KALIMANTAN - Indonesia · story · The Journey · Traveling

Milky Way di Ujung Dermaga Derawan Fisheries

IMG_4593 (1).jpg
Beruntung banget, selama tiga malam selalu dapet langit penuh bintang-bintang. Bahkan aku sempat melihat bintang jatuh.

Teman-teman meet and trip yang lain lagi asik berada di alam mimpi, tapi pukul 01.00 dini hari sebagian kecil dari kami masih sibuk dengan kamera. Iya! Kapan lagi kan punya kesempatan buat milky way merekam galaksi bintang-bintang dalam bingkai foto.

Yuk kita absen.. Malam hari ke-3 menginap di water villa, Derawan Fisheries, nyariin Kak Aqied yang satu kamar sama aku. Yang alamat blog-nya ini klik blog Aqied https://aqidshohih.wordpress.com/. Dia cewek berjilbab yang aktif nggak bisa betah lama-lama di kamar. Nah, partner jalan-jalan Kak Aqied buat keliling kampung di Pulau Derawan kalau nggak Agnez Felicia, Bang Dee alias Dyan atau ketiganya bareng Bang Riza Firmansyah juga.

Whatsap lah kemudian, iya kami Whatsap-an padahal ini sebuah pulau yang letaknya so far far away dari Jakarta maupun kota besar. Mencapainya harus menyebrang dari daratan Kabupaten Berau. Tiga jam lamanya buat ke dermaga Tanjung Batu dari bandara Kalimarau, Berau. Lalu lanjut naik speedboat sekitar 30 menit.

IMG_4589
“Kak Aqied dimana Kak?” Tanya ku penasaran.

“Milky wan-an,” balesnya

“Gimana?,” whatsap nya lagi..

“Sama siapa, aku juga mau dong. Tapi ga bisa setting,” bales ku lagi

“Om Dee, Om Riza, Mba Aqnez, Kak Vira,” tulisnya lagi

“Ohh,”

“Sini sini sini, bawa tripod kalo ada,” katanya Kak Aqied

“Itu dia ga ada tripod, ga usah deh ya,” bales ku

Yaudah, tanggung kan…. sudah keburu bangun. Jam 22.00 sampai jam 00.00 an tadi juga sempat tidur, jadi ikutan milky way-an aja. Bawa kamera Nikon yang ternyata nggak bisa ke pengaturan tunggu 20 detik. Menyesal tak membawa kamera satunya lagi yang lebih canggih, tapi berat dibawa.

Yah… gagal merekam milky way dari kamera sendiri. Tapi Kak Aqied ngajarin gimana setting-an nya, jadi aku catet biar nanti kalo ke gunung dan pas dapet langit cerah bisa setting sendiri. ISO kamera sekitar 800 atau 1000, lalu setting aperture yang maksimal, dan terakhir setting speed 20-30 detik. Lalu dikoreksi oleh Bang dee, yang benar untuk milky way itu ISO 1000-1600 dan shutter set ke 30 detik, apeture maksimal sudah betul.

Milky way tetep dan itu pakai kamera Kak Vir, Kak Aqied, dan Bang Dee…. pengambilan gambarnya harus tahan nggak bergerak sekitar 20 detik. Kami ganti-gantian pose terus buat yang pose rame-rame juga. Hasilnya, lumayan… kapan lagi bisa merekam galaksi di langit sana…. kami semua beruntung tiga malam langit nggak mendung dan mendukung untuk bisa milky way.

foto (18).JPG
Ini lho ujung dermaganya,…. kalau lagi terang, bisa buat nungguin sunset dan sunrise sambil di tepian-nya penyu lewat..

Sekitar jam 02.00 kami bubaran, mulai ngantuk lagi. FYI beberapa kali kami lihat bintang jatuh, hanya sedetik aja… ihh luar biasa. Diam-diam berdoa juga, semoga bisa dapet kesempatan lihat hamparan bintang-bintang lagi seperti waktu di dermaga ini dan kalau ke gunung kepingin dapet view milky way seperti waktu di Gunung Rinjani atau yang lebih bagus lagi.

 

Advertisements

13 thoughts on “Milky Way di Ujung Dermaga Derawan Fisheries

  1.  ISO kamera sekitar 800 atau 1000, lalu setting aperture yang maksimal, dan terakhir setting speed 20-30 detik…. Thx infonya kak..pas bgt lg kepo cr ambl milkyway, kmrn d ijen jg lg bgs bgt liat milkyway tp ga tau cr settingnya 😦 dtmbh liat foto2 milkyway ika & awen dwaerebo haha

    1. iya aku juga lagi belajar nih dan nanya-nanya baiknya beli kamera apa.. mirrorless enak buat dibawa traveling tp rentan lensa kl kena debu. moment yg langka milky way itu kak

      1. Iyap 1200-1600 an. F maksimum itu maksudnya kalo lensa f 4.5 berarti yg dipake yg 4.5, lensa aku 2.4 makanya kadang iso atau speed nya dikurangi

  2. wah kalau bisa foto milky way .. sensational banget ya mba …
    saya punyanya camera pocket …. ga bisa ya …
    meskipun hasilnya ga maksimal .. tapi kalau sudah mengalami melihat langsung milky way … subhanallah memang indah sekali kekuasan Allah swt

    1. Iya motret bintang itu sensasinya beda… btw aslinya liat bintang bertebaran di langit kl lagi di gunung dan tempat yang jauh dari cahaya lampu kota itu awesome bgt Om… harus coba

  3. Selama 3 hari menginap di sana tak sekalipun aku keluar untuk mengambil foto Milky Way. Tidak tahan oleh rasa kantuknya. Dan sekarang menyesal. Emang sih Penyesalan selalu datang belakangan 😂😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s