplung, motret, dan muter-muter pakai kapal kecil yang ada disana saya ngobrol sama Pak Ahmad, warga lokal yang ikut mengelola dan salah satu nahkoda kapalnya.

labuan-cermin-untuk-blog
travel warning : ke sini jangan liburan weekend atau libur panjang, nggak mungkin sesepi ini soalnya.

Menurut Pak Ahmad, sebenarnya Labuan Cermin itu bisa seterkenal sekarang berkat WWF yang selama 3 tahun sempat menaungi tempat ini untuk dilestarikan. Dibelakang Labuan cermin, kalau berjalan trekking sebentar 50 meter juga bisa ditemukan danau lain, namanya Labuan Kelambu. Tapi tempatnya masih kotor, tak sebersih Labuan Cermin. “Dulunya Labuan Cermin juga seperti Labuan Kelambu, tapi dibersihkan dan dirawat,” ujarnya.

Kalau mau ke Labuan Cermin kamu bisa kontak aja Pak Ahmad di 082353470047, mungkin informasinya bisa lebih lengkap jalur darat dan laut ke sana. Cuma kalau mau ke Labuan Cermin via laut sewa speedboat tour operator Derawan Fisheries bisa ke 081351319338.

By the way, kata Pak Ahmad di Labuan Kelambu ada banyak ikan blackbass, bisa buat mancing, masih butek banget danaunya. Banyak lumut, bahkan pohon rubuh yang belum disingkirin. Mungkin dua tahunan lagi baru bisa sebersih Labuan Cermin.

menuju-labuan-cermin-via-laut-lebih-singkat-hanya-1-2-jam-dari-pulau-kaniungan
road to Labuan Cermin, Berau, East Kalimantan
Advertisements

5 thoughts on “Keindahan Surga di Danau Dua Rasa, Labuan Cermin – Berau

  1. Ah jadi ingat pada Pak Ahmad yang membawa kita ke Labuan kelambu. Pak Ahmad melengkapi dirinya dengan pengetahuan yang cukup yang tentu sangat menarik bagi wisatawan seperti blogger atau jurnalis 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s