LIFE · The Journey · Traveling

Long Weekend Effect…

foto 1 (1)
Tiba-tiba jadi pasar. Ini di gunung Prau, eh tapi kalo weekend di Prau juga mirip pasar katanya. Soalnya nanjak sekitar 2-3 jam aja disini terus pemandangannya indah.

Entah sejak kapan, tapi makin makin kerasa aja, ketika long weekend tiba orang berlomba-lomba buat liburan. Pengaruh social media kah? apa karena makin naiknya tingkat ekonomi golongan kelas menengah orang Indonesia? atau disebabkan virus yang namanya piknik menyebar seperti wabah?… apa…. takut dianggap kurang piknik karena banyak disindir meme-meme itu… hehehe

Kalender tahunan yang isinya tanggal merah jadi incaran, apalagi yang merahnya deket weekend.. sekalian aja bisa traveling kemana yang jauh gitu. Cuma aja buat orang yang mencari kesunyian ketika traveling macam saya ini, justru long weekend itu dihindari banget deh buat pergi. Enak dirumah…. sorry guys i’m not high season vacationer…

Pengecualian kalau destinasi kamu bukan destinasi incaran banyak orang. Luar negeri misalnya (kan tanggal merahnya beda) atau ke gunung yang jauh di Indonesia bagian Timur sana.

foto 3
Ini di Ranu Pani, jalur desa sebelum pendakian Gunung Semeru. Luarrr biasa gila kan?

Cukup menilik via Instagram saya bisa nebak gimana traffic-nya. Tahun lalu kalau long weekend pasti begini dan terjadi juga beberapa hari ini di minggu pertama weekend bulan Mei.

Nah, Gunung Semeru yang baru dibuka setelah masa pemulihan juga luar biasa penuhnya. Pasar pindah ke gunung. Tadinya mau kesunyian, suasana yang jauh beda dari hiruk pikuk kota tetap jadi keramaian.

Lambat laut, harus ada aturan pembatasan jumlah pengunjung. Harus banget dan ini bakal jadi tertib seperti Gunung Gede Pangrango yang sudah lama menerapkannya.

Harus daftar online, buat Simaksi jauh-jauh hari. Agak merepotkan.. tapi efeknya menurut saya membuat pendakian di Gunung Gede nyaman dan aman. Saya ngerasain banget kemarin. Nggak ada yang namanya lagi mendaki lalu ngantri panjang banget jalannya… pendaki dapet yang namanya suasana alam buat menghilangkan penat dari rutinitas. Yang namanya Alun-Alun Surya Kencana seluaaaaassss itu hanya ada sedikit orangnya.

Simaksi penting supaya pihak pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tahu identitas siapa saja pendaki. Meminimalisir kejadian tak terduga seperti pendaki hilang, tersesat, dan yang pastinya mereka yang mendaki sebelumnya dapat petuah-petuah dulu untuk tetap menjaga alam selama di atas sana.

Terus yang paling penting, nggak ada lagi yang namanya gunung jadi tempat sampah. Pendaki beneran sih bakal malu kalo nyampah. Ini ujungnya jadi edukasi juga buat yang awalnya mendaki tapi ikut-ikutan temen aja. (Maaf tapi masih kadang ketemu orang sembrono di gunung soalnya).

Kadang banyak pendaki bandel nggak bawa sleeping bag ataupun benda penting di atas sana. OMG jadi keinget di Ceremai kemarin bareng temen baru sekali kenal dia nggak bawa sleeping bag dan susah disuruh sarapan. Akhirnya sakit dan bikin susah. Makanya besok lagi kalau dapet temen barengan newbe wajib ditanyain dulu perlengkapannya.

Ah sekedar sharing saja kalau ternyata akhirnya Semeru harus seperti TNGGP peraturannya dikelola demikian saya malah senang. Orang harus bersabar dan harus menyisihkan waktunya ke tempat yang seperti ini, betul dan bukan sekedar untuk ngabisin waktu long weekend daripada nggak kemana-mana. Hhahaha wajar aja kalau jadinya begini kan Indonesia 250 juta jiwa 😀

foto 2 (2)
Sikuni juga penuh…. zzZzzZZZzZZZzzz
Advertisements

2 thoughts on “Long Weekend Effect…

  1. kalau saya sih long weekend males jalan kemana mana … males macet macetan dan tempat2 wisatanya rame2 …. jadi ga asyikkk …
    takjub lihat foto2 di atas .. ternyata ada pasar senggol di gunung 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s