culinary · Food · Indonesia · KALIMANTAN - Indonesia · story · The Journey · Traveling

Tehe-Tehe, Khas dan Unik di Pulau Derawan

 

DSCN8653
Ini lho Tehe-Tehe yang salah satunya sudah kami remukan dan gigit buat dicobain

“Teman-teman, ini Tehe-Tehe makanan khas Derawan. Biasanya susah banget nyarinya, tapi ini pas lagi dibuatin. Karena cuma ada sedikit sharing aja ya,” ucap Bang Daniel pada kami yang lagi asik makan.

Kami lalu penasaran. Dilihat, dipegang, difoto, dicelupin…. (dikira Oreo)…. *gubrak*

Sudah dioper sana sini tapi belum juga dicobain buat dimakan. Sampai hampir semua sudah kebagian sesi memotret rupa si Tehe-Tehe, baru kemudian ada yang berani mencobanya.

Gimana cara memakannya? Pertama harus diremuk dulu cangkang bulu babi sebagai bungkus dari isi Tehe-Tehe. Yasudah setelah itu isinya bisa langsung dimakan.

Tehe-Tehe ini ternyata semacam ketupat ketan. Rasanya juga tak beda dari nasi ketan, tapi uniknya memang cangkang bulu babi sebagai wadahnya. Mendengar kata bulu babi saya pribadi langsung merinding duluan. Sebab yang saya ketahui bulu babi adalah sejenis hewan laut yang berbahaya.

Jika durinya mengenai anggota tubuh bisa mengakibatkan iritasi pada kulit seperti gatal dan perih. Namun di Pulau Derawan, Berau, Kalimantan Timur, bulu babi bisa diolah menjadi makanan yang lezat. Wow amazing sekali rasanya…

foto 5
Belum tentu nanti kalau ke Derawan lagi bisa nyicip Tehe-Tehe..

Karena keasikan makan, saya pun lupa bertanya soal Tehe-Tehe. Tapi sesampainya di Jakarta googling juga dan ternyata sudah banyak yang mengulasnya. Termasuk beberapa situs berita. Ihhh, tapi nyesel.. selain ngerasain kan tanya langsung ke penduduk akan lebih afdol.

Info yang saya temukan di situs okezone.com cara memasak tehe-tehe sangat mudah. Pertama, cuci bersih isi dan cangkang bulu babi dengan kain untuk membersihkan racun- racunnya.

Setelah itu, masukkan beras ketan putih yang sudah dibersihkan ke dalam cangkang bulu babi. Isi ketan yang sudah dicampur santan dan garam setengahnya saja, jangan sampai penuh. Lalu tutup bagian atasnya dengan daun pandan yang diikat.

DSCN8654
Suasana makan malam saat itu, karena kenyang sama sajian lobster sama sate kerang saya cuma sedikit nyicipin Tehe-Tehe. Dan… Tante Evi masih sibuk motret Tehe-Tehe dong.. hihi

Kemudian, masak santan hingga panas, dan masukan tehe-tehe satu persatu kemudian direbus dengan santan kurang lebih satu jam. Cara untuk mengetahui tehe-tehe sudah matang atau belum, bisa dicek dengan membelah tehe-tehe.

Jika salah saat memasaknya, biasanya tehe-tehe menjadi lembek dan tak enak dimakan. Sajikan tehe-tehe selagi hangat. Katanya Tehe-Tehe juga dimakan bersama ikan dan sambal.

 

Advertisements

2 thoughts on “Tehe-Tehe, Khas dan Unik di Pulau Derawan

  1. Yang aku tidak habis pikir kok orang jaman dulu kepikiran ya mengambil ke cangkang bulu babi ini untuk memasak ketan. Padahal melihat Duri yang tajam saja sudah seram. Mungkin karena mereka hidup di laut, maksud saya suku Bajo tidak punya janur untuk membuat ketupat 🙂

    1. Amazing banget lah ya Tan, tapi masa disana ga ada ketupat ya? janur yang terbuat dari daun pohon kelapa, padahal banyak pohon kelapa ya..
      mungkin tantangannya memang jd beda karena ngulitin badan bulu babi tan, hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s