Indonesia · KALIMANTAN - Indonesia · story · The Journey · Traveling

Serunya Bermain Bersama Tukik di Salangaki

DSCN8864

Gerimis kecil menyambut kami, para petualang laut peserta Meet and Trip 5 saat tiba di Pulau Salangaki.

Hari sudah sangat sore dan Salangaki menjadi pulau terakhir setelah sebelumnya singgah ke Pulau Maratua dan Pulau Kakaban. Dua di antara beberapa daratan indah di seputaran Pulau Derawan, perairan Kalimantan Timur, Indonesia.

Bertemu tukik atau bayi penyu menjadi sangat surprise bagi saya yang sejak awal tidak diberitahu itinerary tertulis perjalanan 4 hari 3 malam di Derawan termasuk extand 2 hari untuk ke Labuan Cermin, Pulau Kaniungan dan Pulau Manimbora.

Kejutan demi kejutan bagi saya karena sengaja tak bertanya-tanya ke panitia akan kemana selanjutnya dan ngapain aja kami kesana. Walau ada briefing malam sebelumnya di hari pertama tiba, membagikan peralatan snorkling, pilih-pilih nomor kaki katak yang pas. Semua terasa sekilas saja, beda dari biasanya saya pergi sharing cost bareng teman dan menyusun itinerary bersama-sama.

Pokoknya liat nanti aja,…. Ternyata penghujung sore itu kami diajak ke penangkaran penyu. Sampai di tepi pantainya, melewati warga yang lagi asik main voli kami berjalan ke dalam hingga menemukan satu bangunan tempat penangkaran penyu.

foto 1 (11)
Sepasang tukik, kejar-kejaran nih… hayo siapa duluan yang sampai ke tepi pantai?? Lalu saya iseng balikin start lomba lari mereka… hihi

Di sebuah kolam cukup besar ada puluhan tukik yang berusaha berenang, seperti ingin merangkak naik dan keluar dari kolam. Tapi,… tentu saja si tukik takan mampu melewati batas genangan air.

“Ihhhh dipegang, boleh dipegang nih?,” sontak komentar saya melihat beberapa teman mulai memotret dan bermain sama si tukik.

“Boleh, nanti tukik-nya juga untuk dilepasin,” sahut salah satu anak muda yang menjaga penangkaran penyu.

Memang tukik atau bayi penyu ini akhirnya akan dilepaskan ke laut, tapi menunggu umurnya jika sudah tiba. Pulau Sangalaki terkenal dengan konservasi penyu hijaunya. Telah berlangsung sekitar 10 tahun, dimana penangkaran penyu mulai digiatkan. Tapi bagaimana hasil dari konservasi tersebut??

foto 2 (8)
Diam-diam, si tukik melirik, dia capek kejar-kejaran ke tepi pantai… guman dalam hati.

Penyu termasuk hewan yang terancam kehidupannya oleh para predator, baik di laut maupun sekitarnya. Saat baru melepas tukik itu saja, burung elang laut sudah mengintai. Ketika tukik-tukik mulai berenang di lautan, elang terbang turun dan mengambil salah satu tukik dengan cakramnya yang kuat.

Bukan hanya elang, masih ada predator laut lainnya. Karena itu biasanya tukik menurut Bang Apoy, warga lokal Pulau Derawan dulu sekali penyu itu dipelihara oleh penduduk setempat bukan oleh LSM seperti WWF ataupun beberapa organisasi lain yang bermaksud memelihara kelangsungan hidup habitat penyu di sekitaran Pulau Derawan, termasuk Salangaki.

Tapi melihat hasilnya, setelah 10 tahun penangkaran penyu diangap belum berhasil. Buktinya saat ini Bang Apoy dan warga lokal lainnya belum melihat penyu kecil atau sedang. Semua penyu yang ada telah berumur sekitar 20-30 tahun. Hasil pemeliharaan penduduk lokal Derawan generasi sebelumnya.

“Dulu saking banyaknya penyu mereka sampai tabrakan,” kenang Bang Apoy dengan masa kecilnya waktu main di laut.

DSCN8871
lagi pada asik, ada yang motret temennya yang main sama tukik, terus saya juga ikutan nih megangin tukik yang maunya ngacir ke tepi pantai.

Sebagai warga lokal asli Derawan, Bang Apoy cuma berharap supaya pemeliharaan penyu bisa seperti dulu. Masyarakat memelihara penyu dan setelah besar baru dilepas. Kekurangan dari program sekarang menurutnya penyu yang masih kecil dilepas ke laut namun LSM atau organisasi yang bersangkutan tidak mengontrol lagi keberadaan penyu tersebut apakah masih hidup atau sudah dimakan predator.

“Karena masyarakat tidak dilibatkan lagi seperti program dulu memelihara penyu, jadi masyarakat kurang peduli dengan penyu yang telah menjadi kewajiban LSM, termasuk soal pencurian telur penyu dan pencurian penyu itu sendiri,” Jelasnya lagi.

Lebih lanjut, menurutnya harapan masyarakat kepulauan derawan hanya sederhana saja. Bagaimana agar nanti anak cucu masih bisa melihat penyu itu bermain-main di laut Derawan dan bukan hanya menjadi cerita saja.

Persoalan penyu ini sebenarnya bahasan penting untuk diungkap, tapi selebihnya saya masih harus mengkonfirmasi dan mewawancarai pihak-pihak terkait supaya lebih berimbang. Di postingan selanjutnya, saya berniat akan membahas tersendiri tentang terancamnya habitat penyu di Derawan… Sebenarnya itu sudah isu yang lama ya, hanya saja yang publik tahu kan sekarang sudah ada penangkaran penyu. Sehingga terkesan sudah ada yang menangani, tanpa tahu pasti di lapangan seperti apa.

DSCN8847
warga Pulau Salangaki lagi asik bermain voli… padahal gerimis.

Setelah gerimis makin besar lagi dan matahari akan tenggelam, akhirnya saya bareng teman-teman harus say good bye sama tukik. Aneh sekali memang, baru tersadar juga mungkin karena semangatnya melihat tukik dan seru main sama mereka, malah lupa mengisi buku tamu. Sebelum pulang kami malah baru isi buku tamu…. Hahahaha 😀

 

Advertisements

4 thoughts on “Serunya Bermain Bersama Tukik di Salangaki

  1. Oh saya baru tahu bahwa persoalan regenarasi penyu di Derawan segitu ruwetnya . Sepertinya Project Tukik oleh LSM hanya sebatas imenuntaska tanggung jawab. Yang penting anak-anak penyu di lepas dan tidak dipantau lagi Bagaimana perkembangannya.

    Post ini top banget Mbak Dyah

  2. Jujur, melihat penyu di alam aslinya saya belum pernah. Dan sekarang saya juga baru tahu kalau begitu susahnya untuk mengembangkan penyu, semoga satwa cantik ini masih bisa dilihat oleh generasi selanjutnya. Aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s