Backpacker · Indonesia · JAVA - Indonesia · MALANG - Indonesia · MOUNTAIN · The Journey · Traveling

Debu-Debu Beterbangan di Semeru

foto (5)
debu saking banyaknya kalau masih musim kemarau. Fyi pulang dari Semeru kotoran hidung item-item, fermentasi debu.

Kami menyebutnya “Debu-Debu Intan” ini mirip sama satu kalimat yang sering diucapin sama salah satu tokoh kartun Jepang. Entah di film kartun apa lupa. Hihihi

Sayang sekali, kepergian pertama ke Semeru nggak langsung bisa muncak ke Mahameru. Karena takdir, harus kedapatan haid selang ga berapa lama sebelum malam akan jalan muncak ke Semeru.

Penting??? Keselamatan sebenarnya paling penting. Tapi bagi pendaki bisa sampai puncak ibarat sebuah pencapaian, harus ada kata mission accomplished. Seperti tujuan, perumpamaan tugas dari ibu guru di sekolah.

“Jangan lupa Nak kerjakan PR kalian,” pesan Bu Guru kalau jam bel sekolah berbunyi.

“Iya Bu…,” serempak seisi ruangan berseru lantang karena seneng udah masuk jam pulang. (Ibaratnya saya seneng kalau dikasih tugas buat muncak. Bonusnya itu ketinggian! Pemandangan yang dekat ke awan-awan).

SONY DSC
Kemping di Ranu Kumbolo….. sarapan pagi sebelum ke Kali Mati

Setelah perjalanan yang tetap “fun”, walau kami ber-5 akhirnya tidak ada yang muncak saat itu. Saya, Esti, Bonar, sama Vivi sempat berikrar buat balik lagi ke Semeru. Khusus naklukin Mahameru yang maha dahsyat itu. Entah akankah itu tercapai tahun ini?????

Kembali ke topik semula, debu debu Semeru itu ada karena musim hujan memang belum waktunya menampakan diri pada penghujung September. Mungkin Oktober atau November, hanya saja kalau musim hujan pendakian pasti akan lebih sulit jadinya.

Saya mulai tahu perputaran warna rumput yang ada di pegunungan. Kalau kamu ke Semeru di bulan Mei, Juni, Juli, hingga Agustus masih ada pemandangan layaknya tanaman lavender berwarna ungu di padang oro oro ombo.

_DSC6753.JPG

Memasuki September, Semeru bakal tetap cantik dengan pemandangan keemasan rumputnya. So, kapan pun kamu ke Semeru saja rasa akan tetap cantik.

FYI, Semeru itu trekking-nya cukup banyak jalan datar atau bonus dibanding gunung Rinjani, Papandayan, Gede, apalagi Ceremai. Ini tak dihitung trekking yang mau muncak ke Mahameru ya… yang semuanya pasir itu kamu butuh 7 jam jalan ke atas.

Advertisements

4 thoughts on “Debu-Debu Beterbangan di Semeru

  1. debu-debu intan dari Saint Seiya šŸ˜›

    Masih dengan niat yang sama, pingin balik lagi ke Semeru. Pendakian pertama memang niatnya pingin ngabisin waktu di Ranu Kumbolo. šŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s