Backpacker · story · The Journey · Traveling

Titik Balik Traveling!

Entah lagi pada ngapain ya, udah di puncak

“Capek bosen juga ya Pam, pasang tenda buka tenda, gendong carrier, muncak, snorkling, makan, tidur. Hahaha.. Hidup memang harus seimbang, kangen kerja juga,” celoteh seorang teman waktu kami mantai di Kenawa.

Temen saya yang ngomong, sebut saja Debi, sambil main PS agak mojok di gundukan pasir karang, berlindung di bawah pohon nikmatin yang namanya nyiur angin melambai. Tsaaaaaa….

Hidup Butuh Keseimbangan. Intinya itu. Pada akhirnya sesuka-sukanya traveling, ternyata tetap butuh keseimbangan. Saya juga selalu kangen dengan aktivitas keseharian seperti kerja, deadline, ketemu nara sumber, ditagih berita, cari liputan, grasak-grusuk baca update-an di internet. Lalu tetap punya impian terus menjelajah.

Titik balik diambil dari kamus, diartikan sebagai peristiwa penting yang dapat mengubah kehidupan seseorang dari situasi yang statis menjadi kembali memiliki semangat menjalani hidup, dari berlindung di zona nyaman menjadi berani menghadapi tantangan, dari situasi kalut menjadi mampu menghadapi masalah.

foto 1 (16)
Ibaratnya di dunia nyata sekarang, hampir sampai puncak… perjuangan hampir klimaks, sebentar lagi beres. Amin!

Traveling bagi saya pribadi diartikan juga seperti kegiatan mencapai titik balik. Karena ketika telah selesai darinya ada situasi seperti semangat baru sebab ada hal yang diambil. TAPI,… tapi ini bukan sekedar titik balik yang seperti itu. Lebih luasssss lagi maknanya untuk saya pribadi.

Melewati lebih dari seperempat abad hidup dengan berbagai rintangannya. Masa-masa sekolah, kuliah, perjuangan skripsi, perjuangan mapan dalam bekerja yang t’lah terlewati fase itu. Sekarang fase saya berlanjut punya keluarga kecil dan terus menjalankan amanah-amanah-Nya. Hidup terus berjalan dan harus selalu bermakna.

Di perjalanan traveling saya, menjelajahi gunung memang seperti punya magnet, selalu menarik untuk terus kembali mendatanginya. Tapi pada akhirnya, tahun 2016 ini saya tuntaskan juga perjalanan itu. Dan memang, mungkin kepergian saya ke Gunung Kerinci kemarin adalah pendakian untuk terakhir kalinya. Saya pun lega bisa mencapainya kemarin, dimana ini tidak mudah, sangat tidak mudah karena perlu keberuntungan mencapainya.

Seolah semesta memang merestui niat baik saya saat itu. Gunung Api Tertinggi di Indonesia, 3805 mdpl pendakian dua hari satu malam dengan jalur amat sulit. Sepanjang perjalanan dari Jakarta menuju Jambi yang hujan selama 2 hari merintangi arus darat menggunakan bus. Alhamdulilah dengan Ridha-Nya dua hari pendakian saat itu cuaca teramat cerah.

Baru setelah kembali sampai di basecamp tempat menginap paginya, Jambi diguyur hujan deras. Ini seperti sebuah berkah saya memulai fase baru kehidupan, hujan yang berarti rezeki dan kesejukan udara yang saya nikmati ketika hari hujan kala itu masih terasa membekas dibenak.

foto (28)
hai kamu, semoga kamu baik-baik di Kerinci sana, maaf kamu harus aku tinggalkan untuk memulai hidup baruku.

Terima kasih Tuhan, telah Engkau perkenankan saya mencapai titik baru ini. Setelah Kerinci, dengan segala filosofi yang saya ibaratkan sebagai Gunung Api tertinggi. Bila tahun 2015 lalu saya tak berjodoh dengan Mahameru sebagai atap tertinggi di Pulau Jawa. Maka justru Engkau berikan hamba jodoh yang lebih baik, Gunung Kerinci yang begitu membekas indah di hati ini dan merupakan atap yang lebih tinggi, lebih dekat ke langit-Mu.

Traveling di masa nanti, bukan tentang gunung bukan tentang pantai saja, tapi tentang bagaimana tetap dekat dengan keluarga. Ingat prioritas dan tanggung jawab sebagai pribadi baru, tanggung jawab yang baru. Ingat temen ada yang bilang “Kalau aku gampang lah,” …. anak gunung itu slow… santai aja, biarkan semua berjalan apa adanya. Kalau memang takdirnya, kalau memang rezekinya mau itu Gunung Fuji dan beberapa tempat yang belum sempat saya sambangi pun nanti pasti akan bisa. Gunung-nya nggak kemana-mana 😀

Advertisements

4 thoughts on “Titik Balik Traveling!

    1. Kan lagi tugas akhir mau wisuda belum sidang kan?? kalo diajakin pasti gabisa…. zzzzzz. Bukan mencari Ndah, udh ada calonnya tinggal nunggu wktu yang tepat. InsyaAllah amiiinn 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s