LIFE · story · The Journey

Cerita Hijab (Part III)

komik-muslimah-208-1024x599
SUMBER : hijabina.com

Saya selalu kagum dengan mereka, perempuan-perempuan yang mau menutup auratnya. Padahal wanita itu suka sekali dipuji cantik. Tapi kecantikan itu dengan ikhlas hati dihijab dengan pakaian yang santun. Dan rambut yang indah itu ditutupi dengan kerudung.

Pada akhirnya, ingin sekali menuliskannya lagi tentang panggilan hati untuk berhijab. Akhirnya datang juga pemahaman ini. Membaca dari penglihatan saya tentang orang-orang di sekitar. Sedikit memaklumi dan bercermin lagi bahwa diri ini memang belum baik. Yang ada iman itu memang selalu mengalami transformasi. Naik turun.

Semuanya panggilan hati. Bukan paksaan, walau ini keharusan (wajib) …. Hati siapakah yang terpanggil?

Apabila sesorang dimudahkan dalam melakukan ketaatan, maka itu merupakan taufik dan anugerah Allah Ta’ala kepadanya. Itu pemahaman yang ada pada akhirnya.

Apabila seseorang memuji Allah عَزَّ وَجَلَّ terhadap apa yang telah Dia anugerahkan kepadanya berupa ketaatan, berarti dia telah mensyukuri nikmat tersebut. Dan barangsiapa yang mensyukuri nikmat Allah Ta’ala, maka Dia akan menambahkan nikmat-Nya.

Mengutip (Q.S Ibrahim:7) Allah عَزَّ وَجَلَّ berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih”.

tawakal
Sumber : buletin.muslim.or.id

Dan hendaknya dia tidak merasa ujub dengan ketaatan yang dilakukannya, tidak menisbahkannya semata-mata dikarenakan daya dan upaya serta kekuatan yang ada pada dirinya. Karena hal itu merupakan sebab kehinaan dan akan menyebabkan dicabutnya anugerah tersebut darinya. وَالْعِيَاذُ بِاللَّهِ

Mudah-mudahan Allah عَزَّ وَجَلَّ memberikan kita istiqomah ‎di atas jalan keridhoan dan ketaatan-Nya. ‎(Mengutip dari berdakwah)

Ditengah upaya memperbaiki diri untuk taat dan sebagai resolusi tahunan yang sudah berlangsung sejak 2013, di pertengahan tahun 2015 saya pun mencoba untuk memakai hijab. Namun hijab itu tak lama menutupi, saya merasa masih harus banyak persiapan.

Bukan karena artikel-artikel menakutkan tentang wanita yang tak bisa masuk surga karena tak berhijab. Bukan juga bujukan dari video ceramah di youtube. Entah saya hanya berfikir semua ini harus berproses. Rasanya yang kemarin itu karena sugesti dan dikejar target mencapai resolusi.

Berhijab untuk belajar taat tidak salah bukan? Kalau setelah itu kita berusaha memperbaiki dengan berproses sedikit demi sedikit kenapa banyak orang yang tiba-tiba menjadi hakim? Kenapa orang yang sedang berusaha belajar menjadi pribadi yang lebih baik justru dijauhi karena masalah jilbab, dicibir atau digunjingkan lingkungan, dituduh macam-macam.

“Berjilbab karena sebab A, berjilbab tapi kok kalau mau ngaji saja?,” dan seterusnya memang tidak akan pernah ada habisnya komentar dari orang-orang.

Saya pun tidak pernah menghakimi teman-teman sesama Islam yang tidak melaksanakan solat. Tidak pernah memaksa pula mereka untuk solat. Karena pemahaman di atas tadi. Apabila sesorang dimudahkan dalam melakukan ketaatan, maka ketauhilah itu merupakan taufik dan anugerah Allah Ta’ala kepadanya.

Masih ada banyak tantangan di depan sana. Kalau sudah keukeh pakai hijab, lalu masih ada PR pakai hijab yang sempurna menutup aurat “Syar’i”. Pastinya nggak memperlihatkan siluet tubuh, kerudungnya juga jangan yang terawang, belum lagi kepalan konde di belakang yang tak boleh mirip punuk unta.

Terus gimana ya caranya agar kepala nggak pusing saat pakai inner jilbab? Supaya nggak repot mix and match baju kerja. Semoga Allah masih memberikan umur panjang, semoga Allah masih memberikan waktu untuk memperbaiki semuanya termasuk bisa melaksanakan ketaatan berhijab. Sebentar lagi pokoknya semua sudah siap. Amiinn

 

Advertisements

2 thoughts on “Cerita Hijab (Part III)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s